The Starseeds Rising, The Dew Chronicles, & PX-NWO

You are everything, every being, every emotion, every event, every situation. You are Unity. You are Infinity. You are Love/Light, Light/Love. You are. This is the Law of One.

JOSHUA R W's Official Website

 NEWLY PUBLISHED E-BOOKS !!

FROM THE AUTHOR OF 'THE DEW CHRONICLES : An Inner Journey Into the Law of One" COMES A GROUNDBREAKING NOVEL :

THE STARSEEDS RISING
Since the dawn of the Creation, the Forces of Light & Darkness struggle against each other for countless eons. Little did they know that they both came from the One Infinite Divine Source. The Multiverse now becomes a Grand Chessboard. Polarized. Divided. The Illusion of Separation holds a strong grip, and only few can escape its grasp. As the Grand Chessboard spread across the Multiverse like wild fire, the planet Earth is also subject to its burning flame. It becomes a prison planet, with entities trapped and enslaved within its dense material illusion.

Many advanced entities who incarnated here with the noble purpose of assistance in the progress of humankind’s evolution, were also trapped within its dense Third density illusory reality. The Veil of Forgetfulness makes them forget the purpose of being on Earth. And now, as the time for the Grand Cycle of Third Density Harvest is drawing ever so near, many more advanced being sent to prepare for this critical moment. Will Earth be the ultimate battlefield for the Last Conflict between Forces of Light & Darkness? Will humanity make the right choice this time?

From both sides, many advanced beings from all corners of the Multiverse incarnated on Earth for the purpose of this Grand Game. The Starseeds, the Healers, the Wayseers, the Wanderers. Can they fulfill the mission? Will they prevail to finish the task? Or instead, they succumb to the Illusion? This is just a humble story of some of them.

 FREE PDF VERSION DOWNLOAD LINK : http://s000.tinyupload.com/?file_id=35603535506379126761

 PUBLISHER'S WEBSITE : https://www.smashwords.com/books/view/564744

 

 
"THE DEW CHRONICLES"
An Inner Journey Into The Law Of One

 FREE PDF VERSION DOWNLOAD LINK : http://snk.to/f-ctuj4pj1

 

          Life is a journey. Just like a droplet of water finding its way home back to the vast ocean. Through clouds, mountains, and rivers. The Divine Spark within each of us also seeks Its way home. Through time and space and through numerous lifetimes. Countless dots forming infinite line, always seeking to get closer to the One, and to unite with It.

          This journey takes us from infinity to infinity. From the coldest depth of space, from the place where the stars were born. Climbing the freezing snowy mountains, trekking the thickest jungles, scouting the heat of the deserts. Through our glorious deeds and grievous mistakes, we face our own veil of darkness, just to pierce it through and see the Light. Just to find that the Light within us, is merely a reflection of the Light of others.

 LIST OF E-BOOK STORES WHERE YOU CAN FIND "THE DEW CHRONICLES" :

BARNES & NOBLE (USA & UK)
http://www.barnesandnoble.com/w/the-dew-chronicles-joshua-rw/1117075686?ean=2940045312905

KOBO E-BOOK STORES (INTERNATIONAL)
http://www.kobobooks.com/ebook/The-Dew-Chronicles/book-_JZ2sQ32c0SVCdGRYII95w/page1.html?s=LxO624dpQEit9NV9faP5DQ&r=1

DIESEL EBOOK STORE (INTERNATIONAL)
http://www.diesel-ebooks.com/item/SW00000355192/R.-W.-Joshua-The-Dew-Chronicles/1.html


SMASHWORDS (PUBLISHER'S SITE)
www.smashwords.com/books/view/355192

LA FELTRINELLI E-BOOK STORE (ITALY)
http://www.lafeltrinelli.it/products/9781301965250/The_Dew_Chronicles/Joshua_RW.html

LIBRIS E-BOOK STORE (NETHERLAND)
http://www.libris.nl/artikel/joshua-r-w/the-dew-chronicles/9781301965250?ProductID=14382305

PAPERPLUS E-BOOK STORE (NEW ZEALAND)
http://www.paperplus.co.nz/book/The-Dew-Chronicles?i=9781301965250

INKTERA E-BOOK STORE
http://www.inktera.com/store/title/6e2b3c24-6737-47c1-9ad4-2b102d3378bc

VERSENT E-BOOK STORE
http://www.versentbooks.com/store/title/6e2b3c24-6737-47c1-9ad4-2b102d3378bc

APPLE i-Books STORE
http://www.apple.com/apps/ibooks/

SONY READER STORE
https://ebookstore.sony.com/

BAKER & TAYLOR (BLIO)
https://www.blio.com/blio/screens/homepage.jsp

 

 

 

 

BUKU TERJEMAHAN BARU : RA MATERIAL - LAW OF ONE (Bahasa Indonesia)

Bagi Anda yang ingin membaca buku "Ra Material - Law of One" sudah saya terjemahkan ke bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan semoga dapat memberi jawaban bagi yang mencari. Salam kasih dan cahaya.

"You are everything, every being, every emotion, every event, every situation. You are Unity. You are Infinity. You are Love/Light, Light/Love. You are. This is the law of One."

Download link :
http://snk.to/f-ctj0v85k

atau baca di Scribd :
http://www.scribd.com/doc/138658903/RA-MATERIAL-Bahasa-Indonesia

 

 Acceleration Towards the Law of One

 FORUM : "Why Do You Believe in Ra Material ?"

 http://www.bring4th.org/forums/showthread.php?tid=2452

 

MY BOOK (Published in 2006)

 

 

 

         PLANET X – HIPOTESIS NIBIRU

            Pernahkah Anda berpikir atau merasa jika bencana alam di bumi ini meningkat baik dalam kuantitas maupun kualitas, dan seperti berulang dalam suatu siklus yang tetap? Atau pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai sebab punahnya spesies dinosaurus jutaan tahun silam? Apakah pemanasan global suatu sebab ataukah akibat? Mengapa peradaban-peradaban kuno bisa lenyap dalam kurun waktu yang kurang lebih bersamaan? Mengapa ada kemiripan antara peradaban-peradaban itu? Benarkah peradaban kuno jauh lebih maju terutama dalam astronomi? Benarkah kita sendiri di alam semesta ini? Apakah crop circle itu? Dan ada apa dengan alam semesta di depan kita nanti?

         Tentu sangat banyak pertanyaan-pertanyaan macam itu yang pernah menyeruak ke dalam alam pikiran kita. Jadi tidak ada salahnya kita sejenak merenungi beberapa pemikiran dan hipotesis mengenai hal-hal tersebut sebagai wacana baru abad 21 ini.

 

 

       AGENDA NEW WORLD ORDER

           Kebenaran akhirnya terkuak dan publik berhak tahu. Konspirasi apa yang terjadi dalam tubuh negara Paman Sam? Apa peran dari badan intelijen dalam semua ini? Benarkah ada pemerintahan bayangan bersifat rahasia dalam tubuh pemerintahan Amerika Serikat? Apakah benar mereka telah mengadakan kontak dan membuat perjanjian dengan ras ekstraterestrial sejak Perang Dunia II berakhir? Benarkah bangsa alien ini telah ada di bumi ini sejak jaman purbakala? Dan apa kaitan mereka dengan agenda satu pemerintahan dunia dari gerakan New World Order?

         Semua dicoba dijawab dalam buku ini. Mulai dari kasus pembunuhan Kennedy, Roswell, pangkalan bawah tanah Dulce, dan sejumlah kasus misterius lain yang terjalin dan saling terinteraksi dalam suatu jaring konspirasi tingkat tinggi yang amat rumit. Sekali lagi, publik berhak dan wajib tahu.

         Copyright © 2005 – 2012

         Penerbit Aethera Indomedia

 

SERI  BUKU  ARKEOASTRONOMI  –  2 IN 1

 

 

PLANET X – HIPOTESIS NIBIRU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


AGENDA NEW  WORLD ORDER

 

 

JOSHUA  R.  W.

 

 

 

P L A N E T  X 

HIPOTESIS  NIBIRU

 JOSHUA  R. W.

 

 PLANET X – HIPOTESIS  NIBIRU

 Hak Cipta © 2005 – 2012, pada Penerbit Aethera Indomedia

 

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

 

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam, atau dengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.

  

Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan

 

 

PLANET X – HIPOTESIS  NIBIRU

Joshua R. W. ; Ed. I – Jakarta

 

                Penerbit Aethera Indomedia

                VIII +       halaman ; 14 X 21 cm.

 

            ISBN : 979-25-1300-0

 

  1. Arkeoastronomi

      I.   Joshua R. W.

 

 

  

Untuk Keluarga dan Sahabat,

atas kepercayaannya untuk selalu membuka pintu,

 bagi sesuatu yang tak terbatas

 

 

Kata Pengantar

 Banyak para ahli arkeologi dan astronomi terkemuka saat ini yang setelah melakukan riset sekian lama, ditambah dengan penemuan-penemuan baru di awal abad ini, akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dua cabang ilmu yang selama berabad-abad ini terpisah, sangat mungkin memiliki kaitan erat yang tak diduga sebelumnya. Sintesis kedua cabang ilmu ini akhirnya melahirkan cabang ilmu baru, yaitu Arkeoastronomi.

 Meskipun sejak lahirnya, yaitu sekitar era 1960-an, ilmu ini masih dalam perkembangan dan belum dianggap cabang ilmu yang mapan dan mainstream, namun hasil yang dicapai sungguh sangat menakjubkan. Ilmu ini sudah menelorkan berbagai konsep pemikiran dan hipotesis baru yang ternyata dapat menjadi alternatif jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab oleh ilmu pengetahuan mainstream.

 Penulis yang juga tidak memiliki latar belakang dari bidang-bidang ilmu ini, dengan segala kerendahan hati mencoba memperkenalkan beberapa hipotesis yang dihasilkan ilmu ini. Dalam buku ini, penulis mengumpulkan dan mencoba mengkompilasi materi dari berbagai sumber yang terkait dengan arkeoastronomi, termasuk fenomena berkembangnya teori konspirasi ekstraterestrial yang berkembang sejak penghujung abad lalu, dengan harapan sederhana untuk membuka wawasan dan petualangan baru di kala kita menapaki abad 21 yang baru kita masuki ini.

 

DAFTAR  ISI

 Kata Pengantar

 Bab I                           Arkeoastronomi, Evolusi, DNA

Bab II                          Nefilim, Suatu Mitos

Bab III                        Musnahnya Peradaban Kuno

Bab IV                         Legenda Nibiru

Bab V                          Pemanasan Global dan Perubahan Bumi

Bab VI                         Kontak SETI : Are We Alone?

Bab VII                       Crop Circle : Pesan Misterius

Bab VIII                      Kode Biblikal : Realita Terkode

Bab IX                         2012 : Konvergensi Peradaban Dunia

Bab X                          Masa Depan : Konspirasi dan Invasi?

  

Penutup

 Lampiran

 Daftar Pustaka

  

BAB I

ARKEOASTRONOMI, EVOLUSI, DNA

 

“To solve any problem that has never been solved before,

 you have to leave the door to the unknown ajar..”

 Richard Feynman, ahli Fisika pemenang Nobel

 

Apakah Arkeoastronomi Itu?

Arkeoastronomi adalah ilmu yang mempelajari mitos, legenda, kepercayaan, dan pandangan kebudayaan-kebudayaan kuno atau prasejarah di dunia dalam kaitannya dengan astronomi. Atau dengan kata lain, ilmu ini mencoba mengambil pemahaman astronomi yang lebih menyeluruh dengan mendeduksinya dari fakta-fakta arkeologis yang ditemukan di seluruh dunia. Asumsi dasar ilmu ini adalah bahwa astronomi tidak dipandang dari sudut pandang Barat mengenai ‘sains’, melainkan sebagai suatu mekanisme observasi dan prediksi yang amat tergantung dari budaya, kepercayaan, dan mitos unik yang mendasari pola pemikiran masing-masing peradaban kuno tersebut. Secara umum, arkeoastronomi bertujuan untuk :

1.             Mengetahui lebih jauh mengenai bangunan dan pembangun monumen-monumen megalitik yang diduga memiliki fungsi astronomis.

2.             Mempelajari huruf-huruf kuno (figur simbolis atau piktogram) yang memiliki maksud astronomis.

3.             Arkeoastronomi juga bermanfaat bagi para ahli astronomi yang mendokumentasikan peristiwa-peristiwa alam semesta yang terjadi pada masa lalu.

 Ilmu ini berawal dari penelitian monumen Stonehenge di Inggris pada 1960-an, dan observasi serta penelitian terus berlanjut ke peninggalan-peninggalan kebudayaan kuno di Mesir, Timur Tengah, India, Asia, baik berupa bangunan, artefak-artefak, hingga naskah-naskah kuno dalam kultur dan bahasa yang berlainan. Dengan penelitian berdasawarsa, para pionir ilmu ini mulai menemukan bukti-bukti konkrit bahwa monumen-monumen legendaris seperti piramid Giza di Mesir, piramid bangsa Maya dan Inca di Amerika Latin, dan juga Stonehenge di Inggris bukan hanya berfungsi sebagai monumen prasejarah belaka, melainkan juga suatu “observatorium” astronomi purbakala.

 Penemuan Stonehenge yang diduga dibangun antara 3.000 – 1.400 SM berawal dari seorang Norman Lockyer pada 1901 yang berkunjung dan mempelajari Stonehenge, lalu melahirkan suatu teori bernama diffusionist theory, yang mengemukakan adanya kemungkinan keterkaitan antara teknik pembangunan Stonehenge dengan kebudayaan Mesir Kuno. Lalu seorang ahli astronomi Harvard, Gerald Hawkins pada 1960 yang setelah mengamati letak dan posisi monumen Stonehenge di Inggris sampai pada kesimpulan bahwa ternyata nenek moyang manusia modern yang selama ini dianggap masih terbelakang dan tidak akan mampu menggapai tingkat ilmu tinggi seperti astronomi, ternyata mempunyai persamaan mendasar dan teknik pengamatan ruang angkasa yang sebenarnya tidak terlalu jauh beda metodenya dengan ilmu astronomi manusia modern saat ini. Hawkins berpendapat bahwa monumen Stonehenge itu sengaja dibangun sebagai suatu “observatorium” untuk mengamati pergerakan rasi-rasi bintang, gerhana matahari dan bulan, dan gejala – gejala alam semesta periodik lainnya, terutama yang erat kaitannya dengan masa tanam dan panen untuk masyarakat yang saat itu bersifat agrikultur.

 Arkeoastronomi di Lembah Sungai Nil

                Telah menjadi pengetahuan umum bahwa bangsa Mesir Kuno penghuni Lembah Sungai Nil memiliki pengetahuan luas di bidang geometri, matematika, dan astronomi, semua berwujud dalam bentuk Piramid Giza yang selama lebih dari 5.000 tahun berdiri tegak. Salah satu pencapaian terbesar bangsa Mesir Kuno adalah penciptaan sistem kalender berdasarkan pergerakan bulan. Lalu pada 3.000 SM mereka menciptakan kalender matahari 365 hari serupa kalender Gregorian yang kita gunakan sekarang. Sistem kalender itu tercipta dan dianggap penting oleh mereka untuk memprediksi meluapnya Sungai Nil yang terjadi secara periodik tiap tahun. Seorang ahli arkeoastronomi Robert Bauval mengemukakan teori bahwa susunan kompleks Piramid Giza identik dan merefleksikan susunan rasi bintang Orion.

 Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa astronomi sangat erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari bangsa Mesir Kuno. Bahkan hampir semua bangunan-bangunan lain di sebaran Lembah Sungai Nil, seperti misalnya Sphinx atau Kuil El Karnak (didirikan Ramses II pada 1250 SM), selain memiliki aspek kultural dan ritual, juga sangat erat kaitannya dengan aspek astronomis. Dewa tertinggi mereka pun secara kultural merupakan personifikasi dari benda langit, yaitu Ra, Dewa Matahari.

 Arkeoastronomi di Amerika Latin

Tidak ada kebudayaan lebih maju di wilayah Amerika Latin yang dikenal para arkeolog selain kebudayaan Maya dan Inca. Sebelum kebangkitan bangsa Maya pada 400 M di Amerika Tengah dan Mexico, bukti-bukti menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Maya adalah bangsa Olmec, yang telah menunjukkan pengetahuan astronominya yang maju lewat monumen-monumen seperti Piramid Dunia Baru dan Kuil Matahari yang ditilik dari strukturnya, berfungsi untuk mengamati dan memprediksi pergerakan matahari dan bulan. Seperti juga bangsa Mesir Kuno, bangsa Maya juga mengenal sistem hieroglifik, yang juga mencakup hieroglif-hieroglif tersendiri untuk benda langit. Dengan panduan metode decoding yang dinamakan Dresden Codex untuk menerangkan hieroglif-hieroglif tersebut, terungkap bahwa bangsa Maya untuk suatu alasan khusus telah mengenal planet Venus, dan menganggap planet itu suatu hal penting dalam keseharian mereka. Benda-benda langit oleh bangsa Maya dipersonifikasi menjadi dewa-dewa mereka. Kutaikcan, atau Dewa Venus, menyimbolkan siklus kehidupan dan kematian bagi bangsa Maya.

 Seperti juga bangsa Mesir Kuno, bangsa Maya mengenal dua sistem kalender. Satu penanggalan berdasarkan matahari, yang lain adalah penanggalan ritual. Keduanya digunakan bersamaan untuk penentuan masa-masa upacara ritual mereka. Luar biasanya, beberapa arkeolog yang mendalami kalender Maya ini berpendapat bahwa kalender Maya adalah kalender paling akurat di dunia, dan benar-benar sempurna dalam menggambarkan pergerakan matahari, bulan, dan benda langit lainnya. Lebih akurat dari kalender Gregorian yang kita gunakan sekarang, yang masih harus menambah 1 hari untuk tiap tahun kabisat.

Beberapa struktur bangunan terkenal lainnya, seperti Chichen Itza dan Istana di Uxmal, dirancang sedemikian rupa posisinya sehingga tepat berada menghadap Venus pada saat terbitnya pertama kali di langit paling selatan selama periode rotasi 8 tahunnya. Perancangan struktur seperti ini sudah menjadi bukti nyata betapa astronomi sangat dominan dan membumi dalam kehidupan bangsa Maya.

Arkeoastronomi bangsa Indian di Amerika Utara

                Riset-riset arkeoastronomi di Amerika Utara menunjukkan bukti-bukti bahwa bangsa Indian sudah mengenal ilmu perbintangan, walaupun tidak seluas dan serumit bangsa Mesir atau Maya. Bangsa Indian lebih memfokuskan pengenalan astronomi mereka untuk kepentingan bertahan hidup dari iklim Amerika Utara yang dingin. Jadi mereka amat berkepentingan untuk mengetahui pergantian musim untuk berpindah tempat ke wilayah lebih hangat, karena gaya hidup mereka yang nomadis pada masa itu.

                 John Eddy menemukan ‘Big Horn Medicine Wheel’ di Wyoming, AS, dan mendeduksi bahwa dengan berdiri di porosnya, kita dapat menentukan posisi benda-benda langit, dan titik-titik luar roda Big Horn itu menunjuk pada rasi-rasi bintang Rigel, Aldebaran, Sirius, dll. Penemuan-penemuan lain di daerah New Mexico juga menunjukkan adanya inklinasi dan keterkaitan dari kebudayaan Indian pada masa itu terhadap astronomi.

 Dari mana semua ini berasal?

                Penelitian terus berlanjut ke situs-situs bangunan purbakala lainnya. Ahli lainnya, Graham Hancock dalam esainya tahun 2000 mengemukakan teori bahwa kompleks kuil Angkor Wat di Kamboja merefleksikan susunan rasi bintang Draco, dan dalam risetnya mengenai kota yang hilang Atlantis, Hancock sampai pada pendapat bahwa ada kemungkinan besar bahwa penduduk Atlantis lah yang pada saat itu telah mencapai teknologi tinggi, dan mewariskan ilmu pembangunan bangunan-bangunan megalitik tersebut pada bangsa-bangsa lainnya, sebelum akhirnya Atlantis punah terendam lautan.

                Sungguh suatu teori yang menarik, mengingat rata-rata bangunan-bangunan prasejarah tersebut  dibangun antara rentang waktu 12.000 – 3.000  tahun yang lalu, bahkan lebih, di kala manusia saat itu ada dalam Jaman Batu. Dengan asumsi teori evolusi Darwin yang gradualistik, sulit dipercaya manusia kala itu yang mungkin masih primitif bisa memiliki metode konstruksi bangunan megalitik raksasa dengan tingkat presisi geometris yang mengagumkan, dengan salah satu motifnya untuk pengamatan astronomi, dan tanpa bantuan alat-alat berat atau mesin canggih yang dimiliki manusia modern saat ini. Saking kompleks dan raksasanya struktur bangunan-bangunan tersebut, hingga diragukan manusia modern saat ini pun bisa meniru pembuatan struktur serupa.

                Inilah yang memang selama ini selalu jadi misteri dan polemik di kalangan arkeolog dan antropolog dunia, karena kedua ilmu mainstream tersebut plus teori evolusi Darwin sendiri tidak dapat memberi jawaban yang konklusif dari misteri tersebut. Atas dasar itulah para ilmuwan mulai mencari sumber-sumber ilmu alternatif untuk terus menguak misteri peradaban ini. Salah satu yang paling dianggap berprospek baik dan akhirnya berkembang pesat adalah ilmu arkeoastronomi ini. Apakah benar ilmu alternatif – non mainstream ini dapat menjawab tantangan itu? Tentu butuh waktu dan penelitian lanjutan dari para ahli di bidang ini untuk membuktikannya. Namun, sebagai pengenalan bagi kita, ada baiknya kita mulai dari teori tentang perkembangan peradaban manusia itu sendiri, yaitu teori evolusi Darwin.

Missing Link Teori Evolusi Darwin

                Nama Charles Darwin tentu tidak asing lagi bagi kita. Dalam Origin of Species-nya (1859) yang sangat populer dan merombak pemikiran dunia tersebut, semua bentuk kehidupan di bumi dijejak ulang, baik primata, mamalia, vertebrata, mundur hingga bentuk kehidupan paling sederhana yang dipresumsikan sudah ada sejak milyaran tahun lalu.

Namun seiring dengan bertambahnya penemuan fosil-fosil di sana sini, bertambahlah kebingungan para ilmuwan. Mereka menarik kesimpulan, bahwa bentuk awal spesies manusia berawal di Asia sejak 500.000 tahun lalu. Namun dengan ditemukannya fosil-fosil yang lebih tua usianya, asumsi berubah, dan cikal bakal jenis primata nenek moyang manusia ada pada titik 25 juta tahun lalu. Penemuan di Afrika Timur membawa tambahan informasi bahwa transisi dari bentuk tersebut ke bentuk kera yang menyerupai manusia (hominids) terjadi pada 14 juta tahun lalu, dan baru setelah melewati proses sangat lamban, 11 juta tahun kemudian, muncul bentuk yang layak diklasifikasikan sebagai Homo.

Jenis pertama dalam klasifikasi ini adalah Advanced Australophitecus dari Afrika sekitar 2 juta tahun lalu. Setelah sekitar satu juta tahun, muncul Homo Erectus , dan ditambah lagi 900.000 tahun (50.000 SM) barulah muncul jenis manusia primitif pertama, yaitu Neanderthal. Yang perlu dicatat adalah, perkakas primitif seperti batu tajam yang dipergunakan Advanced Australophitecus dan Neanderthal berbentuk hampir mirip, padahal rentang masa antara kedua jenis tersebut adalah 2 juta tahun. Artinya selama rentang masa itu perkembangan peradaban dan intelektualitas berjalan dalam percepatan yang sangat lambat.

Lalu, secara mendadak dan tiba-tiba, 35.000 tahun lalu muncul suatu spesies baru Homo Sapiens (artinya ‘manusia berpikir’) di wilayah Mediterania, setelah punahnya spesies Neanderthal, dengan sebab yang diperkirakan para ahli karena kondisi iklim bumi yang memburuk pada masa itu. Spesies baru ini, Homo Sapiens yang dinamakan juga Cro-Magnon, sudah memiliki wujud fisik seperti kita sekarang, dan memiliki peradaban dan intelektualitas yang jauh lebih maju dibandingkan para spesies pendahulunya. Mereka hidup di gua (sering diistilahkan dengan ‘cavemen’), mereka sudah mengenal pakaian, perkakasnya dibuat lebih halus dan fungsional dengan bahan kayu atau tulang. Lukisan-lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua purba menunjukkan adanya rasa seni, emosi, bahkan religi. Mereka mengubur orang yang mati, menunjukkan adanya konsep hidup, mati, bahkan kehidupan setelah mati. Mereka juga sudah mengenal bicara sebagai alat komunikasi.

Di sinilah letaknya ‘missing link’ dari teori Darwin. Mengapa bisa terjadi lonjakan jenis spesies, peradaban, kebudayaan, dan teknologi seperti itu? Menurut Prof. Theodosius Dobhansky, pengarang buku Mankind Evolving, yang paling mengherankan sebenarnya bukan keterbelakangan manusia purba, tapi kemajuan kita, manusia modern, yang sangat pesat. Menurutnya, dengan percepatan evolusi yang normal, manusia saat ini pun harusnya masih dalam tahap primitif. Untuk mengembangkan perkakas batu saja perlu waktu 2 juta tahun. Pengenalan penggunaan material lain, seperti logam misalnya, paling tidak perlu 2 juta tahun lagi, dan mungkin perlu proses evolusi 10 juta tahun lagi bagi manusia untuk mencapai tahap dasar ilmu pengetahuan seperti matematika dan astronomi. Tapi justru kita, yang hanya berselisih sekitar 50.000 tahun saja dengan manusia Neanderthal sudah bisa mendaratkan manusia di bulan dan menciptakan komputer.

Adalah Ralph Solecki, seorang arkeolog yang pada 1957 menemukan penemuan mengejutkan di gua Shanidar di kawasan Timur Tengah. Pada waktu melakukan penggalian di gua tersebut (yang mana kondisi gua sangat baik dan terlindung untuk keawetan dari fosil dan benda penemuan Solecki), terkuak bukti-bukti, setelah dari lapisan demi lapisan tanah digali, bahwa peradaban manusia tidak menunjukkan kemajuan seiring berjalan waktu, melainkan malah menunjukkan kemunduran. Dan dalam hitungan tahun antara 27.000 SM hingga 11.000 SM, ditemukan bukti-bukti kuat bahwa baik peradaban dan populasi manusia menyusut dan hampir punah dari seluruh area itu selama masa 16.000 tahun, yang sangat mungkin disebabkan bencana yang bersifat katastropik. Lalu, di titik 11.000 SM itulah tiba-tiba muncul jenis manusia Homo Sapiens tersebut, yang langsung sekaligus membawa peradaban, budaya, dan teknologi yang sangat jauh lebih maju dibandingkan jenis pendahulunya yang hampir punah selama masa 16.000 tahun itu.

Jadi jelas, mulai dari jenis Hominids hingga Neanderthal, proses evolusi lah yang memegang peranan. Namun jenis Homo Sapiens muncul dari suatu proses yang tiba-tiba, revolusioner, dan terlalu dini bila dipandang dari kecepatan proses evolusi yang normal. Ilmuwan lain yang mendukung hipotesis ini adalah Jeffrey Schwartz, melalui bukunya Sudden Origins, Schwartz menyimpulkan bahwa Homo Sapiens muncul secara tiba-tiba dan sampai kapan pun fosil missing link untuk membuktikan kebenaran teori Darwin tak akan ditemukan. Namun ia juga tidak dapat memberikan teori substitusi yang dapat menjawab pertanyaan mengapa Homo Sapiens muncul tiba-tiba tanpa melewati proses evolusi ala Darwin.

Pertanyaan selanjutnya yang pasti akan segera muncul dalam benak kita adalah : Dari pemaparan di atas, apakah kita atau leluhur kita Homo Sapiens bisa mencapai peradaban dan teknologi tersebut dengan usaha sendiri? Ataukah ada faktor eksternal lain, misalnya pengadopsian (atau lebih tepat pewarisan) teknologi dari peradaban lain yang jauh lebih maju? Di sinilah titik di mana ilmu arkeologi dan antropologi yang mainstream tak bisa memberi jawaban konklusif dan harus memberi jalan pada sintesis ilmu baru yang sifatnya alternatif dan non-mainstream, yaitu Arkeoastronomi.

Misteri asal mula DNA

                DNA (dioxyribo nucleic acid), sebagai susunan struktur dasar pembentuk kehidupan, sudah dikenal dalam ilmu biologi dan genetika abad 20. Menjadi populer oleh Francis Crick, seorang ilmuwan pemenang Nobel Biologi yang menemukan struktur spiral double helix dari DNA, melalui teorinya yang mencengangkan, yaitu ‘Directed Panspermia’ pada tahun 1973. Crick sendiri pada saat menemukan bukti dari teorinya, telah mendeklarasikan “Kami sudah menemukan rahasia awal mula kehidupan.”. Asumsi dasar teori Crick ini adalah bahwa berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan dalam penelitiannya, ia sampai pada kesimpulan bahwa asal mula DNA bukanlah dari dunia ini, melainkan datang dari suatu tempat di luar bumi. Crick menemukan bahwa asal mula bentuk kehidupan di dunia ini berasal dari sumber yang tunggal, bukan dari sumber yang jamak, dan dalam kasus DNA manusia, unsur-unsur kimia pembentuknya justru lebih banyak terdiri dari unsur-unsur yang di bumi ini tidak banyak terdapat. Suatu keanehan tersendiri memang, bila diasumsikan DNA tercipta dengan proses kimia dan fisika di bumi ini, namun dalam strukturnya mengandung sedikit saja unsur kimia yang terdapat banyak di bumi ini, dan malah mengandung lebih banyak unsur kimia yang di bumi ini justru langka dan tak banyak jumlahnya (molybdenum)

Dua hipotesis Crick adalah (1) Kode genetik adalah identik pada semua makhluk hidup, dan (2) Bentuk-bentuk kehidupan awal muncul secara tiba-tiba di bumi ini, tanpa adanya tanda-tanda eksistensi dari nenek moyang sebelumnya.

Berikut wawancara dari seorang reporter dengannya di Salk Institute, San Diego, California :

“Mungkinkah,” sang reporter ,”bahwa DNA kita datang dari suatu tempat lain di luar bumi?”

“Saya sudah mempublikasikan teori saya, Directed Panspermia, sekitar 25 tahun lalu, tidak ada bantahan hingga kini, bahkan penemuan-penemuan selanjutnya oleh ilmuwan lain memperkuat teori saya.” jawab Crick.

“Apakah itu terbawa secara tak sengaja lewat meteor atau komet?”

“Tidak,” ujar Crick, ”sesuatu yang hidup akan segera mati dalam perjalanan seperti itu.”

“Apakah Anda secara implisit menyimpulkan bahwa DNA dibawa kesini secara sengaja, dan melalui sarana transportasi khusus?”

“Itu hanya salah satu kemungkinan.” ucap Crick. “Namun yang pasti, siapapun yang membawa itu ke sini jelas memiliki peradaban dan teknologi yang sangat tinggi untuk mencapai jarak yang jauh dan kemudian melakukan suatu penanaman genetik.” tambahnya lagi.

                Seorang ilmuwan lain, Matt Ridley, dalam bukunya Genome, menyimpulkan bahwa kode DNA adalah juga suatu bentuk informasi, suatu pesan yang ditulis dalam unsur kimia, satu abjad untuk satu unsur kimia. “Uniknya, kode DNA itu disampaikan sedemikian rupa dengan cara yang dapat kita mengerti. Sama seperti cara kita mengerti bahasa Inggris, misalnya. Kode genetika adalah bahasa yang linear.” Komentar Ridley dalam bukunya.

                Tentu sampai di titik ini saja, kita sudah dibuat tercengang oleh teori-teori yang muncul di akhir abad 20 lalu, yang ditemukan pada masa kita hidup, seperti teori Crick tahun 1973. Namun masih banyak dan malah makin banyak pertanyaan yang timbul di benak kita. Salah satu yang paling penting adalah, bila memang seperti itu adanya, siapakah yang membawa kode genetika itu kesini? Dan dengan tujuan apa? Dan apakah Homo Sapiens yang muncul tiba-tiba juga tercipta dari proses ini? Mari kita lanjutkan pencarian lewat penemuan ilmuwan-ilmuwan lain di bab-bab berikut.

 

BAB II

NEFILIM, SUATU MITOS

 “Far out in the uncharted backwaters of the unfashionable end of the Western Spiral Arm of the Galaxy, lies a small unregarded yellow sun. Orbiting this at a distance of roughly ninety eight million miles is an utterly insignificant little blue-green planet,  whose ape descended life forms are so amazingly primitive that they still think digital watches are a pretty neat idea…”

Douglas N. Adams (1952-2001), pengarang The Hitchhiker’s Guide to Galaxy

 Mulai bab ini dan beberapa bab berikutnya, kita akan berkonsentrasi pada teori dan hipotesis dari karya penelitian seorang ilmuwan bernama Zecharia Sitchin. Zecharia Sitchin adalah seorang profesor arkeologi – antropologi, yang setelah melakukan riset dan penelitian pada kebudayaan Sumeria dan kebudayaan lain di wilayah Timur Tengah, Mesopotamia, dan Babilonia selama lebih dari 30 tahun sejak 1965, menuliskan hipotesis dan teorinya dalam suatu  seri buku ‘Earth Chronicles’, yang terdiri dari 6 buku.

Dengan menarik garis sejarah, dengan referensi dari kitab-kitab, papirus, perkamen kuno sebagai bukti otentik mulai dari kitab suci Torah, mitos dan epik seperti epik Gilgamesh, teks-teks kuno Akkadia dan bangsa Hittite, Kitab Kematian bangsa Mesir, dan epik penciptaan (Enuma Elish) bangsa Sumer, akhirnya sampai pada hipotesis pertamanya, bahwa semua kebudayaan kuno di dunia pada masa itu (sekitar 3.000 – 4.000 SM) berasal dan memiliki induk kebudayaan yang sama, yaitu kebudayaan bangsa Sumeria. Memang dibandingkan kebudayaan kuno lain seperti Mesir atau Yunani, kebudayaan Sumer adalah yang paling tua, namun cukup menyisakan sisa-sisa fosil, teks-teks, artefak-artefak dan temuan lainnya untuk kepentingan penelitian historis dan mempelajari kebudayaannya.

Keseragaman Peradaban Dunia

                Dengan membandingkan beragam aspek dari peradaban Sumeria dengan peradaban kuno lain seperti Mesir dan Yunani, Prof. Sitchin melihat adanya fenomena kesamaan filosofi, kultur, pola pikir, cara hidup, dan bahasa antara semua peradaban itu. Sejak lama, orang Barat mengasumsikan akar peradabannya berasal dari peradaban Yunani Kuno. Namun dalam teks-teks Yunani terdapat pula indikasi bahwa para filsuf dan cendekiawan mereka juga mengambil rujukan dari sumber peradaban yang lain. Sampai ketika Napoleon tiba di Mesir pada tahun 1799 sambil membawa tim ilmuwan untuk mempelajari peninggalan peradaban Mesir Kuno, barulah bangsa Barat menyadari bahwa peradaban Mesir yang mulai sekitar 3.100 SM ternyata jauh lebih tua dari peradaban Yunani yang mencapai kematangannya sekitar 400 – 500 SM. Lalu jika demikian, apakah peradaban tertua di dunia adalah peradaban Mesir?

                Dengan panduan dari kitab suci Torah yang memuat silsilah historis kerajaan-kerajaan sejak dunia dijadikan, para ahli terus melacak dan melakukan penggalian. Dari penemuan peradaban Mesir Kuno, mereka masih menemukan jejak-jejak peradaban lain yang lebih tua, seperti Babilonia, Assyria, dan Akkadia.

Akhirnya pada Januari 1869, seorang ilmuwan Jules Oppert mengajukan bukti-bukti bahwa ada bangsa yang berumur lebih tua dari Akkadia, dan bernama Sumer (Shinar di kitab Torah). Penggalian arkeologis oleh para arkeolog Prancis mulai 1877 pun difokuskan untuk mempelajari lebih jauh kebudayaan Sumeria ini, dari bangunan, artefak, teks-teks yang ternyata begitu banyaknya, hingga ketika pada 1933 mereka menyelesaikan proyek, masih tersisa banyak yang belum tergali.

                Dari hasil koleksi penggalian dan usaha penerjemahan teks-teks yang ditulis dalam bentuk huruf paku (cuneiform), diketahui bahwa dinasti Sumeria dimulai sekitar 4000 SM, bertahan selama lebih dari 650 tahun, dan beribukota di Lagash. Kemajuan peradaban Sumeria ini sungguh di luar dugaan para arkeolog. Mereka sudah mengenal arsitektur, agrikultur dan irigasi, pengetahuan medis dan farmasi, teknik cetak, tungku pencair logam, matematika dan perhitungan yang dinamakan sexagesimal, yaitu yang memakai angka dasar 10 dan angka keramat bangsa Sumer, yaitu 6, dan menghasilkan angka dasar 60. Dalam masalah pangan dan kuliner pun, Sumeria diketahui sudah mengenal teknik pemrosesan makanan dan fermentasi untuk membuat minuman anggur. Dari segi filosofi dan hukum, mereka sudah mengenal sistem benar salah, dan sudah merancang aturan-aturan moral dan etika yang amat mirip dengan aturan moral peradaban lainnya. Bahkan kemungkinan besar peradaban lainnya mengambil filosofi Sumeria sebagai rujukan.

                Sitchin berpendapat bahwa dalam hal linguistik juga, semua bahasa kuno peradaban dunia mempunyai kaitan erat dan berakar pada bahasa Sumeria-Akkadia dan sistem tulisan cuneiform-nya. Ia menunjukkan bukti kemiripan piktogram-piktogram Sinai, Ugarit, Phoenicia maupun alfabet Yunani sangat dekat dan memiliki metode pembentukan yang amat mirip dengan cuneiform Sumeria-Akkadia.

                Yang paling menarik, adalah mereka sudah mengenal sistem religi. Berlainan dengan sistem religi modern yang bersifat monoteistik dan menggambarkan Tuhan sebagai tak berwujud fisik, sistem religi mereka bersifat politeistik, dan Dewa-Dewi mereka digambarkan memilki wujud fisik seperti manusia, bertindak layaknya sebagai manusia (makan, minum, berpakaian, memiliki keturunan, dll.), namun dengan tingkat intelektualitas yang jauh di atas manusia. Dari teks-teks kuno bangsa Sumeria, diketahui bahwa yang mereka anggap Dewa-Dewi atau “junjungan” mereka ternyata adalah suatu bangsa yang bernama ‘Nefilim’ atau dalam bahasa Sumeria ‘Annunaki’, yang dalam terjemahannya adalah “Yang Jatuh dari Langit Ke Bumi”. Menurut teks kuno Mesopotamia, jumlah awal mereka adalah 600 dan dipimpin oleh 12 Dewa-Dewi yang masuk kelompok utama atau ‘elit’. Anehnya, ada keseragaman antara jumlah Dewa-Dewi Sumeria dengan Dewa-Dewi Yunani, yaitu berjumlah 12, dan dalam mitos-mitos Yunani atau epik-epik Hellenic-nya, cerita tentang Dewa-Dewi ini ternyata memiliki kesamaan dengan cerita Dewa-Dewi bangsa Sumeria. Jadi kemungkinan besar Dewa-Dewi Yunani pun identik dengan Dewa-Dewi Bangsa Sumeria.

                Uniknya lagi, Dewa-Dewi bangsa Sumeria ini diberi kode angka pengenal berdasarkan sistem sexagesimal mereka, dimulai dengan ‘Kepala Dewa’ mereka, yaitu Anu, dengan nomor 60. Yang diberi angka genap dengan digit terakhir 0 menunjukkan identitas Dewa, sedangkan yang berangka ganjil dengan digit terakhir 5 menunjukkan identitas Dewi. Kecuali Ishkur/Adad yang diberi angka 6 (angka dasar sistem sexagesimal) Masing-masing Dewa-Dewi tersebut juga diidentikkan dengan 12 benda-benda langit di tata surya kita, seperti matahari, bulan, dan planet-planet. Contoh yang terkenal adalah Anu/Zeus dipersonifikasi sebagai Jupiter, dan Ishtar/Aphrodite sebagai Venus.

 

Nomor

Nama Sumeria/Babilonia

Nama Yunani

Nama Mesir Kuno

60

Anu

Zeus

Ra /  Osiris

55

Antu

Hera

Temu

50

Enlil

Hades

Shu

45

Ninlil

Persephone

Tefnut

40

Enki/Ea

Poseidon

Keb

45

Ninki

Athena

Nephtys

30

Nanna/Sin

Hermes

Nut

5

Ningal

Artemis

Hathor

20

Utu/Shamash

Apollo

Hu

15

Inanna/Ishtar

Aphrodite

Isis

10

Nibiru/Marduk

Ares

Horus / Seth

6

Ishkur/Adad

Cronos

Sa

 

                Keseragaman serupa juga terjadi pada mitos religi Hindi dan bangsa Kanaan. Keduanya juga memiliki 12 ‘elit’ Dewa-Dewi. Mitos Hindi memiliki 12 ‘Aditya’ dengan pemimpinnya Kash-Yapa. Sementara mitos bangsa Kanaan memiliki 12 Dewa-Dewi dengan pemimpin Baal (identik dengan Anu, Zeus, dan Kash-Yapa), lalu Ashera (identik dengan Hera), Astarte/Ashtoreth (identik dengan Aphrodite), Athtar (identik dengan Ares), dan lainnya, yang saling memiliki paralelisme dengan Dewa-Dewi bangsa lain. Bukti lain yang mengindikasikan ke-12 Dewa-Dewi (atau disebut Pantheon) itu adalah pribadi yang sama, adalah adanya 12 Pantheon juga dalam mitos Mesir Kuno, dengan Ra sebagai pemimpin, dan nama lain seperti Seth, Osiris, Horus, dan Isiss.

                Bukan hanya sistem religi dari peradaban-peradaban itu yang memiliki keseragaman, tapi juga dalam hal bahasa. Hingga para arkeolog yang saat itu sudah terbiasa dengan huruf hieroglifik Mesir Kuno dan alfabet Yunani, tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dan menerjemahkan teks-teks Babilonia, Akkadia, dan tentu teks berhuruf cuneiform-nya bangsa Sumeria.

                Dari pemaparan di atas, tentu para arkeolog pada waktu itu memiliki pertanyaan yang sama. Apakah keseragaman budaya antar peradaban tersebut disebabkan karena memiliki sumber yang sama, yaitu kaum Nefilim? Dan siapakah oknum 12 Pantheon ini, hingga begitu besar pengaruhnya terhadap semua kebudayaan kuno yang kita kenal, dan dari manakah kaum Nefilim ini, yang berada di bawah kekuasaan 12 Pantheon tersebut? Hipotesis yang dikemukakan Prof. Sitchin tampaknya memberi alternatif jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan itu.

“Yang Jatuh dari Langit ke Bumi”

                Bila Anda adalah pembaca yang agak jeli, tentu pada sub bab sebelumnya Anda dapat melihat kejanggalan. Di situ dipaparkan bahwa ke-12 Dewa-Dewi baik dalam kebudayaan Sumeria maupun kebudayaan lain dipersonifikasi terhadap benda-benda langit di tata surya kita. Bila kita hitung teliti, berikut Matahari dan Bulan plus jumlah planet di tata surya adalah 9, berarti total ada 11 benda langit. Jumlah ini kurang 1 dari yang seharusnya, yaitu 12 benda langit untuk masing-masing personifikasi ke-12 Dewa-Dewi tersebut. Lalu apakah benda langit ke-12 itu? Mungkinkah itu tempat asal dari kaum Nefilim ini? Berikut Prof. Sitchin menunjukkan beberapa materi rujukan.

                Materi pertama adalah suatu tablet/artefak bangsa Akkadia berumur sekitar 4.500 tahun lalu, yang sekarang disimpan di Museum Timur Tengah Kuno di Berlin (lebih dikenal dengan sebutan plakat Berlin).

Bila Anda perhatikan dengan teliti, di bagian kiri atas plakat Berlin tersebut terdapat gambaran dari sistem tata surya dengan matahari berada di pusatnya. Begitu detilnya gambaran tata surya tersebut, hingga proporsi ukuran masing-masing planet itu pun digambarkan dengan tepat. Ingat, bahwa pembuat plakat Berlin ini berasal dari peradaban 6.000 tahun lalu, yang kiranya tidak memiliki peralatan seperti teropong bintang untuk mengamati tata surya hingga ke ukuran planet-planetnya. Sedangkan peradaban kita ini saja baru bisa menemukan planet Pluto pada tahun 1938. Darimana informasi mengenai tata surya ini mereka dapatkan? Kembali bertambah pertanyaan yang harus kita cari jawabannya.

Dan bila bisa diperbesar dan dilihat lebih jelas, jumlah benda langit pada tata surya yang tergambar di plakat Berlin tersebut, berikut matahari dan bulan, bukanlah 11, melainkan 12 !!. Tampaknya mulai ada titik terang untuk pertanyaan pertama kita tadi. Berarti dalam pengetahuan tata surya bangsa-bangsa kuno terdapat 1 benda langit lagi di tata surya. Lalu bagaimana mungkin kita, dengan dukungan peralatan canggih macam teleskop Hubble tidak dapat mendeteksi adanya benda langit ke 12 itu? Ini akan kita bahas pada bab khusus nanti.

Materi yang kedua, Prof. Sitchin menggunakan apalagi selain teks-teks kuno yang mengandung informasi mengenai kondisi bumi sebelum adanya kehidupan, dan mengenai proses terciptanya makhluk hidup. Di dunia, hanya dua tulisan kuno yang mengandung kedua informasi tersebut. Yang pertama, tentu adalah Kitab Torah dalam bab Kejadian (Genesis), dan yang kedua adalah teks Akkadia, ditulis dalam dialek Babilonia Kuno, yang ditemukan ilmuwan George Smith, penulis buku The Chaldean Genesis tahun 1876. Teks ini kemudian oleh L.W. King diberi nama The Creation Epic, atau dalam bahasa aslinya Enuma Elish.

Dua kalimat pembuka teks epik penciptaan ini dimulai dengan :

Enuma elish la nabu shamamu

   Ketika di atas, Langit belum diberi nama

Shaplitu ammatum shuma la zakrat

   Dan di bawah, Bumi belum disebut

 Sementara dari Kitab Torah Genesis 6 : 4 (dalam versi King James Version) ditemukan :

There were giants in the earth in those days;

Pada masa itu terdapat para raksasa di bumi;

And also after that, when the sons of God came in unto

Dan juga setelah itu, ketika para perkasa menghampiri

the daughters of men, and they bare children to them,

para anak wanita manusia, dan mereka pun melahirkan anak-anak

the same became mighty men which were of old, men of renown.

yang menjadi pahlawan besar pada masanya, orang-orang terkenal.

                Perhatikan kata yang dicetak tebal, yaitu giants dan renown. Anda akan tercengang bila mengetahui dalam bahasa Yahudi Semitic aslinya, giants ditulis dengan Nefilim, dan renown ditulis dengan kata shem, yang makna orisinilnya adalah roket, roket berapi !!

Akar kata Yahudi Semitic dari Nefilim adalah NFL, yang berarti “yang jatuh ke Bumi”. Kontroversi mengenai hal ini masih terjadi hingga kini di kalangan ahli teologi dan penerjemah bahasa-bahasa kuno. Namun tulisan-tulisan Yahudi Kuno mengenal teks yang identik yang berisikan epik tentang “para malaikat yang jatuh” (fallen angels), yang kini malah menjadi idiom dalam bahasa Inggris.

                Malbim, seorang penerjemah dan komentator kitab suci Yahudi pada abad 19 mengenali tulisan ini dan menerangkan bahwa, “di jaman kuno, para raja dan penguasa bangsa-bangsa adalah anak-anak dari para Nefilim yang turun dari langit ke bumi. Menguasai dan memimpin bumi, dan mengawini anak-anak bangsa manusia; dan keturunan mereka menjadi pangeran, bangsawan, dan pahlawan yang gagah perkasa. ”Mitos ini,” menurut Malbim, “adalah mitos Dewa-Dewi yang dianggap berhala (pagan gods), yang jatuh dari langit ke bumi, karena itu mereka menamakan diri mereka Nefilim..”. Terlepas dari implikasi teologis, penggunaan kata harfiah dan orisinil dari teks-teks tersebut tak dapat dihindari. Jadi secara definitif, istilah “yang jatuh dari langit ke bumi” mengacu pada Nefilim, dan Nefilim adalah orang-orang shem – orang-orang dengan roket berapi.

“Jatuh” di Mana?

                Dilihat dari urutan kejadiannya, diperkirakan para Nefilim ini tiba di bumi sekitar 450.000 tahun yang lalu. Suatu masa yang dalam arkeologi modern ada pada Zaman Es Kedua (second glacial period), di mana sepertiga dari daratan di Bumi ada dalam kondisi tertutup es.

                Zaman Es Pertama (early glaciation) – mulai sekitar 600.000 tahun lalu.

                Zaman Antara (interglacial period) – 550.000 tahun lalu.

                Zaman Es Kedua (second glacial period) – 480.000-430.000 tahun lalu.

Ketinggian laut juga lebih rendah pada waktu itu karena banyaknya air yang menjadi es dan terhampar di daratan. Bukti-bukti menunjukkan ketinggian laut lebih rendah 600 – 700 kaki dari ketinggiannya sekarang, sehingga terdapat lebih banyak area daratan, yang sekarang kembali menjadi area laut atau pesisir karena mencairnya es.

                Dengan gambaran kondisi geografis dan iklim yang keras di bumi pada masa itu,  bila para Nefilim akan mendarat di bumi, tentu mereka akan mencari wilayah dengan iklim yang lebih ramah, dengan tersedianya air untuk mempertahankan kehidupan. Perlu diingat bahwa pola kehidupan mereka tidak berbeda dengan manusia, seperti yang digambarkan teks-teks kuno bahwa mereka juga makan, minum, dan perlu perlindungan terhadap cuaca dan iklim yang ekstrim, apalagi pada Zaman Es. Para ahli geografi purbakala yang menyusun model kondisi geografis bumi memperkirakan bahwa wilayah terhangat dan masih bisa dihuni pada masa itu ada di sekitar sungai-sungai besar seperti sungai Nil, Indus, dan Tigris-Efrat. Dan memang terbukti bahwa lewat waktu, ketiga lokasi tersebut merupakan wilayah-wilayah yang melahirkan peradaban-peradaban kuno yang kita kenal sekarang, seperti Mesir, Hindi, dan Sumeria-Babilonia-Akkadia.

                Kembali pada rujukan Kitab Genesis, ketika Firdaus – Eden diciptakan, disinggung bahwa lokasinya ada di antara sungai Tigris dan Efrat.

Genesis 2 : 11 “Nama sungai pertama adalah Pison: yang melewati seluruh

    wilayah Hawila, di mana terdapat emas.”

            2 : 13 “Dan nama sungai kedua adalah Gihon: yang melewati seluruh

    wilayah Ethiopia.

            2 : 14 “Dan nama sungai ketiga adalah Hiddekel (Tigris): yang mengalir

    ke timur Assyria. Dan sungai keempat adalah Efrat.”

Merujuk pada beberapa teks kuno dan kitab Genesis, ada indikasi para Nefilim ini mendarat pertama kali di kawasan Mesopotamia, tepatnya di wilayah Sinai Peninsula, yang juga wilayah asal dari sumber-sumber peradaban kuno dunia seperti Sumeria, Akkadia, Babilonia, Mesir, Persia, dan Yahudi.

                Nama biblikal Eden sendiri berasal dari dialek Mesopotamia, dan merujuk dari dialek Akkadia ‘Edinu’, yang berarti ‘daratan’. Istilah Sumeria untuk Eden adalah E.Din, yang mengandung arti ‘rumah dari para bijak’. Dalam teks kuno disinggung bahwa setelah tiba di bumi, Nefilim mendirikan tempat yang dalam bahasa Sumeria disebut E.Ri.Du (‘rumah yang jauh dibangun’). Sampai kini, kata ini masih terasimilasi dalam bahasa-bahasa di dunia. Persia mengenal istilah ‘Ordu’, yang berarti perkemahan. Dalam bahasa Jerman ‘Erde’, atau versi Jerman Kuno ‘Erda’. ‘Jordh’ di Islandia, ‘Jord’ di Denmark, ‘Airtha’ dalam Gothik, ‘Erthe’ di Inggris Tengah, ‘Aratha’ atau ‘Ereds’ dalam bahasa Aramaic, ‘Erd’ atau ‘Ertz’ dalam bahasa Kurdi, dan ‘Eretz’ dalam bahasa Yahudi, dan tentu saja 'Earth' dalam bahasa Inggris modern, semua mempunyai akar linguistik yang sama.

                 Suatu teks Sumeria yang bernama “Deluge Tablets”, mengandung informasi bahwa setelah mendirikan Eridu, para Nefilim mendirikan tempat-tempat lain.

“Setelah kerajaan diturunkan dari langit,

 Setelah mahkota dan tahta diturunkan dari langit,

 Ia……. Menyempurnakan prosedur,

 aturan-aturan suci…..

 Membangun lima kota di tempat-tempat murni,

 memberi mereka nama,

 menyusun mereka menjadi pusat-pusat…”

                “Yang pertama dari kota ini, Eridu,

                  ia berikan pada Nudimmud, sang pemimpin.

                  Yang kedua, Bad-Tibira,

                  ia berikan pada Nugig.

                  Yang ketiga, Larak,

                  ia berikan pada Pabilsag.

                  Yang keempat, Sippar,

                  ia berikan pada sang pahlawan Utu.

                  Yang kelima, Shuruppak,

                  ia berikan pada Sud…”

selain kelima tempat itu, mitos lain dalam teks itu menyinggung tantang adanya dua tempat lain, yaitu Larsa dan Lagash. Nama yang terakhir ini ternyata kemudian diketahui menjadi ibukota bangsa Sumeria.

                Meski bukti otentik bangunan kota-kota awal tersebut sudah tak dapat ditemukan karena hancur dalam peristwa bencana Air Bah yang terkenal itu, para arkeolog masih dapat mempelajari struktur derivatifnya, karena di masa-masa berikutnya, raja-raja Mesopotamia memiliki kewajiban untuk membangun kembali bangunan-bangunan itu di lokasi sebelumnya dan dengan bentuk serupa bangunan awalnya atas ketentuan dari para Nefilim. Salah satu bukti bangunan itu yang masih dipelajari hingga sekarang adalah struktur bangunan ziggurat (arti harfiahnya ‘the Stairway to Heaven’) yang ditemukan di dataran Mesopotamia. Para ahli seperti Andre Parrot (bukunya Ziggurats et Tour de Babel), H.G. Wood dan L.C. Stecchini, G. Martiny (Astronomisches zur Babylonischen Turm), dan Samuel N. Kramer setelah mempelajari struktur bangunan ziggurat, sampai pada hipotesis bahwa ukuran bangunan tersebut dengan bentuknya yang bertingkat merupakan suatu kotak kubus yang sempurna dan akurat pada tiap tingkatnya, dan ukurannya didasarkan pada sistem perhitungan sexagesimal bangsa Sumeria. Selain itu mereka menemukan indikasi bahwa bangunan ziggurat ini dibangun untuk kepentingan astronomis, karena tiap tingkatnya dibangun dengan elevasi sekian derajat hingga bangunan puncaknya tepat berorientasi ke arah planet Shupa (atau Pluto) dan konstelasi bintang Aries. Penemuan ini juga menguatkan hipotesis Gerald Hawkins yang disinggung di Bab I, bahwa bangunan-bangunan kuno ini juga memiliki fungsi sebagai ‘observatorium’ untuk mengamati antariksa.

 Bangsa Pencari Emas

                Sitchin melanjutkan penelitiannya mengenai tujuan dari para Nefilim/Anunnaki tersebut dan kepentingannya di bumi ini. Ia merujuk pada karya ahli teks kuno Sumeria dan Akkadia seperti P. Maurus Witzel (Tammuz-Liturgen und Verwandtes), W.F. Albright (Mesopotamian Elements in Canaanite Eschatology), dan P. Jensen (Die Kosmologie der Babylonier) mengindikasikan bahwa bangsa Nefilim memiliki kepentingan untuk menambang mineral di bumi ini, terutama emas. Itu sebabnya, seluruh peradaban di dunia ini yang menyimpan memori kolektif bangsa Nefilim ini, memandang tinggi dan menganggap emas sebagai logam paling bernilai tinggi. Bahkan hingga kini emas selalu dianggap mineral yang utama, dan selalu menyandang nama logam ‘mulia’.

                Adrian Boshier dan Peter Beaumont dalam laporan penemuannya yang dimuat di majalah Optima, mereka mencoba membuktikan hipotesis Sitchin dengan mengadakan penggalian di Mesopotamia hingga Swaziland, dan lantas menemukan banyak bukti sisa-sisa kegiatan penambangan mineral di walayah itu. Hasil penanggalan karbon di Universitas Yale dan Universitas Groningen menunjukkan artefak-artefak itu berumur antara 2.000 – 7.690 SM. Wilayah penggalian pun mereka perluas, dan di kaki tebing Lion Peak, Afrika Selatan, mereka menemukan suatu terowongan tertutup bongkah batu hematit. Bukti-bukti otentik kegiatan penambangan yang ditemukan di terowongan itu lebih tua lagi, yaitu sekitar 20.000 – 26.000 BC. Luar biasa mengingat penemuan ini merombak asumsi ilmuwan bahwa penambangan mineral logam belum terjadi pada masa itu (Zaman Batu). Dr. Kenneth Oakley, mantan head anthropologist dari Natural History Museum di London mengomentari penemuan-penemuan itu, “Penemuan ini memberi titik terang bagi pencarian asal mula manusia pertama… sekarang terbuka kemungkinan Afrika bagian Selatan merupakan tempat lahirnya manusia modern, Homo Sapiens.” Dan terbukti pada penemuan-penemuan selanjutnya, bahwa memang di wilayah itulah munculnya spesies Homo Sapiens pertama di bumi.

                Kontroversi mengenai apakah para Nefilim/Annunaki ini berperan dalam munculnya Homo Sapiens, masih terus diperdebatkan hingga kini oleh berbagai kalangan. Pada bagian awal kita telah mengetahui hipotesis bahwa Homo Sapiens muncul seolah tanpa melalui proses evolusi sehingga ada ‘missing link’ dengan spesies pendahulunya Neanderthal. Walaupun perdebatan terus berlanjut mengenai kemunculan Homo Sapiens ini, namun tampaknya bukti dan teori sudah terkuak banyak mengenai peran besar para Nefilim ini dalam membentuk peradaban spesies manusia pertama itu. Proses transfer kebudayaan, pengetahuan, dan teknologi dari bangsa Nefilim telah mengangkat spesies Homo Sapiens jauh melampaui pendahulunya Neanderthal dari segi tingginya tingkat peradaban dan teknologi.

                Sampai di titik ini, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, yaitu darimana para Nefilim berasal dan mengapa mereka tiba-tiba menghilang dari muka bumi ini. Kita akan ikuti terus hipotesis para ilmuwan pada bab-bab berikut.

 

BAB III

MUSNAHNYA  PERADABAN  KUNO

 "Anything in history or nature that can be described as changing steadily, can be seen as heading toward catastrophe."

Susan Sontag – penulis, aktivis, dan kritikus Amerika, 1933-2004

                 Meski para arkeolog dan ahli sejarah yakin akan kronologi zaman kuno yang mereka simpulkan pada abad lalu, tampaknya masih ada beberapa “lubang” atau “gap” dalam jangka waktu sejarah yang panjang ini yang mana mereka hanya sedikit sekali memiliki informasi atau bahkan tak punya petunjuk sama sekali. Salah satu gap yang paling signifikan adalah terdapatnya bukti-bukti kuat mengenai kelumpuhan total peradaban dunia sekitar tahun 1650 SM. Kita lihat beberapa bukti tersebut.

Periode Misterius 1650 SM

                Di Mesir Kuno pernah terjadi suatu masa di mana kekuatan kerajaan melemah dan membawa pada pemberontakan sepanjang delta sungai Nil yang berujung pada periode yang dinamakan para ahli sebagai ‘era pemberontakan Hyksos’ sekitar tahun 1650 SM. Keraguan timbul mengenai fakta sejarah ini mengingat sulit membayangkan mengadakan perlawanan terhadap kerajaan Mesir yang saat itu ada di puncak kejayaannya, tanpa dukungan faktor-faktor eksternal. Tak ada catatan sejarah mengenai hal ini. Apakah faktor eksternal itu akibat ‘kegagalan administratif’ di pemerintahan Mesir Kuno pada waktu itu, krisis ekonomi yang menjatuhkan moral prajurit dan bangsa Mesir? Ataukah sesuatu yang sifatnya ‘force majeure’, misalnya bencana alam?

                Berpindah ke lembah sungai Indus, di mana tumbuh subur peradaban Harappan (dengan kotanya Mohenjo-Daro) pada waktu yang sama (+/- 1650 SM), terjadi juga hal serupa yang oleh para ahli dinamakan masa “Invasi Aria”. Dari penemuan-penemuan arkeologis, diketahui bahwa bangsa Harappan ini sudah memiliki peradaban paling tidak setingkat dengan bangsa Mesir atau Sumeria. Namun juga pada 1650 SM, secara mendadak peradaban Harappan mengalami kehancuran. Kota-kotanya hancur, ditinggalkan, dan kemudian diduduki oleh bangsa nomadis dari barat laut, yang bernama ‘kaum Aria’ (yang kemudian diketahui sebagai nenek moyang bangsa Eropa. Namun seperti kasus di Mesir, peradaban Mesir atau Harappan mengalami keruntuhan terlebih dahulu dan baru invasi dari kaum Hyksos dan Aria terjadi. Menurut ahli sejarah David Frawley, kisah ‘invasi Aria’ ini sendiri tidaklah dikenal oleh sejarah India. Bahkan saat ini para ilmuwan barat pun mempertanyakan validitas dari hipotesis ‘invasi Aria’ ini.

                Beralih ke Asia Minor, pada periode yang sama, suatu bangsa nomadis dari Indo-Eropa tiba-tiba menanjak dan menguasai hampir seluruh wilayah timur dan pusat Sinai peninsula, termasuk kota Hattusa (Bogazkoy) dan melanjutkan ekspansinya ke Babilonia. Bangsa ini disebut Hittite, pertama kali ditemukan oleh Charles Texier pada 1834 selama risetnya di Anatolia. Akhirnya pada 1907, penggalian arkeologi yang dilakukan Hugo Winckler membuktikan eksistensi dan naiknya kekuasaan bangsa Hittite ini yang secara tiba-tiba di Asia Minor. Salah seorang ahli sejarah terkemuka abad 20, Leo Oppenheim menyimpulkan bahwa pernah terjadi jaman kegelapan atau ‘Dark Age’ dalam sejarah Mesopotamia. Rentang waktunya antara masa raja-raja terakhir dinasti Hammurabi hingga masa raja-raja awal dinasti Kassite, yaitu antara 1680 SM – 1500 SM. Istilah ‘Dark Age’ pertama kali dipopulerkan oleh Bruno Landsberger pada 1954 dalam artikelnya “Assyrische Konigsliste und Dunkles Zeiter”. Istilah itu digunakan untuk menunjuk pada kurangnya dokumentasi dan bukti-bukti mengenai masa kekacauan di Mesopotamia sekitar 1650 SM.

                Di tempat lain, di Laut Aegea, sebuah peradaban maju bernama Minoan juga mengalami kemunduran tiba-tiba sekitar 1650 SM dan secara pelan tapi pasti runtuh hanya dalam beberapa dekade. Sejarah mencatat, para pendiri peradaban Minoan tersebut datang dari Timur Tengah sekitar 3000 SM. Penyebab keruntuhan ini masih jadi tanda tanya dan kontroversi, namun ada bukti-bukti kuat bahwa keruntuhan disebabkan bencana serius sekitar 1650 – 1630 SM.

                Kita sekarang beralih ke tempat yang lebih jauh, di Meso-Amerika. Di wilayah ini pada periode sama 1650 SM, sesuatu menyebabkan perubahan dan membuat suatu peradaban menguasai wilayah sekitar selat Yucatan. Bangsa ini, yang disebut Olmec (artinya orang-orang karet) masih diselimuti misteri. Pada bab I telah disinggung bahwa bangsa Olmec ini adalah nenek moyang bangsa Maya dan Inca. Para ahli sejarah berpendapat bahwa mereka adalah keturunan dari bangsa La Venta yang diperkirakan ada sekitar 2900 – 1600 SM.

                Beralih lagi ke Timur jauh, di China, dinasti Xia yang kuat runtuh tiba-tiba dan digantikan oleh dinasti Shang. Semua terjadi sekitar periode misterius yang sama : 1650 SM.

 

Mesir

Mesopotamia

Anatolia

India

Aegea

Meso-Amerika

China

Jatuhnya Kerajaan Pertengahan (Middle Kingdom); Invasi Hyksos

Terjadinya “Dark Age” di Mesopotamia. Runtuhnya dinasti Hammurabi di Babilonia

Munculnya kerajaan  Hittite secara tiba-tiba.

Runtuhnya peradaban  Harappan; Invasi Aria.

Runtuhnya peradaban Minoan.

Munculnya bangsa dan peradaban Olmec

Dinasti Xia runtuh, digantikan dinasti Shang.

Tabel 3.1. Daftar kejadian yang menimpa peradaban dunia sekitar 1650 SM.

 Jejak-Jejak Bencana Global

                Observasi yang sekilas saja mengenai ‘nasib buruk’ yang menimpa peradaban-peradaban besar di dunia pada periode 1650 SM sudah membawa kita bertanya-tanya, apa kiranya yang menyebabkan semua peradaban dunia mengalami masa sulit, bahkan runtuh secara bersamaan pada periode itu? Jika ditilik dari skalanya, tidak salah bila hipotesis yang paling masuk akal adalah terjadinya bencana alam global pada 1650 SM, dengan skala cukup dahsyat hingga mampu ‘menyapu bersih’ semua peradaban dunia dalam sekejap.

                Sejarah memang mencatat beberapa bukti dan informasi dari teks-teks kuno tentang bencana alam pada masa itu. Yang paling lengkap adalah tentang pulau Thera (sekarang disebut Santorini), yang berada di bawah kekuasaan peradaban Minoan. Penemuan geologis dan arkeologis di wilayah itu menunjukkan terjadinya letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami sekitar 1645-1628 SM. Tidak hanya berdampak pada kehancuran Thera dan kotanya Akrotiri, bencana ini juga mengguncang seluruh laut timur Mediterania, pantai Mesir, wilayah kepulauan Aegea, dan menghancurkan kota kuno Byblos. Saking dahsyatnya bencana itu, hingga berdampak pada perubahan iklim yang menjadi dingin akibat kegiatan vulkanik yang menutup sinar matahari, dan menyebabkan bencana kelaparan di hampir semua peradaban kuno.

                Dalam mitos dan epik Sumeria yang dikenal dengan nama “Tujuh Angin Bencana”, dikisahkan terjadinya bencana yang menyebabkan ‘gelapnya hari pada waktu siang’ dan hilangnya matahari serta bulan :

Seven are they, messengers to King Anu are they,

 Mereka ada tujuh, utusan dari Yang Mulia Anu,
 From city to city darkness work they,

Dari kota ke kota mereka membawa kegelapan,
A hurricane, which mightily hunts in the heavens, are they

Topan, yang mengancam di langit, mereka buat
Thick clouds, that bring darkness in heaven, are they,

Awan pekat, yang membuat langit gelap, mereka buat
Gusts of wind rising, which cast gloom over the bright day, are they

Angin menderu, membuat gelapnya hari pada waktu siang, mereka buat.

                Keseragaman mitos kembali tercatat pada mitos bangsa Hittite. Teks kuno Hittite menceritakan pada kita bencana kataklismik yang disebabkan roh jahat bernama Hahimmas. Tumbuhan mati, tanah dan sungai kering, sehingga tak mungkin bercocok tanam. Ketika orang-orang Hittite mencari matahari, mereka tidak menemukannya walaupun mereka dapat merasakan panasnya, karena langit sangat gelap. Kisah ini menggambarkan kengerian total dari bencana yang terjadi. Apakah sumber bencana yang bisa mempengaruhi seluruh bumi dan memporak-porandakan seluruh peradaban? Tentu tidak cukup hanya sebatas gempa atau letusan gunung berapi yang sifatnya lokal. Harus ada sesuatu penyebab yang global dan kataklismik untuk menyebabkan itu semua.

 

Aegea

Mesopotamia

Anatolia

Indus

Mesir

Meso-Amerika

China

Gunung berapi, gempa bumi, tsunami

Perubahan iklim, kekeringan, dan kelaparan.

Perubahan iklim, gelap gulita, dan kelaparan.

Gempa bumi, air bah, dan perubahan iklim.

Gempa bumi, perubahan iklim, dan kelaparan.

“Hari di mana matahari tak bergerak”

Kekeringan dan perubahan iklim tiba-tiba.

Tabel 3.2. Jejak keseragaman bencana periode 1650 – 1550 SM 

                Hipotesis kemudian berbalik arah kembali ke bangunan-bangunan megalitik kuno seperti Stonehenge, piramid-piramid di seluruh dunia, dan ziggurat. Pada bab awal, kita telah mengetahui tentang hipotesis bahwa bangunan-bangunan tersebut juga berfungsi sebagai ‘observatorium’ untuk mengamati antariksa. Pertanyaannya, apakah pengamatan angkasa tersebut hanya untuk fungsi agrikultur dan ritual? Atau mungkin orang-orang masa itu menggunakannya juga untuk mengamati tanda-tanda bencana yang dapat diprediksi melalui susunan benda-benda langit? Sebagai ‘peringatan dini’ akan terjadinya bencana?

 Georg Feuerstein, Shubash Kak, dan David Frawley dalam karya sensasional mereka “In Search For The Craddle Of Civilization”, mengungkapkan bahwa ada ketakutan dalam memori kolektif peradaban manusia mengenai bencana kataklismik global seperti kutipan di bawah ini :

“Menurut sebagian opini, peradaban manusia belum pernah merasakan bencana alam dalam skala besar. Di sisi lain, bukti-bukti terus menyuarakan bahwa perubahan alam yang bersifat kataklismik sangat dominan dalam membentuk pemikiran untuk penciptaan pengetahuan kalenderik/peramalan secara astronomi/astrologi pada tahap yang sangat awal dari peradaban manusia. Nenek moyang Neolitik (bahkan Paleolitik akhir) kita, tampaknya sangat berkepentingan untuk memprediksikan perilaku bumi kita yang tidak stabil. Mereka membuat suatu catatan yang akurat dan teliti mengenai pergerakan benda-benda langit, karena mereka merasakan adanya keterkaitan antara kejadian di alam semesta dengan kejadian di bumi. Seperti filsuf esoterik Yunani Hermes Trismegistus pernah berkata: ‘seperti di atas, juga di bawah’.”

 Mammoth : Datangnya Maut Yang Tiba-Tiba

                Pada tahun 1955, seorang ilmuwan dan penulis bernama Dr. Imannuel Velikovsky mengemukakan hipotesisnya mengenai fenomena punahnya spesies mammoth sekitar 12.600 SM dalam bukunya Earth in Upheaval yang sempat menggegerkan kalangan ilmuwan pada waktu itu. Dengan meneliti fosil-fosil mammoth yang ditemukan dalam kondisi hampir utuh karena membeku tertutup oleh lapisan es di Siberia dan Alaska, Velikovsky menemukan tiga kejanggalan yang berkaitan dengan bagaimana proses kematian spesies mammoth itu.

                Pertama, Velikovsky mengemukakan hipotesis bahwa di daerah tundra es Alaska atau Siberia seharusnya tidak terdapat spesies mammoth karena kurangnya tumbuh-tumbuhan dan bahan makanan bagi sang mammoth untuk dapat bertahan hidup. Kedua, dari fosil-fosil mammoth yang ditemukan itu, dalam perutnya terdapat sisa makanan berupa spesies tumbuh-tumbuhan tropis yang tidak ada di daerah Alaska dan Siberia. Ketiga, sebagian besar sisa makanan itu masih utuh belum tercerna dalam perut mereka, bahkan sebagian fosil seperti yang ditemukan di Berovska, Siberia berada dalam kondisi dengan makanan di mulut mereka, mengisyaratkan mereka mengalami kematian pada waktu merumput dan makan. Velikovsky pun menarik kesimpulan dari hipotesisnya bahwa satu-satunya penjelasan yang logis adalah bahwa mammoth tersebut sedang merumput makan di area hangat ketika secara tiba-tiba (mungkin dalam hitungan jam), mati membeku.

                Lalu apa yang menyebabkan itu semua? Velikovsky dan ilmuwan selanjutnya Charles Ginenthal dalam bukunya The Extinction of The Mammoth pada 1997 mengemukakan teori pada masa 12.600 SM itu terjadi pergeseran kutub (polar shift) yang menyebabkan daratan hangat pada waktu itu bergeser ke area kutub menjadi wilayah Alaska dan Siberia yang sekarang. Para ahli geologi mencatat kejadian serupa pernah terjadi sekitar 5 juta tahun lalu pada era Pliocene Awal, lalu 3,3 juta tahun lalu di era Pliocene Akhir, dan 780.000 tahun lalu di era Pleistocene (zaman es), ketika medan magnet bumi berbalik dari utara menjadi selatan dan sebaliknya.

                Para ahli masih dalam kontroversi mengenai penyebab pergeseran kutub ini. Selama ini hipotesis mereka berkisar antara kaitan massa dan berat es di kutub utara dan selatan, efek gravitasi dari benda langit lain, dan aktivitas dari matahari yang diduga menjadi penyebab pergeseran kutub (polar shift) ini.

 Kisah Air Bah : Versi Kembar

                Salah satu bencana global kataklismik yang tercatat dan dikenal seluruh dunia hingga saat ini adalah tak lain dan tak bukan kisah bumi yang terendam air bah selama 150 hari (dari penemuan geologis diperkirakan terjadi sekitar 3150 SM). Tokoh utama dari kisah ini adalah Nabi Nuh beserta keluarganya, yang membangun bahtera dan membawa masing-masing sepasang dari tiap spesies binatang ke dalamnya.

                Prof. Sitchin dalam penelitiannya mengenai teks-teks kuno Sumeria membawanya pada suatu teks berjudul ‘Epik Gilgamesh’. Dalam epik itu, ternyata Sitchin menemukan bukti lain untuk hipotesisnya bahwa tiap peradaban dan kebudayaan memiliki akar dan asal yang sama. Di situ Sitchin menemukan suatu kisah yang mirip kalau tidak dapat dikatakan identik dengan kisah Nabi Nuh.

Tokoh utama kisah air bah versi Sumeria ini bernama Ziusudra (atau Uthnapishtim dalam dialek Akkadia). Salah satu paragraf dalam teks Epik Gilgamesh adalah :

Orang Shuruppak, anak dari Ubar-Tutu;

Bongkar rumahmu, bangunlah sebuah bahtera!

Tinggalkan semua milikmu, carilah selamat!

Jangan hiraukan hartamu, peliharalah nyawamu!

Ke atas bahtera itu bawalah bakal dari segala jenis makhluk hidup;

Bahtera yang akan kau bangun –

Bentuknya akan diukur.

Dalam teks ini, keseragaman tampak secara konsisten, bahkan hingga waktu yang dihabiskan Ziusudra untuk membangun bahtera juga selama tujuh hari.

                Setelah terkatung-katung di tengah-tengah air bah, persamaan kisah mendaratnya bahtera berlanjut dalam teks berikut ;

                Tampak muncul wilayah pegunungan;

                Di Gunung Keselamatan bahtera karam;

                Gunung Nisir (keselamatan) memegang kuat bahtera, 

                Hingga tak dapat bergerak.

Kisah mengenai Ziusudra yang melepas terbang merpati untuk mengetahui apakah air bah sudah surut juga terdapat dalam teks kuno lain, Atra-Hasis.

                Dr. Velikovsky dalam buku pertamanya tahun 1950 berjudul Worlds in Collission, dengan bukti-bukti astronomis mengemukakan hipotesis yang menimbulkan banyak perdebatan di kalangan ilmuwan astronomi, bahwa planet Venus berasal dari pecahan planet Jupiter yang tertabrak suatu benda langit lainnya, meluncur dekat ke arah bumi hingga orbitnya sekarang. Velikovsky memperkirakan gravitasi planet Venus pada saat lewat dekat bumi-lah yang menyebabkan peristiwa air bah pada masa itu.

Roda Siklus Bencana Terus Berputar

                Setelah kita menapaki lagi jalannya sejarah, ternyata 1650 SM bukan hanya satu-satunya periode di mana terjadi bencana global. Sejarah mencatat, bumi pernah mengalami bencana air bah sekitar 3150 SM, gejala pencairan kutub dan pemanasan global yang cepat yang mungkin terjadi hanya dalam waktu tahunan atau dekade, tercatat pada kisaran 9.000 SM karena hantaman meteorit (disebut para ahli sebagai ‘Carolina Event’). Pergeseran kutub (polar shift) sekitar 12600 SM, yang diduga menyebabkan fenomena punahnya spesies mammoth karena mati membeku hanya dalam waktu beberapa jam saja, karena waktu fosilnya ditemukan perutnya masih terisi makanan yang belum tercerna. Pergeseran kutub ini merubah letak daratan yang hangat menjadi kutub hanya dalam waktu beberapa jam saja. Lalu punahnya dinosaurus pada jaman es 65 juta tahun lalu (era K/T Boundary) yang diduga disebabkan hantaman meteorit bernama Chicxulub di tanjung Yucatan, dan penemuan-penemuan tentang jaman es yang berulang berkali-kali. Menjejak mundur lebih dari itu tentu sulit karena kurangnya bukti arkeologis dan catatan sejarah.

                 Dari temuan-temuan geologi dan arkeologi, para ahli menyimpulkan bahwa planet bumi ini dalam sepanjang sejarahnya sudah acap kali dan menjadi ‘langganan’ untuk bencana yang sifatnya global. Dan dalam tiap prosesnya, selalu melibatkan aspek astronomis pergerakan benda langit sebagai penyebab utamanya. Mereka berkesimpulan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari suatu siklus periodik yang tak terhindarkan. Sejak akhir abad lalu, fokus mereka tertuju pada usaha memprediksikan kapan dan dalam bentuk apa bencana global berikutnya akan terjadi.

Jika kita buatkan urutan-urutan waktu untuk kejadian-kejadian bencana tersebut, maka hasilnya seperti ini :

 

Masa

Peristiwa

Keterangan

Sekitar 12.600 SM

Pergeseran kutub bumi (polar shift)

Punahnya spesies mammoth secara mendadak dan tiba-tiba.

9000 – 8900 SM

Pemanasan global dan pencairan kutub yang cepat dan tiba-tiba pada masa Interglacial Period

Carolina Event : Pecahan meteor jatuh di kepulauan Carolina – mirip dengan kejadian tabrakan komet Shoemaker-Levy dengan Jupiter pada 1995.

Sekitar 5310 SM

Efek pendinginan iklim tiba-tiba pada periode Holocene.

Punahnya sebagian besar spesies dan jenis manusia primitif.

Sekitar 3150 SM

Terjadinya air bah (pada masa Nabi Nuh)

Setelah bencana usai, dimulai sejarah peradaban-peradaban kuno dunia.

Sekitar 1650 SM

Perubahan iklim bumi dan berbagai bencana.

Runtuhnya peradaban, kebudayaan, kerajaan, dinasti di seluruh belahan bumi secara tiba-tiba.

Tabel 3.3  Masa perkiraan terjadinya bencana global dan dampaknya

Bila kita perhatikan seksama, ada suatu pola unik yang tersirat dari tabel 3.3 tersebut di atas. Masing-masing masa kejadian bencana global terpaut rentang waktu sekitar 3.600 tahunan, dan mengisyaratkan adanya semacam pola siklus bencana yang berulang setiap 3.600 tahun sekali. Dari tabel di atas, hanya kejadian bencana air bah pada 3150 SM-lah yang tidak terkait dalam pola siklus 3.600 tahunan tersebut, yang mengisyaratkan ketiga bencana global lainnya yang tercatat dalam sejarah manusia bukan disebabkan oleh planet Venus seperti yang dihipotesiskan Velikovsky, tapi melibatkan suatu benda langit lain yang dalam orbit periodiknya tiap 3600 tahunan sekali membawa efek bencana kataklismik bagi bumi.

Dari urut-urutan masa dan kejadian tersebut itu pulalah, para ahli seperti Sitchin, Velikovsky, dan seorang penulis Turki bernama Burak Eldem menyusun suatu hipotesis baru bahwa kejadian-kejadian bencana global tersebut, hingga sampai pada kesimpulan adanya suatu benda langit dengan orbit sekitar 3.600 tahun sekali dan pada tiap kali kedatangannya selalu menyebabkan bencana bersifat kataklismik dan global hingga mengakibatkan runtuhnya peradaban-peradaban besar dunia hanya dalam sekejap.

Burak Eldem yang menggunakan dasar perhitungan kalender Maya yang terkenal akurat itu, bahkan memberikan simulasi perhitungan yang tepat untuk siklus orbit benda langit tersebut, yaitu 3.661 tahun sekali. Yang lebih menegangkan lagi, bila diproyeksikan ke depan dari masa terakhir terjadinya bencana global yaitu sekitar 1650 SM, ditambah dengan asumsi hipotesis 3.661 tahun tadi, maka siklus orbit berikutnya jatuh pada kisaran tahun 2011 – 2012 M.

ALUR MASA

            

                          3661 tahun                      3661 tahun           3661 tahun              3661 tahun

             12.600 SM               +/- 9000 SM                    +/- 5310 SM                   +/- 1650 SM         2012 M ???

                                                                                   Air Bah +/- 3150 SM

 Gambar 3.1 Proyeksi alur masa menurut hipotesis Burak Eldem

 Lalu benda langit macam apakah yang bisa menyebabkan siklus bencana besar-besaran bagi bumi? Apa kaitannya dengan para Nefilim yang dibahas di bab-bab awal? Untuk itu kita perlu terus menyimak hipotesis para ahli arkeoastronomi ini di bab-bab berikut.

 

BAB IV

LEGENDA  NIBIRU

 “When the Sun shrinks to a dull red dwarf, it will not be dying. It will just be starting to live and everything that has gone before will merely be a prelude to its real history.”

Arthur C. Clarke, pengarang novel fiksi ilmiah ‘2001 : Space Oddysey’

Para ahli astronomi selama sekitar satu abad telah menyadari adanya suatu benda langit lain di luar tata surya, yang mereka namakan “Planet X”, yang berpengaruh pada pergerakan orbit planet-planet di tata surya, terutama yang terluar seperti Pluto, Uranus, dan Neptunus. Berikut beberapa hipotesis mereka :

·          Tahun 1841, seorang ilmuwan John Couch Adams meneliti anomali pergerakan orbit planet Uranus, dan sampai pada kesimpulan bahwa anomali tersebut disebabkan efek dari suatu benda langit yang tidak dikenal dalam sistem tata surya kita.

·          30 September 1846, seminggu setelah ditemukannya planet Neptunus, Urbain LeVerrier mengumumkan bahwa kemungkinan besar mungkin ada planet lain yang belum ditemukan di luar sana.

·          Tahun 1877, David Todd dengan menggunakan ‘metode grafis’ dengan dasar perhitungan dari anomali pergerakan orbit Uranus, memperkirakan benda langit tersebut  mempunyai jarak 52 a.u., periode 375 tahun, dan magnitude cahaya kurang dari 13.

·          Camille Flammarion tahun 1879 dalam hipotesisnya menunjuk pada adanya planet setelah Neptunus dengan mengamati pergerakan komet-komet yang cenderung berkumpul di sekitar planet-planet besar.

·          Percival Lowell, yang juga mengemukakan hipotesis tentang kanal-kanal di planet Mars, mendirikan observatorium pribadinya di Flagstaff, Arizona. Sejak 1909 hingga 1915, Lowell mencoba menemukan bukti adanya suatu benda langit yang ia namakan “Planet X”, namun tidak memperoleh hasil memuaskan.

·          Tahun 1982, NASA sendiri mengakui keberadaan suatu planet lain yang misterius di luar sana. Satu tahun kemudian, mereka meluncurkan IRAS (Infrared Astronomical Sattelite) dan menemukan obyek besar dan misterius di kedalaman angkasa.

Astronomi Sumeria Memberi Jawaban?

Dari temuan arkeologis yang paling tua yang pernah ditemukan, banyak yang memuat simbol-simbol mengenai benda-benda langit dan sistem tata surya. Seperti telah disinggung di bab-bab awal, contoh artefak semacam ini adalah plakat kuno bangsa Sumeria di Museum Berlin. Dari sinilah Prof. Sitchin memulai hipotesisnya.

                Telah disinggung pada bab terdahulu bahwa Plakat Berlin ini menunjukkan pada kita sistem tata surya, detail hingga susunan dan proporsi ukuran planet-planet dan bulan, namun menunjukkan juga adanya suatu benda langit lain yang ukurannya lebih besar dari bumi, namun lebih kecil dari Jupiter dan Saturnus. Lalu apakah “Planet ke-12” ini?

                Sitchin kembali merujuk pada teks kuno Mesopotamia ‘Epic of Creation’. Dalam teks itu ditemukan nama-nama dan kisah Sumeria untuk benda-benda langit di sistem tata surya kita:

1. Matahari – Apsu (yang ada dari mulanya)

2. Merkurius – Mummu (penasehat dan duta dari Apsu)

3. Venus – Lahamu (dewi perang)

4. Mars – Lahmu (dewa perang)

5. Bumi – Tiamat (ibu yang memberi kehidupan)

6. Bulan – Kingu (duta besar penjaga Tiamat)

7. Jupiter – Kishar (yang terkemuka di antara daratan)

8. Saturnus – Anshar (yang terkemuka di antara langit)

9. Uranus – Anu (yang dari langit)

10. Neptunus – Nudimmud/Ea (pencipta kreatif)

11. Pluto – Gaga (penasehat dan duta Anshar)

Dan dalam paragraf lain dari teks yang sama kita menemukan benda langit lain, yang menjadi misteri selama ini.

                ‘Dalam ruang takdir, tempat nasib;

                Satu pusaka diciptakan, pusaka yang paling pandai dan bijak dari

semuanya;

Dari kedalaman jantung langit, MARDUK diciptakan’

 

Dalam teks yang sama, Sitchin juga menemukan nama Sumeria untuk Marduk (dialek Babilonia).

                ‘Planet NIBIRU :

                Persimpangan langit dan bumi akan dikuasainya.

                Atas dan bawah, mereka tidak akan bersilangan.

                Mereka harus menunggu dia.

                Planet NIBIRU :

                Planet yang gemerlap di langit.

                Ia menguasai posisi pusat.

                Kepadanya mereka akan memberi hormat.

                Planet NIBIRU :

                Adalah ia yang tanpa lelah.

                Terus bersilangan dengan Tiamat.

                Maka jadilah namanya ‘Persilangan’ (Crossing)

                Ia yang menguasai pusat.

Dari teks-teks itulah, Sitchin sampai pada kesimpulan bahwa nama planet ke-12 yang tergambar di Plakat Berlin itu adalah :

12. Planet X – Nibiru/Marduk (Planet of Crossing)

 

                Dengan menelaah seksama teks ‘Epic of Creation’ itulah, Sitchin mengumpulkan data hipotetikal mengenai planet Nibiru/Marduk ini :

·          Dengan melihat proporsi ukuran pada plakat Berlin, Sitchin menyimpulkan planet Nibiru ini lebih besar dari bumi namun lebih kecil dari Jupiter atau Saturnus. Dalam artefak-artefak kuno Sumeria sering disimbolkan dengan ‘Winged Disk’ atau ‘Winged Globe’.

 ·          Planet Nibiru ini mempunyai empat bulan/satelit (disebut ‘four winds of Marduk’). Ada bagian teks yang menyinggung sekilas akan kemungkinan adanya kehidupan di salah satu bulannya.

·          Salah satu bulan planet Nibiru yang dalam teks Sumeria disebut ‘North Wind’ pernah menabrak Bumi/Tiamat, dan menyebabkan lahirnya Bulan/Kingu, sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, serta komet-komet.

·          Planet Nibiru ini mengorbit antara tata surya kembaran tata surya kita (twin/binary solar system), dengan pola orbit yang berlawanan arah dengan arah orbit planet-planet di tata surya kita. Itu yang menyebabkan julukan untuk planet ini ‘Planet of Crossing’. Dalam teks disebutkan satu siklus orbitnya sama dengan satu shar (dalam perhitungan sexagesimal identik dengan 3.600 tahun). Dalam teks disebutkan orbitnya antara An.Ur (“Heaven’s base”) hingga E.Nun (“lordly abode”). Seorang ahli astronomi Franz Kugler dalam bukunya Sternkunde und Sterndienst in Babylon menyatakan Nibiru ini benda langit yang bergerak cepat dalam suatu orbit berbentuk ellipse seperti orbit komet-komet.

·          Planet Nibiru ini berwarna semu merah akibat sinar infra merah yang ditimbulkannya. Dalam teks terdapat :

‘Planet besar :

Rupanya, merah tua

Langit ia bagi dua;

Dan berwujud sebagai Nibiru.’

Para ahli astronomi kemudian menduga Nibiru ini bukan planet, melainkan semacam bintang bantut (brown dwarf star). Ini memungkinkan hipotesis adanya kehidupan di salah satu bulannya, karena brown dwarf star ini diketahui memancarkan sendiri cahaya dan panasnya tanpa perlu matahari.

·          Ahli astronomi R. Campbell Thompson dalam bukunya Reports of the Magician and Astronomers of Nineveh and Babylon menghipotesiskan, jika orbit Nibiru mendekati bimasakti, bahkan bumi, selalu menimbulkan kekacauan sistem tata surya dan bencana global bagi bumi karena gravitasinya yang kuat. Efek pemanasan global, bencana global dan aktifnya matahari juga diduga disebabkan gaya tarik menarik dengan planet ini yang menyebabkan inti planet-planet maupun matahari di tata surya menjadi lebih aktif dari biasanya.

·          Lambang cuneiform Sumeria untuk planet Nibiru/Marduk (Planet of Crossing) ini dibaca “shar”, bermakna “crossing” atau “the sign”, juga merupakan satu satuan waktu untuk angka siklus 3.600 tahun.

·          Planet Nibiru/Marduk ini tak lain dan tak bukan adalah tempat asal para Nefilim/Annunaki, yang mewariskan pengetahuan astronomis ini pada manusia, hingga terasimilasi dalam kebudayaan-kebudayaan berbagai peradaban kuno dunia, terutama bangsa Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Maya. Ini pula yang menyebabkan adanya keseragaman dalam ciri-ciri, budaya, bahasa, filosofi, konsep religi pada semua peradaban kuno pada masa itu.

 Tentu setelah menelaah hipotesis Sitchin tersebut yang berdasarkan legenda Sumeria mengenai keberadaan planet Nibiru/Marduk tersebut, banyak pertanyaan timbul di benak kita. Yang paling utama adalah, apakah mungkin tata surya kita memiliki kembaran?

                Sejak lama para ahli astronomi sepakat pada teori bahwa hampir semua tata surya atau galaksi mempunyai kembaran (twin/binary solar system). Hanya mereka belum menemukan lokasi di mana tepatnya kembaran tata surya kita berada. Berikut cuplikan berita dari BBC News tanggal 3 Juli 2003 mengenai kemungkinan penemuan tata surya kembar ini :

 “Kembaran” Tata Surya Ditemukan

Oleh Dr David Whitehouse – editor sains BBC News

Para ahli astronomi sudah menemukan sistem tata surya yang mirip dengan sistem tata surya kita – sebuah planet yang mirip Jupiter mengorbit sebuah matahari yang mirip matahari kita.

Dari 100 lebih tata surya yang dikenal, mungkin ini yang paling mirip dengan tata surya kita dibanding yang lain. Para periset berspekulasi bahwa tata surya ini mungkin memiliki planet-planet lain, seperti bumi misalnya, dalam orbitnya.

Pusat tata surya ini yang diberi kode HD 70642, tidak begitu jelas jika dilihat dengan mata telanjang, namun dengan mudah terlihat di langit selatan menggunakan teleskop. Sistem tata surya ini ditemukanmenggunakan teleskop berdiameter 3,9 meter di New South Wales, Australia. Penemuannya diumumkan pada konferensi di Prancis.

 Mencari Bumi Lain

“Ini adalah penemuan terdekat yang paling menyerupai sistem tata surya kita, dan memberi harapan baru bagi penemuan sistem tata surya lain yang lebih mirip lagi.” ujar Hugh Jones dari Universitas John Moores, Liverpool, Inggris, yang terlibat dalam penemuan ini.

Hasil penemuan ini akan mendorong para ilmuwan untuk mengembangkan teknik dan misi-misi astronomi baru untuk menemukan tata surya berisi planet mirip bumi, dan mencari tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

 Riset ini disponsori oleh UK’s Particle Physics and Astronomy Research Council (Pparc).

Dengan berkembang pesatnya teknologi dan instrumen-instrumen astronomi seperti teleskop Hubble dan peluncuran misi-misi antariksa lainnya, nampaknya tinggal masalah waktu saja bagi munculnya kejutan-kejutan baru dari penemuan astronomi mengenai alam semesta raya ini. Tantangannya adalah dapatkah ilmu astronomi mainstream dapat membuktikan atau menyanggah hipotesis-hipotesis dari ilmu arkeoastronomi seperti yang dikemukakan Sitchin, Velikovsky, dan lainnya. Mungkin waktu yang akan menjawab itu.

Hipotesis ‘Kalender Maya’ dari Burak Eldem

                Seorang penulis berkebangsaan Turki bernama Burak Eldem mencoba menyempurnakan hipotesis yang dikemukakan oleh Sitchin. Dalam dua bukunya yang berjudul ‘The Marduk Connection’ dan ‘2012 : Marduk La Randevu’ atau versi Inggrisnya ‘2012 : Appointment With Marduk’, Eldem mengemukakan hipotesis bahwa periode siklus orbit yang tepat untuk planet Nibiru/Marduk ini adalah 3661 tahun, dan periode berikut tibanya planet ini ke tata surya tahun 2012 !!

Dari mana Eldem memperoleh hipotesis itu? Rupanya ia menggunakan perhitungan kalender bangsa Maya untuk memprediksikan periode siklus orbit Nibiru ini. Dengan meriset penemuan-penemuan arkeologis bangsa Maya, ia berkesimpulan bahwa kalender Maya yang terkenal paling akurat di dunia ini memang didesain untuk mengetahui masa kedatangan planet Nibiru yang dapat membawa bencana dan kemusnahan bangsa Maya. Ia menunjukkan pula bukti-bukti bahwa kalender Maya ini mempunyai titik akhir, bila dikonversi pada sistem kalender kita, maka penghujung kalender Maya itu akan jatuh pada tanggal 21 Desember 2012 M !! Tanggal ini juga dikemukakan oleh Eric Thompson, seorang ahli arkeoastronomi yang memperhitungkan awal dari kalender Maya adalah tanggal 13 Agustus 3114 SM

Kalender dari Tanjung Yucatan

                 Ada baiknya kita sedikit mengenal lebih jauh karakteristik dari kalender bangsa Maya yang peradabannya berkembang di Tanjung Yucatan ini. Kalender Maya ini teknik perhitungannya jauh lebih rumit daripada sistem kalender kita sekarang karena juga memperhitungkan planet Venus selain matahari dan bulan, mungkin aspek inilah yang membuatnya dianggap menjadi kalender paling akurat di dunia oleh para arkeolog.

                Kalender Maya ini mengenal istilah ‘tzolkin’ (kalender 260 hari) dan ‘haab’ (365 hari – sama dengan kalender kita). Namun yang paling menarik adalah, bangsa Maya mengenal sistem ‘Long Count’ (penanggalan jauh) dalam kalendernya. Konsep ‘Long Count’ ini membagi zaman menjadi lima siklus atau 13 ‘baktun’, masing-masing zaman ini terdiri dari 5.125,36 tahun, dan diyakini masa kita hidup sekarang adalah zaman kelima (terakhir menurut kalender Maya).

Perumusan kalender Maya :

1 tahun Maya (‘Tun’) = 18 ‘Uinal’ (bulan), masing-masing bulan = 20 hari.

20 ‘Tun’ = 1 ‘Katun’

20 ‘Katun’ = 1 ‘Baktun’ (sekitar 400 tahun kita)

13 ‘Baktun’ = 1 Zaman = 1.872.000 hari (= 5.200 ‘Tun’ atau sekitar 5.125 tahun kalender kita).

‘Long Count’ = 5 Zaman = 5 x 1.872.000 = 9.360.000 hari (=25.627 tahun kita).

Jadi, total ‘Long Count’ dalam tahun kita = 25.627 tahun.

Bangsa Maya percaya bahwa ‘awal’ kalender mereka, yaitu tahun 3114 SM diawali dengan bencana global dan mulainya peradaban baru. Demikian juga yang mereka yakini akan terjadi pada saat akhir dari penanggalan ‘Long Count’ dari kalender mereka, yang menurut perhitungan Thompson akan jatuh di akhir tahun 2012.

Para ahli kebudayaan Maya yakin bahwa bangsa Maya merancang kalender yang demikian rumit ini bukan sekedar digunakan untuk ‘menghitung hari’ seperti layaknya kalender kita, namun memiliki korelasi dengan aktivitas pergerakan benda langit yang secara pragmatis mereka yakini sangat mempengaruhi kehidupan bahkan ‘survival’ dari peradaban mereka. Pola pikir yang serupa lah yang diduga menjadi motivasi pembangunan-pembangunan monumen dan bangunan kuno bermakna astronomis seperti stonehenge, piramid, atau ziggurat yang untuk mereka bermakna sebagai menara pengamatan untuk memberikan semacam ‘peringatan dini’ . Motivasi ini timbul dari memori kolektif dan ketakutan mereka akan siklus bencana global yang ditimbulkan suatu benda langit yang mereka sebut-sebut dalam teks-teks maupun epik-epik mereka.

Bukti lain yang coba dikemukakan Eldem untuk hipotesis ‘kalender Maya’-nya adalah persamaan identifikasi zaman tersebut dalam kebudayaan-kebudayaan kuno lainnya. Dalam peradaban ‘Yuga’ pada masa Hindi kuno, dikenal istilah ‘Kaliyuga’, yang juga mengacu pada periode sekitar 3100 SM  sebagai awal mula peradaban. Mesir Kuno mengenal masa penyatuan Mesir Atas dan Mesir Bawah oleh pharaoh Narmer atau Menes (dijuluki ‘Scorpion King’) sekitar 3100 SM, yang dianggap mulainya dinasti Mesir di lembah sungai Nil dan mulainya secara tiba-tiba pembangunan kota-kota dan munculnya tulisan hieroglif untuk pertama kalinya. Eldem mengutip koleganya ahli Mesir kuno James P. Allen, “Tidak seperti cuneiform Mesopotamia atau piktograf China yang bisa ditelusuri jejaknya, tulisan hieroglif di Mesir seolah muncul tiba-tiba sekitar 3100 SM dengan sistem tata bahasa yang sudah lengkap.” Allen juga menyinggung tentang perubahan dalam hieroglif Mesir sekitar 1600 SM (ingat bencana global di bab III), pada masa di mana peradaban Mesir Baru menggantikan peradaban Mesir Pertengahan.

Lebih jauh, Eldem juga merujuk munculnya kebudayaan Sumer di Mesopotamia juga muncul sekitar 3100 SM, peradaban Inca dan Quechua di Peru, Amerika Selatan serta perkiraan pembangunan Stonehenge di Inggris, semua ada di masa sekitar 3100 SM.

Akhirnya Eldem menjelaskan hipotesisnya melalui korelasi astronomis antara kalender Maya ini dengan orbit planet  Nibiru/Marduk. Total perhitungan ‘Long Count’ adalah 25.627 tahun, identik dengan 7 x 3661 tahun. Jadi Eldem sampai pada kesimpulan bahwa selama 5 zaman (‘Long Count’) itu terjadi tujuh kali siklus orbit planet Nibiru/Marduk ke tata surya kita, dan bahwa siklus orbit yang ketujuh akan jatuh di akhir periode ‘Long Count’, yaitu 23 Desember 2012.

Buku Eldem ini diterbitkan pada tahun 2003 lalu, dan masih menjadi sumber kontroversi para ahli arkeologi dan astronomi. Namun sampai saat ini memang belum ada juga antitesis yang dapat menyanggah hipotesis Eldem tersebut.

Teori Konspirasi Mark Hazlewood

                Salah satu penulis yang menelaah hipotesis Nibiru/Marduk ini dalam bukunya Blindsided : Planet X menambahkan beberapa aspek yang menarik pada karya Sitchin yang original, serta memuat data-data yang aktual termasuk dari sumber-sumber pers dan media massa. Dan menariknya, ia mengaku mendapat tekanan keras dari pemerintah Amerika Serikat, yang menurutnya berusaha untuk menutupi informasi mengenai Planet X ini agar tidak tersebar ke publik, hingga bukunya ‘dibredel’ dan ditarik dari banyak toko buku di berbagai negara bagian di AS.

                Hazelwood dalam bukunya juga mencatat kesamaan persepsi dalam mitos dan sejarah berbagai kebudayaan. Ia menemukan sekitar 30 nama dari berbagai sumber untuk Planet X ini, beberapa di antaranya yang paling terkenal:

·          Sumeria : "planet ke-12" atau "Nibiru" (planet of passing).

·          Babilonia/Mesopotamia : “Marduk”, “The King of The Heavens”, atau “The Great Heavenly Body”.

·          Yahudi Kuno : “Winged Globe”.

·          Mesir Kuno : “Apep” atau “Seth”.

·          Yunani Kuno : “Typhon” atau “Nemesis”.

·          Hindi Kuno : “The Celestial Lord Shiva” atau “God of Destruction”.

·          China Kuno : “Gung-Gung”, “The Great Black”, atau “Red Dragon”.

·          Phoenicia : “The Great Phoenix”.

·          Maya : “Celestial Quetzalcoatl”.

·          Latin : “Wormwood”

·          Indian Hopi : “Red or Blue Star Kachina”.

·          Ramala prophecy : “Fiery Messenger”.

·          Kitab Wahyu : “The Great Star”.

·          Edgar Cayce (paranormal dan futuris) : “His Star”.

·          Grail Message : “Great Comet” atau “The Comet of Doom”.

·          Nostradamus (paranormal dan futuris) : “Comet of The New Century”.

·          Mother Shipton (paranormal Inggris Kuno) : “The Fiery Dragon”.

·          Kalangan astronomi : “The Intruder” atau “The Perturber”.

Lalu ada beberapa kutipan yang menarik yang ia kumpulkan dari berbagai

sumber media pers seperti di bawah ini :

Reuters, 7 September 2001

Para ahli arkeologi mengumumkan penemuan mereka di area Mamontovaya Kurya di utara Rusia berupa tulang belulang hewan dan perkakas batu… yang berarti manusia hidup di daerah itu 40.000 tahun lalu, dan pada waktu itu daerah itu kemungkinan besar tidaklah tertutup es seperti sekarang. Tulang belulang dan artefak yang ditemukan menunjukkan daerah utara Rusia ada dalam kondisi kering dan tak tertutup es pada Zaman Es,” ujar ahli arkeologi John Gowlett, mengomentari risetnya dalan jurnal ilmiah Nature.

Jurnal Discovering Archeology, edisi Juli/Agustus 1999… hal. 72

Tahun 1628 SM diperkirakan terjadi bencana global di bumi. Ini ditunjukkan dengan hasil penelitian lingkar cincin pertumbuhan pohon-pohon yang menyempit pada masa itu. Ini terjadi sekitar 3600 tahun lalu dan bertepatan dengan kembalinya Nibiru pada periode tersebut.

New York Times, 19 Juni 1982

Sesuatu di luar tata surya sana mempengaruhi pergerakan Uranus dan Neptunus. Suatu gaya gravitasi kuat terus mengganggu dan membuat ketidakwajaran pada orbit kedua planet itu. Daya gravitasi itu menyimpulkan adanya suatu keberadaan benda langit besar, mungkin Planet X yang selama ini dicari para ilmuwan. Selama ini, terdapat ketidakwajaran dalam orbit planet-planet paling luar dari tata surya. Para ahli astronomi demikian yakin tentang keberadaan planet ini hingga mereka sudah menamakannya ‘Planet X – Planet ke-10’.

                Melalui artikel-artikel tersebut, Hazelwood berusaha menunjukkan bukti-bukti bahwa dunia ilmu pengetahuan mainstream seperti arkeologi dan astronomi pun menangkap gejala dan jejak-jejak historis mengenai Planet X dan bencana global yang ditimbulkannya seperti efek pergeseran kutub (polar shift).

Lebih jauh ia juga mendokumentasikan penemuan-penemuan dari lembaga-lembaga astronomi pemerintah AS seperti NASA dan US Naval Observatory. Ia mencatat pada 30 Desember 1983, NASA lewat chief scientist proyek satelit Infrared Astronomical Sattelite-nya (IRAS), Gerry Neugebauer mengumumkan suatu penemuan benda langit yang diduga Planet X di sekitar rasi bintang Orion kepada 6 media massa publik. Menurut Hazelwood, sejak itu para konspirator selalu membendung informasi tentang ini untuk sampai ke publik, dan mereka-reka skenario agar penemuan tersebut dan yang berikutnya tidak membuat publik berpikir tentang Planet X.

Pada 1985, dunia astronomi dan arkeologi diguncang oleh teori Walter Alvarez dari University of California, dalam penelitian bersama ayahnya,  pemenang Nobel Fisika Luiz Alvarez. Teori mereka dinamai ‘Teori Nemesis’, didasarkan pada penelitian tentang kepunahan berbagai spesies makhluk hidup (termasuk dinosaurus), dan menyimpulkan ada planet atau komet yang mereka sebut ‘Death Star’, yang dalam orbitnya melewati tata surya kita membawa meteor-meteor dan komet-komet yang membawa bencana, termasuk bagi bumi. Mereka berpendapat peradaban manusia dibangun lalu hancur, terus begitu berulang-ulang dalam suatu siklus karena ulah ‘Death Star’ ini. Legenda-legenda seperti Atlantis, Lemuria, Maya dengan kisah-kisah mereka yang bersembunyi di bawah laut menjadi masuk akal, karena berusaha menyelamatkan diri dari bencana global di permukaan bumi.

Dalam bukunya, Hazelwood juga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan lewatnya Planet X ini. Ia berfokus pada kemungkinan pergeseran kutub (pole shift) sebagai akibat gaya gravitasi Planet X. Ia juga menunjukkan bukti-bukti bahwa Planet X ini bukanlah termasuk kategori planet, tapi suatu bintang bantut atau ‘brown dwarf star’ yang berdaya gravitasi kuat dengan ukuran kira-kira sebesar Jupiter dan memancarkan infra merah. Ia bahkan memasukkan beberapa foto astronomi hasil IRAS yang diduga merupakan foto dari Planet X ini.

Lalu pada 30 Agustus 1990, Dr. Robert S. Harrington dari US Naval Observatory memberikan pengakuan bahwa Planet X benar-benar ada dan mereka sudah mencoba mencari dan menelitinya sejak 1978. Rekan sejawatnya Thomas C. van Flandern mengumumkan bahwa dari perhitungannya, bahwa planet X ini berukuran antara 2 – 5 kali bumi, dengan orbit ellipse hingga sejauh 5 milyar mil dari Pluto. Tahun 1992, Harrington dan vanFlandern mengarahkan teleskop di Black Birch, Selandia Baru untuk membuktikan keberadaan planet X. Ia menimpulkan dari data yang didapat bahwa planet ini akan terlihat dari bawah garis ekliptik di langit selatan. Pada waktu penelitian inilah, Dr. Harrington wafat dalam kecelakaan secara tiba-tiba. Para conspiracy theorist menduga, wafatnya Harrington ini ‘direkayasa’ agen-agen pemerintah AS agar informasi ini tidak berlanjut hingga ke publik. Karena di saat yang sama Harrington tewas, teleskop yang digunakan untuk penelitian itu juga disegel dan lantas dikuasai oleh pemerintah AS.

                Hazelwood lalu menunjukkan fakta-fakta lain yang menunjukkan adanya konspirasi dari pemerintah untuk menutup-nutupi informasi mengenai planet X ini. Ia menunjuk pada fakta bahwa beberapa observatorium dan teleskop utama ditutup untuk umum dengan alasan “pemeliharaan dan perbaikan” oleh pemerintah dan militer AS, seperti instalasi di Arecibo, Puerto Rico, Griffith Observatory, Adler Planetarium, Museum Astronomi di Chicago, Hayden Planetarium di Tose Center for Earth and Space di New York.

                Ada beberapa laporan dari observatorium kecil di beberapa negara mengenai kemungkinan pendeteksian Planet X yang sempat ia dokumentasikan sebelum ‘dibungkam’. Beberapa di antaranya :

Neuchatel Observatory, Switzerland. 7 Februari 2001

Para astronom di observatorium Neuchatel sangat bergairah. Putri seorang ahli astronomi di situ melaporkan bahwa mereka menduga ada suatu komet atau bintang ‘Brown Dwarf’ yang dalam proses menjadi pulsar karena memancarkan semacam ‘gelombang’. Namun tidak ada kabar lanjutan dalam seminggu berikutnya. Lalu tiba-tiba ada penyangkalan secara resmi bahwa pengamatan itu pernah terjadi di Neuchatel.

Lowell Observatory, Arizona. 4 April 2001

Operator teleskop yang melakukan pengamatan melaporkan suatu obyek buram, terdifusi, dengan magnitude sekitar 11. Koordinat (dalam format derajat/menit/detik), dengan derajat kesalahan sekitar 20 detik (sekitar 0,006 derajat) RA dan +/- 10 detik (sekitar 0,003) RA adalah : 05 09 09 Dec +16 31 49. Dalam format derajat, koordinatnya adalah RA 5.1525Dec + 16.5303.

                Ia juga mencatat aktivitas rahasia pemerintah Rusia. Presiden Vladimir Putin pada September 2000 memerintahkan diadakannya proyek 3 tahun untuk meneliti hal ini, dan Perdana Menteri Yevgeni Primakov tercatat berkomentar “Masalah ini menyangkut kepentingan luar biasa, hal-hal strategis yang bisa menjadi ancaman serius untuk kelangsungan hidup – saya tekankan – untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara Rusia.”. Satu sumber tak resmi dan mengatasnamakan individu bernama Oleg Mandurek (yang mengaku terlibat dalam proyek rahasia Rusia itu) memberi pernyataan,”… kami di Rusia sudah lama mengetahui tentang Planet X, bahkan sebelum ditemukan oleh IRAS. Pada awal 90-an, Rusia meluncurkan satelit pemindai rahasia bernama ‘NORLOK’ untuk menjejaki dan mempelajari Planet X lebih jauh dan dampaknya terhadap bumi…”.

                Akhirnya ia mengalihkan fokusnya pada teori konspirasi dan usaha-usaha untuk menutupi informasi ini oleh pemerintah dan militer AS. Termasuk pelarangan, penghapusan, dan sensor-sensor serta disinformasi untuk media-media massa dan pers yang memuat informasi tersebut. Bukunya pun sempat ‘dibredel’ dan dipersulit untuk terbit sebelum akhirnya ia terpaksa harus menggunakan jalur distribusi ‘underground’ dan juga Internet. Untuk tujuan apa pemerintah AS tampaknya begitu berkepentingan akan hal ini? Hazelwood dengan mudah menjawab, bahwa banyak pihak berkepentingan untuk menjaga sistem berjalan seperti sekarang ini.

                Bila informasi ini sampai ke publik, bisa menimbulkan chaos, ambruknya sistem politik, ekonomi, dan pasar keuangan di dunia. Ia mencium suatu konspirasi raksasa dan rahasia para pemimpin dunia untuk membentuk dan mengontrol dunia seperti yang mereka inginkan, dan mengenai masalah ini mereka diduga sudah mengetahui sejak lama dan secara mendetail hingga perkiraan waktunya, serta sudah melakukan langkah-langkah persiapan untuk penyelamatan diri dan agenda-agenda politik mereka. Pihak-pihak inilah yang menurut Hazelwood tidak menginginkan informasi ini tersebar ke publik dan merusak sistem dan tatanan yang ada hingga mereka selesai melaksanakan seluruh tahapan rencana mereka.

Burak Eldem dalam bukunya yang kita bahas sebelum ini juga mengamati gejala yang sama. Ia menamakan para konspiratoris ini sebagai para ‘Global Elite’ atau bila di AS diduga muncul dalam wujud PNAC (Project for the New American Century), yang berusaha mempertahankan kontrol mereka atas pemerintahan di bumi ini, dan berencana memanfaatkan momentum bila bencana global ini terjadi untuk menjalankan apa yang disebut Eldem sebagai ‘last phase for the world domination’. Itu sebabnya operasi-operasi militer untuk penguasaan sumber-sumber daya dan wilayah strategis dimulai sejak awal abad ini, termasuk teori konspirasi mengenai usaha penguasaan cadangan minyak bumi di Irak oleh AS melalui invasinya yang mengatasnamakan ‘perang melawan terorisme’.

                Di akhir bukunya, Hazelwood mengemukakan pertanyaan yang sangat logis bagi para skeptis yang tidak percaya akan keberadaan Planet X. “Bila memang Planet X tidak ada, lalu untuk apa pemerintah dan militer AS berusaha keras untuk ‘memberangus’ sumber-sumber informasi dan usaha para ilmuwan untuk membuktikan keberadaannya? Dan kenapa pejabat-pejabat Rusia sampai sedemikian panik hingga meluncurkan proyek 3 tahun daruratnya?”. Sungguh pertanyaan yang menantang bagi kita semua, demi kelangsungan peradaban manusia, untuk menjawabnya.

 

BAB V

PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN BUMI

 “If the apocalypse comes, beep me.

Sarah Michelle Gellar dalam film ’Buffy The Vampire Slayer’

                Mulai bab ini kita akan mengalihkan fokus dari peradaban-peradaban kuno beserta hipotesis-hipotesis para ahli arkeoastronomi, dan kembali ke masa sekarang untuk melihat apakah ada relevansi dan korelasi antara apa yang telah dikemukakan dalam bab-bab sebelumnya dengan kondisi bumi saat ini. Sangatlah penting untuk melakukan ini karena syarat utama untuk kebenaran hipotesis-hipotesis tersebut (yang berdasar pada konsep siklus; alias ‘history repeats itself’) adalah dengan melihat derajat keeratan hubungan atau korelasi antara apa yang pernah terjadi dulu dengan kondisi saat ini. Atau dengan kata lain, apakah ada kesamaan tanda-tanda atau gejala-gejala pada masa lalu dengan kondisi saat ini.

                Metode yang paling mudah dan nyata adalah dengan mengamati gejala-gejala alam dan kondisi ekosistem. Topik-topik aktual dalam forum-forum ilmuwan lingkungan hidup, ekologi, geologi, meteorologi yang berkaitan dengan alam saat ini, berkisar pada pemanasan global, gejala meningkatnya bencana alam dari segi kuantitas maupun kualitas, dan kemungkinan-kemungkinan perubahan bumi lainnya. Kita akan membahas topik-topik aktual tersebut, dengan menambahkan satu aspek baru, yaitu pendapat para ahli arkeoastronomi.

Pemanasan Global : Ulah Manusia atau Benda Langit?

                Nampaknya untuk saat ini topik pemanasan global (global warming) inilah yang menjadi fokus utama dunia. Pada suatu forum studi yang bertema ‘Meeting the Climate Challenge’  yang diadakan bulan Januari 2005 dan diikuti oleh tokoh-tokoh penting negara-negara G8 (Eurozone), termasuk PM Inggris Tony Blair, terkuak suatu fakta mengkhawatirkan bahwa efek pemanasan global akan mencapai titik yang tak dapat kembali (point of no return) dalam waktu 10 tahun mendatang dengan mengamati percepatannya sekarang. Kesimpulan ini diperoleh melalui penelitian bersama lembaga-lembaga Public Policy Research  dari Inggris, Center for American Progress dari AS, dan The Australian Institute.

                Para ahli lembaga-lembaga tersebut menentukan bahwa titik kritis dari pemanasan global ini bila temperatur rata-rata bumi meningkat 2 derajat bila dibandingkan dengan temperaturnya pada tahun 1750 sebelum Revolusi Industri. Namun ternyata mereka menemukan bahwa temperatur bumi sudah meningkat lebih dari 0,8 derajat pada saat ini, dan dengan percepatan yang sekarang maka dalam 10 tahun berikut akan mencapai titik kritis tadi. Laporan mereka juga menunjuk kemungkinan yang terjadi bila temperatur sudah mencapai titik kritisnya, yaitu gagalnya panen, kekeringan, meningkatnya penyakit, naiknya permukaan air laut karena es yang mencair, hingga matinya hutan.

                Dengan mengukur kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfir, mereka menentukan bahwa titik kritis terjadi bila kadar CO2 mencapai 400 ppm (parts per million by volume). Saat ini kadar CO2 sudah mencapai 379 ppm dengan kenaikan rata-rata 2 ppm per tahun. Maka dengan percepatannya sekarang, dalam waktu 10 tahun lagi saja, sudah menyentuh titik kritis 400 ppm itu.

                “Kita berhadapan dengan ‘bom waktu ekologis’ yang terus berjalan,” komentar Stephen Byers, mantan menteri transportasi Inggris yang juga mempelopori riset ini bersama koleganya Senator dari Partai Republik AS, Olympia Snowe. Negara-negara G8 sepakat untuk mencari alternatif seperempat konsumsi energi listriknya dari bahan non karbon paling lambat pada 2025, dan menggandakan dana riset untuk bahan bakar alternatif non karbon paling lambat pada 2010. Pertanyaan yang timbul adalah apakah kita punya waktu selama itu.

                Sejak beberapa dekade terakhir ini, dunia ilmiah terutama ekologi dihadapkan pada fenomena pencairan es baik di kutub utara maupun selatan yang demikian cepatnya. Ini bukti bahwa temperatur bumi tidak lagi stabil untuk mempertahankan kondisi es untuk tidak mencair. Rekor pencairan tercepat ada di Greenland, selain juga area lainnya di Artik dan Antartik.

                Suatu studi pada 1999 oleh National Science Foundation menyimpulkan lapisan es (glacier) Columbia mencair dengan cepat dan akselerasinya meningkat dari sekitar 25 meter per hari menjadi 35 meter per hari. Pada tahun yang sama, riset oleh Badan Meteorologi Inggris menunjukkan dengan temperatur bumi yang sekarang, permukaan laut akan naik sekitar 1,8 meter akibat mencairnya es. Direktur US Geological Survey, Chip Groat bahkan memprediksikan kota New Orleans yang berada dalam cekungan 2,5 meter dari permukaan laut di ujung sungai Mississipi, akan terendam dan lenyap pada abad mendatang. Kemungkinan paling berbahaya datang dari lapisan es Ross Ice Shelf, di Antartika (Kutub Selatan). Lapisan es ini, dengan rentang ketinggian 182 – 915 meter, dan berukuran kurang lebih sebesar negara Prancis, diperkirakan para ahli bila mencair akan langsung menaikkan permukaan air laut secara signifikan.

 Bila Anda pernah menyaksikan film ‘The Day After Tomorrow’, maka Anda sudah mempunyai gambaran visual kurang lebih seperti itulah yang akan terjadi akibat pemanasan global dan mencairnya lapisan es. Perubahan iklim yang ekstrim dan tiba-tiba yang disebabkan perubahan arus air laut karena efek desalinisasi (menurunnya keasinan air laut karena banyaknya tambahan air dari es yang mencair, dan mempengaruhi tekanan osmosis air laut), yang pada akhirnya bisa membawa kembali peradaban manusia ke zaman es yang baru.

                Jika dihimpun secara lengkap data-data mengenai pencairan es ini, maka hasilnya cukup mengejutkan seperti tergambar dalam tabel berikut :

 

Nama

Lokasi

Kecepatan Pencairan

Arctic Sea Ice

Arctic Ocean

Telah menciut 6% sejak 1978, dan 40% dalam waktu kurang dari 30 tahun.  

Greenland Ice Sheet  

Greenland

Menipis lebih dari 1 meter per tahun sejak 1993.

Columbia Glacier

Alaska, United States

Telah berkurang 13 kilometer sejak 1982. Pada 1999, percepatan meningkat dari 25 meter/hari menjadi 35 meter/hari.

Portage Glacier

Alaska

Berkurang 3 km antara 1990 - 1996, dibandingkan dengan hanya 0,5 km pada abad 19. Percepatan pencairan meningkat 10 kali lipat.  

Wolverine  Gl. 

Alaska

Berkurang 7 meter antara 1989 - 1995.

Gulkana Glc.  

Alaska

Berkurang 5 meter antara 1989 - 1995.

Bering Glacier

Alaska

Area depan hilang 130 km2 sejak 1900. Berkurang hingga 180 meter selama 50 tahun terakhir, dan menipis 20-25% di seluruh area.

Antarctic Sea Ice

Southern Ocean

Es sebelah barat berkurang 20% antara 1973 - 1993, dan terus berkurang.  

Pine Island Glacier

West Antarctica

Bagian dasar mencair 1,2 km. per tahun antara 1992 - 1996. Es menipis dengan kecepatan 3.5 meter per tahun. 

Marr Ice Piedmont Glacier

Antarctic Peninsula 

Es mencair 6 meter per tahun sejak 1960-an.

Antarctic Ice Shelves

Antarctic Peninsula  

Secara keseluruhan, sudah mencair seluas 8.000 km2 hingga tahun 2000—sama dengan luas negara bagian Delaware.  

Larsen A and Prince Gustav Ice Shelves  

Antarctic Peninsula

Sudah mencair seluruhnya tahun 1995.

Wordie Ice Shelf

Antarctic Peninsula  

Mencair 1,3 km2 antara 1966 - 1989. Mencair seluruhnya pada 1991.

Larsen B Ice Shelf  

Antarctic Peninsula

Es retak dan cair 200 km2 awal 1998, 1.714 km2 pada 1998-1999, dan 300 km2 selama 1999-2000.

Wilkins Ice Shelf

Antarctic Peninsula

Mencair 1.100 km2 pada awal Maret 1999. Batas es mundur 35 kilometer dari jarak sebelumnya.  

Heard Island  

sub-Antarctic

Berkurang sebanyak 65% antara 1947 dan 1990.

New Zealand glaciers

New Zealand

Survey pada 1996 menemukan batas es mundur 38% dan es mencair 25% sejak pertengahan abad 19.

Tasman Glacier

 

New Zealand

Mencair  3 kilometer sejak 1971, batas depan mundur 1,5 kilometer sejak 1982. Menipis rata-rata 200 meter pada 1971-1982. Gunung-gunung es mulai runtuh pada 1991.  

Meren, Carstenz, and Northwall Firn Glaciers  

Irian Jaya, Indonesia

Mencair 45 meter per tahun pada 1995, meningkat dari 30 meter per tahun pada 1936. Area bersalju berkurang 84% antara 1936 - 1995. Meren Glacier hampir mencair seluruhnya.

Eastern Himalayan glaciers  

Asia

 

Sekitar seperlima dari 10,000 area glacier telah mencair sepanjang abad 20 lalu.

Dokriani Bamak Glacier 

Himalayas, India

Mundur 20 meter pada 1998, dibandingkan 16.5 meter pada 5 tahun sebelumnya.  

Gangotri Glacier  

Himalayas, India

Rata – rata kemunduran batas es 30 meter per tahun, dibandingkan 18 meter per tahun pada 1935 - 1990, dan hanya 7 meter per tahun pada 1842 - 1935. 

Pindari Glacier  

Himalayas, India

Batas es mundur rata-rata 135 meter per tahun.

Himalayan glaciers  

Nepal

Batas es mundur 100 meter selama periode 15 tahun terakhir.

Duosuogang Peak  

Ulan Ula Mtns., China

Glacier sudah mencair sekitar 60 % sejak awal 1970-an.

Central Asian glaciers

Central Asia

Antara 1950 – 1980-an, 73 % mencair, 15 % bertambah, dan 12 % stabil. 

Tien Shan Mountains

Central Asia 

22% volume es glacial mencair dalam 40 tahun terakhir.

Caucasus Mountains  

Russia

Volume es glacial berkurang 50% sepanjang abad 20 lalu.

Alps

Western Europe

Area es menciut 35-40% dan volume es berkurang 50% sejak 1850.

Alps

Austria

Survey 1997 menunjukkan 74 lapisan es menciut, 17 stabil, dan hanya 12 bertambah. Sebuah glacier, bernama Hochjochferner, telah menciut 32 meter. 

Alps

Switzerland

Selama periode 150 tahun, area lapisan es di timur Switzerland hilang 40% dan setengah dari volumenya.

Gruben Glacier

Alps, Switzerland

Telah menciut sejak pertengahan, dan percepatan pencairan meningkat sejak 1980.

Fee Glacier

Alps, Switzerland  

Menciut 51 meter dalam setahun.

Rhone Glacier

Alps, Switzerland  

Telah mencair setengahnya dalam 100 tahun terakhir.

Spanish glaciers

Spain

14 dari 27 glacier sudah habis mencair sejak 1980. 

Mt. Kenya  

Kenya

Sudah mencair sekitar 92% sejak akhir 1800-an.

Mt. Kilimanjaro

Tanzania

Sudah mencair sekitar 73% sejak akhir 1800-an.

Speka Glacier

Uganda

Berkurang 150 meter antara 1977-1990, dibandingkan hanya  35-45 meter antara 1958-1977.  

Upsala Glacier

Argentina

Mundur 60 meter per tahun selama 60 tahun terakhir, dengan percepatan yang meningkat.

Tabel 5.1. Data kecepatan pencairan es di berbagai wilayah dunia

Sumber : Worldwatch Institute, tahun 2000

                 Selama ini para ahli ekosistem dan meteorologi masih memperdebatkan penyebab utama dari pemanasan global ini. Umumnya fokus tertuju pada menipisnya lapisan ozone dan efek rumah kaca (greenhouse effect) karena perusakan hutan dan polusi industri serta kendaraan bermotor. Pendapat lainnya dari pakar-pakar astronomi menunjuk aktivitas dan temperatur matahari yang meningkat sejak setengah abad terakhir ini.

                 Seperti diketahui, matahari bisa mempengaruhi iklim di bumi melalui aktivitasnya seperti radiasi ultraviolet, badai matahari, dan naiknya radiasi temperatur. Banyak juga ilmuwan yang meneliti korelasi antara aktivitas medan magnet matahari  (yang tercermin dalam frekuensi sunspot) dan kaitannya dengan parameter-parameter iklim di bumi. Salah satu penelitian yang paling menarik adalah hasil riset E. Friis-Christensen dan K. Lassen, DMI dalam majalah ‘Science’ tahun 1991. Mereka membandingkan temperatur rata-rata di wilayah utara bumi dengan aktivitas sunspot matahari. Hasilnya, mereka menemukan korelasi makin aktif matahari, makin tinggi pula temperatur bumi, seperti digambarkan pada grafik di bawah ini.

                Jadi, di antara para ahli masih ada polemik pendapat mengenai penyebab pemanasan global. Apakah lebih disebabkan karena ulah manusia atau faktor yang sifatnya eksternal dari aktivitas benda langit lainnya? Lalu apa kata para ahli arkeoastronomi? Bagi mereka, fenomena pemanasan global dan pencairan es ini bukanlah suatu hal baru. Sejarah bumi yang panjang telah mencatat kejadian ini berulang-ulang, dalam suatu siklus tertentu, bumi terus mengalami pergantian iklim dari pemanasan hingga zaman es bergantian dan tak terhitung banyaknya sejak puluhan juta tahun lalu. Kasus air bah pada jaman Nabi Nuh juga mereka duga sebagai efek dari pencairan es dan naiknya permukaan laut. 

                Lebih jauh lagi, para ahli arkeoastronomi menggunakan hipotesis mereka yang telah kita ulas di bab-bab awal mengenai adanya suatu benda langit misterius yaitu Planet Nibiru/Marduk yang dalam siklusnya tiap 3661 tahun sekali selalu membawa bencana global bagi bumi. Mereka menjelaskan fenomena pemanasan global dan pencairan es sebagai tanda bahwa orbit Nibiru/Marduk tersebut mulai mendekati tata surya kita, dan kedua fenomena tersebut disebabkan gaya tarik antara Nibiru/Marduk dengan matahari dan planet-planet lain yang mengganggu kestabilannya. Inti matahari menjadi hiperaktif dan berakibat pada naiknya temperatur matahari dan akhirnya bumi.

                Suatu hipotesis yang menarik memang, karena didasari bukti bahwa bumi sudah sering mengalami efek pemanasan dan zaman es berulang-ulang, bahkan pada masa purbakala, di mana jelas belum terjadi polusi industri, perusakan hutan, dan kendaraan bermotor serta mesin-mesin pun belum ditemukan. Tapi toh kedua fenomena itu terjadi juga pada masa itu. Menurut Mark Hazelwood dalam bukunya Blindsided : Planet X, kerusakan alam dan polusi saat ini hanya menyumbang sekitar 10% terhadap gejala pemanasan global dan pencairan es. Menurutnya, harus ada suatu faktor yang lebih besar dan lebih fatal untuk membuat perubahan bumi dengan percepatan yang demikian luar biasa.

                Lalu bagaimana dengan aspek bencana alam lainnya seperti gempa bumi, gunung meletus, badai topan, ataupun tsunami?  Bila mengacu pada hipotesis para ahli arkeoastronomi ini bahwa Planet X/Nibiru/Marduk sebagai penyebab utamanya, seharusnya ada juga peningkatan dari bencana-bencana alam tersebut baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat hipotesis mereka lewat kalender Maya yang merujuk pada akhir tahun 2012 sebagai titik siklus kembalinya Nibiru/Marduk ini ke tata surya kita.

Gejala Pergeseran Kutub (Polar Shift)

                Kita akan mulai bermain angka di sini, dimulai dengan angka terjadinya gempa bumi dan kematian yang disebabkannya seperti yang ditunjukkan tabel berikut ini :

 

Skala / Tahun

‘95

‘96

‘97

‘98

‘99

‘00

‘01

‘02

‘03

‘04

8.0–9.9

3

1

0

2

0

1

1

0

1

2

7.0–7.9

22

21

20

14

23

14

15

13

14

13

6.0–6.9

185

160

125

113

123

158

126

130

140

137

5.0–5.9

1,327

1,223

1,118

979

1,106

1,345

1,243

1,218

1,194

1,259

4.0–4.9

8,140

8,794

7,938

7,303

7,042

8,045

8,084

8,584

8,466

9,920

3.0–3.9

5,002

4,869

4,467

5,945

5,521

4,784

6,151

7,005

7,626

7,081

2.0–2.9

3,838

2,388

2,397

4,091

4,201

3,758

4,162

6,419

7,726

6,014

1.0–1.9

645

295

388

805

715

1,026

944

1,137

2,491

1,336

0.1–0.9

19

1

4

10

5

5

1

10

134

103

No magnitude

1,826

2,186

3,415

2,426

2,096

3,120

2,938

2,937

3,610

3,275

Total

21,007

19,938

19,872

21,688

20,832

22,256

23,534

27,454

31,402

29,140

Korban tewas

7,949

419

2,907

8,928

22,711

231

21,357

1,685

29,019

136,142

Tabel menunjukkan jumlah gempa bumi di dunia dan korban tewas yang disebabkannya (1995 – 2004)

Sumber : US Geological Survey

 Angka pada tabel di atas menunjukkan gejala peningkatan aktivitas gempa bumi dengan berbagai skala, dari sekitar 17.000 gempa pada tahun 1990 menjadi sekitar 30.000 gempa pada tahun 2004. Jumlah korban tewas pun meningkat signifikan pada tahun 2004, yaitu sebanyak 136.142 jiwa, dari angka kisaran yang tidak pernah melewati 52.000 jiwa pada tahun-tahun sebelumnya.

Tabel lain yang lebih komprehensif menunjukkan data bencana alam di seluruh dunia (bukan hanya gempa bumi), namun termasuk juga badai topan, tsunami, gelombang panas, gunung meletus, dan lain-lain. Indikasi juga menunjukkan kenaikan frekuensi bencana alam sejak penghujung abad 20 dan berlanjut ke awal abad 21 ini.

Tabel Daftar Bencana Alam dan Korban Jiwa (2002 – 2004)

Sumber : Global Disaster Watch

Bulan/Tahun

2002

2003

2004

Januari

-Longsor di Indonesia. 125 tewas.

-Suhu dingin ekstrim di Rusia. 314 tewas.

-Gunung Nyiragongo di Kongo meletus. 45 tewas.

-Badai musim dingin di AS & Eropa. 24 tewas.

 

-Longsor di Jawa. 14 tewas.

-Longsor di Brasil. 13 tewas.

-Gempa 7,8 di Mexico. 25 tewas.

-Badai siklon Delfina di Mozambique dan Malawi. 22 tewas.

-Longsor di Brasil. 39 tewas.

-Badai Ami di Fiji. 27 tewas.

-Badai dingin di Bangladesh, Nepal, India utara. 1935 tewas.

-Banjir dan longsor di Brasil. 16 tewas.

-Badai dingin di Rusia. 240 tewas.

-Badai dingin di India. 115 tewas.

-Badai salju di Eropa. 21 tewas.

-Longsor di Indonesia. 15 tewas.

-Banjir di Brasil. 67 tewas.

-Badai salju di Amerika. 25 tewas.

-Badai salju di tenggara Eropa. 10 tewas.

-Longsor di China. 14 tewas.

-Badai dingin di India, Bangladesh, Nepal. 343 tewas.

Februari

-Epidemi Dengue di Brasil. 18 tewas.

-Banjir di Bolivia. 69 tewas.

-Badai di Kongo. 46 tewas.

-Gempa 6,0 di Turki. 43 tewas.

-Badai salju di AS. 14 tewas.

-Badai hurricane di Eropa utara. 18 tewas.

-Badai dingin di selatan AS. 12 tewas.

-Gempa 6,4 di China. 259 tewas.

-Badai salju di timur laut AS. 37 tewas.

-Banjir di Pakistan & Afghanistan. 60 tewas.

-Banjir di Peru. 16 tewas.

-Badai tropis di Kongo. 150 tewas.

-Gempa 6,5 di Maroko. 628 tewas.

-Gempa di Pakistan. 24 tewas.

-Badai Elita di Madagaskar. 29 tewas.

-Gempa 6,9 di Papua N.G. 34 tewas.

-Banjir dan longsor di Brasil. 91 tewas.

Maret

-Gempa 7,1 di Taiwan. 5 tewas.

-Gempa 5,9 di Afghanistan dan utara Pakistan. >1000 tewas.

-Gempa 6,8 di Filipina. 15 tewas.

-Gempa dan longsor di Afghanistan. >100 tewas.

-Longsor dan banjir di Bolivia. 414 tewas.

 

-Longsor di Sulawesi Selatan. 32 tewas.

-Gempa 5,6 di Turki. 10 tewas.

-Longsor di Kazakhstan. 28 tewas.

-Badai Gafilo di Madagaskar. 198 tewas.

-Banjir di Turki. 11 tewas.

April

-Gempa 5,7 di Balkan. 60 tewas.

-Gempa 5,9 di Afghanistan. 62 tewas.

-Banjir dan longsor di Ekuador. 23 tewas.

-Badai siklon di India & Pakistan. 17 tewas.

-Longsor di Kyrgysztan. 34 tewas.

 

-Tornado di Bangladesh. 65 tewas.

-Longsor di Kyrgistan. 33 tewas.

-Longsor di Jawa, Sumatra. 60 tewas.

-Banjir di Afrika Timur. 50 tewas.

-Banjir di Mexico. 36 tewas.

Mei

-Gelombang panas di India. 1030 tewas.

-Banjir dan longsor di Kenya. 53 tewas.

-Badai tropis di Bangladesh & Madagaskar. 372 tewas.

 

-Badai tropis Linfa di Filipina. 37 tewas.

-Banjir di China. 15 tewas.

-3 minggu gelombang panas di India. 1438 tewas.

-Gempa 6,8 di Aljazair. 2200 tewas.

-Banjir dan longsor di Srilangka. 300 tewas.

-Longsor di China. 45 tewas.

-Tornado di Kansas. 42 tewas.

-Runtuhan batu di Pakistan. 12 tewas.

-Gempa 6,9 di Turki. 176 tewas.

-Gempa 6,3 di Iran. 45 tewas.

-Banjir di Dominika, Haiti. 3.300 tewas.

-Badai siklon di Myanmar. 220 tewas.

Juni

-Gempa 6,5 di Iran. 245 tewas.

-Banjir di Rusia. 109 tewas.

-Banjir di China. 543 tewas.

-Banjir di Siria. 10 tewas.

-Badai di Chili. 11 tewas. 

-Banjir dan longsor di China. 32 tewas.

-Banjir di Afghanistan. 13 tewas.

-Badai di Jerman. 12 tewas.

 

-Hujan badai dan longsor di China. 53 tewas.

-Longsor di Nikaragua. 16 tewas.

-Banjir dan longsor di India, Bangladesh. 63 tewas.

-Longsor di Brasil. 20 tewas.

Juli

-Banjir di Asia selatan. 388 tewas.

-Longsor di Nepal. 200 tewas.

-Badai Ramasun, Chata'an, Nakri dan Halong di Micronesia, Filipina, China, Korea. > 100 tewas.

 

-Longsor di Nepal. 58 tewas.

-Banjir di Pakistan. >100 tewas.

-Badai Imbudo di Filipina & China. 18 tewas.

-Longsor di Kamerun. 21 tewas.

-Gempa 6,0 di China. 16 tewas.

-Banjir dan longsor di Jepang. 16 tewas.

-Banjir dan longsor di Mexico. 10 tewas.

-Banjir dan longsor di Nepal. 75 tewas.

-Banjir di Bangladesh. 520 tewas.

-Badai monsoon di Asia selatan. 400 tewas.

-Longsor di China. 51 tewas.

-Badai dingin di Peru. 0 tewas.

-Longsor di India & Pakistan. 119 tewas.

-Banjir dan longsor di China. 583 tewas.

-Badai monsoon di India & Bangladesh. 77 tewas.

-Badai panas di Spanyol. 11 tewas.

-Badai dingin di Peru. 46 tewas.

-Banjir di Jepang. 18 tewas.

-Banjir di Vietnam. 53 tewas.

-Badai Monsoon di Asia Selatan. 1800 tewas.

-Gelombang panas di Rumania. 22 tewas.

-Gelombang panas di Makedonia. 15 tewas.

-Banjir dan longsor di China. 716 tewas.

-Banjir dan longsor di India. 48 tewas.

-Badai Mindulle di Filipina dan Taiwan. 53 tewas.

-Gempa 5,0 di Turki. 18 tewas.

Agustus

-Banjir di Vietnam. 184 tewas.

-Badai Rusa di Korsel. 113 tewas.

-Longsor di Nepal. 65 tewas.

-Banjir di Asia tenggara. 935 tewas.

-Banjir di Mexico.

11 tewas.

-Banjir dan longsor di China. 870 tewas.

-Banjir di Iran, India, Rusia, Eropa. 187 tewas.

-Banjir di Haiti. 11 tewas.

-Banjir di China utara. 13 tewas.

-Longsor di Nepal. 15 tewas.

-Badai monsoon di Asia Selatan. 912 tewas.

-Gelombang panas dan kebakaran hutan di Eropa selatan. 20.735 tewas.

-Badai Etau di Jepang. 20 tewas.

-Longsor di China. 11 tewas.

-Banjir di India. 17 tewas.

-Kebakaran hutan di Portugal. 16 tewas.

-Gelombang panas di Spanyol & Jerman. 18 tewas.

-Tornado di Vietnam Utara. 15 tewas.

-Badai di Filipina. 35 tewas.

-Badai Aere di Taiwan. 30 tewas.

-Banjir di India. 29 tewas.

-Badai Rananim dan longsor di China. 170 tewas.

-Banjir di Eropa Barat. 15 tewas.

-Badai Charley di Florida. 27 tewas.

-Banjir di Nigeria. 23 tewas.

September

-Badai di Sudan. 33 tewas.

-Gunung salju runtuh di Rusia. 150 tewas.

-Longsor di Guatemala. 31 tewas.

-Banjir di Prancis. 26 tewas.

-Badai Shinlaku di China. 26 tewas.

-Badai monsoon di India. 16 tewas.

 

-Longsor di China. 12 tewas.

-Badai Isabel di pantai timur AS. 40 tewas.

-Badai Maemi di Korsel. 127 tewas.

-Banjir di Haiti. 24 tewas.

-Badai Dujuan di China. 86 tewas.

-Badai Meari di Jepang. 20 tewas.

-Badai Jeanne di Dominika, Bahama, Puerto Rico. 38 tewas.

-Longsor dan banjir di China. 1.040 tewas.

-Badai Jeanne di Haiti. 3.000 tewas.

-Banjir di Nigeria. 22 tewas.

-Longsor di Panama. 22 tewas.

-Badai Ivan di Amerika Selatan dan daerah Bermuda-Bahama. 150 tewas.

-Topan Songda di Jepang. 32 tewas.

Oktober

-Gempa 5,4 di Italia. 29 tewas.

-Badai di timur laut Eropa. 24 tewas.

-Badai Lili di Karibia. 12 tewas.

-Longsor di Siria. 31 tewas.

-Epidemi asma karena wabah belalang di Sudan. 11 tewas.

-Kebakaran hutan di California. 20 tewas.

-Gempa bumi di China. 10 tewas.

-Banjir di Vietnam. 22 tewas.

-Banjir dan longsor di Haiti. 26 tewas.

-Gempa 5,5 – 6,9 di Jepang. 37 tewas.

-Badai Tolage di Jepang. 80 tewas.

-Banjir di Vietnam. 36 tewas.

-Longsor di India, Bangladesh, Nepal. 93 tewas.

-Tornado di Bangladesh. 15 tewas.

November

-Kilat di Zimbabwe. 10 tewas.

-Banjir di Maroko. 37 tewas.

-Gempa 5,8 di Pakistan. 25 tewas.

-Badai siklon di Bangladesh & India. 236 tewas.

-Tornado di Alabama, Tennessee, dan Ohio. 36 tewas.

-Gempa 4,5 di Pakistan. 17 tewas.

-Gempa 6,1 di China. 11 tewas.

-Banjir di Vietnam. 47 tewas.

-Badai di Argentina. 12 tewas.

-Banjir di Sumatra. 260 tewas.

 

-Badai, banjir, longsor di Filipina. 1000 tewas.

-Banjir di Vietnam. 21 tewas.

-Gempa 7,2 di Papua N.G. 17 tewas.

-Badai tropis di Filipina. 129 tewas.

-Gempa 6,2 di Costa Rica. 8 tewas.

-Gempa 6,4 di Indonesia. 28 tewas.

-Banjir di Kolombia. 14 tewas.

Desember

-Longsor di Sumatra. 11 tewas.

-Tornado di China. 26 tewas.

-Badai dingin di tengah dan tenggara AS. 15 tewas.

-Longsor di Brasil. 13 tewas.

-Banjir di Mesir. 14 tewas.

-Badai & longsor di pantai barat AS. 13 tewas.

-Badai dingin di Afghanistan. 41 tewas.

-Longsor di Jawa. 28 tewas.

-Longsor di Brasil. 34 tewas.

-Badai salju di timur AS. 22 tewas.

-Longsor di California. 14 tewas.

-Gempa 6,6 di Iran. 26.271 tewas.

-Longsor di Filipina. 200 tewas.

-Badai siklon di India. 50 tewas.

 

-Gempa skala 9 dan tsunami di Aceh,  Indonesia dan negara Asia lain. Lebih dari 250.000 tewas

-Banjir di Malaysia. 15 tewas.

-Banjir di Jawa, Indonesia. 11 tewas.

-Longsor di China. 39 tewas.

                 Jika kita merujuk pada tulisan Mark Hazelwood, terdapat bagian menarik mengenai kemungkinan terjadinya pergeseran kutub (pole shift) dan bagaimana mekanisme terjadinya, sebagai efek kembalinya Planet X ke tata surya. Bencana lainnya seperti gempa, badai, gunung meletus, tsunami, iklim ekstrim, dan juga pemanasan global ia istilahkan sebagai gejala pembuka / prelude atas bencana yang benar-benar global dan mengancam kelangsungan peradaban manusia.

                Menurutnya, kondisi dari lempengan-lempengan tektonik bumi saat ini tidak hanya menunjukkan korelasi dengan pergeserannya pada masa lalu, namun juga menunjukkan indikasi pergeseran yang akan terjadi di masa depan. Lempengan Atlantik sudah terbelah dahulu kala sehingga menyebabkan terbenamnya garis pantai, ditujukkan dengan bukti sisa-sisa hutan yang sekarang terbenam di bawah laut sekitar Pantai Timur benua Amerika.

                Lempengan Atlantik sepanjang kutub utara dan selatan menunjukkan gejala terbelah akhir-akhir ini, dan di Afrika, lempeng yang memisahkan daratan Arabia dengan benua Afrika menunjukkan tanda-tanda dalam tekanan besar. Hal yang sama terjadi juga di lempengan Pasifik (Pacific Rim), yang terdorong masuk ke bawah lempeng Amerika, dan menciptakan geseran di Indonesia (ingat gempa dan tsunami Aceh awal 2005), karena tekanan kompresi atas lempeng Pasifik tersebut memang sedang dalam proses dan saling bergesernya lempengan itu membuat momentum ini berlanjut.

                Dengan asumsi orbit Planet X yang mendekat dari langit selatan dan sejajar matahari, Hazelwood memperkirakan gaya tarik menarik magnetik antara bumi dengan Planet X tersebut akan menyebabkan inti bumi yang cair di lempengan Atlantik mendapat tekanan kuat dan tertarik ke arah itu, seperti yang tampak gejalanya akhir-akhir ini.

                Akibatnya, benua Eropa dan Afrika ikut bergeser hingga tekanan pada lempengan Pasifik pun meningkat. Di titik ini, kemungkinan terjadi gempa besar-besaran di wilayah pantai barat Amerika dan letusan-letusan gunung berapi di kawasan Pasifik.

                Teori lempeng tektonik menyatakan pergerakan lempeng tektonik bumi akan cenderung mencari keseimbangan, seperti sifat air yang juga mencari keseimbangan. Bila terjadi tekanan di area tertentu, maka lempengan tektonik akan membagi tekanan itu dan secara otomatis membuat pergeseran-pergeseran agar keseimbangan kembali dicapai. Ini dibuktikan pada masa benua masih dalam bentuk menyatu (benua Pangea), yang karena massanya yang begitu besar, maka gaya tekanan yang ditimbulkannya menjadikan benua itu terpecah menjadi lempengan-lempengan benua seperti sekarang ini.

Kondisi Saat ini Mengindikasikan Proses Itu?

                Untuk mengetahui sejauh mana kuatnya hipotesis Mark Hazelwood tersebut, kita perlu melacak perkembangan penelitian-penelitian terakhir mengenai indikasi adanya proses pergeseran kutub (pole shift) tersebut. Beberapa sumber seperti NASA dan US Geological Survey serta lembaga penelitian lain mengungkapkan fakta yang dirangkum sebagai berikut :

NASA Menyatakan Polar Shift Akan Terjadi Tahun 2012

NASA, 15 Februari 2001

Para ilmuwan NASA mengkonfirmasikan bahwa kutub medan magnet matahari telah berbalik arah, dari arah utara ke selatan, dan sebaliknya pada 15 Februari 2001. David Hathaway, ahli fisika matahari dari Marshall Space Flight Center berkomentar, ”Ini selalu terjadi pada saat aktiivitas radiasi matahari mencapai titik maksimum. Kutub medan magnet berbalik arah pada saat siklus sunspot mencapai maksimum.”. Kutub magnetik matahari akan bertahan seperti sekarang hingga perkiraan tahun 2012 sesuai siklus 11 tahunan seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya. Saat ini, pesawat ruang angkasa Ullyses, yang merupakan proyek kerjasama European Space Agency dan NASA sedang mengamati fenomena ini dan efeknya terhadap kutub medan magnet bumi… 

 Kekuatan Medan Magnet Bumi Berkurang

Molly Bentley – San Fransisco

Para ahli mengetahui bahwa kekuatan medan magnet bumi (gravitasi) berkurang, yang akan menyebabkan bumi lebih rentan terhadap radiasi-radiasi dari angkasa. Data dari beberapa satelit yang mengorbit bumi dengan mengandalkan gravitasi ini menunjukkan efek tersebut. Namun tidak diketahui sejauh mana efek ini akan berlanjut, apakah medan magnet bumi akan hilang total atau berbalik arah, utara ke selatan dan sebaliknya. Dr. Yves Gallet dari Institut de Physique du Globe de Paris, Prancis menyatakan tidaklah terlalu penting mengetahui apa yang akan terjadi, tapi lebih penting lagi, kapan itu terjadi, dan itu tugas sulit. “Pembalikan kutub medan magnet bumi sulit untuk diprediksi. Bisa saja jutaan tahun tanpa terjadi, atau juga beberapa fenomena pembalikan kutub dalam rentang waktu hanya 1 juta tahun.” komentarnya pada pertemuan American Geophysical Union di San Fransisco. Menurut Dr. Gallet, fenomena pembalikan kutub selalu diawali dengan melemahnya medan magnet bumi. Fenomena ini langsung ditanggapi oleh produser Hollywood dengan membuat film ‘The Core’, di mana diceritakan inti bumi yang cair tiba-tiba berhenti berputar dan menyebabkan hilangnya medan magnet bumi. Kali terakhir terjadinya pembalikan kutub ini adalah 780.000 tahun lalu…

 Apakah Kutub-Kutub Bumi Mulai Bergeser Secara Signifikan Sejak 2000-2001?

William Hutton Commentaries, 13 November 2002.

Dengan menggunakan data dari International Earth Rotation Service & US Geological Survey seorang ahli geologi William Hutton dan timnya melacak pergeseran kutub utara dari tahun 1900 – 2001.

                Rupanya hipotesis Hazelwood mengenai kemungkinan terjadinya pembalikan kutub (pole shift) mendapat sokongan dari hasil-hasil penelitian geologi terakhir. Namun mengenai apakah itu disebabkan Planet X yang dalam orbitnya kembali ke tata surya kita, itu yang masih menjadi tanda tanya dan masih kontroversial hingga saat ini.

 

BAB VI

KONTAK SETI : ARE WE ALONE ?

 “Sometimes I think we’re alone in the universe, and sometimes I think we’re not. In either case, the idea itself is quite staggering…”

Arthur C. Clarke, pengarang novel fiksi ilmiah 2001 : Space Oddysey

Di bab-bab awal buku ini disinggung bagaimana para ahli arkeoastronomi menemukan artefak-artefak dan teks-teks kuno tentang mitos bangsa Sumeria dan Babilonia mengenai para ‘Nefilim’ atau ‘Annunaki’, yang dalam arti harfiahnya berarti “yang jatuh ke bumi”. Dan istilah-istilah cuneiform bangsa Sumeria yang menunjukkan bahwa para Nefilim ini adalah juga orang-orang ‘shem’, yang artinya roket berapi. Lalu dari artefak-artefak mereka menemukan gambar-gambar dan pahatan-pahatan yang menunjukkan bahwa para Nefilim itu tiba ke bumi menggunakan sejenis ‘kendaraan’ dan menunjukkan tingkat teknologi yang jauh lebih tinggi dari manusia masa itu.

                Fakta-fakta penemuan arkeologis ini memaksa para ahli arkeoastronomi tersebut untuk berspekulasi dan mengeluarkan hipotesis bahwa ada suatu ras kehidupan dari luar bumi yang pernah hadir dan mewariskan genealogi dan teknologinya pada manusia masa itu, sehingga terjadi lonjakan peradaban dan teknologi serta menciptakan suatu gap atau missing link dalam teori evolusi Darwin. Tentu semua ini dengan resiko bahwa para ahli arkeoastronomi ini akan dianggap ‘gila’ oleh kolega-kolega ilmuwan mereka pada khususnya dan dunia pada umumnya, yang hingga saat ini pun masih terlibat kontroversi dan polemik mengenai hal ini.

                Kisah-kisah mengenai piring terbang, aliens, UFO (unidentified flying objects) berseliweran di beragam bentuk media massa, dan semua dipandang dengan skeptis. Ribuan foto penampakan UFO ini sudah didokumentasi, sebagian besar di antaranya palsu (hoax). Namun tidak ada pula yang sanggup menjelaskan sebagian lainnya yang dinyatakan otentik. Belum lagi kisah-kisah alien abductions (penculikan oleh makhluk angkasa luar) dan fenomena kemunculan lingkaran ladang (crop circle) di berbagai wilayah dunia yang diduga bukan berasal dari dunia ini semakin membuat topik ini menjadi ruwet sekaligus menarik. Para produser Hollywood-lah yang kembali meraup keuntungan besar dengan melibatkan fenomena ini ke dalam film-film mereka, yang sebagian besar berhasil menjadi blockbuster dan ada di tangga box office. Ini menunjukkan secara implisit bahwa animo masyarakat dunia terhadap topik misterius ini tidak pernah surut, fakta kebenaran terus dicari, dan istilah ‘The Truth is Out There’  nya serial X-Files sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

                Pertanyaan ‘Are we alone in this vast Universe?’ atau ‘apakah kita sendirian di alam semesta yang luas ini?’ menjadi demikian populer. Demikian pula dalam hal wacana-wacana, teori-teori, bahkan dunia hiburan seperti film-film sudah banyak sekali berperan dalam mengembangkan terobosan dan pola-pola pemikiran baru dalam bidang ini. Dalam bab ini dan beberapa bab berikut, kita tidak akan mencari jawaban definitif dari pertanyaan ‘are we alone?’ tersebut, namun sekedar mengamati wacana, teori, dan penemuan terakhir yang terkait dengan fenomena kontroversial ini.

 Roswell dan Area 51 : Konspirasi Besar Paman Sam

                Dari semua kisah, foto, dan dokumentasi mengenai penampakan dan kontak dengan fenomena makhluk luar angkasa (alien encounters) ini, tidak ada konspirasi yang lebih terkenal dan lebih penuh intrik dari kasus Roswell dan Area 51 di Amerika Serikat.

                Pada awal Juli 1947, seorang peternak ranch bernama Mac Brazel di Roswell, New Mexico yang menemukan reruntuhan dan puing suatu benda metal di lahan peternakannya. Karena uniknya bahan metal ini, Brazel membawa dan melaporkan penemuannya ini ke pihak berwenang di Roswell. Tertarik oleh contoh-contoh itu, Kolonel Blanchard dari Roswell Army Air Field  memerintahkan Mayor Jesse Marcel dan Kapten Sheridan Cavitt untuk mengecek lokasi kejadian. Dan atas laporan mereka, Kolonel Blanchard memerintahkan pembersihan seluruh area itu, dan contoh puing-puing metal itu pun dikirim ke markas besar di Forth Worth, Texas.

                Awalnya, pihak militer di Roswell mengumumkan tentang jatuhnya suatu ‘piring terbang’, namun segera kemudian pernyataan itu ditarik kembali, dan media massa pun dibungkam. Disinformasi pun mulai disebarluaskan dengan mengeluarkan suatu pernyataan resmi bahwa yang ditemukan di lahan itu tidak lain hanyalah sebuah balon cuaca yang terbuat dari aluminium foil.

                Sampai akhirnya pada akhir ‘70-an ketika Mayor Jesse Marcel yang sudah pensiun saat itu memutuskan untuk memberikan komentar publik mengenai apa yang ia temukan di Roswell tahun 1947 itu. Ia mengkonfirmasi dan bersikukuh bahwa yang ia temukan bukanlah sekedar balon cuaca, tetapi puing-puing suatu benda yang jatuh, dan uniknya contoh metal yang ditemukan tidak dapat diidentifikasi oleh para ahli metalurgi dan diduga bukan berasal dari bumi ini. Metal itu berkarakter sangat ringan hampir tak berbobot, sangat kuat dan tahan panas yang tinggi. Ada yang berbentuk tiang dan tak dapat ditekuk, dan sebagian lain mirip aluminium foil yang tak dapat kisut atau dilubangi, dan tak dapat dihancurkan. Komentarnya,”Saya tidak tahu apa yang kita temukan ini… Sampai sekarang saya tidak tahu apa itu… yang jelas itu bukan puing-puing dari pesawat apapun atau balon cuaca… Saya pernah melihat roket, dan ini bukan puing sebuah roket, pesawat, misil, atau apapun yang pernah kita buat…”.

                Jendral Arthur E. Exon yang masih berpangkat letnan kolonel di Wright Field, Dayton, Ohio waktu itu, pada wawancara tahun 1990 mengakui terlibat dalam seri-seri pengetesan logam yang ditemukan di Roswell. “Semua tes mulai dari analisis kimia, uji beban, kompresi dilakukan pada saat benda itu datang di laboratorium kami… sebagian sangat mudah rusak, namun sebagian lagi sangat kuat dan tak dapat dihancurkan bahkan oleh mesin pres berat… semua yang melakukan tes sampai pada konsensus bahwa benda logam ini bukan berasal dari bumi ini…” demikian komentarnya.

                Pernyataan yang lebih mengejutkan lagi datang dari Glenn Dennis, seorang pengurus kamar mayat yang mendapat telepon suatu hari dari pihak militer yang menyuruhnya menyiapkan empat peti mati kecil dan bertanya bagaimana caranya mengawetkan jasad tanpa mengkontaminasi organ tubuhnya. Dennis pun meluncur ke rumah sakit militer di mana dia menyaksikan reruntuhan pesawat itu, namun ia tidak diijinkan masuk. Esoknya, Dennis memperoleh informasi dari perawat rumah sakit militer tersebut yang kebetulan ia kenal, bahwa bukan hanya puing pesawat yang ditemukan melainkan juga empat jasad yang bukan manusia, dan diduga satu diantaranya masih hidup, dan perawat itu terlibat dalam melakukan otopsi. Perawat itu lalu membuat sketsa bentuk jasad itu untuk Dennis, dan dalam tempo beberapa hari tiba-tiba ia dipindahtugaskan ke Inggris dan tidak terdengar lagi sesudahnya. Pada Dennis, perawat itu mendeskripsikan wujud makhluk dengan tinggi kurang lebih 90 – 100 cm., berkepala agak besar dan berbentuk telur, lubang mata yang besar, dan sistem organ tubuh yang sama sekali lain dari kita.

                Ada beberapa foto bahkan film dokumenter yang sangat kontroversial mengenai apa yang terjadi di ruang otopsi tersebut. Sampai saat ini masih diragukan validitas otentiknya, namun di wadah film tersebut terdapat segel milik pemerintah yang otentik.

                 Segera sesudah otopsi dilakukan, semua penemuan dipindahkan ke instalasi militer rahasia di Groom Lake, 90 km di utara Las Vegas, Nevada, yang sering diistilahkan dengan sebutan ‘Area 51’. Area ini mencakup wilayah 6 x 10 mil di area pangkalan udara yang sangat luas dan dikategorikan ‘Top Secret’. Pada 1989, seorang Bob Lazar, ahli dari MIT mengklaim bahwa ia terlibat dalam suatu proyek rahasia penelitian pesawat dan makhluk luar angkasa yang jatuh termasuk yang dari Roswell di Papoose Lake, sebelah selatan Area 51. Sejak itu Area 51 ini menjadi simbol konspirasi dan ‘cover ups’ yang dilakukan pemerintah negara Paman Sam ini. Dugaan-dugaan menunjukkan Area 51 ini merupakan pusat penelitian teknologi makhluk luar angkasa.

                 Glenn Dennis, Mac Brazel, Sherrif Roswell waktu itu yaitu Sheriff Wilcox dan sejumlah saksi lainnya mendapat ancaman terhadap keselamatan mereka dan keluarganya bila mereka menceritakan hal yang sebenarnya dari kasus Roswell ini. Konspirasi terus berlanjut hingga saat ini. Pada 12 Januari 1994 US Congressman Steven Schiff dari Albuquerque, New Mexico mengumumkan pada pers bahwa ia dihalang-halangi oleh Departemen Pertahanan ketika meminta informasi mengenai kasus Roswell 1947 ini. Ia pun mengecam sikap pemerintah AS dan menyimpulkan ini semua sebagai sikap menutup-nutupi dan menurutnya “another government coverups…”. Sampai pada Juni 2003, FBI menyerbu rumah seorang peneliti Area 51 bernama Chuck Clark menggunakan surat penggeledahan resmi dari pemerintah federal. Clark terlibat investigasi mengenai Area 51 ini, lalu menemukan dan mempublikasikan fakta dibangunnya detektor gerakan (motion detector system) di sekeliling Area 51.

Beberapa fakta mengenai Area 51 ini :

·          Peringatan yang keras diberlakukan bila mencoba masuk area ini. Bahkan pihak keamanan Area 51 mendapat perintah tembak di tempat bagi siapapun yang melanggar.

·          Keamanan Area 51 dikuasai 25% oleh pihak swasta, yaitu The Carlyle Group. Cukup mengherankan di tempat seketat itu keamanannya bisa muncul dari pihak sipil/swasta, kecuali bila grup itu punya andil atau kepentingan dalam proyek di dalamnya.

·          Kebanyakan karyawan yang bekerja di Area 51 diterbangkan antar-jemput dengan pesawat sewaan dari Las Vegas, Nevada tiap hari.

·          Presiden AS (termasuk George W Bush dan Bill Clinton) membebaskan wilayah Groom Lake dari undang-undang dan larangan polusi. Jadi limbah-limbah kimia atau radioaktif diijinkan di sana.

·          Menurut Biro Agraria dan Pertanahan Nevada, beberapa bagian dari Area 51 diijinkan untuk penggembalaan ternak. Ini mengundang gosip bahwa ternak-ternak itu digunakan untuk percobaan atau mutilasi (cattle mutilation).

·          Menurut Departemen Proteksi Lingkungan Hidup Nevada, paling tidak ada empat kali terjadi uji peledakan nuklir dari tahun 1957 hingga 1968 di area itu.

·          Tak ada yang keluar dari Area 51. Tak ada sampah, limbah daur ulang, tidak pula pengiriman barang keluar area. Hanya pesawat-pesawat misterius yang terbang keluar tanpa lampu pada malam hari dan benda-benda serta alat-alat penelitian yang aneh yang sering bercahaya di malam hari. Penerbangan yang dilakukan siang hari hanyalah penerbangan antar-jemput karyawan tadi.

                Kontroversi dan konspirasi mengenai masalah ini akan terus berlanjut. Namun kembali timbul pertanyaan mendasar yang menarik. Bila memang di Roswell tidak ada kasus jatuhnya UFO dan tidak ada penelitian rahasia teknologi UFO di Area 51, mengapa pemerintah dan militer AS begitu giat menyembunyikan dan meredam informasi mengenai hal-hal tersebut? Apakah mereka pikir masyarakat belum siap mencerna informasi semacam ini? Memang pada saat kasus Roswell terjadi, publik menjadi panik dan heboh dan pemerintah tidak menginginkan itu terjadi dan merusak tatanan sistem yang sudah ada.

Namun para conspiracy theorist menduga maksud terselubung lain yaitu adanya niat pemerintah AS memanfaatkan teknologi UFO ini untuk mendominasi keunggulan teknologi persenjataan dan pengaruh mereka di dunia. Diduga, teknologi-teknologi pesawat tempur ‘siluman’ atau stealth fighter yang merajai beberapa perang modern akhir-akhir ini termasuk di Irak, berasal dari Area 51 ini. Kita memang menyaksikan beberapa bidang sains yang melesat sangat cepat setelah kasus Roswell di tahun 1947, seperti teknologi persenjataan, teknologi ruang angkasa hingga mampu mendaratkan manusia di bulan dan teknologi pesawat ulang-alik (space shuttle). Dan tentu saja teknologi komputer dan micro chip yang sangat pesat. Para conspiracy theorist melontarkan pertanyaan apakah semua kemajuan teknologi itu murni hasil pemikiran manusia atau hasil adopsi teknologi luar bumi, seperti yang ditemukan di Roswell misalnya.

Seperti diketahui, pada saat kasus Roswell terjadi, dunia baru saja melewati Perang Dunia Kedua dan berlanjut dengan perang dingin dan adu teknologi persenjataan antara AS dan Uni Soviet. Jadi mungkin saja AS memanfaatkan penemuan ini dan mencontoh sebagian teknologinya untuk memegang dominasi atas teknologi persenjataan rivalnya Uni Soviet pada masa itu. Apapun alasannya, konspirasi tetaplah konspirasi, dan itu memang permainan yang fasih dikuasai dan dimainkan oleh pemerintah AS, bahkan hingga sekarang.

 Plakat Perkenalan Pioneer 10

                Anda tentu bertanya-tanya, apakah kita pernah berusaha mencari dan mengadakan kontak dengan makhluk luar angkasa seandainya mereka benar-benar ada? Jawabannya Ya. Pada bulan Februari 1971, Amerika Serikat meluncurkan pesawat ruang angkasa tak berawak Pioneer 10 dengan misi panjangnya melewati orbit Mars dan Jupiter, lalu mengitari Jupiter untuk kemudian ‘melemparkan diri’ ke luar tata surya yang tak berbatas. Pioneer 10 ini membawa suatu plakat informasi (mirip dengan plakat bangsa Sumeria), yang berisi tentang keterangan mengenai jenis manusia laki-laki dan perempuan, dua unsur dasar pembentuk kehidupan, sistem tata surya, dan suatu diagram gelombang radio interstelar yang menunjukkan kurang lebih di mana posisi bumi di alam semesta ini. 

                Plakat ini diikutkan ke dalam Pioneer 10 dengan tujuan, bila suatu saat Pioneer 10 sudah di luar tata surya dan tertarik oleh gravitasi galaksi lain mungkin akan ditemukan oleh kehidupan atau peradaban lain di luar sana. Jadi Pioneer 10 berperan ganda sebagai ‘duta’ planet bumi untuk mengadakan kontak dengan makhluk lain di luar bumi bila ada.

                Dengan makin majunya teknologi, terutama di bidang gelombang radio, para ilmuwan astronomi pun membuka cakrawala baru dengan menggunakan teleskop radio pencari gelombang untuk mencari dan menyaring sinyal-sinyal terpola dari luar tata surya, selain juga mengirimkan sinyal-sinyal gelombang radio berisi informasi dan ‘sapaan’ bagi siapapun atau apapun di luar sana.

Sejarah SETI dan sinyal ‘Wow’

                Di antara proyek-proyek yang memanfaatkan sinyal radio ini, tidak ada yang lebih spektakuler dan megaproyek daripada proyek-proyek SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence). Sejak tahun 1959, Giuseppe Cocconi dan Philip Morrison dari Universitas Cornell telah memuat artikel di jurnal ilmiah Nature  berjudul "Searching for Interstellar Communications”, mengenai potensi penggunaan sinar gamma dan gelombang elektromagnetik untuk medium komunikasi antarbintang karena sifatnya yang dapat mencapai jarak yang sangat jauh. Mereka juga memberikan dugaan bahwa memang bila ada kehidupan di luar sana, gelombang komunikasi yang digunakan adalah gelombang frekuensi rendah (1420 MHz – panjang gelombang 21 cm). Ini dikarenakan gelombang tersebut juga gelombang emisi dari atom hidrogen yang banyak terdapat di alam semesta. Dan gelombang inilah memang yang menjadi dasar bagi proyek-proyek komunikasi antarbintang selanjutnya.

                Tahun 1967, Jocelyn Bell seorang mahasiswi Cambridge yang sedang melakukan riset untuk program doktoralnya sedang memantau sinyal radio teleskop di Cambridge ketika ia menerima suatu sinyal distorsi. Awalnya ia dan pembimbing thesisnya, Tony Hewish menduga distorsi itu datang dari sinyal radio siaran lokal. Namun setelah diselidiki, ternyata sinyal tersebut bukan berasal dari bumi ini, dan lebih mengejutkan lagi, sinyal itu memiliki pola interval yang teratur 3 dan 2/3 detik per sinyal.

                 Penemuan ini membuat kalangan ahli astronomi memusatkan perhatiannya pada radio teleskop di Cambridge itu. Dan akhinya diketahui bahwa sinyal tersebut bukan berasal dari peradaban makhluk luar angkasa, namun berasal dari bintang netron yang berputar kencang, sering disebut dengan ‘pulsar’.

                Setelah itu, perkembangan pesat dialami bidang baru ini dan beberapa tonggak sejarah pun dialami sepanjang perjalanannya hingga saat ini :

·          Pada tahun 1971, Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Hewlett Packard, Bernard Oliver menyarankan penggunaan frekuensi lain, yaitu 1662 KHz. Frekuensi ini adalah emisi frekuensi molekul OH (hydroxil).

·          Pada saat yang sama Cocconi dan Morrison melakukan penelitian, Frank Drake dari National Radio Astronomi Observatory (NRAO) di Green Bank, West Virginia melakukan eksperimennya sendiri. Pada Maret 1959, Drake pernah memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk suatu sinyal dari antena berdiameter 85 feet adalah sekitar 10 tahun cahaya. Ia pun lalu memelopori Proyek Ozma pada 8 April 1960 menggunakan teleskop radio 85 feet, dan menjadi fondasi bagi proyek-proyek berikutnya dengan menelorkan ‘rumus Drake’ untuk perhitungan komunikasi ini.

·          Konferensi ilmiah di Green Bank pada November 1960 yang diikuti para ilmuwan terkemuka termasuk Dr. Frank Drake dan ahli astronomi Cornell Dr. Carl Sagan membuka cakrawala dan kredibilitas baru bagi usaha-usaha pencarian kontak dengan kehidupan di planet lain.

·          Dengan menggunakan teleskop radio ‘Big Ear’  di Ohio State University, Profesor Jerry Ehman pada 15 Agustus 1977 berhasil melacak sinyal radio berkode ‘6EQUJ5’, melingkari kode itu dan memberi komentar ‘wow!’ hingga sinyal itu dinamakan ‘sinyal wow’. Transmisi itu berlangsung selama 37 detik dan intermiten.

·          Pada 12 Oktober 1992, NASA meluncurkan sendiri proyek SETI-nya. Dengan membangun teleskop radio terbesar di dunia di Arecibo, Puerto Rico dengan ukuran 305 meter (1000 feet), dan dengan dukungan pencarian sinyal dari jajaran teleskop radio dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena. Proyek ini dinamakan High Resolution Microwave Survey (HRMS).

Namun setelah menghabiskan dana US$ 60 juta.- dan pengerjaan pembangunan selama 23 tahun sejak 1969, belum sampai setahun beroperasi, megaproyek ini dihentikan pada 1993 atas usulan Senator Richard Bryan dari Nevada, karena dianggap ‘membuang anggaran’.

·          Setelah NASA menghentikan proyek HRMS-nya, bermunculan proyek-proyek SETI baru yang didanai pihak swasta, seperti Proyek Phoenix dan Proyek Serendip, yang menggunakan berbagai teleskop di dunia termasuk teleskop Arecibo dan teleskop di Parkes Observatory di New South Wales, Australia. Universitas Harvard pun tak mau kalah dengan meluncurkan Proyek Beta dan Meta bekerjasama dengan Planetary Society pada 1995.

·          Planetary Society dan SETI Institute mendirikan ‘SETI League’, dan meluncurkan proyek Optical SETI dan SETI@home yang melibatkan para pengguna komputer PC di rumah untuk memproses data sinyal dari teleskop Arecibo. SETI League ini juga melakukan proyek pembangunan jajaran teleskop radio ‘Array2k’ di utara New Jersey yang didedikasikan khusus untuk riset SETI.

·          Proyek SETI yang paling menjanjikan di masa depan adalah proyek pembangunan Allen Telescope Array, yang akan dibangun di Hat Creek Observatory, California. Proyek ini adalah kerjasama U.C. Berkeley dengan SETI Institute, dan memperoleh dana sebesar US$ 26 juta.- dari Paul Allen, salah satu rekan Bill Gates pendiri Microsoft. Rencananya, proyek ini akan melibatkan 350 buah antena radio parabola masing-masing berdiameter 6 meter.

“Yes, We Made Contact”

                Lalu, adakah hasil nyata dari riset SETI ini selain hanya sekedar sinyal-sinyal pendek macam sinyal ‘Wow’, dan sesuatu yang bisa menyokong hipotesis bahwa ada peradaban lain di luar sana? Jawabannya sama seperti sub judul di atas ‘Ya, kita membuat kontak’. Dan Anda akan tercengang bahwa selama lebih dari 30 tahun sejak proyek SETI ini dimulai, baru ada respon kontak yang sangat signifikan, dan uniknya tidak dalam bentuk jawaban lewat sinyal, melainkan lewat suatu pesan lewat lingkaran ladang di area dekat teleskop radio Chilbolton, New Hampshire, Inggris. Ini terjadi pada 14 Agustus 2001, ketika kita baru saja melewati tonggak pergantian millenium. Bila Anda pernah menyaksikan film Hollywood ‘Contact’ yang dibintangi Jodie Foster, tentu sedikit banyak Anda sudah mengenal tentang proyek SETI. Kini waktunya Anda mengetahui bahwa yang mengilhami pembuatan film itu adalah kisah tentang suatu kontak ekstraterestrial yang benar terjadi.

                Semua berawal dari 16 November 1974. Ketika itu proyek SETI milik NASA belum dimulai, dan proyek radio teleskop Arecibo, Puerto Rico baru dimulai. Saat itu dilakukan percobaan untuk mengirimkan suatu pesan lewat radio teleskop Arecibo tersebut berbentuk plakat pesan atau ‘human template’ ke arah gugusan bintang Messier 13 (M13) yang terdiri dari 300.000 bintang dan berada di konstelasi Herkules.

                Desain untuk pesan ini dibuat oleh Dr. Frank Drake dengan bantuan koleganya Dr. Carl Sagan. Pesan ini akan melalui perjalanan sejauh 22.800 tahun cahaya untuk sampai ke Messier 13. Pesan ini dibuat dalam format bilangan biner (binary form) 0 dan 1 sebanyak 1679 digit, dan dikonversi menjadi format grafis dengan spasi kosong menunjukkan 0 dan spasi blok menunjukkan 1.

                Dalam pesan ini, termuat informasi mengenai bilangan 1 – 10 dalam kode biner. Di bawahnya dimuat angka periodik dari unsur-unsur kimia pembentuk  kehidupan, seperti Hidrogen, Karbon, Nitrogen, Oksigen, dan Fosfor. Formula molekul DNA manusia yang berbentuk ‘double helix’  pun termuat di situ. Lalu dikirimkan tinggi rata-rata dan bentuk tubuh manusia, populasi planet bumi (4,29 milyar pada tahun 1974). Posisi planet bumi sebagai planet ketiga dari matahari, dan juga gambaran teleskop Arecibo sebagai sumber sinyal dicantumkan dalam pesan itu.

                Setelah itu, plakat pesan ini dikirim melalui sinyal radio dari teleskop Arecibo pada frekuensi 2380 MHz. Dan mungkin setelah lama ‘terlupakan’ selama 27 tahun, para ahli tersentak dengan kemunculan suatu pola lingkaran ladang di area dekat teleskop radio Chilbolton, New Hampshire, Inggris pada 14 Agustus 2001 yang bentuk polanya amat mirip dengan plakat pesan dari Arecibo tahun 1974. Uniknya, pada tanggal yang sama tepat 1 tahun sebelumnya (14 Agustus 2000), ditemukan pola lingkaran ladang berbentuk wajah (alien?) dan pola bentuk alat komunikasi makhluk luar angkasa di area yang sama.

                Rupanya sejak sinyal plakat pesan itu dikirim dari Arecibo tahun 1974 dan melewati perjalanan panjang 22.800 tahun cahaya, butuh waktu 27 tahun bagi kita untuk menerima jawabannya. Suatu langkah spektakuler betapa umat manusia makin dekat untuk menjangkau ‘tetangganya’ dan sekaligus indikasi kuat bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini.

                Lalu informasi apakah yang kita dapat dari jawaban plakat pesan itu? Apa perbedaan antara plakat pesan yang kita kirim dengan yang ‘mereka’ kirim? Setelah para ahli membongkar kode biner dari plakat pesan ‘alien’ Chilbolton dan membandingkannya dengan plakat pesan Arecibo 1974, informasi yang didapat cukup menakjubkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Tabel perbandingan di bawah ini menjawab semua pertanyaan itu.

 

Informasi dalam Plakat Pesan

Plakat Pesan Arecibo 1974

Plakat Pesan ‘Alien’ Chilbolton 2001

Angka basis

Angka 1 - 10

Angka 1 – 10

Unsur pembentuk kehidupan

Hidrogen, Karbon, Nitrogen, Oksigen, dan Fosfor.

Unsur pembentuk kehidupan sama, ditambah dengan Silikon.

Struktur Molekuler DNA 

Ikatan Phospate – Deoxyribose Hydrogen.

Ikatan Silikon Oksigen 4 (Tetrahedron) – Deoxyribose Hidrogen.

Jumlah DNA nucleotides/base pairs

4.294.441.822

4.294.966.110, lebih banyak 524.288 dari DNA manusia

Alur / strand DNA

2 alur/strand

3 alur/strand

Populasi

4,29 milyar jiwa (pada 1974)

12,74 milyar jiwa (pada 2001)

Tinggi badan

5,9 kaki.

3,4 kaki, dengan anatomi kepala lebih besar.

Sistem tata surya

Penandaan pada bumi.

Penandaan pada bumi, Mars, dan Jupiter.

Ukuran alat komunikasi

1.004,52 kaki.

2.789,52 kaki.

                Tentu apa yang kita baca di tabel tadi cukup mencengangkan. Para pakar SETI termasuk Drake, Sagan, Paul Vigay, Dustin D. Brand, Steve Alexander, dan Peter Sorensen lalu membuat analisis berdasarkan penemuan tadi sebagai berikut :

·          Kedua plakat pesan memuat sistem angka basis yang sama. Ini menunjukkan bahwa peradaban lain pun mengerti sistem numerik di bumi sekaligus membuktikan bahwa matematika adalah bahasa yang ‘universal’.

·          Dalam susunan unsur pembentuk kehidupan ‘alien’, ada unsur silikon (Si), yang dengan oksigen membentuk senyawa silikon oksida SiO4 (Tetrahedron) sebagai pengikat Deoxyribo. Artinya pembentuk kehidupan ‘alien’ ini cenderung ‘silicon based’ dibandingkan manusia yang ‘carbon based’.

·          Jumlah nucleotides/base pairs DNA ‘alien’ berjumlah 4.294.966.110, lebih banyak 524.288 dari nucleotides/base pairs  DNA manusia yang berjumlah 4.294.441.822. Ini mengisyaratkan kemungkinan variasi yang lebih banyak pada struktur DNA dan kromosom ‘alien’ yang akan berpengaruh pada karakteristik, termasuk juga tingkat intelijensi.

·          Jumlah alur/strand DNA manusia normal adalah 2. Sedangkan pada DNA ‘alien’ terdapat 3 strand. Ini kembali mengimplisitkan ‘superioritas’ mereka dalam anatomi fisik.

·          Jumlah populasi ‘mereka’ lebih banyak, yaitu 12,74 milyar jiwa (pada 2001). Hampir dua kali lipat populasi manusia yaitu 4,29 milyar jiwa (pada 1974) atau kurang lebih 6,5 milyar jiwa pada 2004.

·          Tinggi badan ‘mereka’ lebih pendek (3,4 kaki) dibandingkan manusia (5,9 kaki). Anatomi kepala yang lebih besar secara implisit menunjukkan kemungkinan volume otak yang lebih besar dan tingkat intelijensi yang lebih tinggi. Beberapa pakar menduga kemungkinan kepala yang besar tersebut berfungsi juga sebagai ‘antena telepatik’ untuk cara komunikasi ‘mereka’ yang tidak lagi menggunakan teknik komunikasi verbal.

·          Pada susunan tata surya di plakat Arecibo, penandaan dilakukan pada planet bumi untuk menunjukkan tempat asal manusia. Plakat ‘alien’ Chilbolton memberi penandaan pada planet bumi, Mars, dan Jupiter. Mungkinkah sebagian populasi ‘mereka’ juga tersebar di ketiga planet ini selain di gugus bintang Messier 13? Berarti sebagian dari ‘mereka’ ada di bumi ini juga? Para pakar belum menemukan jawaban yang logis dan definitif atas hal tersebut. 

·          Ukuran dan gambaran bentuk alat telekomunikasi ‘mereka’ yang terlihat di pola lingkaran ladang Chilbolton jauh lebih besar (2.789,52 kaki) dan rumit ketimbang alat komunikasi teleskop radio Arecibo (1.004,52 kaki) yang digunakan untuk mengirim plakat pesan manusia. Kembali hal ini mengisyaratkan tingkat teknologi yang jauh di atas manusia.

 Para skeptis yang meragukan hasil kontak SETI ini mempertanyakan validitas dari plakat pesan Chilbolton ini. Apakah lingkaran ladang ini otentik atau hanya buatan manusia? Para pakar SETI menjawab dengan dua fakta bahwa dilihat dari derajat kompleksitasnya, sangat kecil kemungkinan lingkaran ladang ini dibuat manusia. Siapapun yang membuatnya harus pertama-tama mengetahui dan mengerti plakat pesan Arecibo tahun 1974, mengerti kode biner dan penyusunannya menjadi matriks grid grafis, dan dalam pembuatan lingkaran ladangnya harus sangat presisi mengingat kesalahan penempatan satu digit kode biner saja sudah merubah format dan isi informasi dari plakat pesan itu. Yang kedua, ketepatan waktu satu tahun dengan kemunculan pola lingkaran ladang sebelumnya (14 Agustus 2001 dan 14 Agustus 2000, perhatikan tanggal yang sama) yang berbentuk wajah juga sulit dianggap sebagai suatu kebetulan.

Ternyata memasuki abad 21 ini telah banyak penemuan-penemuan baru, revolusioner, dan mencengangkan di bidang-bidang yang justru di abad 20 lalu dianggap ‘menyimpang’ dari falsafah ilmu yang diakui umum. Justru pada saat akselerasi perkembangan ilmu-ilmu mainstream sudah tidak begitu pesat lagi, cabang-cabang ilmu alternatif ini membawa ‘angin segar’ baru yang membawa kita makin jauh melintasi batas-batas ruang dan waktu menuju cakrawala baru yang tidak terbatas. Sekarang, mungkin sudah tiba waktunya kalangan ilmuwan astronomi, kosmologi, dan arkeostronomi dapat dengan leluasa dan lantang berkata, “Yes, we made Contact.”.

  

BAB VII

CROP CIRCLE  :  PESAN MISTERIUS

“The crop circle phenomena are not just ordinary accidents of nature in the countryside, but may - indeed probably do - have serious implications for us all in terms of what may lie behind them.”
Michael Green, Archaeologist, Architectural Historian, dan pendiri Centre for Crop Circle Studies

                Di bab sebelumnya sempat disinggung bahwa sinyal radio teleskop Arecibo tahun 1974 dijawab melalui pola lingkaran ladang (crop circle) Chilbolton tahun 2001. Apakah sebenarnya crop circle itu? Mungkinkah itu suatu metode penyampaian pesan yang digunakan bentuk kehidupan lain untuk berkomunikasi dengan manusia, ataukah hanya sekedar ulah sekelompok orang iseng, atau mungkin terjadi karena faktor alam yang kebetulan? Bila Anda pernah menyaksikan film ‘The Signs’ yang dibintangi Mel Gibson, tentu Anda sudah mempunyai gambaran kasar tentang apa itu crop circle. Dalam bab ini akan dibahas fakta nyata dan fokus tertuju pada beberapa riset dan penelitian mengenai fenomena kemunculan crop circle ini.

Buatan alam, manusia, atau pesan kiriman?

                Fenomena crop circle mulai mendapat sorotan publik pada awal 1970-an di selatan Inggris. Sebelum itu, ada laporan-laporan penampakan pola crop circle di Australia, Amerika Serikat, dan negara Eropa lainnya. Pada masa lalu, orang menduga kemunculan crop circle ini disebabkan oleh kondisi iklim seperti angin puyuh, tornado, kilat, ulah hewan, kesalahan penggunaan pestisida, hingga praktek ritual sekte-sekte kepercayaan tertentu. Hampir semua jenis ladang bisa mengalami fenomena crop circle ini. Mulai dari ladang gandum, jagung, kentang, kacang, kapas, padi, rumput, pepohonan bahkan di atas gunung salju setinggi 13.000 meter dan pasir.

                Pada masa 1970 – 1980-an, formasi crop circle yang ditemukan masih berbentuk lingkaran sederhana, lalu seiring dengan berjalannya waktu menjadi bertambah rumit. Dari formasi satu lingkaran menjadi dua lingkaran, tiga lingkaran. Pada 1990-an pola garis lurus mulai muncul, dan ukurannya pun makin bertambah besar dan kompleks. Dari diameter 5 meter berkembang ke pola-pola kompleks dengan diameter 250 meter, bahkan lebih. Arah tekukan tanaman pun beragam, mulai dari searah jarum jam, berlawanan dengan arah jarum jam, bahkan saling bersilangan.

                Dari segi tema desain pun beragam. Ada yang bertemakan sistem tata surya, pola fraktal (chaos theory), dan bentuk-bentuk persamaan matematis serta geometri kuno. Sebagian memiliki desain simbolis hieroglif, dan simbol-simbol kuno dari beragam kebudayaan dunia. “Perubahan pola menunjukkan evolusi yang teratur dari pola tunggal yang sederhana menuju pola majemuk yang kompleks.” komentar Michael Glickman, seorang arsitek dan periset crop circle. Pola-pola ini selain bersifat simbolis, juga memiliki sisi artistik dan elegannya sendiri, selain ukuran-ukuran geometrisnya yang sangat presisi. Seolah-olah penciptanya ingin membuat sesuatu yang monumental, mencolok mata, sekaligus menyampaikan pesan tertentu. Seolah pembuatnya ingin berkata,”Kami ada. Kami mengamati kalian. Dan kami mengadakan kontak dengan kalian.”

                Beberapa fenomena menarik terjadi pada tahun 1991, ketika pada saat yang bersamaan dan simultan terjadi pembentukan dua pola di dua tempat berbeda. Satu di Barbury Castle, Wiltshire, Inggris dengan bentuk tetrahedron-3 dimensi, dan yang lainnya di Universitas Cambridge dengan bentuk fraktal yang dikenal dalam chaos theory sebagai Mandelbroth set. Lalu pada tahun yang sama terjadi pula hal yang luar biasa di kediaman PM Inggris John Major yang tentu saja dijaga ketat oleh pasukan pengamanan terlatih selama 24 jam sehari. Di halamannya terbentuk pola desain kuno Celtic yang salah satu mata panahnya menunjuk pada rumah sang PM. Para wartawan media segera bertanya apakah ada yang berusaha menerobos kediaman sang PM. Jawaban John Major hanyalah ,”Tidak. Ini hanya karena kondisi tanah yang jelek.”.

Tidak banyak saksi mata untuk fenomena crop circle ini karena dugaan terjadi dalam tempo hitungan detik dan di area-area ladang yang jarang populasi penduduk. Pada Agustus 1983 di Wiltshire, Inggris, seorang Melvyn Bell sedang menunggang kuda ketika di ladang gandum yang berjarak 50 meter darinya, ia menyaksikan angin berdebu yang naik ke atas. Hanya dalam beberapa detik, sebuah pola sudah terbentuk di ladang gandum tersebut.

                Di Hambledon, Inggris pada 1990, pasangan Gary dan Vivienne Tomlinson sedang berjalan-jalan di ladang suatu sore dan menyaksikan keanehan terjadi di ladang di hadapan mereka. Tiba-tiba ada suara melengking dan angin puyuh besar tiba-tiba muncul dan secara simultan diikuti angin puyuh kecil-kecil yang muncul dan lenyap di sana-sini. Tanaman di ladang tertekuk dan terbaring membentuk suatu pola baru.

                Subyek ini lalu menjadi topik hangat dan jadi fokus hoax dan disinformasi baru bagi ‘orang-orang iseng’ macam Doug Brower dan Dave Charley, yang keduanya sudah berusia 60-an. Mereka mengakui bahwa 200 dari pola crop circle ini adalah ‘karya artistik’ mereka dengan menggunakan papan dan tali tambang selama 13 tahun terakhir. Padahal fakta menunjukkan bahwa fenomena ini sudah muncul lebih dari 13 tahun dan lebih dari 200 kali di seluruh Inggris, belum terhitung yang di negara-negara lain. Tentu tidak mungkin ‘Doug dan Dave’ ini pergi ke seluruh dunia hanya untuk membuat banyolan macam itu. Pada waktu mereka didesak untuk mempraktekkan langsung cara pembuatannya, mereka hanya bisa menghasilkan pola yang tidak meyakinkan, asimetris, dan acak-acakan. Jauh dari bentuk artistik dan elegan yang menjadi ciri khas crop circle selama ini.

                 Banyak lembaga penelitian independen untuk crop circle ini, di antaranya BLT Research Institute yang diketuai seorang ahli biofisika W.C. Levengood. Ia mengumpulkan sampel-sampel tanaman dari ratusan pola crop circle dan menelitinya hingga ke ukuran molekuler, dan menyimpulkan adanya keterlibatan gelombang microwave dalam pembentukan pola-pola itu. Penelitian lain yang dilakukan oleh ADAS, suatu divisi dari Departemen Pertanian Inggris menemukan anomali dalam rasio nitrogen/nitrat pada sampel tanaman di mana terjadi crop circle yang tak dapat diterangkan dengan akal sehat.

                Mantan pimpinan Departemen Astronomi Universitas Boston, Gerald Hawkins menemukan bahwa skala dan ukuran-ukuran pola crop circle sangat akurat dan berkaitan dengan rasio skala diatonik dan geometri Euclid. “Desain-desain ini menunjukkan kemampuan matematika yang luar biasa dari  pembuatnya.” Sering ia menemukan rasio-rasio yang sering digunakan pada ilmu-ilmu pasti modern digunakan pula dalam skala dan pola crop circle ini.

Fakta – Fakta Mengenai Crop Circle

                Dari sekian banyaknya penemuan fenomena crop circle di berbagai penjuru dunia, para ahli mengumpulkan data, mempelajarinya, dan menemukan fakta-fakta serta kesamaan karakteristik dalam pola tersebut :

·          Di ladang apa biasanya mereka muncul?

Selama ini laporan menunjukkan banyak terjadi di ladang gandum atau barley. Tapi pola ini muncul juga di ladang jagung, oats, kanola, tebu, rumput, padi, pepohonan, bahkan salju dan pasir seperti yang terjadi di Rusia, puncak salju Afghanistan, dan gurun pasir di Mesir.

·          Di mana mereka muncul?

Mereka sudah muncul di seluruh benua dan lebih dari 70 negara. Yang paling sering di Inggris, AS, Kanada, Australia, Brasil, Rusia, India, Jerman, dan Afrika Selatan. Ada korelasi antara pembentukan pola dengan area-area di mana terdapat bangunan-bangunan kuno.

·          Perubahan fisik pada tanaman dan tanah.

Tidak hanya penampilan fisik tanaman yang berubah (misalnya dehidrasi), tapi juga sampai tingkat molekuler, misalnya pembesaran rongga sel, pelebaran rongga pada batang, dan perpanjangan pucuk. Komposisi tanah pun berubah, misalnya tingkat magnetisme yang meningkat drastis. Seorang ahli mineral Sampath Iyengar dari Laboratorium Teknologi Material mempelajari derajat kristalinitas tanah di area crop circle menggunakan sinar X dan mikroskop elektron, dan menemukan bahwa untuk membentuk kristalinitas seperti itu diperlukan temperatur 1.500 – 1.800 derajat Fahrenheit yang seharusnya merusak tanaman tersebut. Namun ternyata tanaman di area crop circle ternyata tetap hidup dan menghasilkan.

·          Adanya laporan peningkatan hasil panen.

Beberapa petani dan periset melaporkan peningkatan hasil panen di tahun-tahun setelah muncul pola crop circle di ladang mereka. Tim Carson seorang petani pada 1997 melaporkan peningkatan panen 30-40% setelah munculnya pola di ladangya pada 1996. Menurut periset Steve Purkaple, peningkatan hasil panen ini bisa berlangsung terus selama lima kali masa tanam.

·          Berpusar ke berbagai arah.

Selain adanya laporan bahwa pusaran tanaman hanya berpusar ke satu arah (searah jarum jam atau sebaliknya), laporan-laporan terakhir juga menunjukkan gejala pusaran arah tanaman yang saling bersilang bahkan acak. Bahkan beberapa pola menemukan jalinan atau anyaman yang terbentuk dari tanaman-tanaman itu.

·          Fenomena gangguan pada peralatan.

Banyak laporan yang menyatakan gangguan, anomali, bahkan malfungsi peralatan-peralatan elektronik, mekanik, dan mesin di area terbentuknya crop circle. Kompas yang kacau arah, jam tangan, telepon genggam, baterai, kamera dll. sering kacau bahkan tak berfungsi di area itu. Tampaknya ada semacam medan gelombang elektromagnetik yang kuat di lokasi itu.

·          Pembengkokan unik pada tanaman.

Tanaman dikenal akan membengkok mengikuti sinar matahari (efek phototropisme), namun pada kasus crop circle ini pembentukannya tidak selalu demikian dan ada kesamaan derajat pembengkokan untuk semua pucuknya. Jadi bila seseorang ingin membuat crop circle ini harus membengkokkan ribuan batang tanaman itu satu persatu !!

·          Sering terjadi di area terlarang.

Pola crop circle sering terjadi di area militer atau pemerintahan yang terlarang untuk umum dan penjagaan ketat 24 jam. Contohnya seperti kasus di kediaman PM Inggris John Major dan beberapa pangkalan militer di Inggris dan AS.

·          Aspek Geofisika

Pola sering terjadi di area sekitar sumber air bawah tanah atau artesis. Para ahli menduga ini ada hubungannya dengan sifat air sebagai penyalur arus elektromagnetik yang baik.

·          Hukum Geometri

Para ahli menemukan banyak informasi geometris dalam pola-pola simbolis crop circle, seperti rasio phi, dan rasio Fibonnacci (golden mean), serta rasio-rasio lain yang menentukan ukuran dan skala pola yang dimaksud.

·          Efek samping pada tubuh manusia.

Banyak orang melaporkan efek samping yang dirasakan (baik positif maupun negatif) pada saat dan setelah mengunjungi area crop circle. Mulai dari pusing dan mual, sakit kepala, pegal-pegal, gangguan siklus menstruasi, hingga gejala yang agak berat seperti pingsan.

·          Kesejajaran dengan lereng alami tanah.

Ini mungkin tidak tampak jelas dari permukaan tanah, tapi dari fotografi udara bahwa pola crop circle seringkali mengikuti pola alamiah kemiringan lereng atau tanjakan tanah atau juga pola irigasi sehingga memberi efek visual yang baik atau efek tiga dimensi. Ini akan sulit ditiru oleh manusia, terutama bila pembuatannya di malam hari yang gelap.

Adalah Jon King, seorang editor majalah UFO Reality , dengan mengamati lokasi kemunculan fenomena crop circle pada 1984 menyimpulkan teori bahwa ada semacam pembentukan wilayah segitiga (triangular) di tenggara Inggris dengan pusatnya di Barbury Castle, Wiltshire. Segitiga ini ia namakan ‘Aquarian Triangle’ dan di wilayah ini terdapat konsentrasi kumpulan bangunan-bangunan kuno, seperti Stonehenge misalnya.

King dalam hipotesisnya mengemukakan berbagai kemungkinan penyebab mengapa pola crop circle banyak terbentuk di area segitiga ini. Ia menyimpulkan, besar kemungkinan peradaban luar bumi bila akan mengadakan kontak akan dimulai di area segitiga ini. Pola-pola crop circle yang terbentuk selain berfungsi sebagai ‘pembawa pesan’ juga memiliki fungsi ganda sebagai patokan (landmark) untuk menandai area ‘Aquarian Triangle’  ini. Cukup fantastis memang hipotesis King ini. Namun apapun alasannya, jumlah dan frekuensi pemunculan pola crop circle yang lebih banyak dan lebih sering di area segitiga ini  ketimbang di area ataupun negara lain, memang menyimpan suatu teka-teki tersendiri.

Fakta lain yang ditemukan para peneliti crop circle, masing-masing pola tersebut membawa pesan tersendiri. Sebagian berhubungan dengan kebudayaan kuno seperti kalender Maya serta kalender bangsa Aztec (disebut quincunx) misalnya. Istilah ‘Quincunx’ ini sendiri bermakna ‘pola penyusunan lima benda masing-masing di tiap sudut dan satu di tengah dari suatu segi empat’. Seorang arkeologis Laurette Sejourne dalam bukunya ‘Burning Waters’ mengemukakan fakta bahwa pola quincunx ini adalah simbol yang paling sering terlihat dan digunakan di Mesoamerika. Pola ini mengandung makna empat masa yang sudah lewat, dan masa saat ini yaitu kelima sebagai pusat yang mempersatukan.

                Beberapa pola crop circle lain yang unik misalnya bentuk piramid dan piramid dengan mata di puncak seperti lambang yang terdapat pada mata uang US$ 1.- nya Amerika Serikat.

                Pola yang paling menarik dan menggemparkan terbentuk pada 15 Agustus 2002 di Hampshire, Inggris. Segera setelah peluncuran film ‘The Signs’-nya Mel Gibson, muncullah pola ini seolah memberi respon terhadap film itu.

Tergambar pola wajah ‘alien’ yang sedang memberikan sebuah keping CD. Setelah diteliti oleh para ahli, ternyata titik-titik di CD itu adalah kode komputer 8-bit yang berisi pesan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, Beware the bearers of FALSE gifts & their BROKEN PROMISES. Much PAIN but still time. BELIEVE. There is GOOD out there. We Oppose DECEPTION. Conduit CLOSING (BELL SOUND)". Bunyi pesan ini seolah membawa semacam pesan peringatan bagi manusia. Aneh bukan?

Apapun pola yang terbentuk berikut maksud dan pesan yang dibawanya, karakteristik crop circle berkaitan dengan pembuatnya tetap tidak berubah :

·          Pembuatnya seolah menginginkan keberadaannya diketahui dan disadari oleh manusia. Ini tampak dari jumlah dan frekuensi pemunculannya yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Pembuatnya juga seolah ingin menyampaikan pesan terselubung melalui tiap pola yang terbentuk.

·          Pembuatnya memiliki tingkat intelijensi tinggi untuk menguasai kompleksitas suatu pola crop circle. Harus menguasai berbagai disiplin ilmu pasti seperti matematika, fisika, kimia, biologi dll. selain ilmu-ilmu sejarah, kebudayaan, dan peradaban manusia. Perlu riset yang mendalam dan ekstensif untuk membentuk suatu pola crop circle yang membawa pesan dan makna khusus.

·          Pembuatnya harus memiliki sarana dan prasarana untuk membuat pola-pola ini dalam waktu singkat (hitungan menit bahkan detik), tingkat presisi dan keakuratan sangat tinggi, dan dalam kondisi tanaman, tanah, cuaca, dan waktu apapun.

·          Melihat dari pola-pola yang terbentuk selama ini, tampaknya sang pembuat memiliki teknologi dan alat yang memadai untuk memenuhi syarat-syarat tersebut. Teknologi dan alat yang dimiliki manusia saat ini tidak akan dapat membentuk pola yang sama dengan kendala pemenuhan syarat-syarat di atas. Apalagi perubahan molekuler dan komposisi tanah yang terjadi pada fenomena crop circle masih belum dapat diterangkan oleh teknologi manusia saat ini.

Obyek Konspirasi Baru

                Setelah diduga adanya konspirasi pada kasus Roswell dan Area 51, tampaknya fenomena crop circle ini pun kembali menjadi obyek konspirasi dan usaha penyembunyian fakta oleh pemerintah dan militer berbagai negara. Kembali ‘skenario X-Files’ muncul lagi dengan paranoia-nya mengenai adanya suatu ‘global conspiracy’ untuk menutupi keberadaan kontak-kontak ekstraterestrial tersebut. Salah satu karakteristik yang menarik dan menjadi identifikasi adanya suatu konspirasi adalah di satu sisi terlihat kepentingan dan ketertarikan besar pemerintah atau militer terhadap hal tersebut, namun di sisi lain mereka selalu menyangkal dan menyanggah bila dimintai keterangan resmi mengenainya. Karakteristik seperti itu tampak jelas pada kasus Roswell dan Area 51, lalu sekarang perlakuan yang sama diterapkan pula pada kasus crop circle ini.

                Salah satu kemungkinan yang paling besar menyangkut agenda dan kepentingan pemerintah dan militer adalah ketertarikan atas teknologi yang mungkin bisa didapatkan dalam kasus-kasus seperti ini  yang bisa meningkatkan dominasi persenjataan dan militer mereka secara signifikan atas rival-rivalnya.

                Jika ini memang teknologi manusia, berarti kita menyaksikan lonjakan teknologi luar biasa yang bisa membuat pola sedemikian rumit dan presisi bahkan dalam kondisi malam hari atau cuaca buruk sekalipun. Tapi tampaknya kemungkinan itu pun harus kita hapuskan mengingat bila ini hasil karya teknologi proyek rahasia pemerintah atau militer, untuk apa lagi mereka sibuk mempelajari dan sambil menutup-nutupi faktanya dari publik, padahal pola-pola tersebut begitu besar, nyata, dan dapat terlihat dari jarak jauh oleh siapapun.

                Aktivitas pemerintah dan militer yang selalu ‘siaga penuh’ bila berhadapan dengan kasus-kasus macam ini menunjukkan secara implisit bahwa mereka pun, sama seperti kita, tidak tahu siapa atau apa yang menyebabkannya. Dan buat mereka itu adalah ancaman sekaligus peluang. Ancaman bagi keamanan nasional mengingat teknologinya yang demikian tinggi, tapi juga peluang untuk mempelajari teknologi baru untuk mendongkrak dominasi persenjataan dan kekuasaannya.

 

BAB VIII

KODE BIBLIKAL  :  REALITA TERKODE

“That is why Isaac Newton could not do it. It had to be opened with a computer. It was sealed until the time of the End… ”

Eliyahu Rips, ahli matematika, penemu kode Biblikal

                Pada bab ini kita akan mengalihkan fokus pada penemuan cukup menggemparkan di penghujung abad 20 lalu, mengenai indikasi adanya suatu ‘kode’ atau ‘sandi’ dalam kitab Torah. Sekitar 350 tahun lalu, seorang ilmuwan terkenal yang menemukan teori gravitasi, Sir Isaac Newton, mencari suatu kode rahasia dalam kitab Torah yang bisa menunjukkan masa depan umat manusia. Ia yakin bahwa tidak hanya kitab Torah, namun seluruh ciptaan di semesta ini adalah suatu ‘kode kriptogram rancangan Yang Kuasa’, suatu teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan oleh manusia.

                Ketika seorang ahli ekonomi ternama John Maynard Keynes menemukan tulisan-tulisan Newton di Universitas Cambridge, ia menyangka akan menemukan tulisan-tulisan berisi ilmu pasti seperti fisika dan matematika kalkulus. Namun betapa terkejutnya ia ketika menemukan ratusan tulisan tentang peradaban-peradaban kuno yang telah musnah, kode biblikal, dan tentang zaman akhir.

                “Newton bukan hanya yang pertama di Era Pemikiran,” tulis Keynes dalam esainya Newton, the Man’ (Essays and Sketches in Biography, 1956), “Ia juga yang terakhir dari Era Kuno, era peradaban Sumeria dan Babilonia, yang melihat dunia ini dengan cara ilmiah dan sudut pandang yang sama dengan para perancang dan pemberi warisan pengetahuan kita yang sekarang ini.”

                Namun Newton belum berhasil dalam pencariannya, karena ia kekurangan suatu sarana penting, yaitu komputer (yang belum ada pada masa ia hidup), untuk memecahkan misteri tersebut. Sampai akhirnya seorang bernama Dr. Eliyahu Rips, seorang ahli matematika Yahudi yang dengan merancang suatu program komputer untuk mencari deret huruf-huruf yang berjarak loncatan sama dan dalam blok teks yang sama dalam kitab Torah. Teknik ini dinamakan Equidistant Lettering Sequences (ELS). Bila Anda pernah mengisi teka-teki mencari kata-kata dari suatu blok kumpulan huruf-huruf yang acak, kurang lebih Anda sudah dapat menangkap gambarannya.

                Penemuan kode Biblikal ini kemudian dipopulerkan oleh seorang mantan wartawan Washington Post dan Wall Street Journal bernama Michael Drosnin dalam bukunya ‘The Bible Code’ tahun 1997 dan ‘The Bible Code II : The Countdown’  tahun 2002. Selama periode penulisan bukunya, ia terus mencari pembuktian-pembuktian dan pengetesan keabsahan penemuan Rips ini. Ia juga yang jadi saksi hidup melihat apa yang terkode dalam kitab Torah tersebut terjadi dalam dunia nyata. Dengan menggunakan aksesnya sebagai wartawan, ia berusaha menghubungi para petinggi di berbagai negara termasuk AS, Israel, dan Palestina dan memberi penjelasan mengenai penemuan ini dan implikasinya bagi masa depan manusia, termasuk peringatan mengenai perang dan bencana yang terkode di dalamnya.

                Dengan teknik ELS ini, Dr. Rips menggabungkan kelima kitab dalam kitab Torah yang diambil dari bahasa Ibrani aslinya (Textus Receptus), menghilangkan spasi antara kata-kata, menjadi runtunan teks panjang terdiri dari 304.805 abjad.

                Kode biblikal ini pernah menjalani uji-uji statistik dan pengetesan oleh seorang pemecah kode senior dari National Security Agency (NSA) bernama Harold Gans, yang skeptis terhadap penemuan kode biblikal ini. Ia membuat program komputernya sendiri untuk membuktikan bahwa penemuan Dr. Rips ini salah dan hanya merupakan kebohongan belaka.

                Sebaliknya, ia menjadi terkejut ketika dengan programnya ia berusaha mencari nama 66 tokoh besar masa lalu, dan malah menemukan kesemuanya berikut tanggal lahir dan wafatnya, serta kota di mana mereka hidup dan wafat. Awalnya, Gans mencoba membuktikan bahwa tidak ada kode dalam kitab Torah, namun percobaannya selama 440 jam malah membuktikan sebaliknya, bahwa kode itu ada dan nyata. “Penemuan ini membuat bulu kudukku berdiri.” komentar Gans.

                Manusia tidak mungkin menaruh kode yang demikian kompleks dan akurat dalam kitab Torah. Pertanyaannya, jika bukan kita, lalu siapa?

Awal dan Akhir Terkode

                Dr. Rips dan Drosnin sejak penemuan kode ini telah menemukan ratusan matriks-matriks kode bibilikal yang merujuk pada sejarah yang telah lalu, kejadian saat kini, dan prediksi peristiwa di masa depan. Beberapa contoh matriks kode itu terlampir di sini :

                Selain beberapa contoh penemuan matriks-matriks kode di atas, Dr. Rips dan Drosnin menemukan masih banyak peristiwa lain yang terkode, seperti daftar di bawah ini :

 

Topik

Penemuan Dalam Matriks Kode Biblikal

Pembunuhan Yitzhak Rabin

Yitzhak Rabin, Pembunuh yang akan membunuh.

Pembunuhan Yitzhak Rabin

Yitzhak Rabin, Amir, Nama Pembunuh yang akan membunuh, Nama Pembunuh

Pembunuhan Yitzhak Rabin

Pembunuhan Rabin, Amir, Pada 1995-96, Tel Aviv

Awal perang teluk

Api pada Shevat ke-3 (18 Januari 1991), Misil, Perang, Hussein, Saddam

 Presiden Clinton

Clinton, Presiden

Presiden Nixon

Watergate, Siapa dia? Presiden, Tapi ia diberhentikan

Depresi Besar

Ekonomi Jatuh, Depresi, 1929, Saham

 Neil Armstrong

Manusia di bulan, Pesawat Ruang Angkasa

Comet menabrak Jupiter

Shoemaker-Levy, Akan menghantam Jupiter, bulan AV ke-8 (16 Juli 1994)

 Holocaust

 Hitler, Manusia kejam, Nazi dan Musuh, Pembantaian

 Shakespeare

Shakespeare, Muncul di Panggung, Macbeth, Hamlet

Awal penerbangan

Wright Bersaudara, Kapal Terbang

 Newton dan Einstein

Newton, Gravitasi, Einstein, Sains, Ia membalikkan realita sekarang, Mereka memprediksikan munculnya orang cerdas, Pemahaman yang baru dan sempurna

Serangan Teroris

Autobus, Ledakan, Jerusalem, Israel, Api; Bunyi Keras, Jenazah, Mereka akan mengendarai dan akan ada teror

Pemilihan Netanyahu

Perdana Menteri Netanyahu, Terpilih, Bibi

Peran komputer dalam kode biblikal

Dibuat dengan komputer, Tulisan terpatri pada plakat

Maksud kode biblikal

Kode Biblikal, Dimeteraikan, Komputer, Untuk mengunci perkataan hingga Zaman Akhir

Maksud kode biblikal

1997, Untukmu Rahasia Terkode, Ia mengunci perkataan hingga Zaman Akhir

Presiden Roosevelt

Roosevelt, Presiden, Ia yang memberi perintah pada hari kekalahan besar

Bom atom pertama

Bencana Atom, 1945, Jepang

 Presiden Kennedy

 Presiden Kennedy, Mati, Dallas

Lee Harvey Oswald

Oswald, Pembidik, Nama Pembunuh yang akan membunuh

Jack Ruby

Oswald, Ruby, Ia akanmembunuh sang Pembunuh

Robert F. Kennedy

R. F. Kennedy, S. Sirhan, Pemimpin kedua akan dibunuh

Pemboman Oklahoma

Gedung Murrah, Dibunuh, Hancur lebur, Ditinggalkan, Terbantai, Maut

Pemboman Oklahoma

Oklahoma, Kematian yang mengerikan, Akan ada teror

Pemboman Oklahoma

Namanya Timothy, McVeigh, Tanggal 19, Jam 9, Pagi hari, Ia menyerang, Ia Menghantam, Teror

Perang Dunia III

 Perang Dunia,Bencana Atom, Pada 2000/2006

Jatuhnya Komunisme

 Jatuhnya, Komunisme, Rusia, Berikutnya di China

 Perang Armageddon

Harmegiddo, Bukit Megiddo, Asad, Bencana, Menembak dari pos militer, Syria, Gog, Tanah Magog, Kumpulan Besar, Tentara Kuat

Gempa bumi

Gempa bumi besar, Pada 2000, Pada 2006

Gempa bumi California

Gempa bumi besar, LA Calif, Pada 2010, 1994

Gempa bumi Jepang

Kobe Japan, Api, Gempa bumi, Yang besar, 1995

Jatuhnya Komet

Komet, 2006, Tahun yang diprediksikan untuk bumi, 2012, Bumi Dimusnahkan, Komet akan hancur, Aku akan menghancurkannya, 2012

Pertolongan

Bencana Atom, Di Zaman Akhir, Kode Akan Menyelamatkan

                Yang menarik, dalam kitab Torah versi bahasa Inggris (King James Version) terdapat kode matriks mengenai bencana gelombang besar (tsunami Aceh?) yang melanda Indonesia.

Dalam matriks kode tersebut terdapat kata-kata : INDONESIA – TIDAL WAVE (gelombang besar) – OCEAN (lautan).

                Semua kode matriks di atas telah diuji secara statistik dan probabilita untuk munculnya kata-kata tersebut dalam satu blok teks yang sama adalah antara 1 : 10.000 hingga 1 : 1.000.000, jauh dari rasio probabilita bahwa itu terjadi hanya karena kebetulan saja.

Pesan Sang Perancang

Terlepas dari informasi-informasi dengan pesan apapun yang didapat dari matriks kode biblikal, tampak jelas adanya karakteristik-karakteristik yang menonjol dari penemuan baru ini :

·          Perancangnya jelas memiliki teknologi pengkodingan yang jauh lebih tinggi dari teknologi manusia. Sulit sekali merancang dan menyisipkan kode-kode tersebut dalam konteks teks yang terstruktur sempurna dan berkesinambungan.

·          Pesan informasi yang disisipkan tampaknya tak terikat pada ruang dan waktu. Dr. Rips berhipotesis bahwa semua peristiwa yang dialami tiap makhluk hidup dan perjalanan sejarah dari awal hingga akhir semua terkode di kode biblikal ini. Ini menunjukkan perancangnya tidak lagi terikat dengan ruang dan tidak lagi terikat dalam dimensi waktu yang linear seperti kita. Bisa maju dan mundur dalam alur waktu serta menyisipkan informasi di setiap masa dalam kode biblikal ini.

·          Kode biblikal ini dirancang untuk terungkap pada masa di mana peradaban manusia sudah menemukan komputer. Sir Isaac Newton sudah menemukan kode ini 350 tahun lalu, namun tidak dapat membongkar isi informasinya karena tidak ada komputer pada masa ia hidup.

·          Selain terungkap pada masa di mana peradaban sudah menemukan komputer, matriks-matriks kode yang terdapat di dalamnya mengindikasikan bahwa saat kode ini dapat dipecahkan, itu pula titik di mana Zaman Akhir dimulai. Seperti komentar Dr. Rips bahwa kode ini memang dirancang untuk tetap tersembunyi dan baru dapat diungkapkan pada Zaman Akhir.

·          Matriks-matriks kode lain juga menunjukkan secara implisit bahwa penemuan kode ini ditambah dengan suatu ‘kunci kode’ di masa datang akan menjadi penentu kelangsungan hidup peradaban manusia.

Pada kasus kode biblikal ini kembali terjadi pola dan gejala yang unik, serupa dengan penemuan-penemuan para ahli lain di berbagai bidang selama setengah abad terakhir ini, bahwa tampaknya dari awal hingga penghujung peradaban manusia ada keterlibatan dari suatu ‘entitas’ lain, yang dengan sengaja dan maksud khusus menempatkan tanda-tanda dan rahasia-rahasia pada peninggalan-peninggalan kuno di awal peradaban, yang tampaknya akan membawa signifikansi dan dampak tersendiri bagi transformasi siklus peradaban saat ini dan selanjutnya. Suara dan gaung dari masa lalu itu kembali bergema, menunggu untuk kita simak.

 

BAB IX

2012 : KONVERGENSI PERADABAN DUNIA

“TIME in its irresistible and ceaseless flow, carries along on its flood all created things, and drowns them in the depths of obscurity…”

Anna Comnena (1083-1156), penulis ‘The Alexiad’, putri Kaisar Byzantium Alexius III

Pada bab IV kita tertarik akan hipotesis seorang penulis Turki Burak Eldem, yang mengemukakan bahwa akhir dari sistem siklus masa ‘Long Count’ bangsa Maya diperkirakan akan jatuh pada akhir tahun 2012. Kita lantas bertanya-tanya, ada apa dan apa signifikansi dari tahun 2012 ini? Apa ada hipotesis lain yang memperkuat hipotesis kalender Maya? Pada bab ini kita akan mengklasifikasi dan mengkategorikan hipotesis-hipotesis para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang ada korelasinya dengan tahun 2012 ini, bahkan ada beberapa dari kalangan paranormal/psychic. Kita akan mulai dari kalender Maya lalu mengamati hipotesis lain untuk mendukung hipotesis perhitungan kalender Maya tersebut.

1.    Kalender Maya

Dari Bab IV kita sudah mengetahui kalender Maya mempunyai suatu sistem kalender unik dan akurat yang mencakup perhitungan ‘Long Count’ yang terdiri dari 5 masa atau 13 baktun. Selain Burak Eldem, para ahli kebudayaan dan kosmologi Maya lain seperti Eric Thompson, John Major Jenkins, Jose Arguelles, Adrian Gilbert, Maurice Cotterell, Graham Hancock juga sependapat bahwa rentang ‘Long Count’ kalender Maya adalah dari tahun 3114 SM hingga 2012 M.

2.  Teori Sinkronisasi Galaktik

       Jose Arguelles dalam bukunya ‘The Mayan Factor’ mengemukakan teori bahwa setelah siklus kalender Maya 5.125 tahun berakhir, bumi akan mengalami apa yang ia namakan sebagai ‘resonant frequency synchronization beam’, yang akan membawa peradaban manusia mengalami lonjakan evolusi seperti yang terjadi pada masa peralihan dari Neanderthal ke Homo Sapiens, dan menjadi penyebab munculnya peradaban-peradaban kuno berilmu pengetahuan tinggi sekitar 3110 SM.

3.  Teori Siklus Sunspot

        Adrian Gilbert dan Maurice Cotterell dalam bukunya ‘Mayan Prophecy’ merujuk pada terjadinya siklus aktivitas sunspot maksimum (lihat artikel di Bab V) yang akan terjadi kembali pada tahun 2012. Mereka juga merujuk bukti-bukti bahwa pada siklus-siklus sebelumnya, aktivitas sunspot matahari di titik maksimum akan menyebabkan pembalikan medan magnet matahari dan membawa efek gempa bumi dan banjir di bumi.

 4. Teori Pergeseran Kerak Bumi

        Graham Hancock memprediksikan bahwa pergeseran kerak bumi yang jelas membawa bencana global ini disebabkan oleh susunan planet-planet di tata surya yang unik dan menimbulkan distorsi terhadap kestabilan kerak bumi karena gaya gravitasinya. Hancock dalam bukunya ‘Fingerprints of the God’ memproyeksikan susunan planet yang unik ini terjadi pada 24 Desember 2011, hanya berselisih lebih kurang setahun dengan akhir dari kalender Maya.

 5.  Teori Konjungsi Pusat Galaksi

       John Major Jenkins memiliki pendapat senada dengan Jose Arguelles (poin 2) mengenai tahun 2012 sebagai titik akhir sekaligus sebagai titik awal, merupakan suatu portal/gerbang transformasi bagi peradaban manusia. Jenkins dalam bukunya ‘Maya Cosmogenesis 2012’ menunjuk fakta bahwa pada saat tersebut, matahari dan tata surya kita memasuki area ‘Dark Rift’ di galaksi bimasakti (Milky Way)  kita, yang menurut kepercayaan bangsa Maya adalah pusat dari galaksi Milky Way. Menurutnya, konvergensi ini akan membangkitkan ‘kesadaran kosmik’ umat manusia bahwa mereka adalah bagian dari semesta ini berikut segala jenis kehidupan di dalamnya.

6.    Prediksi suku Indian Hopi

Stephen Mc Fadden, penulis buku ‘Profiles in Wisdom’ mempelajari prediksi yang ada dalam legenda suku Indian Hopi ‘Blue Star Kachina’ yang percaya bahwa penyucian peradaban (‘Great Purification’) akan selesai pada tahun 2011, dan akan ditandai dengan munculnya suatu ‘bintang baru’ di angkasa. Banyak ahli berspekulasi bahwa ‘bintang baru’ ini merujuk pada Planet X/Nibiru. Bunyi dari prediksi ‘Blue Star Kachina’ ini adalah : “Ketika ‘Blue Star Kachina’  menampakkan diri di angkasa, maka ‘Dunia Kelima’ akan muncul.”. Istilah Dunia Kelima ini paralel dengan berakhirnya kalender ‘Long Count’ bangsa Maya yang menandakan berakhirnya Masa Keempat dan mulainya Masa Kelima.

 7.  Prediksi bangsa Inca

        Willaru Huayta, seorang ‘pembawa pesan spiritual’ bangsa Inca di Peru memprediksikan bahwa kalender Inca akan berakhir pada tahun 2013, dan di tahun itu akan ada ‘asteroid’ dengan ukuran 3 kali planet Jupiter akan melintas dekat bumi dan membawa bencana global. Kembali para ahli mengidentikkan ‘asteroid’ ini dengan Planet X/Nibiru.

8.  Prediksi Nostradamus

        Michel de Nostradamus, seorang paranormal/futuris terkenal dari Prancis pada abad 16 menulis prediksi-prediksinya dalam sajak-sajak kuartet 4 baris (quatrains) dalam bukunya ‘The Century’. Ia menulis dua quatrain terkenal mengenai prediksi datangnya ‘komet’ pembawa bencana :

·          Quatrain 2 : 46

                                Apres grand troche humain plus grand s’apprete

                                Setelah kesusahan besar manusia, datang lagi yang lebih besar

                                Le grand moteur les siecles renouvelle

                                Saat motor besar abad diperbaharui

                                Pluie sang, lait, famine, fer et peste

                                Hujan, darah, susu, kelaparan, besi, dan wabah penyakit

                                Au ciel vu feu, courant lounge etincelle

                                Di langit terlihat api, membawa percikan yang panjang

·          Quatrain 2 : 62

‘Mabus’ pois tot alors mourra, viendra

‘Mabus’ akan segera mati, dan akan datang

De gens at betes un hurrible defaite

Pada orang dan binatang pemusnahan mengerikan

Puis tout a coup la vengeance on verra

Lalu dengan mendadak pembalasan diungkapkan

Cent, main, soif, faim quand courra la comete

Ratusan, tangan, kehausan, kelaparan, saat komet itu lewat

        Quatrain 46 di atas mengisyaratkan datangnya benda langit setelah ‘motor abad diperbaharui’ atau menurut para ahli, setelah pergantian abad millenium ini. Sedangkan di quatrain 62 muncul kontroversi di kalangan ahli mengenai siapa itu ‘Mabus’, yang mereka artikan sebagai ‘pemimpin besar’ dunia yang kejam akan muncul di masa depan.

 9.  Prediksi China Kuno

        Ada prediksi China Kuno mengenai adanya suatu ‘bintang merah’ atau ‘naga merah’ di langit Timur yang menandai datangnya seorang yang membawa perang dan bencana.

        “The hour of rebellion is not yet, but will come with a manifestation from heaven, this shall be a red star in the east. For at that our the man will appear, and on that day from all the fields of the Empire shall rise up those shown of the dragon’s teeth: Then will the silence of the ages be broken, labyrinths uncoiled, and a murmur come from depths so deep and unknown that even the world itself shall shrink with dread.”

10.  Matriks Kode Biblikal

        Dalam Kode Biblikal yang telah kita bahas pada bab sebelumnya terdapat beberapa matriks kode yang berkaitan dengan tahun 2012. Kode menunjukkan adanya suatu ‘komet’ pada tahun Ibrani 5772 (identik dengan 2012 M). Lagi-lagi istilah ‘komet’ ini oleh para ahli dikaitkan dengan kembalinya Planet X/Nibiru sesuai siklus orbitnya yang 3661 tahun.

11.  Teori Pineal Gland

        Terrence dan David McKenna dalam bukunya ‘The Invisible Landscape’ menemukan bahwa kebudayaan kuno seperti Maya dan Inca mengenal sejenis jamur yang menghasilkan zat dimethyltryptamine (DMT). Zat ini juga diproduksi oleh kelenjar pineal kita, memiliki fungsi halusinogen, dan menurut McKenna, zat ini digunakan suku-suku di peradaban kuno untuk memfasilitasi komunikasi mereka berkomunikasi dengan ekstraterestrial yang memberi mereka informasi bahwa ‘semua hukum fisika akan mengalami transformasi pada tahun 2012’.

12. Teori Timewave Zero

       Selain mengemukakan teori pineal gland, Terrence dan David McKenna dalam buku yang sama juga mengungkapkan rahasia yang mereka temukan dalam kitab kuno ‘I Ching’ (Kitab Perubahan) dari kebudayaan China kuno.  Kitab I Ching ini adalah semacam kitab divinasi/peramalan, dan menggunakan diagram trigram dan hexagram yang populer di kalangan Taoisme. Dengan menggunakan analisis perhitungan komputer yang rumit, McKenna mengkonversi ke-64 hexagram dalam kitab I Ching tersebut menjadi satu gelombang fraktal. Ia lalu membuat grafik perbandingannya dengan jalannya sejarah dunia, dan hasil yang dicapai adalah grafik fraktal hasil konversi hexagram I Ching tersebut tampak memuncak sekitar tahun 1970, lalu menurun dan habis pada 21 Desember 2012!! Betapa luar biasa dua kebudayaan kuno yang jauh berbeda baik dari segi lokasi maupun struktur sosial budayanya, Maya dan China, sama-sama memiliki referensi terhadap tanggal tersebut.

 13. Teori Massa Kritis (Critical Mass)

      Dipopulerkan oleh Peter Russel dalam bukunya ‘The Awakening Earth’ dan ‘The White Hole in Time’, teori ini mengemukakan bahwa dengan meningkatnya populasi manusia mendekati jumlah 10 miliar jiwa, maka peradaban manusia akan mencapai tangga evolusi yang baru. Ia menunjuk fakta kesamaan dengan jumlah 10 miliar atom dalam 1 neuron, dan 10 miliar neuron dalam 1 cortex pusat saraf manusia. Di kala populasi mencapai 10 miliar, manusia akan menjadi bagian dari eksistensi yang lebih besar dan lebih kompleks. Ia juga memprediksi dengan percepatan sekarang, populasi manusia akan mencapai 10 miliar sekitar tahun 2012, dan di titik itulah akan terjadi lonjakan tangga evolusi pada peradaban manusia.

 14. Teori Akselerasi Informasi

           Teori ini senada dengan Teori Critical Mass. Dipopulerkan oleh Robert Anton Wilson dalam bukunya ‘Right Where You Are Sitting Now’, ia mengamati akselerasi waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan informasi. Ia menemukan fakta bahwa percepatan penyebaran dan penggandaan informasi terus berlipat dengan percepatan geometris dan pada 2012 penyebaran informasi akan mencapai taraf ‘hampir tidak memerlukan waktu’ sama sekali. Dengan teknologi informasi saat ini (termasuk internet) di mana orang bisa memperoleh informasi di mana saja dan kapan saja, teori Wilson ini tampaknya mendapat validitasnya.

15. The Hall of Records

                Dalam bukunya ‘The Gods of Eden’ tahun 1998, Andrew Collins menuturkan pencariannya atas legenda adanya suatu ruang rahasia di kompleks piramid Giza atas dasar teks kuno Edfu, dan menyimpulkan bahwa ruang itu terdiri dari 12 kamar mengelilingi kamar utama ke-13. Ia menyebut ruang rahasia ini sebagai ‘ruang penciptaan’ (Chambers of Creation).

            Penelitian Collins ini berkorelasi dengan penelitian Nigel Appleby dalam bukunya ‘The Hall of the Gods’  juga tahun 1998. Ia mengamati denah lokasi kompleks piramid Giza dan menemukan bahwa tiap puncak piramid itu berkorelasi dan merupakan jiplakan dari rasi-rasi bintang di galaksi Orion (identik dengan Osiris pada kebudayaan Mesir Kuno), dan bahwa pada 21 Desember 2012, ruang rahasia yang disebut-sebut Collins itu akan tepat berada di bawah rasi bintang Sirius. Konon menurut teks Edfu, di dalam ruang-ruang ini terdapat sejarah awal mula peradaban manusia dan pengetahuan mengenai penciptaan.

16.   Simbol Zodiak Dendera

            Kita mengenal 12 lambang zodiak, namun lambang zodiak di Kuil Dendera, Mesir mempunyai 13 lambang. Seorang ahli astrologi John Lash, pada Alternative Egypt Questing Conference  pada Oktober 1999 mengemukakan penemuannya tentang 13 lambang zodiak di kuil Dendera ini. Ia menyebut lambang ketiga sebagai ‘sang pemegang ular’ (Snake Handler). R.A. Schwaller de Lubicz, seorang egyptologist dalam bukunya ‘Sacred Science’  menunjukkan bahwa posisi susunan dan sudut rasi-rasi bintang dan zodiak ke-13 ‘snake handler’ ini akan terjadi pada tahun 2012 dan axis-nya menunjuk pada Pusat Galaksi.

17.  The Eye of The Pyramid

            Pada bab VII kita sudah menyinggung pola crop circle yang menyerupai lambang piramid ‘Great Seal of America’  yang ada di lembaran kertas mata uang US$. Seorang ahli astrologi galaktik, Raymond Mardyks menunjukkan korelasi antara simbol ini dengan kosmologi kalender Maya. Ia menunjukkan bahwa 13 tingkat piramid yang tergambar di situ merupakan gambaran dari ‘13 katun’ kalender Maya (1 katun = 20 tahun). Katun pertama diakhiri tahun 1776, tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Katun ke-13, berakhir tahun 2012, diisi oleh puncak piramid yang bergambar mata atau ‘Annuit Coeptis’ / ‘the all seeing eye’, yang juga merupakan simbol dari rasi bintang Sirius, kelenjar pineal, dan kelompok misterius berpengaruh kuat, yaitu Freemasons/Illuminati. Gerakan kelompok Masonic/Illuminati inilah yang berperan di belakang layar dalam  kemerdekaan Amerika dan Revolusi Prancis. Anggota kelompok ini terdiri dari orang-orang berpengaruh kuat dari berbagai negara dan kalangan, serta ada dugaan sumber konspirasi global datang dari kelompok ini. Mardyks secara tidak langsung mengimplisitkan bahwa ada tujuan kelompok ini untuk mendominasi dunia pada masa akhir (katun ke-13 : 1993 - 2012) baik pra dan pasca kataklismik 2012. Tema gerakan ini jelas tertulis ‘Novus Ordo Seclorum’ atau New World Order’.

Keseragaman Suatu Pesan

                Sebenarnya masih banyak sumber lain yang mengacu pada transformasi tahun 2012 ini yang jumlahnya mencapai puluhan sumber, namun tentu tidak semuanya dapat termuat dalam buku ringkas ini. Yang paling penting adalah menangkap makna implisit dari apa yang hendak disampaikan kebudayaan-kebudayaan dan teori-teori tersebut. Berikut kita dapat melihat karakteristik umum seperti ini :

·          Secara tidak langsung, konvergensi kebudayaan menuju titik waktu 2012 ini membuktikan bahwa semua peradaban manusia di dunia ini berakar dan berasal dari satu sumber peradaban. Namun lewat panjangnya waktu, perbedaan bahasa, dan perbedaan geografis, akar kebudayaan itu menjadi divergen dan heterokultur seperti sekarang. Apakah mungkin di titik 2012 itu divergensi tersebut berakhir dan peradaban manusia kembali konvergen dan bersatu kembali ke titik awal (point of origin)nya? Tampaknya icon-icon yang dibahas di atas menunjuk ke arah itu.

·          Semua icon-icon kebudayaan, teori, prediksi tersebut mencakup ruang lingkup global. Tidak terbatas pada hanya pada satu peradaban atau kerajaan, dinasti, ataupun negara, namun tiap kebudayaan mempunyai aspek-aspek yang menaruh perhatian khusus terhadap tahun 2012. Mulai dari kebudayaan kuno seperti Sumeria, Babilonia, Mesir, Yunani, China, Indian, Eropa semua memiliki konvergensi di titik waktu itu. Seolah ada semacam warisan memori kolektif tentang apa yang pernah terjadi yang sifatnya global di masa lalu dan secara siklus akan kembali lagi di masa depan.

·          Icon-icon tersebut pun tidak terbatas pada waktu. Mulai dari peninggalan artefak, teks-teks kuno, dan prediksi-prediksi legendaris dari yang berumur puluhan ribu tahun, hingga pada teori-teori ilmiah yang dikemukakan para ahli di bidangnya masing-masing dan dengan interpretasi yang berbeda-beda yang dihasilkan di peradaban modern bahkan hingga abad 21 ini, semua menunjukkan indikasi akan adanya suatu titik transformasi penting bagi peradaban manusia pada 2012.

·          Bila memang semua peradaban dan kebudayaan serta teori-teori ilmiah memiliki perilaku terfokus dan konvergen seperti itu serta memandang sangat penting momen tersebut, maka bisa dipastikan apapun yang terjadi nanti derajat kepentingan dan signifikansinya sangat luar biasa dan tidak hanya mencakup suatu wilayah regional atau area lokal, melainkan skalanya sudah mencakup dunia dan sangat besar kemungkinannya terkait erat dengan kelangsungan peradaban manusia.

·          Bila memang semua ini merupakan suatu ‘sistem peringatan dini’ yang dibuat sejak awal peradaban untuk memberi kita petunjuk mengenai apa yang dihadapi di masa depan, yang berkepentingan ternyata bukan manusia saja. Dari fakta banyaknya kemunculan crop circle yang juga menunjukkan fenomena korelasi dengan tahun 2012,  sedangkan dalam bahasan di Bab VII tersirat bahwa pola crop circle (yang orisinil) bukan dibuat oleh manusia. Sejauh mana kepentingan ‘entitas lain’ ini terhadap apa yang akan dihadapi manusia di masa depan? Apakah ‘mereka’ juga memiliki ‘pesan’ yang ingin disampaikan bagi kita dalam konteks ini? Tampaknya itu masih harus ditelusuri lebih dalam oleh para ahli arkeoastronomi.

 Pertanyaan lebih jauh, dengan asumsi bahwa 2012 adalah suatu gerbang atau portal mahapenting untuk perjalanan peradaban manusia, apakah kita siap memasuki era transformasi, lonjakan evolusi ini? Apakah kita sanggup melaluinya dengan kondisi carut marut seperti ini? Atau kita akan dibantu oleh ‘entitas lain’ tersebut untuk melewatinya? Dan yang paling penting, apakah harus ada pengorbanan, harga yang harus dibayar untuk melewatinya?

Mulai dari artefak dan teks peradaban kuno, kode biblikal, pola crop circle, teori dan hipotesis ilmiah para ahli, hingga visi dan prediksi paranormal/futuris, semua konvergen dan menunjuk ke titik waktu yang sama, 2012. Semua seolah membawa bunyi dan gaung pesan yang sama walau dengan caranya masing-masing dan semua saling terinterkoneksi dan terkorelasi satu sama lain. Mungkin hanya waktu dan nurani kita sendiri yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Mungkin kita sendiri yang harus memutuskan mau mendengar pesan itu atau tidak.

  

BAB X

MASA DEPAN  :  KONSPIRASI DAN INVASI ?

"In our obsession with antagonisms of the moment,we often forget how much unites all the members of humanity. Perhaps we need some outside, universal threat to make us realize this common bond. I occasionally think how quickly our differences would vanish if we were facing an alien threat from outside this world. And yet, I ask you, IS NOT AN ALIEN FORCE ALREADY AMONG US?"

Presiden AS Ronald Reagan, pidatonya pada Rapat Umum PBB ke 42, 21 September 1987

                Sejak awal bab hingga titik ini, kita sudah disuguhkan wacana-wacana yang luar biasa fantastis, hal-hal yang selama ini kita anggap tidak ada atau mustahil, kembali dipertanyakan oleh banyak ilmuwan maupun orang awam di seluruh dunia. Semua wacana tersebut selama ini dianggap ‘gila’, ‘nonsens’, ‘tak masuk akal’, ‘isapan jempol’ oleh dunia ilmu pengetahuan mainstream dan masyarakat.  Ketika Giordano Bruno pada abad 16 menunjukkan bahwa matahari tidak mengitari bumi, namun sebaliknya, semua orang termasuk institusi religius menganggapnya ‘gila’ dan bahkan membakarnya hidup-hidup. Pola pikir manusia sejak awal sejarah sudah dikungkung dan dibatasi oleh kekuatan-kekuatan tak terlihat yang membentuk pola pikir yang kita punya sekarang.

                Lalu siapa kekuatan-kekuatan tak terlihat itu? Dalam beberapa bab sebelumnya kita melihat adanya pola khas yang muncul tiap kali ada penemuan-penemuan yang menyangkut bentuk kehidupan lain yang bersifat ekstraterestrial. Ada ‘tangan-tangan’ konspirasi yang mencegah informasi seperti ini sampai kepada publik. Pemerintah AS yang mengontrol media massa, media entertainment, dan aktivitas disinformasi tentu punya andil besar dalam hal ini. Namun siapa penyusun strategi atau ‘think tank’  di balik semuanya itu?

                Sejak awal buku ini kita sudah melihat jejak-jejak tersembunyi, yaitu pertama, tentang adanya eksistensi atau keberadaan suatu ‘entitas’ lain yang secara aktif berperan dalam sejarah manusia sejak awal peradaban. Dan kedua, tentang adanya suatu transformasi dan perubahan besar yang akan kita alami (entah positif ataupun negatif) dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, yang sudah tertorehkan dalam pesan – pesan dengan berbagai bentuknya oleh para nenek moyang kita sejak lebih dari 3000 tahun lalu.

Bila kita telaah dari eskatologi berbagai budaya dan religi, sejak Tuhan menciptakan kehidupan dan manusia di bumi ini, kita mengenal kisah para Nefilim/Annunaki ‘yang jatuh ke bumi’ yang pada beragam kepercayaan identik dengan Iblis dan malaikat-malaikat kegelapan yang selalu mencoba merusak ciptaanNya dan menyesatkan manusia sejak generasi pertama. Para ‘fallen angels’ yang berkonspirasi dan bersekongkol dengan penguasa-penguasa di dunia untuk agenda politik dominasi kekuasaan di bumi.

                Pada bab akhir ini, kita akan menelaah beberapa opini para conspiracy theorist yang berkaitan dengan bab-bab sebelumnya. Tidak ada bukti otentik untuk validitas opini-opini ini. Tentu saja, karena bila memang ada bukti tentu suatu konspirasi bukanlah suatu konspirasi lagi.

 Persekongkolan Sejak Awal Masa

                Para conspiracy theorist macam Burak Eldem, Mark Hazelwood, dan banyak lainnya mengendus adanya konspirasi yang bersifat tingkat tinggi, berskala global (mencakup puluhan negara di dunia ini bahkan PBB), yang memiliki tujuan akhir untuk melancarkan apa yang disebut ‘fase akhir dari dominasi global’. Dan konspirasi ini telah berlangsung berabad-abad, dan menghasilkan begitu banyak peperangan seperti Perang Dunia I dan II, dan bila perlu akan meletuskan Perang Dunia ketiga bila dengan cara itu tujuannya dapat dicapai. Sejarah telah mencatat individu-individu macam Genghiz Khan, Napoleon, Hitler telah menjadi pemicu kekacauan dunia. Pertanyaannya, apakah mereka melakukan semuanya atas dasar inisiatif sendiri, ambisi pribadi, atau ada konspirasi dan persekongkolan yang lebih besar di balik sepak terjang mereka?

                AS dan negara-negara adidaya lain memang sudah memiliki pengalaman dan ‘jam terbang’ yang sangat tinggi dalam urusan konspirasi. Mulai dari kasus Roswell dan kontak ekstraterestrial lainnya, pembunuhan Keneddy, Watergate-nya Nixon, serta segunung kasus lain, dan ribuan lembar dokumen-dokumen yang terklasifikasi ‘Top Secret’, konfidensial, termasuk proyek-proyek ‘black-ops’  yang dilakukan CIA, FBI, dan NSA macam yang diduga berlangsung di Area 51 dan Dulce Base di New Mexico, serta sejumlah lokasi lainnya baik di dalam maupun di luar lingkup wilayah negara AS.

                Mungkinkah AS sejak kasus jatuhnya UFO di Roswell tahun 1947 atau bahkan sebelum itu telah mengadakan kontak dengan ekstraterestrial, mengembangkan teknologi dengan memanfaatkan teknologi mereka, dan mengadakan persekongkolan dengan mereka selama lebih dari 50 tahun? Bila memang ya, apakah ada kesepakatan antara mereka yang menyangkut tukar menukar (barter) teknologi dengan pemberian ijin, perlindungan, dan penjagaan rahasia atas eksploitasi sumber daya bumi oleh para ekstraterestrial, termasuk kasus-kasus pembantaian ternak (cattle mutilation), bahkan penculikan terhadap manusia (alien abduction) untuk eksperimen mereka merekayasa genetika dan mengembangkan jenis hibrid spesies ‘super’ baru untuk agenda politik dominasi global mereka?

                Burak Eldem sempat melontarkan teori konspirasinya mengenai suatu kelompok elit ‘Freemasons/Illuminati’ yang beranggotakan tokoh-tokoh utama dan ‘untouchables’ di dunia (menurutnya termasuk Rotschild, Rockefeller, tokoh-tokoh Zionis, Komunis, Nazi dan gerakan fasis lainnya, serta klan-klan dan kelompok rahasia macam Bavarian Cults, Scottish Rite, Knight of Malta, Bilderberg, dan Trilateral) dengan propaganda New World Order (pertama kali diumumkan Presiden Bush pada masa Perang Teluk pertama tahun 1991), yang menjadi pusat dari pusaran angin konspirasi ini di seluruh dunia. Tujuan akhirnya, dominasi global.

Pengkhianatan Terhadap Konstitusi dan Publik

                Apakah ada bukti dari tudingan para conspiracy theorist di atas? Tentu sulit untuk meminta suatu bukti otentik mengingat skala konspirasi yang demikian luas dan mencakup penguasaan atas hampir semua jaringan dan akses informasi yang resmi. Informasi ini kadang didapat dari jalur-jalur yang tak resmi, cenderung underground, dan diseminatif hanya di kalangan tertentu mengingat sensitifnya topik seperti ini dan terbukti banyak orang yang mencoba membuka fakta ini pun ‘dibungkam’ dengan satu dan lain cara.

                Berikut cuplikan dan ringkasan dari salah satu artikel yang pernah diterbitkan di buletin ‘Trends and Predictions Analyst’, Vol. 6 No. 2 (Juli 1990) yang ditulis oleh William Hamilton III, seorang periset dan Ufologist. Ia menulis :

                “… Persekongkolan dimulai segera setelah kasus jatuhnya UFO di Roswell, New Mexico. Kita ingin tahu – 1) Siapa mereka, 2) Kenapa mereka di sini, 3) Bagaimana teknologi mereka bekerja. Persekongkolan menjadi masalah ‘Keamanan Nasional’ (kata klise untuk kerahasiaan dan penipuan publik). Ini melibatkan organisasi-organisasi rahasia di pemerintahan seperti MJ-12, PI-40, MAJI, FEMA, Delta Force, the Jason Scholars, dan organisasi intelijen seperti Naval Intelligence, Air Force Office of Special Investigation, the Defense Investigative Service, CIA, NSA, dan lainnya! Juga melibatkan lembaga-lembaga penelitian seperti Rand Corp, Ford Foundation, Aspen Institute dan Brookingg Institute. Terlibat juga di dalamnya perusahaan-perusahaan hi-tech seperti Bechtel, GE, ITT, Amoco, Northrop, Lockheed serta masih banyak lagi. Di belakangnya, kelompok-kelompok rahasia seperti Illuminati, Masons, dll yang mungkin adalah dalang-dalang tersembunyi dari peristiwa-peristiwa dunia (seperti jatuhnya ekonomi, perang, pembunuhan, konspirasi untuk memanipulasi dan mengontrol publik, dan memiliki kapasitas serta menjalankan kekuasaannya untuk menentukan nasib peradaban manusia). Sementara jumlah pemain ‘sandiwara’ ini secara keseluruhan individu terlalu banyak untuk dituliskan.

                Keseluruhan jaringan konspirasi ini membentuk suatu pusaran yang saling terkait. Tujuan akhirnya adalah kediktatoran dengan satu pemerintahan dunia. Simposium Rand Corp ‘The Underground Nation’ yang diadakan dalam suatu konstruksi bangunan bawah tanah mengindikasikan rencana sejak tahun 50-an untuk membangun pangkalan-pangkalan bawah tanah, laboratorium, dan kompleks bangunan kota yang terhubung oleh suatu jaringan terowongan bawah tanah untuk melindunginya agar tak diketahui publik.

                Kelompok rahasia ini membuat kesepakatan dengan entitas ‘alien’ yang mana sejak lama mereka telah membuat kontak namun menyembunyikannya dari publik untuk menjalankan agenda dominasi politik mereka. Namun kemudian, yang terjadi ternyata sebaliknya, merekalah yang malah ‘didominasi’ oleh para alien ini. Kita hanya berasumsi bahwa bila orang-orang tertentu mencoba ‘menggadaikan’ atau ‘menjual’ sesama manusia pada ras alien ini dan membuat kesepakatan untuk berbagi kekuasaan, maka sesuai hukum alam, mereka juga otomatis akan menjadi obyek manipulasi dan kontrol dari para alien ‘rekan’ kerjasama mereka.

                Jadi di sini kita menyaksikan kegilaan dari usaha untuk mendominasi kekuasaan atas umat manusia dengan meminta bantuan dari kekuatan alien yang imperialistik. Para orang ‘elit’ ini mungkin berpikir para alien ini akan memuji dan mendukung mereka dalam usaha ‘menjual’ seisi planet ini, padahal komunitas kolektif alien (yang terdiri dari banyak ras seperti Grays, Reptilian, dan Draconian yang tergabung dalam suatu komunitas kolektif) ini hanya memandang para ‘elit’ dan ras manusia pada umumnya hanya sebagai ‘sampah’, dan alat untuk menjalankan agenda lain yang mereka sendiri miliki.”

                Hamilton melanjutkan,”… Kompleks bangunan bawah tanah ini tidak hanya ada di AS! Kompleks bangunan bawah tanah raksasa yang dijalankan AS juga ada di Pine Gap, dekat Alice Springs, Australia.”

                “… Tampaknya kelompok rahasia ini sudah mengetahui dan menyadari bencana global dan kemungkinan pergeseran kutub (polar shift) dalam waktu yang tidak lama lagi. Hasil survey angkasa dari satelit dan pesawat ulang alik menunjukan tingkat kerusakan atmosfir yang luar biasa parah dan makin meluas! Planet kita ini berguncang dalam porosnya dan kekuatan medan magnet terus menurun! Lubang ozone dan efek rumah kaca mengancam kehidupan dengan sangat cepat.”

                Para ‘elit’ ini melihat tiga alternatif pemecahan masalah ini – 1) penanganan langsung terhadap problem atmosfir dan ekologi, 2) membuat persembunyian di kompleks-kompleks bawah tanah, 3) rencana pelarian kelompok ini ke planet lain di tata surya (yang sarananya sudah dirancang secara rahasia). Namun ada yang memiliki ide ‘gila’ alternatif keempat yang sama sekali berbeda dengan ketiga alternatif pertama, yaitu membuat proyek untuk menguasai dan mengolonisasi bumi ke dalam suatu jaringan entitas ‘Realitas Omniversal’.

                William Hamilton lalu menjelaskan misteri mengenai bukti-bukti adanya spesies ‘hibrid’ yang dilaporkan banyak saksi mata dan korban penculikan UFO. Ia menemukan bukti adanya usaha-usaha rekayasa genetika untuk membentuk spesies ‘hibrid’ ini dari gabungan DNA manusia dan ras ekstraterestrial, dan semua ini dilakukan secara sangat rahasia di kompleks-kompleks laboratorium dan pangkalan militer bawah tanah, seperti di Dulce Base, New Mexico.

                Selain rekayasa genetika, Hamilton juga menemukan fakta penelitian dan pembuatan kendaraan-kendaraan dengan teknologi ekstraterestrial di pangkalan militer rahasia S-4 di Nevada Test Site. Kendaraan dan pesawat itu direplikasi di Kirtland AFB dan Sandia Laboratories (riset lanjutan dari Hamilton dan seorang wartawan Jepang Norio Hayakawa mengkonfirmasi bahwa McDonnell-Douglass, Lockheed, dan Northrop Corps juga terlibat dalam usaha ‘replikasi’ perangkat-perangkat alien ini untuk industri militer). Jadi teknologi mutakhir yang Anda saksikan dalam perang-perang modern saat ini bukan sepenuhnya teknologi ciptaan manusia.

                Hamilton menutup dengan “Paling tidak ada tiga jenis pesawat macam ini disimpan di hangar Norton AFB, California. Diduga sistem pembakarannya dikonstruksi oleh General Electric dan komposit materialnya dari Amoco. Pesawat-pesawat macam ini mampu membuat medan gravitasi artifisial yang dapat difokuskan dan diperkuat untuk keperluan jelajah kecepatan sangat tinggi. Organisme-organisme alien, rekayasa genetika, cloning, teknologi cryogenic, dan teknologi biologis lainnya dikembangkan dan diuji di laboratorium biogenetik di pangkalan militer bawah tanah Dulce, New Mexico. Makhluk dengan anatomi dan morfologi tidak wajar dibiakkan di laboratorium ini…”

 ‘The Truth is Not Just Out There, It’s Also Here and Now’

                Kita semua tentu tercengang dengan segala yang dikemukakan para conspiracy theorist tersebut. Mereka menekankan bahwa para ‘elit’ di belakang layar pemerintahan ini senantiasa membuat propaganda dan diseminasi informasi melalui media untuk menutupi semuanya, atau membuat semuanya jadi tidak masuk akal bagi publik, dengan misalnya memproduksi film-film Hollywood bertemakan hal-hal seperti itu sebagai suatu bentuk strategi mind control, hingga yang tadinya fakta dan realita pun menjadi jungkir balik menjadi fiksi ilmiah dan khayalan di mata publik.

Para conspiracy theorist ini juga sangat yakin bahwa bukan saja hal ini berlangsung sejak lama, namun terus berlangsung hingga saat ini dan telah mencapai tahapan akhir seperti yang mereka istilahkan ‘the last phase for global domination’.

Dalam pandangan mereka, ras alien ini bukan hanya terletak di ‘luar sana’ di galaksi yang jauh, tapi sebagian di antaranya sudah ada di sini sejak jaman purbakala, prasejarah, dan awal peradaban manusia serta mengadakan kontak dan berkonspirasi sekaligus memperdaya manusia dengan mimpi dominasi kekuasaan sejak awal peradaban.

Jadi terminologi ‘Alien Invasion’ di mata mereka bukan hanya terbatas pada invasi dari ruang angkasa seperti yang selalu dijejalkan pada kita oleh media hiburan melalui film-filmnya (yang praktis dikontrol oleh persekongkolan rahasia tersebut), tetapi sudah ada sejak dahulu di bumi ini. Menurut mereka, invasi ini pernah terjadi, sedang terjadi, dan sudah terjadi bahkan hampir mencapai titik kulminasi dari agenda akhirnya penguasaan total atas planet bumi (the truth is not just out there, it’s also here and now). Maka dari itu istilah ‘paranoid’ sering dilekatkan pada para conspiracy theorist ini.

                Terlepas dari masalah percaya atau tidak terhadap teori konspirasi tersebut bagi kita pribadi lepas pribadi sebagai pengamat wacana, namun bila memang fakta yang terjadi seperti itu, maka dunia akan terpolarisasi menjadi dua kutub pro dan kontra, dan mungkin hal inilah bibit-bibit awal dari apa yang sering disebut-sebut orang sebagai ‘peperangan terakhir’ atau ‘Armageddon’.

Menurut para conspiracy theorist, terlepas dari aspek spiritual dan religinya, Armageddon ini dalam dunia fisik bukanlah perang antar manusia melawan manusia, melainkan dengan kekuatan imperialis kolektif dari ras ekstraterestrial dan sebagian manusia yang mengkhianati konstitusi negaranya mengenai jaminan kebebasan, keamanan, dan kesejahteraan individu serta umat manusia pada umumnya.

Konektivitas Antar Bab

                Kita sekarang akan mengamati keterkaitan antar bab sejak bab pertama dipandang dari sudut teori konspirasi ini. Kedua bab awal memperkenalkan kita pada hipotesis-hipotesis tentang kejanggalan dalam sejarah peradaban manusia di mana terdeteksi adanya intervensi dan peran dari ‘entitas’ lain yang membawa warisan teknologi dan pengetahuan astronomi pada peradaban-peradaban awal manusia. Pada bab III dan IV ditunjukkan gejala siklus bencana global yang meluluh lantakkan hampir semua peradaban, serta hipotesis bahwa itu terjadi karena suatu benda langit lain yaitu Planet X/Nibiru yang dalam siklus orbitnya membawa bencana global bagi bumi.

                Pada bab V diulas mengenai kondisi bumi saat ini di bawah bayang-bayang ancaman pemanasan global dan menunjukkan gejala yang sama dengan pola-pola siklus bencana global sebelumnya. Dibahas pula mengenai gejala dan kemungkinan terjadinya skenario pergeseran kutub (polar shift) beserta faktor-faktor yang bisa menyebabkannya.

                Di dalam bab VI & VII ditunjukkan fakta-fakta penemuan dan bukti tentang adanya kontak dengan ekstraterestrial dalam semua aspeknya, termasuk aspek konspirasi pemerintah untuk menyelubungi fakta-fakta itu dan menyembunyikannya dari sorotan publik. Sedangkan pada bab VIII dan IX kita dibawa menjelajahi penelitian mengenai beragam artefak dan peninggalan kebudayaan kuno yang setelah digali dan diteliti lebih mendalam secara ilmiah mengandung suatu ‘pesan’ tersirat yang sama, terlepas dari asal dan lokasi dari mana kebudayaan itu berasal. Terdeteksi adanya gejala konvergensi dari semua kebudayaan dunia ke suatu titik dan peristiwa di masa depan.

                Jadi dari Bab I hingga Bab IX kita disuguhkan dasar-dasar hipotesis yang menguatkan pendapat para conspiracy theorist di bab ini dan membawa gaung dan pesan yang sama sejak ribuan tahun yang lalu mengenai kemungkinan adanya interaksi dan bahkan mungkin persekongkolan antara ras manusia dengan ‘entitas’ lain atau ras ekstraterestrial tersebut sejak awal peradaban manusia dan sepanjang sejarahnya hingga pada era modern ini.

 

PENUTUP

                 Semua bagian dari buku ini bukanlah opini dari penulis, melainkan rangkuman dan kompilasi dari karya-karya, penemuan, dan pendapat secara teoritis maupun investigatif oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Materi dan data yang disajikan, telah dikumpulkan oleh penulis sejak tahun 1997 hingga saat ini hingga dapat terkompilasi menjadi buku ini.

                Interpretasi dari informasi yang disajikan dalam buku ini tidaklah bersifat mutlak dan tentu penelitian oleh para ahli akan berlangsung terus dan bisa saja mengubah interpretasi dari apa yang mereka hipotesiskan ini.

                Penulis merangkum dan mengkompilasi semua informasi dan penemuan tersebut menjadi buku ini dengan tujuan sebagai wacana yang dapat memperluas dan memperkaya wawasan serta memberi nuansa dengan sudut pandang baru dan alternatif terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di bumi ini sejak awal peradaban manusia.

                Akhir kata, apapun implikasi yang tersirat dari informasi-informasi tersebut tidak merubah fakta bahwa semua informasi tersebut hanyalah merupakan sekumpulan hipotesis dan kemungkinan-kemungkinan yang masih memerlukan pengujian dan pembuktian lebih lanjut.

 

DAFTAR  PUSTAKA

 I. Buku – Buku :

1.     Sitchin, Zecharia. Earth Chronicles, Book 1 – 6, Avon Books, 1976.

2.     Darwin, Charles. - Origin of Species, 1859.

                         - Descent of Man, John Murray, London, 1871.

3.     Crick, Francis. Life Itself, 1981.

4.     Ridley, Matt. Genome, Harper Collins, New York, 2000.

5.     Kramer, Samuel N.  - The Sumerians. 1963.

- Mythologies of the Ancient Worlds. 1961.

                                                                - History Begins at Sumer. 1959.

                                                                - Enmekar and the Lord of Aratta. 1952.

                                                                - From the Tablets of Sumer. 1956.

                                                                - Sumerian Mythology. 1961.

     6. Langdon, Stephen.   - Sumerian and Babylonian Psalms. 1909.

                                                                - The Mythology of All Races. 1964.

                                                                - Enuma Elish: The Babylonian Epic of

                                                           Creation. 1923.

     7. Eldem, Burak. 2012: Marduk la Randevu, Inkilap Publishing, 2003.

     8. Velikovsky, Immanuel. - Worlds in Collision, Abacus. 1972/73.

                                                                   - Earth in Upheaval. 1955.

     9. Ginenthal, Charles. The Extinction of Mammoths. 1997.

     10. Jenkins, John Major. Mayan Cosmogenesis 2012, Bear & Co. 1998.

     11. Arguelles, Jose. The Mayan Factor, Bear & Co. 1987.

     12. Gilbert, Adrian dan Cotterell, Maurice. The Mayan Prophecies, Element.

 1995.

     13. Hancock, Graham. Fingerprints of the Gods, William Heineman, London.

 1995.

     14. McFadden, Stephen. Profiles in Wisdom, Bear & Co. 1991.

     15. Drosnin, Michael. - The Bible Code,Wiedenfield & Nicolson, London. 1997.

                                                       - Bible Code II : The Countdown, Phoenix. 2003.

     16. McKenna, Terence dan Dennis. The Invisible Landscape, Harper-Collins. 

          1993.

     17. Russell, Peter. - The Awakening Earth, Ark Paperbacks. 1982.

                                                   - The White Hole in Time, Aquarian Press. 1992.

     18. Thomas, Andy. Vital Signs, SB Publications. 1998.

     19. Collins, Andrew. - Gods of Eden, Headline Books. 1998.

                                                      - Gateway to Atlantis, Headline Books. 2000.

     20. Appleby, Nigel. The Hall of the Gods, William Heinemann. 1998.

     21. Hope, Murry. Ancient Egypt – The Sirius Connection, Element Books.

          1990.

     22. Gilbert, Adrian. Signs in the Sky, Bantam Press. 2000.

     23. La Violette, Paul A. Earth Under Fire – Humanity’s Survival of the

 Apocalypse, Starlane Publications. 1997.

II. Jurnal dan Buletin Ilmiah :

1.     Journal of Near Eastern Studies (Chicago)

2.     Journal of Cuneiform Studies (New Haven)

3.     Journal of Semitic Studies (Manchester)

4.     Jurnal-jurnal NASA dan Teleskop Hubble.

5.     Majalah New York Times, Washington Post, Science, Nature, Sky and Telescope, Statistical Science.

 III. Situs-situs Web :

1.     www.xfacts.com

2.     www.xnews.com

3.     www.survive2012.com

4.     www.cropcircleconnectors.com

5.     www.cropcircleresearch.com

6.     www.thewatcherfiles.com

dan sumber-sumber lain yang tak dapat termuat seluruhnya di sini.


LAMPIRAN 1

Tabel data kemunculan fenomena crop circle (1994 – 2004)

Lokasi : Eropa, AS, Canada

Sumber : The International Crop Circle Database

 

Tahun-Bulan-Tanggal

Negara

Wilayah

Lokasi

Jenis Ladang

Foto

Diagram

2004-11-23

Russia Federation

N/A

Cyxom Lore

Snow

 

 

2004-11-01

Italy

Piemonte

Carmagnola (TO)

Wheat

 


2004-10-17

Canada

Ontario

Waterloo

Cattle corn


 

2004-10-07

Canada

Saskatchewan

Moose Jaw

Wheat



2004-10-06

Canada

Saskatchewan

Assiniboia

Wheat



2004-10-01

Canada

British Columbia

Chilliwack

Cattle corn



2004-09-25

Italy

Lombardia

Briosco (MI)

Wheat



2004-09-22

Canada

Saskatchewan

Humboldt

Barley



2004-09-21

Italy

Emilia Romagna

Malandriano

Medical grass



2004-09-11

Canada

Quebec

Noyan

Corn



2004-09-10

Belgium

N/A

Meeuwen-Gruitrode, Limburg

Corn



2004-09-02

Canada

Saskatchewan

Wadena

Wheat / Pasture grass



2004-09-01

United States

Ohio

Miamisburg

Corn



2004-09

Canada

Ontario (2)

Breslau (2)

Cattle corn



2004-09

Canada

Ontario

Breslau

Cattle corn



2004-08-31

Italy

Lombardia

Terdobbiate (NO)

Rice



2004-08-28

Netherlands

Assen

Drenthe

Barley



2004-08-26

Canada

Alberta

Calgary

Pasture grass



2004-08-24

Denmark

Bornholm

near Rønne

 



2004-08-22

United Kingdom

Wiltshire

Roundway Hill, nr Devizes

Wheat



2004-08-22

United Kingdom

Oxfordshire

Garsington

Wheat



2004-08-20

Sweden

Dalarna

Backmoen

 



2004-08-18

United Kingdom

Wiltshire

Roundway Hill, nr Devizes

Wheat



2004-08-16

United Kingdom

Wiltshire

Roundway Hill, nr Devizes

Wheat



2004-08-14

United Kingdom

Oxfordshire

Garsington, nr Oxford

Wheat



2004-08-11

United Kingdom

Wiltshire

Shalbourne, nr Hungerford

Wheat



2004-08-10

United States

Ohio

West Union

Soybean



2004-08-10

Czech Republic

Kutná Hora

Kutná Hora

Wheat



2004-08-09

United Kingdom

Wiltshire

Blacklands Golf Course (2), nr Calne

Wheat



2004-08-08

United Kingdom

East Sussex

Woodingdean (2), nr Brighton

 



2004-08-07

United Kingdom

Wiltshire

Wilton Windmill

Wheat



2004-08-06

United Kingdom

Wiltshire

Hillwood, Aldbourne

Wheat



2004-08-06

Poland

N/A

Strzeln

Wheat



2004-08-04

United States

Maury County

Nr Spring Hill

Maize



2004-08-04

Czech Republic

Sumperk

Pisarov

Oats



2004-08-03

United Kingdom

Wiltshire

Silbury Hill

Wheat



2004-08-03

United Kingdom

Wiltshire

Blacklands Golf Course

Wheat



2004-08-03

United Kingdom

Wiltshire

Etchilhampton

Wheat



2004-08-03

United Kingdom

Hampshire

West Meon

Wheat



2004-08-03

United Kingdom

Wiltshire

Etchilhampton Hill

Wheat



2004-08-02

United Kingdom

Oxfordshire

nr Rollright Stones

Wheat



2004-08-01

Poland

 

Strzeln, Wylatowo

Wheat



2004-08

Canada

British Columbia

Matsqui

Corn



2004-07-31

Czech Republic

Hodonín

Zeletice

Cereal



2004-07-31

Czech Republic

Kutná Hora

Kutná Hora

Wheat



2004-07-30

United Kingdom

Wiltshire

West Kennett (2), Nr Silbury Hill

Wheat



2004-07-30

United Kingdom

Kent

Nashenden Farm, Wouldham

Wheat



2004-07-30

Czech Republic

Uherské Hradiste

Sumice II.

Wheat



2004-07-30

Czech Republic

Sumperk

Nový Malín II.

Oats



2004-07-29

United Kingdom

Wiltshire

West Overton, nr Avebury

Wheat



2004-07-29

United Kingdom

Norfolk

Brampton

Wheat



2004-07-29

United States

Washington County

Cottage Grove

Oats



2004-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Tan Hill, nr Stanton St Bernard

 



2004-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Savernake Forest, nr Marlborough

 



2004-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey White Horse (4), nr Pewsey

 



2004-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Patney, nr Chirton

Wheat



2004-07-28

Belgium

 

Nukerke, Oostvlaanderen

Barley



2004-07-28

Czech Republic

Sumperk

Nový Malín I.

Oats



2004-07-27

Canada

Ontario

Ashgrove

Wheat



2004-07-26

United Kingdom

Wiltshire

Golden Ball Hill, nr Alton Barnes

Wheat



2004-07-26

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Down, nr Avebury

Wheat



2004-07-26

Netherlands

Noord Brabant

Vlijmen

Wheat



2004-07-25

United Kingdom

Wiltshire

Etchilhampton Hill, nr Devizes

Wheat



2004-07-25

United Kingdom

Wiltshire

Scratchbury Hill

Wheat



2004-07-24

Switzerland

 

Wiesendangen

 



2004-07-23

Netherlands

Noord Brabant

Hoeven

Wheat



2004-07-23

Czech Republic

Kromerìz

Rataje-Popovice II.

Wheat



2004-07-23

Czech Republic

Kromerìtz

Rataje-Popovice I.

Barley



2004-07-22

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey, White Horse

Wheat



2004-07-21

United Kingdom

Wiltshire

Silbury Hill

Wheat



2004-07-21

United Kingdom

Wiltshire

Woodborough Hill, nr Alton Barnes

Wheat



2004-07-21

Canada

Ontario

Grand Bend

Wheat



2004-07-20

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey White Horse

Wheat



2004-07-19

United States

Chippewa County, Wisconsin

Tilden

Oats



2004-07-19

Czech Republic

Klatovy

Brod u Kolince

Rye



2004-07-18

United Kingdom

Surry

Margery, nr Reigate Hill

Wheat



2004-07-18

United Kingdom

Wiltshire

Unknown

Wheat



2004-07-18

Netherlands

Noord Brabant

Mill

Barley



2004-07-18

Czech Republic

Uherské Hradištì

Sumice I.

Wheat



2004-07-18

Czech Republic

Uherské Hradiste

Ostrozská Nová Ves - Kunovice

Wheat



2004-07-18

Czech Republic

Zlín

Zlín

Wheat



2004-07-17

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill, nr Avebury Trusloe

Wheat



2004-07-17

United Kingdom

Somerset

Chewton Mendip, nr Glastonbury

Wheat



2004-07-17

Switzerland

 

Worb

 



2004-07-16

Netherlands

Gelderland

Harnhem

Wheat



2004-07-15

United Kingdom

Wiltshire

North Down, nr Beckhampton

Barley



2004-07-15

United Kingdom

Wiltshire

South Field, nr Alton Priors

 



2004-07-14

United Kingdom

Kent

The Pilgrim's Way, Burham, nr Maidstone

 



2004-07-14

United Kingdom

Wiltshire

Wood Bridge, nr North Newton

 



2004-07-14

United States

Connecticut

New Milford

Maize



2004-07-14

Belgium

 

Ianden, Limburg

Wheat



2004-07-14

Czech Republic

Uherské Hradiste

Modrá - Velehrad

Wheat/Grass



2004-07-13

United Kingdom

Wiltshire.

West Kennett Longbarrow

 



2004-07-13

United Kingdom

Wiltshire

Savernake, nr Marlborough

Wheat



2004-07-13

Czech Republic

Frýdek - Místek

Brusperk

Rye



2004-07-12

Canada

British Columbia

Prince George

pasture grass



2004-07-11

United Kingdom

West Sussex

Steep Down, nr Sompting

Wheat



2004-07-11

Italy

Piemonte

Marene (CN)

Oats



2004-07-10

United Kingdom

Hertfordshire

Bury Farm, Nr Pegsdon

Wheat



2004-07-10

Poland

 

Wilatowie

 



2004-07-07

Poland

 

Bydgoszsz

Wheat



2004-07-07

Canada

Alberta

Taber

Barley



2004-07-07

Italy

Umbria

Fontevole (PG)

Wheat



2004-07-06

France

Essonne

Boussy-Saint-Antoine

 



2004-07-05

United Kingdom

Wiltshire

Market Lavington, nr Devizes

 



2004-07-05

Poland

 

Wylatowo

Wheat



2004-07-05

United States

Ohio

Eagle Twon

Oat



2004-07-05

Austria

 

Mitterdorf

Wheat



2004-07-05

United Kingdom

Warwickshire

Coombe Abbey Country Park

 



2004-07-05

United States

Ohio

Hillsboro

Maize



2004-07-04

Italy

Lombardia

Desio (Mi)

 



2004-07-04

Czech Republic

Sumperk

Sumperk

Wheat



2004-07-03

United States

Iowa

Eagle Grove

Oat



2004-07-03

Switzerland

Kanton Zurick

Thalheim

Wheat



2004-07-03

United Kingdom

Wiltshire

Rabley Wood, nr Marlborough

 



2004-07

United Kingdom

Bedfordshire

Shillington

 



2004-07

Canada

British Columbia

Grand Forks

Barley



2004-07

United Kingdom

Hampshire

Beacon Hill, nr Newbury

Wheat



2004-06-30

United Kingdom

East Sussex

Tegdown Hill, Hollingbury, nr Brighton

Barley



2004-06-30

United States

Utah

Spanish Fork

Barley



2004-06-30

United Kingdom

Wiltshire

Rabley Wood, nr Marlborough

 



2004-06-30

United Kingdom

Hertfordshire

Watton Road, nr Knebworth

Wheat


 

2004-06-30

Italy

Umbria

San Martino in Colle (PG)

Wheat



2004-06-29

United States

California

Solano County

Wheat



2004-06-29

Germany

Saarland

Bedersdorf

Wheat



2004-06-28

Denmark

Fyn

Glamsbjerg

Barley



2004-06-27

Italy

Friuli Venezia Giulia

Campolongo del Torre (UD)

 



2004-06-27

United Kingdom

Hampshire

Andover

 



2004-06-27

Netherlands

 

Valkenburg, Limburg

 



2004-06-27

Germany

Niedersachsen

Bramsche, near osnabrueck

Wheat



2004-06-27

Switzerland

Kanton Schaffhausen

Buettenhardt

Weizen



2004-06-26

United Kingdom

Wiltshire

Milk Hill, Nr Alton Barnes

Wheat



2004-06-26

Italy

Emilia Romagna

Panocchia

 



2004-06-26

Germany

Rheinland-Pfalz

Südwestpfalz

Wheat (?)



2004-06-24

Netherlands

 

Berg en Dal, Gelderland

 



2004-06-24

Italy

Emilia Romagna

Casalbaroncolo (Pr)

 



2004-06-24

Canada

New Brunswick

Erbs Cove

Grass



2004-06-24

Canada

Ontario

Essex County

Soybeans



2004-06-23

Poland

 

Domatkov

Rye



2004-06-22

Belgium

 

Heers, Limburg

 



2004-06-22

Italy

Lombardia

Cormano (MI)

 



2004-06-22

Poland

 

Stawinca

 



2004-06-22

Poland

 

Szczecinie

Wheat (?)



2004-06-21

United Kingdom

Wiltshire

North of Gopher Wood

Wheat



2004-06-21

Germany

Saarland

Wallerfangen

Wheat



2004-06-20

Italy

Piemonte

Cuneo

 



2004-06-20

United Kingdom

Wiltshire

East Field, nr Alton Barnes

Wheat



2004-06-20

Germany

Nordrhein-Westfalen

Pulheim (near Cologne)

Wheat



2004-06-19

Italy

Lombardia

Baranzate (MI)

 



2004-06-18

Russia Federation

Southern Russia

Znamensky

Grass



2004-06-18

Netherlands

Gelderland

Wijchen

Wheat



2004-06-18

Italy

Piemonte

Pontecurone

Wheat



2004-06-16

United Kingdom

Wiltshire

Honey Street

Wheat



2004-06-15

United Kingdom

Sussex

Woodingdean

 



2004-06-15

United Kingdom

East Sussex

Ringmer

Wheat



2004-06-15

Denmark

Jylland

Viborg

rye



2004-06-14

Spain

 

Castellfollit del Boix

 



2004-06-13

Netherlands

 

Wijchen, Gelderland

Wheat



2004-06-13

Poland

 

Zamek Bierzglowicki

Rye



2004-06-12

Italy

Emilia Romagna

Bacciolino di Mercato Saraceno

 



2004-06-12

Netherlands

 

Wageningen, Gelderland

 



2004-06-10

Italy

Emilia Romagna

Borello, Cesena

 



2004-06-10

United Kingdom

Hertfordshire

Telegraph Hill, nr The Icknield Way

 



2004-06-10

United Kingdom

Hampshire

Fort Nelson, nr Portchester

 



2004-06-07

Italy

Friuli Venezia Giulia

Pordenone

 



2004-06-06

Germany

Nordrhein-Westfalen

Koln-Esch (near Cologne)

Wheat



2004-06-05

Germany

Mecklenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Barley



2004-06-05

Italy

Piemonte

Acqui Terme (AL)

 



2004-06-05

Italy

Lazio

Sabaudia, Latina

 



2004-06-04

United Kingdom

Wiltshire

Rushall

Barley



2004-06-03

Italy

Toscana

Orciano (Pisa)

 



2004-06-02

Italy

Lombardia

Rho (Mi)

 



2004-06

Italy

Emilia Romagna

Lizzano, Cesena

 



2004-05-31

Germany

Rheinland-Pfalz

Rhine-Isle Petersause, near Mainz

Barley



2004-05-30

United Kingdom

Wiltshire

Nr Overton Hill, West Kennett

Barley



2004-05-28

United Kingdom

East Sussex

Loose Bottom, nr Falmer

Barley



2004-05-26

Poland

 

Zlotowo

Barley (?)



2004-05-26

Canada

Northwest Territories

Nahanni Butte

Trees



2004-05-26

Canada

Northwest Territories (2)

Nahanni Butte (2)

trees



2004-05-25

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey, White Horse Hill

Wheat



2004-05-24

United States

Arkansas

Cay County

Wheat



2004-05-22

Belgium

 

Zellik, Asse

 



2004-05-17

United Kingdom

Hampshire

Telegraph Hill, nr. Cheesefoot Head

Oil seed rape



2004-05-16

Poland

 

Wylatowo

Wheat



2004-05-15

Poland

 

Zabno

Wheat or Barley



2004-05-09

United Kingdom

East Sussex

Tegdown Hill, Patcham, nr Brighton

Oil seed rape



2004-05-07

Netherlands

Noord Brabant

Hoeven

Grass



2004-05-07

Germany

Mecllenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Oilseed Rape



2004-05-07

Germany

Mecklenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Oilseed Rape /Canola



2004-05-07

Germany

Mecklenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Oilseed Rape / Canola



2004-05-04

Germany

Baden-Württemberg

near Sinsheim

Oil seed rape



2004-05-03

United Kingdom

Hampshire

Icknield Way, nr Pegsdon

Oil seed rape



2004-05-02

Germany

Mecklenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Oil seed rape



2004-05-02

Germany

Mecklenburg-Vorpommern

Isle of Rügen

Oil seed rape



2004-05-01

United Kingdom

Wiltshire

Bishops Cannings Down

Oil seed rape



2004-04-28

Germany

Rheinland-Pfalz

Südwestpfalz

Oil seed rape



2004-04-24

Norway

 

Hardangervidda

Snow



2004-03-28

Australia

Sunshine Coast

Conondale

Grass



2004-00-06

Poland

 

Strzeln

Wheat



2003-11-30

Canada

Ontario

Grand Bend

Wheat



2003-08-08

United Kingdom

Wiltshire

South Field, Alton Priors

 



2003-08-06

United Kingdom

Wiltshire

Morgan's Hill

 



2003-08-04

United Kingdom

Wiltshire

Milk Hill

 



2003-08-03

United Kingdom

Wiltshire

Morgan's Hill

 



2003-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Burderop Down, nr Barbury Castle

 



2003-07-27

United Kingdom

Wiltshire

Hackpen Hill

 



2003-07-27

United Kingdom

Wiltshire

Woodborough Hill

 



2003-07-20

United Kingdom

Wiltshire

Hackpen Hill

 



2003-07-20

United Kingdom

Wiltshire

West Stowell

 



2003-07-19

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



2003-07-14

United Kingdom

Wiltshire

Woodborough Hill

 



2003-07-13

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Trusloe

 



2003-07-12

Italy

Lombardia

Turbigo (MI)

wheat



2003-07-06

United Kingdom

Wiltshire

Green Street, Avebury

 



2003-06-30

Italy

Umbria

San Mariano, Perugia

 



2003-06-27

Italy

Toscana

Fornacette, Pisa

Wheat



2003-06-24

United Kingdom

Wiltshire

Stanton St. Bernard

 



2003-06-21

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



2003-06-20

Italy

Marche

Montegranaro (AP)

 



2003-06-16

Italy

Piemonte

Perosa Canavese (TO)

Wheat



2003-06-16

Italy

Umbria

Cortona, Arezzo

Wheat



2003-06-16

Italy

Lazio

Tre Fontane (Roma)

 



2003-06-15

Italy

Marche

Montegranaro (AP)

 



2003-06-15

Italy

Lazio

Sabaudia, Latina

Wheat



2003-06-15

United Kingdom

Wiltshire

All Cannings

 



2003-06-14

Italy

Veneto

Le Glorie di Correggioli

 



2003-06-13

Italy

Marche

Montegranaro (AP)

 



2003-06-09

Italy

Marche

Potenza Picena (AP)

 



2003-06-09

Italy

Lazio

Capena (Roma)

 



2003-06-08

Italy

Marche

Montegranaro (AP)

Wheat



2003-05-27

Italy

Sardegna

Settimo San Pietro (CA)

 



2003-05-20

Italy

Friuli Venezia Giulia

Ranzano (PN)

Barley



2003-05-19

Italy

Emilia Romagna

Loiano (BO)

Grass



2003-04-22

Italy

Sardegna

Villaspeciosa (CA)

 



2002-08-27

United Kingdom

Berkshire

Crooked Soley

 



2002-08-18

United Kingdom

Wiltshire

The Sanctuary

 



2002-08-15

United Kingdom

Hampshire

Sparsholt

 



2002-08-15

United Kingdom

Hampshire

Winchester

 



2002-08-14

United Kingdom

Wiltshire

East Field, Alton Priors

 



2002-08-11

United Kingdom

Wiltshire

Etchilhampton

 



2002-08-02

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



2002-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Henge

 



2002-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Knoll Down

 



2002-07-24

United Kingdom

Wiltshire

Barburry Castle

 



2002-07-22

United Kingdom

Hampshire

Rogate, nr Petersfield

 



2002-07-22

United Kingdom

Wiltshire

South Field, Alton Barnes

 



2002-07-21

United Kingdom

Wiltshire

Beacon Hill

 



2002-07-18

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



2002-07-17

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey White Horse

 



2002-07-15

United Kingdom

Wiltshire

East Field, Alton Priors

 



2002-07-04

United Kingdom

Wiltshire

Stonehenge

 



2002-06-23

United Kingdom

Wiltshire

West Overton

 



2002-06-02

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Trusloe

 



2001-08-19

United Kingdom

Hampshire

Chibolton

 



2001-08-14

United Kingdom

Hampshire

Chibolton

 



2001-08-14

United Kingdom

Wiltshire

Milk Hill, Alton Barnes

 



2001-08-10

United Kingdom

Wiltshire

Woodborough Hill

 



2001-08-04

United Kingdom

Wiltshire

Honey Street

 



2001-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Old Shaw Village

 



2001-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Stanton St. Bernard

 



2001-07-28

United Kingdom

Hampshire

West Tisted

 



2001-07-25

United Kingdom

Cambridgeshire

Great Shelford

 



2001-07-15

United Kingdom

Hampshire

Chilcomb Down

 



2001-07-15

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



2001-07-11

United Kingdom

Cambridgeshire

Great Shelford

 



2001-06-24

United Kingdom

Wiltshire

Liddington Castle

 



2001-06-17

United Kingdom

Wiltshire

Badbury

 



2001-06-09

United Kingdom

Wiltshire

Berwick Bassett

 



2001-05-01

Italy

Sardegna

Villaspeciosa (CA)

 



2000-08-13

United Kingdom

Wiltshire

Woodborough Hill

 



2000-08-07

United Kingdom

Wiltshire

Pewsey White Horse

 



2000-08-07

United Kingdom

Wiltshire

Stanton St. Bernard

 



2000-08-06

United Kingdom

Wiltshire

Horton

 



2000-07-27

United Kingdom

Wiltshire

Bishop Cannings

 



2000-07-25

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



2000-07-24

United Kingdom

Wiltshire

Silburry Hill

 



2000-07-24

United Kingdom

Oxfordshire

Uffington White Horse

 



2000-07-22

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Trusloe

 



2000-07-19

United Kingdom

Hantshire

Everleigh Ashes

 



2000-07-15

United Kingdom

Hantshire

Bishop's Sutton

 



2000-07-02

United Kingdom

Wiltshire

East Kennett

 



2000-07-02

United Kingdom

Hantshire

Upham

 



2000-07

United Kingdom

Wiltshire

Milk Hill, Alton Barnes

 



2000-06-27

United Kingdom

Wiltshire

Bishops Cannings

 



2000-06-19

United Kingdom

Wiltshire

Southfield, Alton Priors

 



2000-06-18

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



2000-06-11

United Kingdom

Wiltshire

Silburry Hill

 



2000-05-07

Italy

Sardegna

Villaspeciosa (CA)

 



1999-08-04

United Kingdom

Wiltshire

West Kennett Longbarrow

 



1999-07-28

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



1999-07-23

United Kingdom

Wiltshire

Barbury Castle

 



1999-07-21

United Kingdom

Wiltshire

Liddington Castle

 



1999-07-19

United Kingdom

Wiltshire

Devils Den, Clatford

 



1999-07-18

United Kingdom

Wiltshire

Cherhill

 



1999-07-16

United Kingdom

Wiltshire

Honey Street

 



1999-07-16

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



1999-07-04

United Kingdom

Wiltshire

Hackpen Hill

 



1999-06-24

United Kingdom

Wiltshire

West Overton

 



1999-05-31

United Kingdom

Wiltshire

Barbury Castle

 



1999-05-30

United Kingdom

Hantshire

Penton Grafton

 



1999-05-02

United Kingdom

Hantshire

Middle Wallop

 



1998-08-09

United Kingdom

Wiltshire

Tawsmead Copse

 



1998-08-08

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



1998-07-11

United Kingdom

Hantshire

Fareham

 



1998-07-05

United Kingdom

Hantshire

Danebury Hillfort

 



1998-07-04

United Kingdom

Buckinghamshire

Dadford

 



1998-06-20

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



1998-06-19

United Kingdom

Hantshire

Clanfield

 



1998-05-03

United Kingdom

Wiltshire

East Kennett

 



1997-08-08

United Kingdom

Wiltshire

Milk Hill, Alton Barnes

 



1997-07-30

United Kingdom

Wiltshire

Etchilhampton

 



1997-07-23

United Kingdom

Wiltshire

Silbury Hill

 



1997-07-11

United Kingdom

Wiltshire

Alton Priors

 



1997-05-04

United Kingdom

Wiltshire

Barbury Castle

 



1997-04-20

United Kingdom

Wiltshire

Barbury Castle

 



1996-08-02

United Kingdom

Bedfordshire

Barton Le Clay

 



1996-07-29

United Kingdom

Wiltshire

Windmill Hill

 



1996-07-27

United Kingdom

Wiltshire

Liddington Castle

 



1996-07-07

United Kingdom

Wiltshire

Stonehenge

 



1996-07-06

United Kingdom

Hantshire

East Oakley

 



1996-07

United Kingdom

Wiltshire

Ashbury Oxon

 



1996-06-17

United Kingdom

Wiltshire

Alton Barnes

 



1996-06-11

United Kingdom

Cambridgeshire

Girton

 



1995-07-04

United Kingdom

Hantshire

Punchbowl

 



1995-07

United Kingdom

Hantshire

East Meon

 



1995-07

United Kingdom

Hantshire

Exton

 



1995-07

United Kingdom

Wiltshire

Winterbourne Basset

 



1995-06-26

United Kingdom

Hantshire

Longwood

 



1995-06-20

United Kingdom

Hantshire

Gander Down

 



1995-06-19

United Kingdom

Hantshire

Bishop Sutton

 



1995-06-17

United Kingdom

Hantshire

Cowdown

 



1995-06-13

United Kingdom

Hantshire

Telegraph Hill

 



1995-06

United Kingdom

Hantshire

Brockhurst Park

 



1995-05-28

United Kingdom

Wiltshire

Beckhampton

 



1994-08-10

United Kingdom

Wiltshire

Avebury Henge

 



1994-07-23

United Kingdom

Wiltshire

West Stowell

 



1994-07-23

United Kingdom

West Sussex

East Dean

 



1994-07-15

United Kingdom

Wiltshire

Bishops Cannings

 



1994-07

United Kingdom

Wiltshire

Berwick Bassett

 



 

_____________________________________________________________________________________________________________ 

 

                                                 

AGENDA

NEW  WORLD ORDER

JOSHUA  R.  W.

AGENDA NEW WORLD ORDER

Hak Cipta © 2005 – 2012, pada Penerbit Aethera Indomedia

 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

 Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam, atau dengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.

 

Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan

 

 

AGENDA NEW WORLD ORDER

Joshua R. W. ; Ed. I – Jakarta

                 Penerbit Aethera Indomedia

                VIII +       halaman ; 14 X 21 cm.

                 ISBN : 979-25-1301-9

 

2.     Arkeoastronomi

     I.  Joshua R. W.

 

 

 

Kata Pengantar

Fenomena penampakan UFO dan alien terus bermunculan dengan frekuensi yang makin meningkat. Gejala apakah ini? Adakah agenda dan rencana yang dibawa oleh makhluk-makhluk ekstraterestrial itu? Buku ini mencoba menjawab setumpuk pertanyaan yang ada di benak banyak orang yang memperhatikan fenomena aneh ini.

Buku ini disusun dari karya-karya periset, wawancara dan korespondensi yang dilakukan dengan para saksi mata dan individu-individu yang terlibat langsung dalam benang kusut konspirasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang dikategorikan rahasia oleh pemerintah Amerika Serikat.

Bukti-bukti makin menggunung, dan sudah waktunya kita menghadapi fakta sebenarnya dari fenomena ini beserta konspirasi kosmik yang ada di baliknya. Sudah waktunya publik untuk tahu, sebelum terlambat.

 

DAFTAR  ISI

 Kata Pengantar

 File No. 01                  Konflik Kosmik Dalam Sejarah

File No. 02                  Tipu Daya Kosmik Skala Besar

File No. 03                  Agenda Orde Dunia Baru

File No. 04                  Perjanjian Dengan Maut

File No. 05                  Skenario Kuda Troya

File No. 06                  Kerajaan Bawah Tanah

File No. 07                  Publik Perlu Tahu

File No. 08                  Kolektivitas Draconian & FEMA

File No. 09                   UFO Di Indonesia

File No. 10                   Orgone Sebagai Penangkal

Lampiran

Daftar Pustaka

 

FILE NO. 01

Konflik Kosmik Dalam Sejarah

                 Skenario historis berikut ini bersifat revolusioner dan bertentangan dengan pandangan sejarah yang ‘tradisional’. Pembaca diminta untuk dengan hati-hati menelaah informasi di dalamnya dan menentukan sendiri seberapa jauh keakuratan dan kebenaran fakta historis ini.

                Banyak ilmuwan menulis tentang kemungkinan bahwa kehidupan di planet ini berasal dari para ‘astronot purbakala’ yang datang dari galaksi lain dan mengkolonisasi planet bumi puluhan ribu tahun lalu. Tetapi, ada sudut pandang lain yang perlu diperhatikan. Dari berbagai teori yang begitu banyak disajikan, tetap tidak ada bukti solid mengenai proses evolusi manusia dari spesies primata. Semua bukti antropologis dan penemuan fosil ‘manusia kera’ sangat patut diragukan keabsahannya.

                Indikasi yang sebenarnya terlihat justru adalah bahwa spesies manusia bukannya ber’evolusi’ dari bentuk kehidupan sederhana, melainkan mengalami ‘devolusi’, atau kemunduran evolusi dari bentuk lebih sempurna di masa lalu. Banyak bukti menunjukkan peradaban-peradaban manusia purbakala memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan yang paling tidak sejajar atau bahkan lebih tinggi dari peradaban manusia modern saat ini.

                Sebagai contoh, peradaban antediluvian yang bernama ‘Atlantis’ dikabarkan memiliki teknologi tinggi dan mampu memanipulasi medan elektromagnetik bumi melalui teknologi kristal. Dan akibatnya mereka membawa musibah bagi diri mereka sendiri. Akibat dari penggunaan teknologi ini mereka membuat anomali elektromagnetik di berbagai area, seperti ‘segitiga Bermuda’ yang masih berbahaya hingga ribuan tahun kemudian.

                Suatu artikel yang dimuat di Halley’s Handbook menunjukkan beberapa penemuan menarik dalam ekspedisi arkeologi beberapa kota purba di Timur Tengah :

“… Suatu lapisan lumpur, sebagai akibat musibah Air Bah dahulu kala, ditemukan di tiga tempat terpisah : Ur, Fara, dan Kish. Di Ur, ekspedisi gabungan University Museum of Pennsylvania dan British Museum di bawah pimpinan Dr. C.L. Woolley pada 1929 menemukan lapisan lumpur sedalam 8 kaki dan reruntuhan dari suatu peradaban kuno di bawahnya. Dr. Woolley berkata bahwa sedimen lumpur sedalam 8 kaki tidak mungkin disebabkan proses alami yang biasa, tapi oleh perendaman secara tiba-tiba oleh Air Bah. Relik dan artefak peradaban yang ditemukan di bawahnya sangat jauh berbeda dengan yang ditemukan di lapisan atasnya, mengindikasikan putusnya secara total dan tiba-tiba mata rantai peradaban dan kontinuitas sejarah pada masa itu…” 

                “ Di Kish, ekspedisi gabungan The Field Museum dan Oxford University pada 1828-29 di bawah pimpinan Dr. Stephen Langdon menemukan fenomena yang sama. Selain menemukan relik kereta dengan empat roda, dengan roda dibuat dari kayu dan paku tembaga. Padahal pada masa itu, manusia secara arkeologis tradisional diasumsikan belum dapat mengolah barang logam…”

                “ Di Fara (Shuruppak/Sukkurra), Dr. Eric Schmidt dari University Museum of Pennsylvania pada 1931 menemukan tiga lapisan sedimen mengandung sisa-sisa tiga kota kuno. Paling atas diduga peninggalan dinasti ke-3 Ur, di lapisan tengah, kota peradaban Sumeria. Dan paling bawah, kota pada masa sebelum Air Bah. Artefak yang ditemukan di kota paling bawah itu memberikan bukti-bukti bahwa nenek moyang manusia pada masa itu memiliki peradaban dan intelijensi yang JAUH lebih tinggi dari peradaban masa kini.”

                Yves Naud dalam bukunya “UFO’S And Extraterrestrials In History” pada 1978 memuat tulisan : “Pada 1900 para penyelam pencari mutiara dekat Antikythera (Yunani) menemukan sisa benda logam di dasar laut. Pada tahun 1959, Solla Price melakukan penelitian obyek itu yang kemudian ia publikasikan dalam jurnal Natural History pada Maret 1962 :

‘Tampaknya obyek ini adalah sejenis komputer yang dapat menentukan dan menunjukkan masa pergerakan matahari, bulan, dan planet-planet. Penemuan ini cukup menakutkan, mengingat bahwa sebelum peradaban musnah, bangsa Yunani Kuno sudah demikian dekat teknologi dan peradabannya dengan masa modern kita. Bukan hanya dalam pemikiran dan filosofi, namun juga dalam teknologi ilmiahnya…”

                Banyak indikasi menunjukkan keterkaitan erat antara peradaban-peradaban kuno dengan lorong-lorong bawah tanah (subterranean). Penemuan suatu lorong atau terowongan buatan purba menuju perut bumi di Azerbaijan, wilayah barat daya Rusia cukup menarik. Dinding lorong itu berbentuk silinder dan permukaan dindingnya mulus seolah telah mengalami proses pemanasan sedemikian rupa hingga mengeras dan membentuk substansi licin seperti kaca. Dinding lorong itu tampak memancarkan cahaya fluorescent kehijauan. Bila ditelusuri, lorong itu ternyata menuju suatu sistim terowongan bawah tanah raksasa yang menuju pegunungan Kaukus. Fakta tentang penemuan lain dalam terowongan itu disembunyikan dan dirahasiakan.

                Penelitian menunjukkan, sistem konstruksi lorong dan terowongan bawah tanah ini selain ditemukan oleh manusia, juga dimanfaatkan oleh suatu kelompok makhluk predator ‘alien-sauroid’ untuk menjalankan misinya yang akan dibahas pada bagian berikut buku ini. Baik kelompok manusia maupun kelompok alien ini mempelajari dan memanfaatkan penemuan artefak-artefak yang terkubur dalam perut bumi. Kegiatan ini kemudian berlanjut ke dalam fase konflik antara manusia dan ras alien ini selama ribuan tahun hingga kini. Konflik kosmik yang sebenarnya, bukan terjadi di angkasa raya, melainkan di dalam perut bumi.

                Setelah bencana Air Bah, baik manusia maupun ras alien ini mempopulasi bumi dan menjaga ‘daerah kekuasaan’nya masing-masing. Manusia mendominasi permukaan bumi, sedangkan ras alien mendominasi wilayah subterranean bawah tanah. Konflik terus berlangsung, bahkan hingga saat ini, namun faktanya selalu ditutup-tutupi dan dirahasiakan oleh pihak-pihak tertentu dan penguasa. Fakta yang paling mudah diidentifikasi adalah penculikan orang-orang yang hidup di permukaan oleh para alien ini. Perlu diperhatikan bahwa ras alien ini memiliki teknologi sangat tinggi dan sangat fasih dalam teknik kontrol pikiran (mind control) untuk mempengaruhi manusia dengan satu dan lain cara demi kepentingan agenda imperialis mereka. Mereka menganggap bahwa planet bumi adalah ‘milik’ mereka, dan mereka adalah penguasa atas planet bumi ini.

                Sekelompok manusia bahkan membuat semacam ‘perjanjian’ dengan ras alien ini. Pernyataan berikut dikutip dari surat seorang berinisial ‘Thomas C.’ pada periset Jason Bishop. Thomas adalah mantan petugas keamanan pangkalan militer Dulce, New Mexico yang menyadari apa yang sebenarnya terjadi di bawah tanah pangkalan rahasia AS itu. Ia menyaksikan penculikan, penyanderaan, dan pemanfaatan manusia untuk eksperimen-eksperimen yang dilakukan ras alien di pangkalan militer ini. Ia menyebutkan di pangkalan itu ada beberapa jenis ras alien, yaitu saurian grays yang sering disebut ‘manusia kadal’; jenis Draconian atau Mothmen yang berujud humanoid bersayap. Dalam suratnya bulan September 1990, Thomas C. menulis :

                “Para alien… ingin menyerap kekuatan magnetik di bumi ini! Kita selama ini mengabaikan kekuatan magnetik yang dapat menjadi penyelamat kala terjadi krisis bahan bakar. Namun para alien menyadari kekuatan magnetik ini sama berharganya dengan energi lain di bumi ini. Mereka berniat ‘memanen’ dan ‘menjarah’ energi magnetik ini dan sudah melakukannya selama berabad-abad. Namun akhir-akhir ini, manusia mulai mengenal manfaat medan magnet alami ini dan mulai memberdayakannya. Para alien tahu juga akan hal itu. TIDAK LAMA LAGI BISA AKAN TERJADI PERANG UNTUK MEMPEREBUTKAN KOMODITI INI…

                Perjanjian yang dibuat pemerintah AS dengan para alien ini sangatlah vital. Kita menukar dan mem’barter’ penggunaan energi magnetik ini dengan manusia dan hewan untuk obyek eksperimen para alien tersebut. Konspirasi disusun sedemikian rupa hingga masyarakat umum tidak pernah tahu akan hal ini. Semakin banyak energi magnetik yang kita gunakan, semakin banyak manusia dan hewan yang dikorbankan

                Kami lalu membuat perjanjian lain dan meminta pengetahuan teknologi tinggi dari mereka. Kami memperolehnya, namun kemudian mengetahui para alien ini tak dapat dipercaya. Mereka jauh lebih cerdik dari manusia. Kita dalam kesulitan besar. Mereka pemilik asli bumi ini. Sekarang waktunya bagi kita untuk berdoa. Gelombang pertama pasukan sudah disiapkan. – T.C.”

                Telah disinggung adanya beberapa wilayah di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat, dimana konflik fisik nyata antara manusia dan ras alien ini benar-benar terjadi. Kota kuno ‘Agharta’ di bawah tanah Asia Tengah pernah menjadi medan konflik ini. Tercatat juga dokumen mengenai ‘Perang Dulce’ di pangkalan bawah tanah Dulce, new Mexico. Area konflik lain adalah wilayah selatan Nevada (pangkalan S-4) dan California.

                Beberapa waktu lalu, periset bernama inisial K.S. dihubungi oleh keluarga dari seorang agen intelijen AS yang hilang dalam tugas. Mereka takut dan gelisah setelah menemukan dalam lemari pribadinya, setumpuk dokumen yang berisi detail aktivitas yang terjadi di pangkalan bawah tanah  Dulce, New Mexico dan Nevada (S-4). Di antara tumpukan kertas ini, terdapat beberapa dokumen yang dicap ‘Top Secret’. Salinan dokumen ini yang kemudian diserahkan pada para periset memuat catatan sebagai berikut :

                “Dear John…

                “Saya menulis ini padamu jika suatu saat saya tak dapat kembali lagi. Ada dua wilayah segitiga yang mengelilingi Nevada Test Site. Yang satu berseberangan dengan yang lain. Pertama adalah SEGITIGA ELEKTROMAGNETIK, yang dibangun oleh MJ-12. Ini adalah perisai pelindung dari para EBE (extraterrestrial biological entities atau grays). Sementara mereka membantu kita mempersiapkan pertahanan/serangan balik. Segitiga lain adalah ‘perangkap’ untuk EBE… Pada tiap sudut segitiga elektromagnetik terdapat stasiun BLM yang mentransmisikan medan perisai elektromagnetik ini.

                Berdampingan dengan stasiun-stasiun itu ada pemancar EBE… Pemancar ini tersebar di seluruh dunia. Perlu diingat bahwa jangan mencoba merusak konstruksi mereka, karena mereka dapat membangun kembali dengan jumlah berganda di tempat lain, dan tim support kita akan dihancurkan. Kita bagaikan orang-orang Cina, kita tidak dapat mengungguli mereka dalam teknologi, tapi kita dapat mengungguli mereka dalam jumlah. Terutama karena mereka tidak dapat berkembang biak di sini dan terlalu jauh bagi mereka untuk kembali ke tempat asalnya tanpa bantuan kita. Segitiga elektromagnetik kita berfungsi untuk menahan penyebaran mereka.

                Mereka tidak dapat keluar dari sistem tata surya kita karena medan magnet bumi mengganggu dan membuat sistem pendorong pesawat mereka tidak berfungsi. Ini sebabnya para EBE tidak dapat mengerahkan armada pesawatnya ke tata surya kita. Pusat dari semua ini ada di Deep Springs, California. Di lokasi ini dapat ditemukan ‘sekolah’ untuk kaum komunis homoseksual yang telah membelot pada para EBE sebagai syarat pertukaran dengan obat penyembuh AIDS dan janji mereka akan memiliki negara sendiri, termasuk teknologi reproduksi untuk mereka melalui teknik cloning.

                    Para kolaborator menggunakan nama organisasi seperti Natural Resources Defense Council, beralamat di 1350 New York Avenue, N.W., suite 300, Washington, D.C.  20005 (tel.(202) 783-7800).  Pemimpinnya bernama Tom Cochran, dengan staf Kevin Priestly UNR, John Brune UNR, Holly Eisler UnSan Diego, Gary Reisling Univ. Ca. Pasadena, Holly Nelson NY, Mary Manning LV Sun, Ed Vogel LVR; dan banyak yang lainnya.

                Kau juga dapat menemukan tiap sudut segitiga ini terletak di kaki gunung. Pada tiap lokasi kau akan menemukan pintu masuk ke sistem bawah tanah. Jangan coba untuk masuk, kecuali jika kau ingin berubah menjadi protein cair. Kau dapat mengganggu pintu masuk para EBE ini dengan menempatkan magnet besar pada pintu besi… (menempatkan magnet pada dua lokasi lainnya tidak akan membawa pengaruh apa-apa). Ini akan mengganggu komunikasi mereka dengan pusatnya di Deep Springs.

       Para EBE (alien) juga alergi terhadap gula konsentrasi tinggi. Kau akan menemukan di dua lokasi itu aku menebarkan gula pekat di sekitar pintu keluar mereka. Selalu gunakan magnet bila mendatangi wilayah ini. Itu akan mengganggu indra keseimbangan arah para EBE tersebut, sama efeknya seperti bila kita kehilangan keseimbangan karena pukulan di gendang telinga.

                Harap tunggu hingga aku kembali, jika kau memilii pesawat, aku ingin mengambil foto udara. Emblem persekutuan kita, simbol dari perisai elektromagnetik, dan tanda/grafiti kita disertakan dalam surat ini. Jangan tunjukkan pada umum. KAU TAK MENGENAL AKU, AKU TAK MENGENALMU. INI BUKAN UNTUK KONSUMSI PUBLIK. PARA FANATIK MUNGKIN DAPAT MENGGANGGU STABILITAS SEBELUM HARI V-EBE.”

                    Dari dokumen lain juga tercatat bahwa konflik yang terjadi adalah antara manusia, ras alien yang disebut “Blondes”, “Aryan”, atau “Nordic” dari galaksi Pleiades melawan kelompok ras alien Zeta-Orion-Draconis (grays, saurian reptiloids, dan draconian). Koordinat segitiga elektromagnetik yang disebut-sebut dalam surat juga tertera : N 37 22 30 - E 117 58 0;  N 38 21 0 - E 115 35 0;  N 35 39 0 - E 114 51 0.  Juga di Danau Yucca: N 37 0 30 - E 116 7 0.

 

FILE NO. 02

Tipu Daya Kosmik Skala Besar

 Pada pertengahan Mei 1992, puluhan juta orang menonton film dokumenter CBS berjudul “INTRUDERS”, yang diduga merupakan dramatisasi dari kisah nyata mengenai interaksi manusia dengan ras alien.

                Suatu interaksi yang mencakup berbagai ‘eksperimen’ yang dilakukan ras alien ini terhadap publik di Amerika dan dunia. Apa yang terjadi secara nyata pada ribuan orang, telah mengilhami sang produser untuk membuatnya berdasarkan kumpulan fakta, bukti, dan pengalaman orang-orang tersebut dan menyuguhkannya secara faktual dan representatif. Dalam tulisan-tulisan ini kita akan mencoba menelaah tiap aspek dari fenomena ini, dan efek serta makna kejadian-kejadian ini bagi tiap pria, wanita, dan anak-anak di planet ini.

                Sejak awal masa, suatu ‘Konflik Kosmik’ telah berlangsung selama sekian millenia dan membawa korban jiwa yang tak terhitung banyaknya. Manusia karena ulahnya sendiri telah membiarkan diri mereka menjadi korban dari musuh nyata tapi ‘tak tampak’ ini.

                Akhir-akhir ini sejumlah ‘fenomena yang tak terjelaskan telah membungkam para cendekia di dunia ini. Kebanyakan fenomena yang terjadi ini merupakan manifestasi dan dampak yang muncul ke permukaan dari suatu konspirasi kosmik yang diorkestrasi oleh tipu daya ras alien yang begitu halus, cerdik, licik, hingga sulit bagi manusia untuk mengenali dan mengetahuinya.

                Fenomena-fenomena ini muncul dalam beragam bentuk. Sebut saja pembantaian ternak (cattle mutilations), crop circles, segitiga Bermuda, manifestasi okultisme, hilangnya orang secara tiba-tiba (alien abductions), pembakaran tubuh secara spontan (spontaneous combustion), serta penampakan fenomenal lain yang tidak dapat dijelaskan oleh logika ilmu pengetahuan.

                Daftar ini bertambah panjang, dan memuncak pada suatu fenomena yang disebut ‘misteri UFO’ atau benda terbang tak dikenal. Kita harus memisahkan antara disinformasi mengenai hal ini yang berupa isapan jempol belaka (hoax), dan pengalaman serta bukti nyata para saksi yang mengalami fenomena ini serta melaporkannya selama kurun waktu beberapa dekade ini.

                Pertanyaan yang relevan di abad 21 ini bukanlah mengenai apakah UFO itu ada, tapi apa yang sebenarnya tersembunyi di balik fenomena itu. John Keel, seorang periset UFO telah menginvestigasi ribuan laporan UFO sejak keterlibatannya dalam US Intelligence Community bertahun-tahun lalu, memasukkan datanya ke dalam komputer untuk melihat pola-pola tersembunyi dari fenomena tersebut, lalu menuliskannya dalam buku “Operation Trojan Horse” (GP Putnam’s Sons, New York). Demikian cuplikan buku tersebut :

“… Dapat dimengerti mengapa begitu banyak orang kebingungan mengenai fenomena ini selama ini. Semua misteri ini memang didesain untuk membuat kita bingung, skeptis, dan tidak percaya… Langit kita sudah dipenuhi ‘kuda-kuda Troya’ sepanjang sejarah, dan seperti layaknya kisah kuda Troya, yang menyembunyikan maksud jahat dan berbahaya… Beberapa bukti kuat sekarang tampak nyata : Obyek-obyek UFO misterius itu selalu beroperasi dengan cara terselubung dan rahasia, dan dengan diam-diam menjalankan agenda dan aktivitas mereka di daerah terpencil di mana peluang untuk terdeteksi sangat kecil… Dengan kata lain, piring-piring terbang ini bukanlah seperti yang kita bayangkan selama ini, namun hanya merupakan bagian kecil dari rencana yang lebih besar.”

                Saya menyebut rencana dan agenda ini ‘Operasi Kuda Troya’ yang menyimpan bahaya besar dalam kerahasiaannya, dan akan membawa bencana, perang, dan kesusahan bagi peradaban manusia…”

                Banyak bukti historis maupun modern menunjukkan bahwa memang inilah yang sedang terjadi. Dalam beberapa abad terakhir, dan terutama sejak berakhirnya Perang Dunia II, Keel menemukan pola meningkat pesatnya jumlah penampakan obyek-obyek ini dengan angka yang dramatis. ‘Tanda-tanda di langit’ ini membuat gangguan dan kebingungan bagi mereka yang pernah menyaksikannya.

                Dalam laporan ini kita akan mengemukakan kemungkinan sangat kuat mengenai adanya suatu ‘ras’ makhluk yang bukan manusia, berujud fisik, namun memiliki kekuatan supranatural dari jaman purbakala. Tulisan ini bukanlah pengulangan dari teori dan kepercayaan umum dan tradisional mengenai keberadaan dan asal muasal UFO, namun adalah opini kuat yang didasarkan pada riset puluhan tahun mengenai obyek ini, bahwa semua informasi mengenai UFO yang dikenal orang saat ini adalah salah, disinformatif, dan sengaja didesain untuk ‘menyelubungi’ fakta-fakta mengenai UFO yang sebenarnya.

                Dalam mayoritas laporan saksi mata mengenai penampakan UFO ini menunjukkan selain adanya semacam makhluk mirip manusia namun bukan manusia di dalamnya, namun ada laporan-laporan yang menunjukkan juga adanya keterlibatan manusia dalam fenomena ini, bahkan beberapa kasus menunjukkan tanda-tanda adanya konflik antara manusia dengan ‘entitas’ lain ini, bahkan sejak tiga atau empat ribu tahun lalu ada indikasi-indikasi ini di hampir seluruh peradaban dunia.

                Di titik ini kita akan berfokus pada ‘entitas’ atau makhluk yang sering dilaporkan saksi-saksi mata dalam kasus penampakan UFO. Ada beberapa kesimpulan yang diperoleh dari sejumlah riset dan penelitian tentang makhluk ini, yaitu :

1.     Makhluk yang oleh para ahli dijuluki ‘GRAY’ ini, secara umum digambarkan setinggi 3,5 hingga 4,5 kaki, memiliki fitur kulit mirip reptilia, sangat cerdas namun juga sangat jahat dan berbahaya, suatu sifat yang tersembunyi di balik ujudnya yang tampak lemah dan tak berdaya. Makhluk ini menggerogoti umat manusia sepanjang sejarah dan memiliki pengaruh sangat dominan dalam jalannya sejarah manusia, dan melakukannya secara rahasia dan tak terdeteksi manusia. Suatu ancaman besar bagi manusia – ancaman yang tersembunyi di balik ujud fisik mereka yang tampak tidak berbahaya.

2.     Tempat asal para makhluk ini terletak bermil-mil di dalam perut bumi dan terhubung secara global ke seluruh bagian planet bumi ini melalui jaringan lorong-lorong hidrothermal,  geothermal, maupun lorong-lorong buatan yang menghubungkan ruang-ruang di dalam bumi dengan variasi ukuran kecil hingga maha besar. Wilayah subterrania ini adalah medan perang dan konflik antara manusia dan makhluk ini sejak ratusan abad lalu.

Dari sudut pandang kedua asumsi ini yang sulit dipercaya oleh sebagian besar orang, fakta yang paling mengejutkan adalah bukan terletak pada keberadaan alien itu sendiri, melainkan fakta bahwa umat manusia sejak masa purbakala hingga saat ini masih tidak menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi baik di perut bumi maupun di angkasa, dan sudah terputus dari rantai realita yang sebenarnya.

Bagi mereka yang memang ragu akan keberadaan ras alien tersebut dengan alasan apapun, jawaban dicoba diberikan oleh Brad Steiger dan Joan Whritenour dalam buku berjudul “Flying Saucers Are Hostile” (Piring Terbang Adalah Berbahaya) terbitan 1967. Dalam buku ini, Steiger dan Whritenour menyatakan :

“… Ada setumpuk bukti dokumentasi mengenai kasus UFO yang terkait dengan pembunuhan, penyerangan, pembakaran radioaktif, penculikan, penyerbuan ke rumah-rumah, sabotase jaringan listrik, penyebab kelumpuhan, dan jatuhnya sekian banyak pesawat terbang. Puluhan saksi mata yang terpercaya menyatakan telah menyaksikan para alien memuat sampel-sampel dan spesimen, termasuk hewan-hewan, tanah dan bebatuan, air, dan manusia yang digiring ke dalam pesawat sembari meronta-ronta.

                Steiger yang juga menulis beberapa buku lainnya termasuk “Flying Saucer Invasion – Target Earth” dan “The Flying Saucer Menace”, juga yakin bahwa makhluk-makhluk itu bukan saja berbahaya, namun juga memiliki kemampuan kontrol pikiran (mind control) atas umat manusia serta dapat memanipulasi pikiran, emosi, dan jiwa manusia untuk menutupi agenda dan aktivitas rencana ‘kuda Troya’ mereka. Tentu bila mereka tidak melakukan itu dan keberadaan mereka diketahui khalayak ramai, maka rencana mereka akan terancam gagal.

                Steiger berpendapat bahwa banyak film, animasi, dan media lain yang sengaja dibuat dengan tujuan disinformatif dan menyesatkan dengan menggambarkan para alien ini sebagai makhluk yang bersahabat dan tidak berbahaya. Ia juga mengemukakan hipotesis bahwa para alien ini memiliki karakteristik reptilia dan saurus. Itu sebabnya mereka selalu digambarkan dengan wujud-wujud seperti itu.

                “Dari sekian banyak penampakan alien, mereka dilaporkan memiliki tinggi sekitar empat kaki, menggunakan pakaian terusan seperti astronot. Kulit mereka keabuan atau abu-hijau, dan tak berbulu. Wajah mereka didominasi mata yang besar dengan pupil seperti ular/reptilia. Hanya memiliki lubang hidung dan mulut tanpa bibir. Tak memiliki telinga, berjari empat dengan bentuk kurus panjang. Dan banyak saksi mata melihat lambang ular bersayap pada pakaian yang mereka kenakan.” ujar Steiger.

                Jika kita hendak mempercayai cerita ribuan saksi yang menyaksikan UFO atau penampakan alien ini, tentu wajar jika kita bertanya : “Darimana mereka berasal?”. Dan jika mereka memang hidup di lorong-lorong perut bumi seperti yang dikemukakan Brad Steiger, pertanyaan yang lebih tepat adalah,”di perut bumi sebelah mana?”

                Percaya atau tidak, banyak fakta menunjukkan keterkaitan cerita para saksi mata tersebut dengan fakta keberadaan mereka di lorong-lorong bawah tanah di semua penjuru dunia. Sebagai contoh, misalnya pulau Malta di laut Mediterania selatan Italia.

                Sejak masa lalu, pulau Malta telah dihuni dan menjadi rumah bagi orang-orang dengan beragam kebangsaan, sekaligus dianggap sebagai salah satu wilayah paling strategis di dunia dengan pelabuhannya dan letaknya yang di persimpangan benua Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Pulau sepanjang 9 mil ini adalah pusat peradaban kuno ketika orang-orang Phoenicia dari Karthago menguasai pulau tersebut. Saat itu, mereka menyembah dewa “Moloch” (nama lain dari Baal, Osiris, atau Nimrod – personifikasi dari ‘dewa matahari’). Kepercayaan ini diasimilasi oleh penduduk asli Malta, termasuk juga ritual persembahan korban manusia untuk memuaskan dewa Moloch mereka, dan para dewa ‘dasar bumi’ yang mereka percaya hidup di kolong pulau mereka.

                Setelah pendudukan orang-orang Karthago, pulau Malta bergantian dikuasai oleh bangsa Romawi, Arab, Normandia, Argon, Kastilian, Hospitaler atau Orde St. John dari Yerusalem yang lebih dikenal dengan nama Knights of Rhodes atau Knights of Malta yang berkuasa di sana hingga kini.

                Pada tahun 1902, di selatan kota Valetta, Malta, para pekerja galian menemukan runtuhan yang ternyata suatu runtunan dari gua-gua kuno yang saling terhubung sejauh tiga tingkat ke bawah tanah. Lorong atau catacombe ini diberi nama “Hypogeum of Hal Saflienti”. Hypogeum diambil dari bahasa Latin yang berarti struktur bangunan bawah tanah. Di lantai ketiga dan terakhir ditemukan ruang-ruang yang diberi nama “ruang pemakaman”. Ruang ini berukuran kecil, dan orang perlu merangkak untuk masuk ke dalamnya. Banyak isu menyebutkan “ruang pemakaman” ini bukan akhir lorong, tapi masih terhubung dengan lorong lain yang lebih dalam dan belum semuanya ditemukan.

                Lorong dan ruang bawah ini pernah dibahas dalam majalah National Geographics terbitan Agustus 1940, yang juga menceritakan hilangnya beberapa orang yang masuk lorong-lorong ini tanpa ditemukan lagi jejaknya. “Banyak lorong dan jalur kuno bawah tanah yang pada jaman dulu berfungsi untuk pertahanan. Manusia prasejarah mendirikan kuil-kuil dan ruang-ruang di dalamnya. Dalam suatu ceruk di samping altar persembahan di lorong itu ditemukan tumpukan ribuan tengkorak manusia. Dahulu kala orang dapat berjalan dari ujung pulau Malta yang satu ke ujung yang lainnya melalui lorong bawah tanah ini. Pemerintah kemudian menutup jalan masuk ke lorong-lorong ini setelah sejumlah guru dan anak sekolah yang melakukan tur studi ke dalamnya hilang tanpa jejak dan tak pernah ditemukan…” demikian kutipan artikel National Geographics  tersebut.

                Sumber lain menyebutkan jumlah murid sekolah yang hilang sebanyak 30, dan bahwa ketika “Hypogeum” ini pertama ditemukan, terdapat hampir 30.000 tulang tengkorak pria, wanita, maupun anak-anak (diduga korban dari persembahan manusia pada ‘dewa-dewa bawah tanah’ yang dilakukan orang-orang era neolitik).

                Laporan resmi menyatakan tim SAR tidak pernah menemukan anak-anak sekolah yang hilang itu, dan tali yang mereka gunakan untuk turun ke lorong-lorong bawah tanah itu putus dengan potongan mulus, seperti dipotong dengan pisau dan bukan terkena gesekan batu. Selama satu minggu setelah insiden, banyak penduduk Malta melaporkan tangisan dan jeritan anak-anak di bawah tanah di berbagai penjuru kota, namun tidak ada yang bisa menentukan darimana jeritan itu berasal.

                Seorang wanita pemberani, Lois Jessup, pada saat itu bekerja pada Kedutaan Inggris dan New York Saucer Information Bureau (NYSIB), menulis di majalah Borderline Science bahwa ia telah mengunjungi Malta dan Hypogeumnya baik sebelum dan sesudah tragedi hilangnya anak-anak sekolah tersebut. Ia menceritakan bagaimana pada kunjungan pertamanya ia terdorong untuk menyelidiki ‘ruang pemakaman’ di lantai dasar. Pemandunya tampak ketakutan namun setuju untuk mengantar dengan catatan Lois menanggung risiko sendiri bila terjadi sesuatu.

                Ketika ia masuk merangkak dan sampai ke suatu lorong besar, ia menemukan jurang yang sangat dalam dan seolah tak berujung. Apa yang terjadi kemudian mungkin tampaknya sulit dipercaya dan pembaca dipersilakan menilai sendiri validitasnya.

                Lois Jessup bersumpah bahwa yang berikut ini benar-benar terjadi padanya. Di lorong-lorong sekitar jurang itu ia menyaksikan beberapa makhluk mirip manusia dengan ukuran sangat besar, dengan bulu yang menutupi seluruh tubuh. Ketika mereka menyadari kehadiran Lois, mereka menunjuk padanya dan pada saat yang sama suatu angin sangat kencang bertiup dan memadamkan obor yang dibawanya. Lalu ia merasa ada ‘sesuatu’ yang basah dan licin menyerempet dirinya.

                Para pemandu yang baru saja muncul dari lorong terkejut atas kepanikan Lois yang ingin kembali ke ruang Hypogeum. Ketika mereka berhasil kembali ke Hypogeum, para pemandu menyaksikan wajah Lois yang pucat pasi dan ketakutan.

                Masih banyak dokumentasi lain mengenai keberadaan lorong-lorong misterius ini, dan tidak hanya di pulau Malta namun juga di berbagai penjuru dunia. Bila memang wilayah bawah tanah (subterranean) itu ada, maka argumennya adalah mengapa kita yang hidup di permukaan sedikit sekali tahu mengenai hal ini? Salah satu jawaban yang mungkin adalah bahwa lorong-lorong ini memang berpenghuni, dan yang menghuninya tidak ingin manusia yang hidup di permukaan mengetahui keberadaan mereka. Beberapa orang yang mencoba menyelidiki fakta ini mendapatkan diri mereka dalam ancaman bahkan serangan fisik maupun mental, kadang berubah menjadi gila atau lenyap tiba-tiba.

                Pertanyaan kedua, apa kait mengait area bawah tanah ini dengan fenomena UFO? Banyak saksi mata telah melaporkan aktivitas keluar masuknya UFO melalui celah gunung atau tebing dan sebagainya. Banyak laporan juga ditemukan mengenai keterkaitan antara lebih dari satu jenis ras atau spesies yang berinteraksi dalam kasus-kasus seperti ini, selain laporan tentang keterlibatan ras alien ‘the Grays’ yang digambarkan sebelumnya.

                Kasus lainnya pada 7 Mei 1989, instalasi NORAD melacak suatu benda terbang misterius yang memasuki wilayah udara Afrika. Angkatan Udara Afrika Selatan pun menyatakan telah mendeteksi benda tersebut di radar mereka, terbang dengan kecepatan 5.746 mil laut per jam. Lembaga peneliti UFO, Quest International menelusuri kasus ini lebih mendalam dengan mewawancarai beberapa pejabat berwenang di Afrika Selatan. Direktur Quest International, Graham W. Birdsall menyatakan bahwa dokumentasi dan wawancara individual menunjukkan bahwa hal ini memang benar-benar terjadi , namun komunitas intelijen internasional bersama-sama membuat usaha dan disinformasi untuk menutupi faktanya.

                Berikut adalah transkrip kata per kata yang diperoleh dari informan, menggambarkan laporan yang bersifat Top Secret ini : “… Suatu obyek memasuki wilayah udara Afrika Selatan pada jam 13:52 GMT. Kontak radio berusaha dilakukan namun tak berhasil. Akhirnya, 2 pesawat tempur Mirage dikerahkan untuk melacak jejak benda tersebut. Tak lama kemudian benda itu tiba-tiba merubah arah dan melesat dengan kecepatan luar biasa yang di luar kemampuan pesawat terbang konvensional.

                Pada 13:59 GMT, pemimpin skuadron Mirage melaporkan konfirmasi munculnya benda itu di radar dan secara visual. Ia memperoleh perintah untuk menembak benda itu dengan kanon laser Thor 2. Itu pun dilakukan. Pemimpin skuadron lalu melaporkan kilatan-kilatan cahaya menyilaukan dari benda tersebut setelah terkena tembakan kanon laser, dan terbang labil menuju utara. Pada jam 14:02 GMT, benda tersebut mulai kehilangan ketinggian dengan kecepatan 3.000 kaki per menit, membentuk sudut menukik 25 derajat dan jatuh di padang gurun Kalahari, 80 kilometer dari utara perbatasan Afrika selatan – Botswana. Pemimpin skuadron diperintahkan untuk mengitari area hingga tim peneliti datang ke lokasi. Suatu tim intelijen Angkatan Udara bersama tim medis dan teknis segera meluncur ke tempat jatuhnya benda tersebut.

                Yang mereka temukan kemudian adalah sebagai berikut : 1) Sebuah kawah berdiameter 150 meter dengan kedalaman 12 meter. 2) Suatu obyek piring terbang berwarna keperakan ditemukan di dalam kawah itu. 3) Tanah dan batu di sekitar piring terbang jatuh itu melebur dan meleleh jadi satu karena intensitas panas yang tinggi. 4) Medan magnet dan radiasi yang kuat di sekitar piring terbang itu sangat kuat dan menyebabkan rusaknya perangkat elektronik dan bahkan menyebabkan jatuhnya sebuah helikopter Angkatan Udara. 5) Piring terbang jatuh itu akhirnya dipindahkan ke sebuah pangkalan udara untuk diteliti lebih lanjut. 6) Bekas kawah itu ditutup kembali dengan tanah dan bebatuan untuk menutupi jejaknya…”

                Ketika tim mengobservasi piring terbang itu, terdengar bunyi keras dan suatu pintu di sisi sebelah bawah piring terbang itu terbuka sedikit dan tampaknya macet. Dengan alat dongkrak hidrolik, pintu akhirnya dapat dibuka, pada saat yang sama dua makhluk humanoid keluar dan segera ditangkap. Laporan menyebutkan ciri-ciri kedua makhluk tersebut : “Tinggi : 4,5 – 5 kaki; kulit abu kebiruan halus tanpa bulu serta a lot; kepala jauh lebih besar dibanding kepala manusia normal; wajah dengan struktur tulang pipi yang dominan; mata besar dan tertarik ke arah pinggir muka, tidak ada pupil mata; hidung hanya terlihat dua lubangnya; mulut kecil tanpa bibir; rahang kecil, lancip dan tajam; tubuh dan tangan kurus panjang mencapai lutut; tangan berjari tiga, berselaput, dengan cakar yang tajam; dada dan perut tertutup sejenis sisik; pinggang kecil ramping; kaki pendek dan kurus; tak ditemukan organ seksual; kaki memiliki tiga jari, berselaput, dan tak berkuku. (Catatan : Karena sifat makhluk ini yang demikian agresif, contoh darah ataupun organ tubuh tak dapat diambil, salah satu makhluk ini bahkan menyerang seorang dokter dan menyebabkan luka cakaran yang dalam di wajah dan dadanya). Tidak mau makan ketika diberikan beragam jenis makanan.

                Dokumen ini menunjukkan tanggal pemindahan piring terbang dan makhluk ini ke pangkalan udara Wright Patterson pada 23 Juni 1989. Beberapa sumber menginformasi bahwa memang pada tanggal itu diberlakukan ‘siaga satu’ di Wright Patterson. Laporan lebih jauh dari Quest International mencatat hal berikut :

                “Semua informasi yang ditemukan di dalam pesawat alien itu menunjukkan pola evolusi alien yang mirip pola evolusi yang terjadi di bumi SEBELUM KEPUNAHAN DINOSAURUS… Penemuan menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Penelitian fisik dan mental atas makhluk ini menunjuk variasi kepribadian mulai dari sederhana hingga sangat kompleks. Tampaknya makhluk-makhluk ini TAK DAPAT BERFUNGSI SECARA INDIVIDU TANPA IDENTITAS DAN KESATUAN DENGAN KELOMPOKNYA, DAN PERINTAH DATANG DARI PUSAT KELOMPOK INI.

                Dari beberapa informasi yang dihimpun dan diperoleh dari pesawat mereka, diketahui makhluk ini memiliki pemimpin dari ras alien lain yang mereka anggap superior. KESIMPULAN : Studi dan analisis psikologis dan pola perilaku yang mendalam sangat disarankan. Studi yang dijalankan atas kedua makhluk yang ditemukan ini menunjukkan mereka tak dapat bertindak atas kemauan sendiri tanpa akses komunikasi, perintah, dan instruksi yang datang dari hierarki pengendalian pusat kelompok mereka…”

 

    FILE NO. 03

Agenda Orde Dunia Baru

                Apa kesamaan yang dimiliki orang-orang ini ; Dennis Brunnell, Stan Deyo, William Cooper, Bill Hamilton, Val Valerian, ‘Commander X’, dan Robert Lazar? Mereka semua sepakat bahwa skenario berikut ini adalah kenyataan yang benar-benar terjadi. Sejak NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa, pemerintahan ‘rahasia’ AS telah terlibat dalam misi eksplorasi angkasa yang bersifat rahasia menggunakan teknologi super canggih yang begitu revolusionernya hingga pemerintahan rahasia ini memutuskan untuk tidak membiarkan publik mengetahui hal ini.

                Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa inti dari ‘pemerintahan rahasia’ ini pada masa lalu bekerja sama dan membuat pakta dengan ras hominoid-sauroid reptilian (grays) yang telah memberikan teknologi canggih dan kekuasaan pada para ‘elit’ pemerintahan ini dengan syarat imbal balik mereka memperoleh hak kekuasaan dan pengaruh tertentu atas umat manusia.

                Beberapa grup atau kelompok manusia ini yang ‘tunduk’ pada ras alien dengan imbal balik memperoleh teknologi yang tinggi (seperti kasus yang dikenal dengan MIB atau Men In Black), sementara yang lain mengembangkan teknologi ini atas inisiatif sendiri (seperti dalam kasus ras hibrid manusia-alien yang disebut ‘Nordics’).

                Sedangkan mengenai misi-misi angkasa rahasia yang dilakukan organisasi-organisasi terselubung dalam tubuh pemerintahan AS, adalah merupakan kombinasi antara teknologi alien yang diperoleh dari reruntuhan piring terbang yang jatuh dan aspek lain melibatkan prototipe canggih yang dirancang industri militer melalui perusahaan-perusahaan besar AS. Teknologi canggih ini mencakup generator anti gravitasi, sistem pendorong elektromagnetik, dan proyek-proyek rahasia lain yang dibiayai milyaran dolar melalui ‘black budget’ dengan menyedot pajak rakyat AS.

                Dennis Brunnell, seorang anggota Mason level 33 dan Grandmaster dalam Ordo Templi Orientis (OTO) sempat ‘terhalusinasi’ oleh kegiatan organisasi rahasia Illuminati saat ini. Awalnya ia mempercayai bahwa Illuminati adalah komunitas mistik yang menerangi dan membimbing seseorang menuju level kesadaran yang lebih tinggi. Namun kemudian ia menyadari bahwa hal tersebut hanyalah omong kosong dan bualan untuk mencari pengikut belaka, orang-orang yang secara tidak sadar telah dimanipulasi untuk menghamba dan melayani agenda imperialistik yang munafik dan egois, ambisi dari segelintir anggota inti Illuminati ini.

                Beberapa tahun lalu, seseorang bernama John Todd, yang merupakan anggota keluarga penganut mistik druid tingkat tinggi dan turun temurun, menyatakan bahwa ia pernah di-inisiasi ke dalam persekutuan Illuminati. Pangajaran mistik ini, menurutnya, hanyalah satu cara akal-akalan untuk mengontrol anggota-anggota kelompok ini untuk menjalankan agenda kelompok inti yang berjumlah 13. Kelompok pemimpin inti ini adalah para pemimpin dari seluruh organisasi mistik di AS sekaligus pemimpin dari World Freemasonry.

                Ke-13 orang ini mengontrol gerakan dan aktivitas kedua organisasi, mencakup penguasaan jalur obat bius dan narkotik dunia, serta memiliki pengaruh sangat kuat dalam ekonomi dan politik dunia. Todd segera menyadari bahwa para pemimpin ini selalu kuatir bila anggota-anggota level bawah suatu saat ‘berbalik’ melawan mereka, bila mereka mengetahui fakta bahwa mereka diperalat hanya sebagai pion-pion untuk usaha meningkatkan kekuasaan dan otoritas para pemimpin itu atas umat manusia.

                Klan Rothschilds dari London, menurut Todd, ada di pusat konspirasi ini. Klan Rothschilds dianggap ‘manusia dewa’ oleh para okultis, dan menurut Todd, selalu berhubungan konstan dengan Iblis, yang juga dianggap tuhan oleh orang-orang kelompok ini. Ada indikasi juga mengenai keterkaitan semuanya dengan suatu ras alien, yang kesemuanya membentuk dan menjadi bagian integral dari suatu yang dinamakan ‘Serpent Cult’.

                Dennis Brunnell, John Todd, dan milyaran mantan penganut Komunisme, menyadari bahwa ada kontradiksi dari apa yang diajarkan pada mereka dengan apa yang diperbuat oleh para pemimpin mereka. Hubungan antara gerakan Illuminati dan Komunisme bukanlah kebetulan, karena keduanya sama-sama berpaham sosialisme. Bahkan menurut analis geopolitik terkemuka, Dr. John Coleman, Karl Marx sendiri memiliki hubungan dekat dengan anggota Masonry level 33 dan kelompok Illuminati. John Todd sendiri keluar dari kelompok Illuminati ini segera setelah menyadari apa yang terjadi, menjadi pembicara dan saksi mata di berbagai negara, hingga ia kemudian tewas dibunuh.

                Brunnell bahkan mengkonfirmasi bahwa kelompok Illuminati ini begitu jauh dari perikemanusiaan dan akan melakukan apapun untuk mewujudkan agenda satu pemerintahan dunia ‘New World Order’-nya, bahkan bila perlu, merekayasa peperangan di belahan bumi manapun untuk menciptakan kondisi yang mendukung rencana mereka. Atau dengan kata lain, mereka menghalalkan segala cara agar agendanya dapat terwujud.

                Salah satu dokumen riset Dennis Brunnell yang diberi judul “Gemstone” (yang juga memuat tentang keterlibatan dan konspirasi Mafia-CIA-perusahaan minyak dalam kasus pembunuhan John F. Kennedy karena ia berusaha menghalangi agenda kelompok Illuminati) berisi tentang skenario yang diplot mantan Presiden AS Henry Kissinger dan kelompok Illuminati di awal 1980-an. Skenario ini mengemukakan bagaimana peperangan dapat digunakan untuk membuat negara Amerika Serikat yang berdaulat menjadi bertekuk lutut dan menjadi alat untuk menjalankan satu pemerintahan sosialis dunia.

                Skenario ini dituangkan dalam pidato Presiden George Bush Sr. Pidato ini ditulis dan disiapkan dalam rangka kondisi darurat yang akan diciptakan kelompok Illuminati setelah perang besar di Timur Tengah. Skenario berlanjut dengan amanat Presiden bahwa karena peperangan yang panjang dan lama dan telah menghabiskan sumber daya serta membuat defisit membengkak dalam neraca anggaran negara, suatu amanat perintah darurat akan dijalankan atas nama kepentingan nasional yang akan berakibat semua sumber daya dan institusi termasuk swasta akan berada di bawah kontrol dari Pemerintahan Federal (dalam hal ini suatu lembaga telah dibentuk, bernama FEMA – Federal Emergency Management Agency). Pendek kata, bila skenario ini berhasil dijalankan, maka secara praktis seluruh elemen di negara AS akan jatuh ke dalam kontrol sosialis mutlak hanya dalam waktu semalam.

                Tidaklah berlebihan bila kita katakan skenario ini adalah kenyataan mengingat : 1) George Bush selama masa studinya di Yale University, merupakan anggota kelompok ‘Skull & Bones’, juga dikenal dengan nama ‘Brotherhood of Death’. Menurut analis politik dan finansial terkemuka, Antony Sutton, kelompok Skull & Bones ini tak lain adalah cabang wilayah barat dari kelompok Bavarian Illuminati, yang dibentuk untuk merekrut intelektual muda demi kepentingan agendanya. 2) George Bush menjabat sebagai Direktur CIA selama beberapa tahun, yang menurut kalangan para ahli, ikut mendukung gerakan satu pemerintahan dunia. 3) Bush memiliki hubungan dekat dengan organisasi-organisasi yang terlibat agenda satu pemerintahan dunia, seperti Council on Foreign Relations (CFR), Federal Reserve, Trilateral Commission, Bilderbergers, Alpine Institute, dll. 4) Sebelum Ronald Reagan menentukan calon wakil presiden pada kampanye presidensialnya, ia didatangi oleh Walter Cronkite dan Henry Kissinger yang memberi ‘pendapat kuat’ bahwa ia harus memilih George Bush sebagai wakil presiden karena Bush didukung oleh International Banking Establishment  di Wall Street. 5) Keluarga Bush sangat kaya, dan terlibat dalam proyek-proyek pemboran minyak lepas pantai berskala raksasa. 6) Pada saat Irak menginvasi Kuwait, George Bush sedang mengikuti program satu dunia Aspen Institute of Colorado bersama Margaret Thatcher. Keputusan Bush untuk mengirim pasukan ke Irak mengatasnamakan New World Order’, adalah berdasarkan ‘masukan’ dari para pejabat Aspen Institute. Jadi perang ini berisikan agenda New World Order’ dan kepentingan perusahaan minyak keluarga Bush, dan bukan untuk kepentingan menjaga konstitusi Amerika Serikat.

                Menurut Dr. John Coleman, kultus kuno Babylonian Serpent, atau yang lebih dikenal sekarang dengan nama Illuminati (33rd degree Freemasonry) ada di bawah kontrol beberapa kekuasaan berbahaya. Coleman menunjukkan banyak bukti bahwa Illuminati tidak hanya menginfiltrasi dan mengambil alih institusi-institusi politik, ekonomi, dan religius, tapi juga membuat dan menciptakan institusi-institusi baru. Organisasi-organisasi di mana orang-orang bergerombol datang dan mencurahkan tenaga dan sumber daya mereka untuk suatu agenda rahasia yang mereka sendiri pun tidak tahu menahu apakah itu.

                Tulisan lain yang membuka rahasia persekutuan ini adalah karya mantan Mason level 33 sekaligus mantan Past Master dari Scottish-Rite Masonic, Rev. Jim Shaw. Dalam bukunya “The Deadly Deception”, Shaw mengungkap bukti praktek ritual pemujaan dalam Masonic House of Temple di Washington DC. Ruangan bawah tanahnya terhubung dengan gedung-gedung Federal dan titik-titik strategis lainnya di Washington.

                Perlu diperhatikan, sejak kasus pembunuhan John F. Kennedy (yang diduga merupakan bentuk kudeta kelompok Illuminati), semua presiden AS yang menduduki Gedung Putih bersikap mendukung dan menyokong gerakan satu pemerintahan dunia, dan terinkarnasi dalam bentuk Council of Foreign Relations (CFR) dan organisasi-organisasi persekutuan global. Pidato George Bush Sr. pada 18 September 1990 berbunyi,” Krisis di Teluk Persia ini, seburuk apapun, juga menawarkan kesempatan langka untuk melangkah ke periode kerjasama global yang bersejarah. Dari masa-masa sulit ini, obyektif kelima kita – suatu ORDE DUNIA BARU (New World Order) – akan muncul… Kita sedang melihat PBB yang berfungsi sesuai dengan yang dicita-citakan para pendirinya.”

                Pendiri PBB yang dimaksud juga termasuk pengkhianat komunis AS, Alger Hiss, yang menjabat Sekretaris Jendral pada konferensi di San Fransisco tahun 1945. Hiss didampingi kontingen dari kalangan komunis AS dan serombongan anggota Council on Foreign Relations. Kaum komunis ini menginginkan pemerintahan dunia dengan cara revolusi, dan sebagian lainnya menginginkan itu dengan cara sosialisme. Richard Nixon dan Henry Kissinger di bawah instruksi ‘new world order’ menyerahkan Vietnam Selatan ke tangan komunis setelah pengorbanan pasukan militer AS yang berperang di sana.

                Sekarang, George Bush menginginkan pria dan wanita dari pasukan AS untuk mati di medan perang… demi orde dunia baru… Ambisi George Bush untuk orde dunia baru tidak layak diperjuangkan dengan satu tetes darahpun dari rakyat Amerika.

Mengenai kasus keterlibatan dan dukungan atas kasus pembantaian Tiananmen, China, pada 26 Januari 1990, jurnal terbitan ‘The New Federalist’ memuat hal yang lebih menggemparkan lagi mengenai keterkaitan Bush dengan gerakan satu dunia. Joseph Brewda dalam artikelnya berjudul “Bush’s China Policy : Skull and Bones” menulis :

                “Jan 19 (EIRNS) – Suatu kelompok rahasia bernama ‘Skull and Bones’ mungkin terkait dengan obsesi Bush atas pembantaian di Tiananmen, Beijing. Skull and Bones adalah kelompok fraternitas rahasia di Yale University yang keanggotaannya dibatasi hanya limabelas orang per tahun. Kelompok ini didirikan 1832 oleh Jenderal William Russell, yang usaha pelayarannya mendominasi perdagangan opium di China. Yale University sendiri didirikan oleh Eli Yale, yang menjadi kaya karena menyelundupkan opium melalui British East India Company. Skull and Bones lalu menjadi pusat perekrutan dan pemelihara tradisi keluarga-keluarga terpenting di Inggris yang memiliki usaha penyelundupan opium.

                Keluarga-keluarga ini, yang putra-putranya direkrut ke dalam Skull and Bones adalah dari keluarga Coffin, Sloane, Taft, Bundy, Payne, Whitney yang tak terlalu terkenal namun sangat berkuasa. Mereka adalah bagian dari jaringan ‘Eastern Establishment’ AS hingga hari ini. Keluarga Bush adalah pecahan dari tingkat yang lebih rendah dari kelompok keluarga ini.

                George Bush, wakil diplomatik AS pertama di China pada tahun 1973 adalah anggota Skull and Bones. Begitu juga ayahnya, saudara-saudaranya, anaknya, pamannya, keponakan, dan beberapa sepupu. Winston Lord, duta besar AS ke China pada masa pemerintahan Reagan-Bush juga anggota. Demikian juga James Lilley, dan hampir semua duta besar AS untuk China adalah mantan kelompok Skull and Bones ini. Hanya suatu kebetulan?

                Pada tahun 1903, Yale Divinity School mendirikan banyak sekolah dan rumah sakit di seluruh China, yang secara kolektif disebut dengan ‘Yale di China’. Diketahui kemudian bahwa ‘Yale di China’ adalah suatu jaringan intelijen yang bertujuan untuk menumpas gerakan republikan Sun Yat Sen atas nama Anglo-American Establishment. Institusi Anglo-American Establishment membenci Sun Yat Sen karena niatnya untuk membangun China secara demokratis. 

                Di lain pihak, mereka menyukai paham komunisme di China karena mereka berniat untuk membuat China tetap terbelakang, dan mereka berkomitmen untuk terus memasok obat bius ke China. Salah satu murid paling penting dan terkemuka dari ‘Yale di China’ ini adalah Mao Zedong.

                Selama Perang Dunia II, ‘Yale di China’ adalah instrumen utama yang dimanfaatkan US Establishment dan Office of Strategic Services (OSS) mereka untuk menguatkan kedudukan kaum Maoist yang berhaluan komunis ke dalam pusat kekuasaan. ‘Yale di China’ dipimpin oleh Reuben Holden, suami dari sepupu wanita Bush, sekaligus anggota Skull and Bones. Kaum Maoist membuat China menjadi produsen opium terbesar dunia.

‘Yale di China’ juga terkait erat dengan Union Theological Seminary yang berpusat di New York dan sekaligus  berfungsi sebagai pusat kegiatan subversi AS di Asia. Semua pemimpin radikal di Korea saat ini pernah dilatih di Union Theological. Union Theological dipimpin selama duapuluh tahun oleh Henry Sloane Coffin, seorang intelijen AS dari keluarga Sloane dan Coffin. Ia jelas termasuk anggota Skull and Bones beserta sekian lusin familinya.

Tak boleh dilupakan juga bahwa Averell Harriman, mantan duta besar AS di Moskow yang giat mendukung pendirian Uni Soviet juga mantan anggota Skull and Bones. Harriman juga rekan bisnis dari Prescott Bush, Sr., ayah dari sang penggemar fanatik Maoist, George Bush.

Dr. Antony Sutton, seorang analis geopolitik terkemuka mengkonfirmasi hubungan-hubungan dan keterkaitan Skull and Bones – Komunis ini. Tidak hanya Skull and Bones (Western Illuminati) membantu pembangunan negara Komunis di China, namun juga mendanai besar-besaran pendirian komunis Uni Soviet. Menurut Sutton, kultus kekuasaan ini selama berabad-abad sudah memainkan permainan adu domba, dengan memegang kontrol atas Amerika Serikat (thesis) dan juga atas Russia (antithesis) serta sejumlah negara kuat lainnya. Merancang konflik dan adu domba antara negara-negara itu di tingkat arus bawah dengan tujuan menjaga publik dunia agar tetap ada dalam kebingungan dan kekacauan hingga tidak dapat melihat konspirasi dan agenda imperialis yang sebenarnya sedang berlangsung.

 

FILE NO. 04

Perjanjian Dengan Maut

                Komentar dari periset Barbara Ann :

                Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menemui William Cooper dan istrinya Annie. Adalah tugas saya untuk mengecek apakah orang ini bicara hal yang sesungguhnya, atau hanya orang yang mencari popularitas belaka. Orang yang saya temui ini tegar namun juga baik dan murah hati. Ia menguatirkan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

                Bill tahu bahwa orang-orang mendapat informasi yang keliru dari kelompok yang menyuapi mereka dengan segala macam tipu daya hingga tak dapat lagi membedakan antara fiksi dan kenyataan. Ia melihat sesuatu yang buruk akan terjadi, dan ia tak takut untuk melakukan sesuatu tentang hal itu.

                Banyak pihak yang tidak ingin Anda tahu hal-hal yang Bill coba sampaikan. Pihak-pihak itu telah mencoba berkali-kali untuk mencegah ia bicara pada publik. Bekas luka di wajah dan hilangnya satu kaki adalah bukti perjuangan Bill untuk kita semua.

                Tidak ada yang menjadi populer karena menceritakan kebenaran pada publik. Bagaimanapun, beberapa orang mau mendengar peringatan ini dan tidak kecolongan. Sisanya yang lain memilih untuk menutup telinganya dan tak mau mendengar. Beginilah cerita dari William Cooper :

                “… Ada banyak kebetulan yang terjadi dalam kehidupan saya. Namun satu rentetan kebetulan yang di luar probabilita inilah yang meyakinkan saya bahwa Tuhan ada dan berperan dalam hidup saya. Saya tak percaya pada nasib. Saya tak percaya pada kesialan…

                Kita semua telah dicekoki dengan tipu daya dan kebohongan. Kenyataan yang sesungguhnya amat lain dari apa yang selama ini kita tahu. Kita tidak akan selamat dengan memegang kebohongan masa lalu. Kebenaran harus diungkapkan berapapun harganya bila kita ingin sampai pada masa depan. Di titik ini, apa yang kita inginkan tak lagi berarti. Apa yang kita perlu lakukanlah yang menentukan keselamatan peradaban kita. Cara-cara lama sedang menuju proses kehancuran, dan New World Order sedang menggedor pintu Anda…

                Saya kuatir pada anak cucu kita, yang tak bersalah, namun harus membayar kesalahan yang kita lakukan. Mereka menjadi pasukan yatim piatu yang jumlahnya amat banyak, dan dikumpulkan di lembaga rehabilitasi yang dikontrol pemerintah. Buka mata Anda dan lihatlah mereka, karena mereka adalah masa depan. Dalam diri mereka saya melihat kehancuran yang pasti atas negara yang dulu begitu berdaulat ini. Di mata mereka yang kosong saya melihat matinya Kebebasan. Mereka membawa dalam diri mereka kekosongan – dan kita akan membayar harga mahal untuk penderitaan mereka.

                Inilah pernyataan saya : Pertama, saya percaya pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua, saya percaya kepada Konstitusi Republik Amerika Serikat sesuai dengan maksud dan tujuan mula itu ditulis. Saya sudah bersumpah untuk melindungi dan menjaga Konstitusi Amerika Serikat terhadap semua ancaman dari dalam maupun luar. Ketiga, saya percaya pada nilai keluarga. Saya bersumpah untuk memberikan nyawa saya bila perlu demi ketiga hal tadi. Keempat, saya percaya bahwa orang yang tidak memiliki prinsip bahwa ia siap untuk gugur dalam perjuangan ini, pada dasarnya sudah gugur lebih dahulu.” – William Cooper, 3 Agustus 1990, Camp Verde, Arizona.

                Dokumen berikut diserahkan William Cooper pada berbagai organisasi UFO Research dan Patriot Research. Dokumen yang menghubungkan aspek-aspek ‘pemerintahan rahasia’ dan ‘fenomena UFO’ ini berjudul “The Secret Government : The Origin, Identity, and Purpose of MJ-12”. Kutipan dokumen itu adalah sebagai berikut :

                “… Awalnya saya menulis ini sebagai suatu laporan riset. Pengetahuan mengenai ini datang dari riset pribadi saya atas materi-materi Top Secret/Majic yang saya lihat dan baca antara tahun 1970 dan 1973 sebagai anggota Tim Briefing Intelijen dari Pimpinan Komando Armada Pasifik.

                Sejak berakhirnya Perang Dunia II, pemerintah AS dikonfrontasikan pada sejumlah kejadian yang akan merubah wajah masa depan AS dan dunia. Kejadian-kejadian ini begitu menakjubkan hingga sulit dipercaya. Presiden Harry Truman beserta seluruh jajaran petinggi militernya tercengang mendapati teknologi persenjataan mereka tak berarti melawan hal ini, sangat ironis ketika mereka baru saja memenangkan perang terbesar dalam sejarah.

                Pada waktu itu, AS adalah satu-satunya negara yang memiliki bom atom, punya perekonomian yang sedang dalam puncaknya, standar hidup yang paling tinggi, pengaruh paling besar, dan kekuatan militer yang paling digdaya dibanding negara lainnya di dunia.

                Kita hanya bisa membayangkan kebingungan dan kekuatiran yang dihadapi para elit pemerintahan dan militer AS ketika dihadapkan pada penemuan pesawat alien yang dikemudikan makhluk ‘mirip serangga’ yang jatuh di gurun New Mexico.

                Antara tahun 1947 hingga Desember 1952, paling tidak ada 16 pesawat alien yang jatuh. 65 mayat alien dan 1 alien yang hidup berhasil ditemukan. 13 insiden terjadi dalam batas wilayah AS. 1 di Arizona, 11 di New Mexico, dan 1 di Nevada. Penampakan UFO sedemikian banyaknya hingga usaha investigasi dan penyembunyian laporan-laporan yang masuk menjadi hampir tidak mungkin.

                Suatu pesawat alien yang jatuh ditemukan pada 13 Februari 1948 di dataran dekat Aztec, New Mexico. Pesawat lainnya pada 25 Maret 1948 di White Sands. Rentang diameternya 100 kaki. Total 17 tubuh alien ditemukan di kedua pesawat itu. Lebih mengejutkan lagi, ditemukan pula sejumlah besar organ tubuh manusia tersimpan di kedua pesawat itu.

                Di tahun-tahun berikutnya, insiden-insiden semacam ini menjadi rahasia yang paling dijaga ketat sepanjang sejarah. Suatu grup spesial terdiri dari kumpulan ilmuwan terkemuka AS diorganisir dalam suatu proyek bernama Proyek Sign pada 1947 untuk meneliti fenomena ini. Proyek Sign berkembang menjadi Proyek Grudge pada Desember 1948. Hasilnya suatu kumpulan laporan yang dinamakan ‘Buku Biru’ sejumlah 16 edisi. ‘Tim Biru’ dibentuk untuk menemukan dan mendapatkan alien yang masih hidup.

                Tim Biru ini kemudian berkembang menjadi Tim Alpha di bawah Proyek Pounce. Selama tahun-tahun itu, Angkatan Udara AS dan Badan Intelijen memegang kontrol penuh atas ‘misteri alien’ ini. CIA bahkan dibentuk atas Perintah Eksekutif Presidensial untuk menangani masalah alien ini. Badan lain yang kemudian dibentuk adalah National Security Council (NSC), untuk mengawasi komunitas intelijen terutama dalam hubungannya dengan kasus alien ini.

                Pada 9 Desember 1947, Truman membuat NSC-4, di bawah pimpinan Sekretaris Marshall, Forrestal, Patterson, dan George Kennan. Memo-memo NSC dan Perintah Eksekutif inilah yang membentuk lembaga MJ-12/Majic empat tahun kemudian. Sekretaris Pertahanan James Forrestal tidak setuju akan kerahasiaan ini. Ia seorang yang idealistik dan religius. Ia berkeyakinan bahwa publik berhak dan harus diberitahu.

                James Forrestal kemudian menjadi salah satu korban penculikan. Waktu ia angkat bicara pada anggota partai oposisi dan Kongres mengenai masalah alien ini, ia diminta mengundurkan diri oleh Presiden Truman. Forrestal kemudian dilaporkan mengalami ketidakwarasan dan ditempatkan di RS AL Bethesda. Meskipun pemerintah tidak memiliki otorisasi untuk penahanan dan penempatan Forrestal di RS itu, namun perintah tetap dilaksanakan. Mereka takut ia kembali buka mulut. Ia harus diisolasi dan diberangus.

                Akhirnya, pada 21 Mei 1949, saudara laki-laki Forrestal membuat keputusan menentukan. Ia meminta ijin pada pemerintah untuk memindahkan Forrestal dari RS Bethesda. Esoknya, pada 22 Mei 1949, seorang agen CIA mencekik leher Forrestal dengan seprai, mengikat ujung yang satunya ke bagian kamar, lalu melempar Forrestal ke luar jendela. Seprai robek dan ia pun jatuh menemui ajal. Buku harian Forrestal disita oleh CIA dan disimpan di Gedung Putih untuk waktu yang lama. Atas permintaan publik, buku harian itu kemudian dikeluarkan, namun dalam versi yang sudah diedit dan ditulis ulang. James Forrestal adalah salah satu korban pertama dari konspirasi ini.

                Alien yang masih hidup dan ditemukan sedang tersasar di gurun dalam kasus jatuhnya UFO di Roswell tahun 1949 diberi nama EBE (Extraterrestrial Biological Entity). Dalam penelitian, EBE MEMILIKI KECENDERUNGAN UNTUK BERDUSTA, dan selama masa interogasi hampir satu tahun hanya memberi jawaban yang menyesatkan. Hingga suatu saat, pada tahun kedua masa tawanannya, EBE mulai memberikan informasi, yang ternyata sangat mengejutkan pula. Kompilasi informasi ini dinamakan ‘Buku Kuning’. Foto-foto EBE juga diambil, dan saya pernah melihatnya waktu terlibat dalam Proyek Grudge.

                Pada tahun 1951 kondisi EBE melemah. Petugas medik tak dapat menentukan penyakit apa yang dideritanya, hingga EBE mati pada 2 Juni 1952. Dalam usaha yang putus asa dari pemerintah AS untuk menyelamatkan dan menjaga EBE agar tetap hidup, mereka mengirim sinyal minta bantuan ke berbagai penjuru angkasa, namun tanpa hasil.

                Presiden Truman lalu membentuk badan super rahasia National Security Agency (NSA) pada 4 November 1952. Tujuan utamanya untuk menerjemahkan komunikasi dengan alien, bahasa, dan merancang dialog dengan ras ekstraterestrial, serta untuk tetap menjaga kerahasiaan tentang keberadaan alien ini. Truman juga menginformasikan problem alien ini baik kepada sekutu, maupun Uni Soviet.

                Rencana kemudian disusun untuk menghadapi skenario bila bumi diinvasi para alien ini. Kesulitan timbul untuk koordinasi internasional namun tetap menjaga kerahasiaan. Diperlukan suatu badan eksternal untuk mengkoordinasi ini, hingga dibentuklah grup yang diberi nama Bilderberger, sebagai hasil pertemuan di Hotel Bilderberg. Kantor pusat grup ini ada di Jenewa, Swiss. Grup Bilderberger ini kemudian berkembang menjadi pemerintahan global rahasia yang mengontrol segalanya hingga sekarang. PBB sejak dahulu hingga sekarang hanyalah boneka internasional belaka.

                Pada 1953, AS dipimpin Presiden Dwight Eisenhower. Selama tahun pertama masa jabatannya, paling tidak terjadi lagi 10 insiden jatuhnya UFO, dengan penemuan 26 mayat alien dan 4 yang masih hidup. 4 ditemukan di Arizona, 2 di Texas, 1 di New Mexico, 1 di Louisiana, 1 di Montana, dan 1 lagi di Afrika Selatan.

                Eisenhower tahu ia menghadapi masalah besar, dan meminta pendapat pada rekannya dari Council for Foreign Relations (CFR), Nelson Rockefeller. Dalam waktu setahun, mereka merancang rencana dan struktur untuk tugas supervisi masalah alien ini, dan terbentuklah MJ-12. Adalah paman Nelson, Winthrop Aldrich yang mendukung Eisenhower ke posisi kepresidenan. Seluruh keluarga Rockefeller mendukung Eisenhower, dan mereka semua adalah anggota CFR. Meminta tolong pada Rockefeller untuk masalah alien ini adalah kesalahan paling besar yang pernah dilakukan Eisenhower dan berdampak besar pada masa depan Amerika Serikat dan mungkin seluruh dunia.

                Pada 1953, para ahli astronomi mendeteksi obyek besar dari luar angkasa yang menuju bumi. Pertama dugaan mereka itu adalah asteroid. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa itu adalah pesawat ruang angkasa. Ketika mendekati bumi ternyata tampak jumlah mereka banyak dengan maksud kedatangan yang belum diketahui. Proyek Sigma dan Plato kemudian dibuat untuk mencoba komunikasi dengan mereka melalui bahasa kode biner. Ini berhasil, dan mereka berhasil merencanakan suatu pendaratan di suatu padang gurun dan melakukan kontak muka dengan muka dengan para alien ini. Proyek Plato memiliki tugas menjalin hubungan diplomatik dengan bangsa alien ini. Seorang duta ditinggalkan di bumi sebagai jaminan mereka akan kembali dan membuat pakta/perjanjian.

                Sementara itu, suatu ras alien humanoid (Nordic/Blondes) mendarat di Pangkalan Udara Homestead, Florida dan berhasil mengadakan kontak dengan pemerintah AS. Kelompok ini memberikan PERINGATAN BAGI KITA MENGENAI GRUP ALIEN YANG DATANG DARI ORBIT DAN MENAWARKAN BANTUAN UNTUK PENINGKATAN SPIRITUAL BAGI KITA. MEREKA MEMINTA KITA MEMUSNAHKAN SEMUA PERSENJATAAN NUKLIR SEBAGAI SYARATNYA. MEREKA MENOLAK UNTUK BERTUKAR TEKNOLOGI DENGAN ALASAN KITA SECARA SPIRITUAL BELUM DAPAT DIPERCAYA UNTUK MENGUASAI TEKNOLOGI DEMIKIAN CANGGIH. Tawaran ini ditolak oleh pemerintah AS, karena melibatkan pemusnahan senjata nuklir yang pada waktu itu dianggap perlu dalam kondisi politik luar negeri yang tidak menentu.

                Pendaratan ketiga terjadi di Muroc (sekarang Edwards Air Force Base) pada 1954. Pangkalan ditutup selama tiga hari dan selama itu tak ada yang diijinkan keluar masuk. Jalannya masa depan dirancang dan diplot, detail perjanjian sudah disetujui. Saksi mata membocorkan ada tiga piring terbang yang mendarat di Muroc. Presiden Eisenhower berjumpa dengan para alien ini pada 20 Februari 1954, dan pakta resmi antara pemerintah AS dan ras alien ini disetujui dan ditandatangani. Kita lalu menerima duta besar pertama dari bangsa alien ini. Ia diberi nama ‘His Omnipotent Highness of Crilll or Krilll’, disingkat Crill atau Krill. Tidak lama setelah pertemuan dan perjanjian ini, Presiden Eisenhower mengalami serangan jantung.

                Empat orang lainnya yang hadir pada pertemuan itu adalah Franklin Allen dari Hearst Newspapers, Edwin Nourse dari Brookings Institute, Gerald Light dari Metaphysical Research, dan Uskup Katolik MacIntyre dari Los Angeles. Sepucuk surat emosional yang ditulis Gerald Light berbunyi sebagai berikut :

“Kepada para rekan : Saya baru saja kembali dari Muroc. Laporan itu ternyata benar! Saya ditemani Franklin Allen dari Hearst Newspapers, Edwin Nourse dari Brookings Institute, dan Uskup Katolik MacIntyre dari Los Angeles. Ketika kami diijinkan masuk area terlarang, SAYA MEMILIKI PERASAAN ANEH BAHWA DUNIA SEDANG BERAKHIR DENGAN KENYATAAN YANG FANTASTIS. KARENA SAYA MENYAKSIKAN MANUSIA BERADA DALAM KONDISI KEBINGUNGAN DAN COLLAPSE SEPENUHNYA, WAKTU MEREKA MENYADARI BAHWA DUNIA MEREKA AKAN BERAKHIR DENGAN CARA MIRIP PENGEMIS. REALITAS DARI KEBERADAAN MAKHLUK DAN PESAWAT RUANG ANGKASA SUDAH BUKAN LAGI HANYA SEKADAR SPEKULASI.

                Dalam kunjungan dua hari saya, saya melihat lima jenis piring terbang yang berbeda sedang ditangani dan diteliti oleh para petugas Angkatan Udara – dengan bantuan dan ijin dari para makhluk itu!

                Saya tak punya kata-kata untuk mengekspresikan reaksi saya. Ini semua akhirnya terjadi. Namun saya yakin Presiden Eisenhower akan segera mengumumkan ini pada publik melalui radio dan televisi. Dari yang saya tangkap, pernyataan resmi pemerintah sedang disiapkan untuk diumumkan sekitar bulan Mei.”

                Kita sekarang tahu alinea terakhir dari surat Gerald Light itu tak pernah terjadi. Tak ada pengumuman secuil pun dari pemerintah. Gerald Light juga melaporkan simbol yang digunakan ras alien itu, yang diberi nama ‘Trilateral Insignia’, yang tampak pada kostum dan pesawat mereka. Semua pendaratan itu difilmkan, dan film itu ada hingga sekarang.

                Pakta yang disetujui menyatakan bahwa para alien tidak akan ikut campur dalam urusan manusia dan demikian pula sebaliknya. KEBERADAAN MEREKA DI BUMI INI AKAN DIRAHASIAKAN. Mereka akan memberi kita teknologi canggih. Mereka tidak akan membuat perjanjian dengan negara lain. MEREKA DIIJINKAN MENCULIK MANUSIA DALAM JUMLAH TERBATAS DAN DALAM PERIODE YANG SUDAH DITETAPKAN SEBELUMNYA, UNTUK KEPENTINGAN PENELITIAN MEDIS DAN PEMANTAUAN PERKEMBANGAN MANUSIA, DENGAN CATATAN MANUSIA ITU TIDAK AKAN DICEDERAI, DAN AKAN DIKEMBALIKAN PADA TEMPAT ASALNYA SEMULA DAN SEMUA INGATAN AKAN KEJADIAN DIHAPUS. DAN BAHWA RAS ALIEN AKAN MEMBERIKAN DAFTAR KONTAK DAN SANDERA MANUSIA DALAM JADWAL YANG TERATUR PADA GRUP MJ-12.

                Disepakati juga bahwa tiap negara akan menerima duta besar selama pakta ini masih berlaku. Ras alien ini juga akan melakukan pertukaran 16 manusia dengan ras mereka untuk kepentingan mempelajari satu sama lain. ‘Duta-duta’ dari ras alien akan tinggal di bumi, sementara ‘duta-duta’ dari bumi akan melakukan perjalanan ke tempat asal para alien selama kurun waktu tertentu, dan kemudian kembali ke bumi.

                Kesepakatan lain menyangkut pembangunan pangkalan-pangkaln bawah tanah untuk digunakan bangsa alien ini, dan dua dari pangkalan bawah tanah itu akan digunakan bersama-sama oleh para alien dan pemerintah AS, di mana pertukaran teknologi akan dilakukan di situ. PANGKALAN-PANGKALAN ALIEN INI AKAN DIBANGUN DI BAWAH TANAH WILAYAH RESERVASI INDIAN DI UTAH, COLORADO, NEW MEXICO, DAN ARIZONA, serta satu lagi di area yang diberi nama Dreamland. (Catatan : Banyak sumber berpendapat bahwa para alien ini bersikukuh untuk pangkalan-pangkalan ini dibangun di bawah tanah karena mereka tidak secara langsung berasal dari ruang angkasa, namun sudah ada di bawah tanah sejak awal peradaban manusia. Jadi pangkalan-pangkalan ini hanya ‘penutup’ atau ‘tampak muka’ dari sistem lorong subterranean bawah tanah yang memang sudah dalam kontrol mereka sejak dahulu kala).

                Dreamland dibangun di gurun Mojave, dekat suatu tempat yang bernama Lembah Yucca. Kasus penampakan UFO di gurun Mojave ini memang yang paling banyak terjadi dibandingkan wilayah lain di seluruh dunia. Saking banyaknya penampakan itu, hingga tidak ada lagi yang mau melaporkannya. Bagi penduduk setempat, fenomena itu sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

                Semua pangkalan ini akan ditangani dan di bawah pengawasan Angkatan Laut (Naval). Pada 1957, dana besar dihimpun untuk proyek pembangunan ini. Proyek Redlight dibuat untuk mengkonstruksi dan bereksperimen dalam pesawat alien. Instalasi super rahasia dibangun di Groom Lake, Nevada dijuluki Area 51. DARI DOKUMENTASI YANG SAYA BACA, PALING TIDAK ADA 600 MAKHLUK ALIEN YANG TINGGAL DALAM PANGKALAN-PANGKALAN INI BERSAMA-SAMA DENGAN SEJUMLAH ILMUWAN DAN PERSONEL CIA. NAMUN HANYA SEBAGIAN KECIL SAJA MANUSIA YANG DIIJINKAN BERHUBUNGAN DENGAN PARA ALIEN INI, KARENA ADA KETAKUTAN AKAN TEKNOLOGI PENANAMAN CHIP PENGONTROL PIKIRAN YANG DIMILIKI PARA ALIEN.

                Angkatan Bersenjata ditunjuk untuk urusan keamanan dalam proyek-proyek ini. Organisasi yang dibentuk khusus untuk tugas itu adalah Tim Delta (Delta Force) yang bermarkas di Fort Carlson, Colorado.

                Penggalangan dana multimiliar dolar diorganisir dan ditempatkan di gedung putih. Dana ini digunakan untuk membangun LEBIH DARI 75 FASILITAS BAWAH TANAH. Presiden yang mendapat pertanyaan dari kongres dan pers berkata pembangunan itu untuk konstruksi perlindungan bawah tanah bagi Presiden di masa perang. Jutaan dolar diselundupkan lewat kantor Majesty Twelve (MJ-12), lalu disalurkan pada para kontraktor pembangunan.

                Lokasi dan semua yang berkaitan dengan fasilitas-fasilitas bawah tanah ini jatuh dalam kategori Top Secret. Dana yang sedemikian besar dirahasiakan sedemikian rupa hingga hanya segelintir orang yang tahu untuk apa dana itu digunakan. Dan tiap sen dari dana itu dapat dengan mudah dihapus jejaknya oleh segelintir orang tadi. Tidak ada dan mungkin tidak akan  pernah ada audit untuk keberadaan dana itu.

                Sementara itu, Nelson Rockefeller berubah posisi kembali. Ia menduduki posisi di Special Assistant for Cold War Strategy.  Fungsi sebenarnya adalah koordinator presidensial untuk komunitas intelijen. Jabatan penting kedua adalah menjadi salah satu pemimpin dari badan Majesty Twelve MJ-12 melalui memo NSC 5412/1 dari Presiden Eisenhower, yang berfungsi untuk mengawasi dan melaksanakan semua kegiatan rahasia yang berkaitan dengan masalah alien ini.

                Anggota MJ-12 ini terdiri dari Nelson Rockefeller, Direktur CIA Allen Welsh Dulles, Sekretaris Negara John Foster Dulles, Sekretaris Pertahanan Charles E. Wilson, Chairman dari Joint Chiefs of Staff Admiral Arthur W. Radford, Direktur FBI J. Edgar Hoover, 6 orang komite eksekutif dari Council on Foreign Relations dan 6 anggota komite eksekutif Jason Group, ditambah Dr. Edward Teller (Jason Group adalah kelompok ilmiah rahasia yang dibentuk pada masa Proyek Manhattan, anggotanya terdiri dari anggota Skull and Bones dari Yale dan kelompok Scroll & Key dari Harvard).

                Secara total ada 19 anggota MJ-12. Aturan pertama dari kelompok ini adalah bahwa tidak ada perintah yang dapat dikeluarkan atau tindakan yang dapat diambil tanpa suara mayoritas dari dua belas anggota, karena itu dinamakan MJ-12. Di tahun-tahun berikutnya, MJ-12 berisikan anggota-anggota dari CFR atau Komisi Trilateral. Gordon Dean, George Bush, dan Zbigniew Brezinski adalah beberapa di antaranya. Perlu dicatat bahwa Presiden Eisenhower beserta enam anggota MJ-12 yang pertama adalah anggota CFR. INI MEMBERI MEREKA KONTROL PENUH ATAS HAMPIR SEMUA LEMBAGA DI PEMERINTAHAN UNTUK BERADA DI BAWAH SUATU BADAN YANG MENJALANKAN AGENDA KELOMPOK ILLUMINATI. Semua kelompok rahasia yang disebutkan sejak awal seperti CFR, Skull and Bones, Komisi Trilateral dan lain-lain semua masih ada bahkan hingga hari ini dan malah makin luas pengaruhnya. Hanya namanya saja yang berganti seiring dengan pergantian kabinet dan pemerintahan AS.

Pelanggaran Perjanjian Oleh Para Alien

                Pada 1955 terbukalah fakta bahwa para alien, yang sekarang telah menempati kompleks-kompleks bawah tanah yang dibangun untuk mereka, telah menipu Eisenhower dan melanggar pakta yang dibuat dengannya. Mutilasi (pemotongan) manusia dan hewan terjadi di seluruh Amerika Serikat. Para alien ini tidak memberikan semua daftar kontak dan penculikan manusia pada kelompok MJ-12, dan tidak semua korban penculikan dikembalikan ke tempat asalnya semula. Mereka juga diduga membuat pakta dengan Uni Soviet, dan ini terbukti benar adanya. PARA ALIEN INI MENYATAKAN BAHWA MEREKA TELAH, DAN SEDANG MEMANIPULASI MANUSIA MELALUI KELOMPOK-KELOMPOK RAHASIA, ILMU SIHIR, DAN OKULTISME.

                Dari beberapa kontak senjata dengan pesawat-pesawat alien, terbukti bahwa teknologi persenjataan kita tak dapat melumpuhkan mereka. Lewat memorandum NSC 5511 pada tahun 1954, Presiden Eisenhower memerintahkan pembentukan grup studi untuk MEMERIKSA SEMUA FAKTA, BUKTI, KEBOHONGAN, PENIPUAN, DAN MENCARI KEBENARAN MENGENAI MASALAH ALIEN INI. Grup studi ini terdiri dari 35 orang yang lagi-lagi kesemuanya anggota Council on Foreign Relations (CFR). Mereka adalah :

Gordon Dean, Chairman;  Dr. Henry Kissinger, Study Director;  Dr. Zbigniew Brezinski, Study Director;  Dr. Edward Teller;
  Maj. Gen. Richard C. Lindsay; Hanson W. Baldwin;  Lloyd V. Berkner;  Frank C. Nash;  Paul H.Nitze;  Charles P. Noyes;  
Frank Pace Jr.;  James A. Perkins; Don K. Price;  David Rockefeller;  Oscar M. Ruebhausen;  Lt. Gen. James M. Gavin;  
Caryl P. Haskins;  James T. Hill, Jr.;  Joseph E. Johnson;  Mervin J. Kelly;  Frank Altschul;  Hamilton Fish Armstrong; 
 Maj. Gen. James McCormack, Jr.;  Robert R. Bowie; McGeorge Bundy;  William A. M. Burden;  John C. Campbell;  
Thomas K. Finletter;  George S. Franklin, Jr.;  I.I. Rabi;  Roswell L. Gilpatric;  N.E. Halaby;  
Gen. Walter Bedell Smith;  Henry DeWolf Smyth;  Shields Warren;  Carroll L. Wilson;  Arnold Wolfers.

                    Hasil dari grup studi ini adalah kesimpulan bahwa PUBLIK TAK BOLEH DIBERI TAHU. KARENA INI BISA MENYEBABKAN RUNTUHNYA EKONOMI, STRUKTUR RELIGIUS, DAN KEPANIKAN NASIONAL, YANG AKHIRNYA MENGARAH PADA ANARKI. Kerahasiaan ini pun berlanjut terus. Konsekuensinya, bila publik tak boleh diberi tahu, maka Kongres pun tak boleh diberi tahu.

                    Penemuan lainnya yang lebih mengerikan adalah bahwa PARA ALIEN MENGGUNAKAN ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN SEBAGAI SUMBER MEMPEROLEH ENZIM, HORMON, SEKRESI KELENJAR, PLASMA DARAH, DAN BESAR KEMUNGKINAN UNTUK REKAYASA GENETIKA. Ketika para alien ditanya mengenai masalah ini, mereka menjawab bahwa mereka perlu itu untuk bertahan hidup. Bahwa struktur genetik mereka memburuk dan mereka tak dapat lagi bereproduksi. Bila mereka tidak dapat memperbaiki struktur genetik mereka, ras mereka akan musnah. KALI INI KITA MEMANDANG PENJELASAN MEREKA DENGAN PENUH KECURIGAAN. (Catatan : Beberapa sumber menyatakan bahwa ini lagi-lagi adalah kebohongan mereka. Pada dasarnya mereka dapat bereproduksi melalui teknik cloning dan embryo tabung. Organ tubuh manusia dan hewan semata-mata digunakan untuk konsumsi para alien ‘Grays’ ini. Ingat bahwa mereka memiliki kecenderungan untuk berdusta).

                    Karena persenjataan kita tak berdaya menghadapi mereka, MJ-12 memutuskan untuk melanjutkan hubungan diplomatik yang merugikan dan bersifat parasit ini, hingga suatu masa di mana kita memiliki teknologi persenjataan untuk menghadapi mereka secara terbuka dan frontal. Rencana-rencana baru pun disusun melibatkan Uni Soviet dan negara lainnya. Riset dan pembangunan persenjataan menggunakan teknologi konvensional dan nuklir pun gencar dilakukan, dengan harapan dapat mengimbangi para alien tersebut.

                    Hasilnya adalah Proyek Joshua dan Excalibur. Joshua adalah senjata hasil sitaan dari Jerman yang mampu menghancurkan lapis baja setebal empat inci dari jarak dua mil, dengan menggunakan gelombang suara frekuensi rendah yang difokuskan. Excalibur adalah senjata yang dipasang pada peluru kendali dengan ketinggian tidak lebih dari 30.000 kaki. Kemungkinan melencengnya tidak lebih dari radius 50 meter, dapat menembus 1.000 meter ke dalam tanah padat, membawa satu megaton hulu ledak, dan didesain untuk menghancurkan para alien di ‘sarang-sarang’ bawah tanah mereka. Teknologi persenjataan Joshua berhasil dikembangkan namun tidak pernah digunakan. Sementara penelitian lanjutan untuk Excalibur terus dilanjutkan.”

                    William Cooper melanjutkan laporannya :

“… Suatu simposium diadakan pada 1957 yang dihadiri oleh ilmuwan-ilmuwan terkemuka pada masa itu. Mereka sepakat pada kesimpulan bahwa pada, atau segera setelah, tahun 2000, planet bumi akan hancur karena meningkat pesatnya populasi dan eksploitasi manusia terhadap sumber daya alam. Atas perintah eksekutif Presiden Eisenhower, Jason Group diperintahkan untuk mempelajari skenario ini. Hasilnya, Jason Group mengkonfirmasi penemuan para ilmuwan tersebut dan merekomendasikan apa yang mereka sebut ALTERNATIF 1, 2, dan 3 :

                    Alternatif 1 adalah menggunakan ledakan nuklir untuk membuat lubang di stratosfir agar panas dan polusi dapat keluar ke ruang angkasa. Alternatif 2 adalah dengan membangun jaringan kota-kota bawah tanah berikut lorong-lorongnya, di mana orang-orang terpilih dari semua kultur dan profesi ditempatkan dan diselamatkan di situ. Sisanya di permukaan dibiarkan berjuang sendiri. Tadi telah disinggung bahwa fasilitas-fasilitas itu sudah mulai dibangun sejak pemerintahan Eisenhower. Alternatif 3 adalah dengan bantuan teknologi alien memilih orang-orang tertentu untuk membangun koloni di planet lain di luar angkasa. Obyek yang paling disorot untuk alternatif ini adalah bulan dan planet Mars.

                    Sebagai instrumen pelambat, ketiga alternatif memasukkan program keluarga berencana, sterilisasi, dan penggunaan penyakit untuk mengontrol jumlah populasi manusia. AIDS hanya salah satu wujud nyata rencana ini. Karena para ‘elit’ ini sudah memutuskan bahwa populasi harus dikurangi untuk mencegah terjadinya bencana yang terlalu cepat, maka mereka menentukan target kelompok masyarakat mana yang mereka anggap ‘kurang’ bermanfaat dan menjadikan mereka sebagai target. Target spesifik selama ini adalah orang kulit hitam, hispanik, dan kaum homoseksual. Kepemimpinan bersama AS dan Soviet ini tidak memilih Alternatif 1, namun memerintahkan pelaksanaan Alternatif 2 dan 3 secara bersamaan.

Kennedy Sebagai Tumbal

                    Pada suatu waktu, Presiden John F. Kennedy mencium mengenai penyaluran dan penjualan obat bius serta narkotika oleh agen-agen pemerintah sebagai upaya mendanai proyek-proyek alien. Ia segera memberi ultimatum pada MJ-12 untuk menghentikan kegiatan subversif itu. Ia mengancam mereka bila masalah ini tak dituntaskan, maka ia akan mengambil tindakan tegas. IA MENGANCAM MJ-12 BAHWA IA AKAN MENGUMUMKAN KEBERADAAN RAS ALIEN PADA RAKYAT AS, DAN MEMERINTAHKAN RENCANA PERSIAPAN UNTUK ITU.

                    Keputusan Presiden Kennedy ini membuat panik para petinggi yang terlibat kasus alien dan obat bius ini. Pembunuhan Kennedy lalu direncanakan oleh Komite Kebijakan dan dilaksanakan agen-agen di Dallas. Presiden Kennedy dibunuh oleh seorang anggota Secret Service yang mengendarai mobil dalam pawai. Bila Anda melihat film dokumenternya, perhatikan sang supir dan bukan Kennedy-nya.

                    Hasil otopsi Dr. Charles Crenshaw atas tubuh Kennedy menunjukkan bahwa tidak mungkin Lee Harvey Oswald menembak Kennedy dari belakang, karena luka di kepala Kennedy berasal dari tembakan dari arah depan. Dr. Crenshaw dalam buku “Now It Can Be Told” juga menyatakan orang-orang yang menyaksikan luka di kepala Kennedy menjadi korban dan mengalami kematian dengan sebab yang tidak jelas. Jika ini benar, maka dua orang yang bersembunyi di pepohonan adalah tim cadangan, dan Oswald hanyalah kambing hitam.

                    Paranoia lantas merebak, karena hingga tahun 1968 sudah lebih dari lima puluh saksi mata, wartawan, dan penyelidik menemui kematian secara tiba-tiba dan mencurigakan. Semua saksi yang berada cukup dekat ke mobil hingga melihat William Greer (sang supir) menembak Kennedy, dibunuh dalam rentang waktu dua tahun sejak kejadian.

Pada Desember 1988, saya berbicara dengan rekan periset John Lear melalui telepon, dan berkata bahwa saya mencari video orisinil yang memuat adegan Kennedy dibunuh William Greer selama 16 tahun, namun tak berhasil. Ia lalu mengundang saya dan istri saya, Annie, ke rumahnya di Las Vegas. Bukan hanya ia menunjukkan film itu pada saya, tapi ia membuat kopi video itu untuk saya. Dalam video itu tampak bagaimana Greer menoleh ke belakang dengan tangan kiri menggenggam pistol melewati bah kanan dan menembak. Anda dapat melihat pistol otomatik kaliber 45 berlapis nikel di tangan kirinya. Tampak kepalanya menoleh ke arah Kennedy. Kekuatan tembakan menjengkangkan kepala Kennedy ke jok mobil.

Selama bertahun-tahun saya memberitahu orang-orang tentang perbedaan antara laporan dokter di Dallas dengan laporan otopsi dari Rumah Sakit Angkatan Laut Bethesda. Saya sudah menunjukkan bukti-bukti bahwa luka di kepalanya sudah diakali dan disembunyikan. Saya juga sudah memberitahu orang-orang bahwa tubuh Kennedy dikeluarkan dari petinya di pesawat dan diselundupkan lewat pintu belakang dan dibawa oleh helikopter AL.

                    Tahukah Anda bahwa orang yang mengepalai Secret Service pada waktu itu, menjadi orang kepercayaan keluarga Rockefeller pada saat ia pensiun? Jadi sekarang Anda tahu bahwa KENNEDY DIBUNUH ATAS PERINTAH KELOMPOK ILLUMINATI, DAN BAHWA ITU TAK ADA KAITANNYA DENGAN PEMERINTAHAN YANG SAH DAN KONSTITUSIONAL.

Kelompok Illuminati atau Masons sangat berkuasa, dengan anggota orang-orang yang sangat kaya dan berpengaruh. Mereka meyakini bahwa mereka adalah penjaga dari rahasia sejarah. Mereka juga yakin bahwa mayoritas rakyat tidak akan tahu bagaimana berhadapan dengan pengetahuan, fakta, dan kebenaran yang sesungguhnya. Lebih jauh lagi, mereka juga percaya bahwa apapun yang mereka lakukan adalah untuk keselamatan dan kebaikan umat manusia – meski itu berarti harus memusnahkan milyaran manusia demi tujuan itu…

Perang Informasi Dan Media Massa

                     Rencana yang lain pun sedang dijalankan. Ini adalah rencana untuk mempersiapkan publik untuk berkonfrontasi dengan ras alien. Itu mungkin saja berarti membuat Anda percaya akan gambaran ras alien yang tidak sesuai dengan faktanya. Publik pun dibombardir dengan film-film Hollywood, TV, acara radio, surat kabar, dan sarana media massa lainnya yang bertujuan menyesatkan Anda dari fakta tentang alien yang sebenarnya (perhatikan betapa banyaknya film yang bertemakan alien dan bencana global dalam dua atau tiga dekade terakhir).

                    Lihat ke sekeliling dan perhatikan baik-baik. Seseorang atau sesuatu ingin membuat keberadaannya dikenal dan pemerintah sedang menyiapkan dan mengkondisikan Anda untuk itu. Mereka tidak ingin ada kepanikan. Dari jumlah penampakan UFO yang demikian banyak akhir-akhir ini menunjukkan bahwa selubung layar akan segera dibuka dan drama akan segera dimainkan.

                    Pemerintah AS kemudian mendorong produksi dan impor senjata api untuk tujuan mempersenjatai kriminal. Ini bertujuan untuk menciptakan perasaan tidak aman, yang akhirnya akan menyetujui undang-undang pelarangan senjata (masyarakat yang tak bersenjata tak dapat membela diri, sementara para ‘kriminal’ yang bersenjata terus melanggar hukum). Teknik-teknik hipnosis, bahkan melalui media publik pun digunakan. Seperti dalam kasus Sirhan Sirhan yang membunuh Robert Kennedy (saudara John Kennedy), mengaku tidak memiliki ingatan mengenai kejadian itu, walaupun ia menembakkan lebih dari sepuluh butir timah panas ke tubuh Kennedy.

                    Dalam semua kasus pembunuhan atau penembakan massal ekstrim didapati pola yang sama, seperti insiden sekolah wanita di Kanada, pusat perbelanjaan di Kanada, pembantaian di Stockton, California, pembunuhan Rabbi Meir Kahane, dan lainnya. Pelaku semuanya adalah mantan pasien RS jiwa yang menjalani terapi pengobatan dengan obat PROZAC. Obat ini dalam dosis tertentu dapat meningkatkan kadar Serotonin, yang memicu tindak kekerasan ekstrim. Bila digabung dengan teknik hipnosis, atau penanaman chip pengontrol pikiran (teknologi yang berasal dari para alien), atau gelombang frekuensi rendah microwave E.L.F., maka yang Anda dapatkan adalah ‘mesin pembunuh gila’ yang biasanya melakukan bunuh diri setelah melakukan pembantaian.

                    Pada akhirnya nanti, karena tingkat kriminalitas yang demikian tinggi, media akan meyakinkan publik bahwa kondisi gawat darurat dan anarkis sedang terjadi di berbagai kota utama. Ketika opini publik sudah termakan isu ini, mereka kemudian akan menyatakan bahwa grup teroris bersenjatakan nuklir telah memasuki Amerika Serikat dan berniat untuk meledakannya di salah satu kota penting.

                    Ini memberi alasan untuk pemerintah membekukan Konstitusi dan memberlakukan siaga satu atau kondisi darurat. Pasukan rahasia hasil hibrid alien dan manusia yang dicuci otak kemudian memegang kendali. Media massa – radio, TV, surat kabar, dan jaringan Komputer serta Internet akan dirampas dan dikontrol oleh pemerintah. Siapapun yang melawan akan diculik atau dibunuh. SEMUA RENCANA DAN SKENARIO OPERASI INI TELAH DIUJI COBA OLEH PEMERINTAH DAN MILITER PADA TAHUN 1984 DI BAWAH SANDI KODE REX-84A DAN TERNYATA BERJALAN MULUS. Jika skenario ini berhasil dijalankan, kudeta pemerintahan bayangan beserta ras alien tercapailah sudah. KEBEBASAN ANDA TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI DAN ANDA AKAN HIDUP DALAM PERBUDAKAN SELAMA SISA HIDUP ANDA.

                    Dapatkah Anda percaya bahwa pemerintah tak dapat mengontrol media massa, sementara pemerintahlah yang berkuasa mencetak uang dan menggunakannya untuk menyuap mereka? UANG ADALAH METODE DASAR DARI KONTROL. Publikasi besar-besaran tentang UFO sudah pasti didanai dan dikontrol oleh CIA sebagai sarana disinformatif yang menyesatkan.

                    Eisenhower adalah presiden AS terakhir yang mengetahui fakta sepenuhnya dari masalah alien ini. Presiden-presiden selanjutnya hanya tahu apa yang MJ-12 dan komunitas intelijen ingin mereka tahu, dan pasti bukan fakta yang sebenarnya. MJ-12 mencekoki presiden-presiden baru itu dengan gambaran alien yang sedang berusaha bertahan hidup, mencari perlindungan di planet bumi ini, dan memberi kita teknologi canggihnya secara cuma-cuma. Terkadang sang presiden malah tak diberi tahu sama sekali. Para presiden yang termakan bualan itu menelan mentah-mentah dan malah mendukung agenda ‘pemerintahan bayangan’ itu, sementara rakyat tak berdosa menanggung penderitaan, penculikan, dan menjadi korban eksperimen para alien. Hanya Kennedy yang mencoba melawan, hingga akhirnya ajal pun direncanakan untuknya.

                    Dalam dokumen yang saya baca, 1 dari 40 orang telah diculik dan ditanami chip elektronik, untuk tujuan yang tidak diketahui. Namun ada indikasi kuat bahwa para alien ini sedang membangun pasukan yang dapat dikontrol melalui chip-chip itu untuk diaktivasi suatu saat demi kepentingan mereka. Anda perlu tahu bahwa hingga hari inipun kita masih jauh dari dapat mengimbangi teknologi dan persenjataan mereka.

                    Saya pernah mengirim 536 surat petisi pada tiap anggota Senat dan Wakil Rakyat pada 26 April 1989. Hingga akhir 1990, saya hanya menerima enam jawaban yang sama sekali tidak memuaskan. Isi surat petisi saya secara ringkas adalah sebagai berikut :

(1)    Sepanjang sejarah, sekelompok kecil orang yang berkuasa merasa bahwa hanya mereka yang dapat menentukan nasib jutaan rakyat. Sejarah pula yang membuktikan bahwa mereka salah. Negara AS yang besar ini didirikan atas dasar Kebebasan dan Demokrasi. Saya sepenuhnya percaya bahwa AS tidak akan berjaya bila mengabaikan kedua dasar tadi. Pembeberan penuh kepada publik harus dilakukan dan kita harus mulai dengan bahu membahu menyelamatkan peradaban manusia ini.

(2)    Kita sedang dimanipulasi oleh struktur kekuasaan gabungan manusia dan ras alien yang akan mengarah pada satu pemerintahan dunia dan perbudakan umat manusia. Kita harus mengerahkan segala daya dan upaya untuk mencegah ini terjadi.

(3)    Situasi ini timbul dari karena tindakan atau kesalahan kita selama hampir setengah abad ini. Karena ini adalah kesalahan kita, maka selayaknya kita pula yang memperbaikinya dengan didasari niat baik dan ketulusan. Pendidikan dan sosialisasi memegang peran utama dalam solusi masalah ini. Sisanya adalah penghapusan kerahasiaan dari pemerintah.

(4)    Anda semua harus menyadari bahwa media massa telah disalahgunakan untuk menetralisir publik dan menyesatkannya dari kenyataan yang sebenarnya dari ras alien ini. Media massa juga disalahgunakan untuk mempropagandakan agenda-agenda satu pemerintahan Orde Dunia Baru, agenda yang menuju kehancuran negara-negara di dunia, termasuk Amerika Serikat. Orde Dunia Baru ini menganut sistem sosialis totalitarian. Di dalamnya kita hanya akan menjadi budak dari sistem ekonomi dan kehidupan yang sepenuhnya dikontrol.

  

FILE NO. 05

Skenario Kuda Troya

 John Lear, kapten pilot dari salah satu perusahaan penerbangan terbesar di AS telah menerbangkan lebih dari 160 jenis pesawat terbang di lebih dari 50 negara. Ia telah banyak kali terbang menjalankan misi untuk CIA dan badan pemerintahan lainnya ke seluruh dunia. Berikut ini adalah pernyataan yang dirilis Lear pada 29 Desember 1987 dan direvisi pada 25 Maret 1988. Versi pertama dari pernyataannya ditujukan untuk para rekan periset yang terhubung dekat dengan Lear, sementara versi revisinya lebih ditujukan pada publik umum.

CATATAN UNTUK PERS :

                    Giordano Bruno pada tahun 1600-an menjadi korban dan dibakar hidup-hidup karena memberitakan kebenaran tentang matahari tidak mengelilingi bumi, namun sebaliknya. Sekarang, lebih dari 400 tahun sejak kejadian itu, kita kembali dihadapkan pada kebenaran yang ‘mengerikan’, yang disembunyikan pemerintah AS selama lebih dari 50 tahun.

                    Bangsa Jerman pada era Hitler telah menemukan piring terbang sekitar tahun 1939. Jenderal James H. Doolittle pergi Ke Norwegia pada 1952 untuk memeriksa jatuhnya sebuah piring terbang di Spitzbergen. ‘Fakta yang mengerikan’ ini hanya diketahui segelintir orang. Dari sejumlah orang yang tahu, banyak yang menjadi korban dan tewas karenanya. Seperti Sekretaris Pertahanan James V. Forrestal yang dilempar dari lantai 16 sebuah rumah sakit. Catatan medis Forrestal dirahasiakan hingga sekarang.

                    Presiden Truman menyumbat semua informasi mengenai hal ini, dan menggemboknya demikian kuat hingga publik umum hingga kini masih berpikir bahwa piring terbang dan alien hanyalah gurauan belaka. Coba kita bayangkan sejenak posisi Amerika Serikat pada waktu itu. Mereka bangga karena telah menjadi negara terkuat di dunia, dan berhasil menciptakan bom atom. Saking majunya, hingga perlu waktu empat tahun bagi Rusia untuk menyusulnya, dan itu pun dengan mencuri-curi teknologi dari oknum AS yang menjual rahasia negara. Mereka sudah dapat membuat pesawat jet dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, dan pesawat pembom yang bisa terbang menjelajah antar benua.

                    Sekarang bayangkan seperti apa perasaan para pemimpin AS itu ketika dihadapkan pada fakta adanya kemungkinan invasi dari ras alien. Bayangkan kengerian mereka waktu menemukan mayat-mayat makhluk kecil bermata besar, berkulit reptil, dengan cakar di jari-jari mereka. Bayangkan juga keterkejutan dan keheranan mereka ketika melihat bahwa pesawat para alien ini tidak memiliki mesin, piston, atau bagian-bagian lain yang mereka kenal. Jika Anda mengerti perasaan mereka saat itu, baru Anda akan mengerti mengapa mereka begitu mati-matian menjaga kerahasiaan ini, bahkan bila perlu dengan tindakan yang ekstrim dan mematikan.

                    Sejak saat itulah penampakan UFO menjadi begitu banyaknya, hingga usaha pemerintah menutupi fakta ini pun menjadi bertambah berat. Selama periode 1969-1971, kelompok MJ-12 yang mewakili AS, mengadakan perjanjian atau pakta dengan ras ekstraterestrial ini, yang mereka sebut EBE (Extraterrestrial Biological Entities). Perjanjian itu menyatakan bahwa dalam rangka pertukaran dengan teknologi canggih mereka, pemerintah setuju untuk ‘mengabaikan’ penculikan-penculikan manusia yang dilakukan para EBE ini, dan menutupi informasi ini dalam selubung kerahasiaan. Para EBE meyakinkan MJ-12 bahwa penculikan ini hanyalah suatu cara untuk memonitor perkembangan peradaban manusia.

                    Namun tak lama kemudian terkuak fakta, bahwa tujuan penculikan tersebut adalah untuk :

(1)    Penanaman bola kecil 3 mm melalui rongga hidung ke otak. Bola ini merupakan alat pemantau, pelacak, dan kontrol atas korban yang diculik.

(2)    Pemakaian teknik Sugesti Pascahipnotik untuk membuat korban secara tak sadar menjalankan suatu aktivitas tertentu dalam waktu tertentu, yang biasanya dalam kurun 2 – 5 tahun ke depan sejak penculikan.

(3)    Pembunuhan sebagian korban penculikan untuk digunakan sebagai sumber bahan biologis untuk eksperimen mereka.

(4)    Pembunuhan orang-orang yang dianggap membahayakan dan mengancam keberadaan serta aktivitas mereka.

(5)    Melakukan rekayasa genetik atas korban penculikan.

(6)    Pembuahan rahim korban wanita yang diculik dengan metode bayi tabung untuk menciptakan hibrid spesies baru, campuran antara ras manusia dan alien untuk dimanfaatkan sebagai pasukan atau menjalankan agenda mereka.

Pemerintah AS tidak menyadari konsekuensi dari perjanjian mereka dengan para EBE. Mereka dikelabui untuk percaya bahwa penculikan-penculikan ini tidak akan membahayakan atau melukai manusia, selain mereka berpikir bahwa penculikan oleh para EBE ini tetap akan berjalan baik pemerintah setuju ataupun tidak.

                    Para EBE mengakui bahwa mereka mempunyai cacat genetik dalam sistem pencernaannya yang tak berfungsi. Untuk bertahan hidup, mereka menyedot ekstraksi cairan tubuh, enzim, dan hormon dari manusia dan hewan. Sekresi cairan tubuh itu kemudian dicampur dengan hidrogen peroksida untuk membunuh kuman, dan disedot oleh kulit mereka dengan cara pengolesan atau pencelupan. Tubuh mereka kemudian mencerna cairan itu, lalu sisanya dibuang kembali melalui kulit.

                    Fenomena pembantaian hewan ternak (cattle mutilation) sangat marak pada kurun waktu 1973 hingga 1983 dan menjadi perhatian media massa. Dalam kasus ini, organ yang diambil biasanya alat kelamin, mata, lidah, sumsum, semua dengan cara pembedahan yang sangat presisi. Dalam beberapa kasus, pembedahan dilakukan dengan pemotongan antara sel-sel, suatu proses yang tidak dapat ditiru manusia hingga kini.

                    Demikian juga yang terjadi pada kasus mutilasi manusia. Kasus pertama yang ditemukan adalah Sersan Jonathan P. Lovett yang hilang pada 1956, dan tiga hari kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Alat kelaminnya telah hilang, mata, lidah, sumsum, serta habis cairan darahnya. Dari bukti otopsi mayat-mayat hewan atau manusia korban mutilasi ini, ada indikasi kuat bahwa pembedahan dilakukan PADA SAAT KORBAN MASIH BERADA DALAM KEADAAN HIDUP.

                    Organ-organ tubuh ini dibawa para EBE ke berbagai instalasi laboratorium bawah tanah, seperti yang terdapat di kota kecil Dulce, New Mexico. Instalasi ini dijalankan bersama-sama antara CIA – alien, dengan kompleks bangunan yang sangat luas di bawah tanah. Para saksi korban penculikan yang selamat menyaksikan tabung-tabung besar berisi cairan merah dan organ tubuh manusia sedang diaduk di dalamnya.

                    Selama periode 1979 hingga 1983, MJ-12 makin menyadari bahwa para EBE telah nyata-nyata melanggar perjanjian dan kesepakatan semula. Mereka tahu bahwa korban manusia yang diculik sudah mencapai angka ratusan ribu. Fakta juga muncul bahwa sebagian besar kasus anak hilang yang dilaporkan adalah hasil perbuatan para EBE ini. Pada 1979 sempat terjadi konflik antara tentara dengan para alien di laboratorium Dulce. Para pasukan khusus ini menyadari apa yang terjadi, dan mencoba membebaskan para tawanan yang disekap di situ. Misi ini gagal. Dari sekitar 100 pasukan yang terlibat konflik, 66 dinyatakan tewas, dan sisanya melarikan diri.

                    Sejak 1984, MJ-12 mulai dilanda kepanikan karena menyadari mereka telah ditipu mentah-mentah oleh para alien ini. Para anggota MJ-12 ini pun terpecah dua. Sebagian ingin mengakui kesalahannya pada publik dan memohon maaf. Sebagian lagi berpendapat bahwa itu tak dapat dilakukan karena hanya akan membuat kepanikan publik dan situasi pun sudah benar-benar di luar kontrol dan tak dapat diselamatkan, serta berpikiran bahwa solusi terbaik adalah tetap menjaga kerahasiaan sambil mengulur waktu dan menciptakan sistim persenjataan yang mampu menghadapi para alien ini. Hasilnya adalah proyek SDI atau Strategic Defense Initiative, yang dibuat dengan alasan untuk menghadang serangan rudal nuklir Rusia. Kebijakan-kebijakan MJ-12 sudah menyerupai organisasi panik yang sudah sampai ke titik tidak tahu lagi ke mana harus melangkah.

                    Jika pemerintah tidak mau memberitahu kita tentang kebenaran fakta ini dan media massa tidak memberi perhatian yang serius akan masalah ini, lalu apa yang akan terjadi dilihat dari kerangka yang lebih besar? Apakah para EBE, setelah melakukan ratusan ribu penculikan (mungkin jutaan di seluruh dunia), membangun begitu banyak jaringan kompleks rahasia di bawah tanah (Dulce, Groom Lake, Nevada, Sunspot, Datil, Roswell, dan Pie Town hanya sebagian saja nama dari masih banyak lagi lokasi lainnya), sedang mempersiapkan diri untuk meluncurkan gerakan besar berikut, kuda Troya mereka? Atau malah sebenarnya invasi ini sudah selesai dilaksanakan sejak beberapa dekade lalu?

                    Rencana invasi planet bumi untuk menjarah sumber dayanya tidak akan dimulai dengan perang terbuka dan perang senjata laser oleh para alien. Invasi dengan perencanaan matang dan hati-hati dari ras yang ribuan tahun lebih maju dari peradaban kita akan mengambil bentuk lebih halus dan penuh tipu daya macam taktik legenda kuda Troya. Invasi yang tanpa ribut-ribut dan kekacauan, dan cukup hanya dengan mengelabui dan menguasai segelintir pemimpin dan tokoh dunia yang dengan tak berpikir panjang akan membarter umat manusia untuk kepentingan mereka.

Berikut kutipan-kutipan pernyataan menarik dari beberapa sumber terkemuka :

“Dalam obsesi dan antagonisme, kita sering lupa pentingnya persatuan umat manusia. Mungkin kita perlu ancaman luar dan universal untuk membuat kita sadar akan ikatan ini. Saya kadang berpikir betapa perbedaan kita akan segera lenyap bila kita dihadapkan pada suatu ancaman bangsa alien dari luar bumi ini. Dan kembali, saya bertanya, BUKANKAN KEKUATAN ALIEN SUDAH BERADA DI ANTARA KITA SAAT INI?”

-- Presiden Ronald Reagan, pidatonya pada Sidang Umum PBB ke-42, 21 September 1987.

                    “Saya tak dapat menahan diri untuk berkata padanya (Gorbachev), untuk membayangkan betapa mudahnya tugas beliau dan saya dalam pertemuan ini, bila tiba-tiba ada ancaman dari suatu spesies dari luar bumi… Ya, kita tak dapat menunggu suatu bangsa alien datang dan mengancam kita. Namun kita berharap persatuan ini dapat direalisasikan.”

-- Presiden Ronald Reagan, pidatonya di Sekolah Menengah Fallston, 4 Oktober 1985.

 

                    “… tentang UFO.. Panel ini merekomendasikan agar National Security Agency (NSA) membuat kebijakan-kebijakan yang perlu… dan didesain untuk mempersiapkan pertahanan dan moral negara ini untuk mengenali… dan mengambil tindakan efektif atas kemungkinan ancaman serangan dari mereka.”

-- Rekomendasi dari Panel CIA tentang UFO, Januari 1953.

                    “Di tempat ini telah ditemukan piring terbang utuh, dengan makhluk mirip manusia setinggi tiga kaki di dalamnya, semua mati namun tak terbakar…”

-- Memo FBI dari cabang New Orleans kepada Direktur FBI, 31 Maret 1950, mengenai penemuan piring terbang yang jatuh di gurun Mojave pada bulan Januari 1950.

                    “Menurut Tuan ….., sang informan, piring terbang itu ditemukan jatuh di New Mexico karena adanya radar berkekuatan tinggi di wilayah itu yang kami percaya mengganggu mekanisme kontrol dari piring terbang itu… masing-masing dari tiga piring terbang itu berisikan tiga makhluk mirip manusia, dengan tinggi hanya tiga kaki, dan kostum dari bahan metalik dengan tekstur yang sangat halus.”

--Memo FBI dari agen bernama Guy Hottel, Kantor Washington, untuk Direktur FBI, 22 Maret  1950.

Laporan Kesimpulan ‘Crash II’ – Konfidensial

                    Pada 10-12 Juli 1990, sekelompok peneliti dan saksi mata yang terlibat dalam kasus jatuhnya UFO di Roswell, berkumpul di Arlington, Virginia, atas undangan suatu badan bernama ‘Dana Untuk Riset UFO’ dengan tujuan untuk membahas perkembangan baru dan bukti-bukti. Pertemuan ini dipimpin oleh David Jacobs, Ph. D, seorang asisten profesor sejarah di Temple University, sekaligus penulis buku ‘UFOs In America’. Para peneliti yang diundang termasuk :

-       Stan Friedman, yang memelopori penyelidikan kasus Roswell dan yang terus mengejar kebenaran kasus itu secara independen.

-       Kevin Randle dan Don Schmitt, yang membuka kembali kasus Roswell atas prakarsa Pusat Studi UFO, dan berencana untuk menerbitkan buku mengenai kasus itu.

Sementara para saksi mata yang diundang terdiri dari orang-orang yang secara langsung terlibat dalam kasus Roswell. Beberapa saksi tidak dikenal sebelumnya oleh kalangan periset UFO pun dihadirkan. Kesimpulan dari kesaksian mereka adalah sebagai berikut :

-       Loretta Proctor – tetangga paling dekat Mac Brazel (sang penemu UFO yang jatuh) menyaksikan Brazel membawa potongan puing pesawat ke peternakannya.

-       Phyllis Mcguire dan Elizabeth Tulk – putri Sheriff di Roswell, keduanya mengaku melihat sejumlah anggota Angkatan Udara di kantor ayahnya pada waktu itu, dan Brazel ‘diamankan’ di situ selama beberapa hari.

-       Jesse A. Marcel, MD – putra Mayor Jesse Marcel, pada waktu ia berumur 11 tahun, pernah memegang puing pesawat yang ditemukan di peternakan Brazel.

-       Walter Haut – petugas informasi publik di pangkalan angkatan udara yang mengeluarkan berita resmi (atas perintah komandan pangkalan Kol. William Blanchard) bahwa Angkatan Udara Amerika telah menemukan ‘piring terbang’.

-       Robert Shirkey – petugas landasan terbang di pangkalan udara Roswell yang mengaku melihat reruntuhan UFO dimuat ke dalam pesawat B-29 beserta Mayor Jesse Marcel, dan terbang menuju pangkalan Carswell di Fort Worth.

-       Robert Porter – awak pesawat yang bersama dengan Mayor Marcel membantu memuat reruntuhan UFO itu ke pesawat B-29.

-       John Kromschroeder, DDS, dan William Lounsberry – teman-teman dekat ‘Pappy’ Henderson, pilot yang menerbangkan reruntuhan UFO beserta mayat alien ke Wright Field, dan memberitahu John dan William mengenai hal ini beberapa tahun sebelum ia wafat.

-       Verne Maltais – teman dekat ‘Barney’ Barnett, yang memberitahunya mengenai jatuhnya piring terbang dan penemuan mayat-mayat alien di dataran San Augustin.

Semua saksi sangat kooperatif. Mereka semua diberi tahu bahwa semua kesaksian mereka akan dijaga kerahasiaannya, dan pengacara turut hadir untuk menjaga keabsahan kesaksian mereka. Semua saksi bersedia untuk diambil videonya dan memberi ijin bagi lembaga Dana Untuk UFO untuk menggunakan informasi ini dengan semestinya.

                    Di akhir pertemuan,  Komite Eksekutif mengundang para peneliti untuk mengajukan proposal kelanjutan penelitian kasus Roswell ini. Tujuannya untuk membuat suatu rekaman video yang representatif untuk kemudian diajukan pada anggota Kongres dan/atau pers; dan untuk menyusun kembali kebenaran sejarah tentang apa yang terjadi di Roswell, New Mexico tahun 1947 itu.

                    Lembaga riset PEA menerbitkan daftar sejumlah lokasi yang mana diduga telah terjadi kasus jatuhnya piring terbang. Daftar ini memuat tanggal, wilayah, dan mayat alien yang ditemukan, serta diameter pesawat UFO :

 

Tanggal

Wilayah

Jumlah mayat alien

Diameter pesawat

Catatan

November 1989

Corkery Rd., Ont. Canada

3 mayat

tak diketahui

helikopter gabungan AS-Kanada menembakkan misil pada UFO yang mendarat. Ditemukan di dalamnya – 50 hulu ledak nuklir, satu kotak chip kontrol pikiran, dan mayat-mayat alien

28 September 1989

Morichs Bay, NY

tak diketahui

tak diketahui

UFO ditembak oleh  

senjata anti pesawat setelah digiring oleh 6 helikopter

Juli 1998

Dalnegorsk, Primorskiy, Uni Soviet

tak diketahui

tak diketahui

-

Mei 1978

Bolivia

tak diketahui

tak diketahui

-

18 Januari 1978

Fort Dix Army Base

1 mayat

tak diketahui

UFO melarikan diri

1977

Ocotillo, California

1 mayat

tak diketahui

Sarung tangan ditemukan.

17 Agustus 1977

Tabasco, Mexico

2 mayat

tak diketahui

-

5 April 1977

Barat Laut Ohio

11 mayat

tak diketahui

-

22 Juni 1977

Barat Daya Arizona

5 mayat

tak diketahui

-

10 Januari 1977

Wakefield, NH

tak diketahui

12 kaki

-

12 Mei 1976

Gurun Australia

4 mayat

tak diketahui

-

September 1973

Pangkalan Marinir Great Lakes

tak diketahui

30 kaki

-

Sumber : PEA Research, 116 Vargas Ct., Milpitas, California  95035

                     Tak diketahui secara tepat, berapa banyak kasus jatuhnya UFO yang terjadi di AS saja, namun dari data yang dikumpulkan paling tidak sekian lusin terjadi hingga hari ini. Jika kita berkeinginan untuk mengerti insiden-insiden ini sepenuhnya, kita harus menelaah lebih dekat ‘hangar-hangar rahasia’, macam yang terdapat di Pangkalan Angkatan Udara Wright Patterson, baik di permukaan maupun kompleks yang tersembunyi di bawah tanah. Pangkalan ini merupakan ‘markas’ dari Proyek Buku Biru, yang menurut berbagai sumber masih berlangsung hingga kini dan melibatkan Tim Biru dan Tim Alpha yang dilatih khusus untuk mengamankan puing-puing pesawat UFO yang jatuh. Meski piring terbang dan pesawat berbagai jenis diduga disimpan di pangkalan-pangkalan militer seperti di Kompleks S-4 di Nevada, namun berbagai sumber mengkonfirmasi jika koleksi terbanyak, dan bahkan mungkin jenis ras alien, ada di batas wilayah Top Secret dari pangkalan Wright Patterson.

                    Menyimak fakta-fakta tersebut, timbul pertanyaan besar, mungkinkah strategi umpan kuda Troya sedang dilakukan oleh para alien ini sejak setengah abad yang lalu? Kekuatiran terbesar yang timbul adalah bila pertanyaan tersebut terjawab pada saat kondisi sudah terlambat, dan dunia sudah ada di bawah kontrol mereka.

  

FILE NO. 06

Kerajaan Bawah Tanah

                    Pada bulan Maret 1990, John J. Williams, mengungkapan beberapa detail menakjubkan mengenai adanya suatu sistem bawah tanah yang diteliti oleh Angkatan Laut di wilayah sebelah barat Amerika Serikat. Laporan ini dimuat dalam majalah ‘Search’ dengan judul artikel “Kalifornia Mengambang Di Atas Lautan?”.

                    Dalam artikel itu Williams menjelaskan tentang terdapatnya rongga-rongga dalam laut di bawah permukaan wilayah barat AS, dan tidak hanya mencakup Kalifornia saja. Ini telah diteliti oleh kapal selam nuklir yang mendapatkan rongga-rongga di dalam laut ini ada yang sampai beberapa ratus mil jauhnya ke dalam lapisan daratan, terutama di wilayah Kalifornia selatan, dan Oregon selatan. Williams mendapatkan informasi ini langsung dari awak kapal selam nuklir tersebut yang kini sudah pensiun.

                    Berikut beberapa penuturan dari mantan awak kapal selam tersebut :

1.     Rongga-rongga itu berupa labirin dengan rentang mulai dari beberapa kaki hingga ribuan kaki, dengan rata-rata luas 100 kaki.

2.     Seperti layaknya gua-gua di permukaan bumi, rongga-rongga ini pun bervariasi dalam lebar maupun tingginya, kadang dua atau lebih rongga-rongga itu saling berhubungan atau saling tumpang tindih.

3.     Kebanyakan lubang masuk ke rongga-rongga itu ada di lempengan kontinental (Continental Shelf).

4.     Sebagian rongga itu terlalu kecil dan tak dapat dimasuki kapal selam, namun sebagian lainnya sangat luas dan berada di laut dalam.

5.     Beberapa rongga (seperti di selatan Kalifornia) tertutup lapisan minyak bumi, sementara yang lain mengandung gas yang menyerupai atmosfir di permukaan bumi (pada masa purbakala).

6.     Lembah San Joaquin adalah bagian dari wilayah berongga ini yang runtuh ribuan tahun lalu karena tekanan bobotnya.

7.     Apa yang disebut dengan ‘San Andreas Fault’ adalah rongga yang sangat luas dan tak berpenopang. Jika terjadi bencana alam atau gempa besar, para ahli yang mengetahui hal ini percaya bahwa sebagian besar Kalifornia akan patah dan tenggelam ke laut !

8.     Sebuah kapal selam nuklir AS kehilangan arah dalam rongga-rongga ini dan lenyap tanpa jejak. Laporan resmi hanya menyebutkan kapal selam itu hilang di suatu perairan untuk menutupi fakta sebenarnya dari publik AS.

“Saya tidak punya alasan untuk meragukan penuturan mantan awak kapal selam tersebut.”, ujar Williams. “Saya pernah melihat salinan dokumentasi yang membuktikan bahwa ia adalah pejabat Angkatan Laut berpangkat tinggi dan berlatar belakang ilmuwan. Bahkan, latar belakang ilmiah dan reputasinya tak diragukan lagi. Ia bukanlah macam orang kurang waras atau pencari popularitas.”

Satu insiden yang mengkonfirmasi fakta bahwa Kalifornia memang ternyata mengambang di atas lautan adalah ketika ada penemuan cadangan minyak 
di bawah permukaan wilayah Long Beach, Kalifornia. Ketika perusahaan minyak memompa minyak tersebut keluar, seluruh kota Long Beach mulai 
tenggelam hingga sedalam 26 kaki dan bendungan terpaksa dibangun untuk menahan air laut membanjiri kota. Masalah ini kemudian diselesaikan dengan 
metode ‘penyuntikan air’, yaitu dengan memasukkan air ke bawah permukaan dengan volume yang sama dengan volume minyak dan air yang tersedot 
keluar, untuk menjaga agar kota tidak tenggelam.               
Mengenai insiden hilangnya kapal selam nuklir AS, dari penelitian diketahui bahwa kasus kapal selam nuklir yang hilang hanya terjadi dua kali, yaitu yang 
menimpa kapal USS Thresher dan USS Scorpion. Tidak jelas apakah keterangan dari mantan pejabat Angkatan Laut tadi mengacu pada Thresher ataukah 
Scorpion. Namun indikasi menunjuk kemungkinan besar itu adalah Thresher, karena itu adalah kapal selam nuklir tercanggih pada masa itu hingga 
memancing reaksi publisitas besar, dan spesifikasinya memang cocok untuk penyelidikan rongga-rongga di kedalaman itu. 
Laporan resmi menyatakan Thresher hilang tanpa jejak pada 10 April 1963 sekitar 220 mil dari pelabuhan Boston, di bawah pimpinan Lt. Commander 
John W. Harvey, USN, dengan awak 129 orang terdiri dari kru, teknisi, pengamat, dan pihak sipil. Tidak ada jejak sedikitpun mengenai nasib kapal selam itu. 
Tak ada kebocoran minyak, radiasi, puing-puing, atau tanda karam yang lainnya. Menarik bila mengamati dari semua laporan yang ada, menyebutkan kapal 
selam itu ‘lenyap’, ‘hilang’, dan bukan ‘tenggelam’.
 Erich A. Aggen, Jr. dalam artikelnya berjudul “Top Secret : Alien UFO Bases” (majalah Search, edisi musim panas 1991), menyajikan beberapa pemikiran 
tentang hubungan UFO-subterranean ini :
                    Sejumlah besar riset UFO telah sampai pada kesimpulan bahwa beragam spesies alien menempati berbagai pangkalan bawah tanah di banyak 
wilayah di AS dan juga negara lain. Jika pangkalan-pangkalan semacam itu ada, di manakah letaknya? Informasi yang ada dapat membantu kita membuat 
praduga secara ilmiah. Dunia yang gelap dan penuh lorong di bawah kaki kita menyimpan banyak misteri mengherankan. Sebagai mantan anggota dari 
National Speleological Society (NSS), saya tahu mengenai adanya sistem terowongan dan gua yang sangat luas di bawah tanah AS. Di tempat asal saya 
Missouri misalnya, terdapat lebih dari 2.500 gua-gua. Kebanyakan gua ini saling terhubung secara rumit satu dengan lainnya dalam suatu sistem lorong-lorong
 dan ruang-ruang bawah tanah. Wilayah luas yang mencakup pusat dan selatan AS berada di atas sistem lorong-lorong bawah tanah ini.
                    Suatu uji coba nuklir dalam proyek yang diberi nama ‘Schooner Experiment’ pada Desember 1968 memperkuat bukti adanya lorong-lorong 
bawah tanah ini. Dalam uji coba ini, sebuah bom nuklir 35 kiloton diledakkan di bawah gurun pasir Nevada. Lima hari kemudian, pengukuran tingkat radiasi 
di Kanada, yang jauhnya 1.000 mil dari lokasi uji coba di Nevada menunjukkan kenaikan tingkat radiasi 10 hingga 20 kali. Satu-satunya penjelasan 
bagaimana debu radioaktif dapat mencapai jarak sejauh itu adalah adanya lorong-lorong bawah tanah dari Nevada hingga Kanada !
                    Dari sini kita berlanjut pada tema utama File ini, yaitu indikasi adanya kelompok ras humanoid yang hidup dan beroperasi di alam bawah tanah. 
Di bawah daratan Asia Tengah konon hidup komunitas manusia yang bernama ‘Agharta’ atau ‘Agharti, yang tidak bermusuhan dengan manusia yang hidup 
di permukaan, kecuali sebatas menjaga wilayah mereka dari usikan manusia permukaan. Menurut salah satu sumber, peradaban Agharti ini terbentuk 
sebagai akibat perselisihannya dengan para alien reptiloid dan grays yang juga hidup di teritori bawah tanah. Nenek moyang bangsa Agharti pernah hidup 
di permukaan, dan menemukan lorong-lorong bawah tanah ini serta ras alien di dalamnya yang selama ini memanipulasi dan menculik orang-orang dari 
bangsa mereka. Dan karena permukaan bumi kemudian dilanda air bah, mereka bersembunyi ke bawah tanah dan hidup di situ hingga sekarang. Indikasi 
menunjukkan bangsa-bangsa lain pada masa itu di berbagai wilayah dunia juga mengambil perlindungan di bawah tanah saat air bah melanda.
                    Gambaran yang mungkin paling lengkap mengenai bangsa kuno ini datang dari dua penjelajah Ferdinand Ossendowski dan Nicholas Roerich, 
yang pada 1922 menulis artikel dengan judul ‘The Subterranean Kingdom’, demikian kutipannya :
“… pada perjalanan saya ke Asia Tengah, saya menemukan apa yang disebut ‘Misteri dari Misteri’. Orang-orang kuno di pinggir sungai Amyl memiliki 
legenda tentang suatu suku Mongolia yang melarikan diri ke bawah tanah saat dijajah oleh Genghiz Khan. Dalai Lama Gelong dan Pangeran Chultun Beyli 
sendiri menerangkan pada saya mengenai kerajaan bawah tanah ini.
                    Sang Gelong Lama menjelaskan bahwa semua hal di dunia ini senantiasa berubah dan bertransisi – masyarakat, ilmu pengetahuan, kepercayaan, 
hukum, dan adat istiadat. Betapa banyaknya kekaisaran raksasa dan budaya gemerlap yang telah musnah. Dan yang tetap tak berubah sejak awal adalah 
sang Setan, alat dari Roh Jahat. Ribuan tahun lalu seorang pemimpin suci beserta seluruh suku yang dipimpinnya lenyap tanpa jejak ke bawah tanah. 
Namun banyak orang yang pernah mengunjungi kerajaan ini. Sakkia Mouni, Undur Gheghen, Paspa, Khan Baber, dan lainnya. Tidak ada yang tahu di mana 
lokasi kerajaan bawah tanah ini. Ada yang bilang Afghanistan, sebagian lainnya India. Orang-orang di kerajaan itu terlindung dari Roh Jahat dan hidup 
tenteram. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, dan mereka telah mencapai tahapan pengetahuan tertinggi.
                    Pangeran Chultun Beyli menambahkan : Kerajaan in bernama Agharti. Luasnya terhubung dengan lorong-lorong ke seluruh belahan bumi ini. 
Saya mendengar seorang Lama dari China bahwa lorong-lorong bawah tanah di Amerika juga dihuni oleh bangsa kuno yang hidup di bawah tanah. 
Jejak-jejak mereka masih dapat ditemukan di permukaan. Kerajaan dan alam bawah tanah ini dipimpin para pemimpin yang tunduk pada sang Raja Dunia.
                    Jika memang alam bawah tanah Amerika pernah dihuni secara mayoritas oleh bangsa kuno yang bermigrasi dari permukaan, maka fakta bahwa 
ras alien pada jaman modern ini menginfiltrasi daerah bawah tanah itu kemungkinan terjadi baru-baru ini saja, sekitar dua atau tiga abad lalu. Yang disebut 
‘Raja Dunia’ kemungkinan besar adalah pemimpin dari jaringan Agharti (Agharti Council) dan bangsa-bangsa lain di bawah tanah.
                    Nicholas Roerich dalam bukunya ‘Shambhala’ (1930) menambahkan beberapa fakta penting sebagai berikut :
                    “Suatu waktu dalam perjalanan kami sampai pada desa yang setengah hancur. Kami menemukan cahaya hanya dari dua rumah, dan di salah 
satu ruangan kecilnya, seorang kakek sedang duduk membersihkan perabotan. Kami bertanya padanya kemana para penduduk desa itu pergi. Kakek itu 
menjawab,”Semua sudah pergi. Mereka telah menemukan tempat tinggal baru. Mereka masih kuat dan muda. Sesuatu yang baru menarik minat mereka. 
Namun saya tahu tak ada sesuatu yang baru di dunia ini. Dan saya tak mau mati di tempat lain selain di kampung halaman saya.”. 
Jadi orang-orang yang muda dan kuat pergi, sementara orang tua yang sudah lemah tinggal dan menghabiskan sisa hidupnya. Bukankah ini cerita khas 
tentang migrasi?
                    Subyek dari migrasi besar-besaran ini tentunya cerita yang paling menarik dalam sejarah manusia. Apa yang menyebabkan seluruh bangsa dan 
suku yang tak terhitung banyaknya untuk bermigrasi? Bencana global apa yang menggiring mereka pergi dari ladang-ladang mereka? Kebahagiaan dan 
hidup baru macam apa yang diantisipasi para migran ini?
                    Pada bebatuan di Dardistan kami melihat gambar dan tulisan purba. Kami juga melihat hal semacam itu di bebatuan dekat Brahmaputra, Orkon 
di Mongolia, dan Minusinsk di Siberia, serta beberapa wilayah Swedia dan Norwegia. Di tiap kota dan wilayah yang kami singgahi di Asia Tengah, saya 
mencoba menemukan apa yang ada dalam benak ingatan bangsa-bangsa kuno itu.
                    Hampir di tiap kebudayaan di belahan bumi manapun terdapat legenda atau mitos mengenai bangsa-bangsa yang hidup di bawah tanah. 
Ini ada dalam kebudayaan Tibet, Mongolia, China, Turkistan, Kashmir, Persia, Altai, Siberia, pegunungan Ural, Kaukasia, Rusia, Lithuania, Polandia, 
Hungaria, Jerman, Prancis; dari pegunungan tertinggi hingga laut terdalam Anda akan mendengar kisah-kisah tentang bangsa-bangsa yang menolak 
untuk tunduk pada tirani yang kejam lalu memilih untuk bersembunyi dan hidup di bawah tanah.”
                    Dari bukti-bukti di atas kita dapat mendeduksi bahwa alam bawah tanah ini tidak semuanya dihuni oleh ras-ras alien beserta koloni hibridnya 
yang jahat dan penuh tipu daya, namun juga bangsa manusia yang sejak awal peradaban selalu dalam konflik konstan dengan ras alien tersebut.
                    Sebagai konfirmasi pernyataan di atas, berikut kutipan dari transkrip wawancara antara John Lear dengan National Fringe Sciences Bulletin Board :
Tanya      : Anda baru saja menyinggung bahwa ada ‘spesies’ lain yang terkait dengan alam bawah   
tanah ini.. dan mereka menyadari keberadaan para EBE tersebut?
Lear     : Ya, mereka ada. Spesies yang saya maksud ada dalam buku Akademi Fisika Angkatan Udara AS berjudul “Introductory Space Science Vol. 2B”. 
Pada bab 13 tertulis daftar spesies yang paling sering dijumpai. Ada EBE, ‘Blondes’ (mereka mirip kita dengan tubuh lebih tinggi dan rambut pirang, serta 
tidak membahayakan manusia), lalu spesies mirip kita dengan tinggi 7 kaki dan mata yang lebih melebar ke samping. Tipe lain adalah spesies kecil sekitar 
4 kaki, penuh bulu, dan sangat kuat untuk ukuran mereka. Buku ini ditarik oleh Angkatan Udara pada 1970-an, namun ada beberapa orang yang masih 
memilikinya…
Tanya          : Saya penasaran mengenai apakah ada tindakan dari pemerintah, mengantisipasi bila suatu saat terjadi invasi dan serangan dari para EBE… 
atau kesenjangan teknologi membuat usaha itu menjadi sia-sia?
Lear             : Yang saya tahu adalah bahwa kita pada prakteknya sudah kalah dalam peperangan ini. Ini sebabnya kenapa grup MJ-12 menjadi begitu panik. 
Ketika pada tahun 1984 mereka mengetahui bahwa mereka telah ditipu oleh para EBE, semuanya menjadi kalang kabut…
Tanya          : Belakangan ini dalam negosiasi pakta INF, Gorbachev juga mengindikasikan bahwa Rusia juga sedang mengembangkan persenjataan 
SDI (Star Wars)… Apakah ada kaitan antara program AS dan program mereka, dan jika memang sudah kalah, mengapa usaha-usaha itu masih dilakukan?
Lear             : Saya juga berharap saya punya jawaban untuk itu. Beberapa isu menyatakan bahwa dari semua uji coba sistem persenjataan SDI akhir-akhir 
ini, tiap tembakan adalah bertujuan untuk membuat ruang-ruang besar di bawah tanah. Tembakan-tembakan itu sangat kuat dan akurat, dan segera setelah 
lubang terbentuk, mereka memasukkan peralatan untuk membangun dinding, lantai, atap dan tingkat-tingkat…
                    Lembaga Riset ‘Leading Edge Research’ membuat pernyataan ini dalam salah satu publikasi mereka :
                    “KOMENTAR TAMBAHAN MENGENAI PANGKALAN ALIEN – Ada suatu kebingungan mengenai keberadaan pangkalan-pangkalan alien di AS. 
Jumlah mereka banyak, namun beberapa di antaranya tampak menonjol dalam fungsi dan operasinya. Tampaknya pusat jaringan pangkalan ini ada di 
New Mexico dengan detasemen kecil di Dreamland dan Area 51. Proyek senjata Excalibur yang dibuat di Los Alamos dirancang untuk mencoba menggedor 
dan menembus fasilitas-fasilitas bawah tanah ini, karena para alien (grays) sudah tidak lagi menghormati pakta perjanjian ‘maut’ yang mereka buat 
dengan beberapa faksi rahasia tertentu dalam tubuh pemerintah.

Di kedalaman bawah tanah Kompleks Militer Nevada, perang sedang berlangsung. Tidak banyak yang tahu berapa lama itu sudah berlangsung. Namun diperkirakan itu dimulai tidak lama sejak pemerintahan bayangan AS membuat pakta perjanjian dengan para ‘Grays’. Apa penyebab perang ini? Satu-satunya jawaban adalah bahwa sekelompok pekerja manusia di kompleks Nevada masuk ke tingkat-tingkat bawah yang terlarang, yang dihuni ras reptiloid, yang berkuasa atas para Grays tersebut. Akibatnya, perjanjian tidak hanya dibuat dengan para Grays saja, tapi juga harus dibuat dengan ras reptiloid ini.

                    Kelompok pekerja itu tentu tidak mengetahui bahwa para alien di kompleks bawah tanah itu hanya sebagian dari bangsa alien yang memang sudah ada di bumi ini sejak masa purbakala. Tak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa bangsa alien ini, yang terdiri dari berbagai jenis, telah meninggalkan tempat asal mereka dan tiba di bumi sejak puluhan ribu tahun yang lalu, dan saat ini sedang merencanakan invasi dan pengambil alihan (lewat metode subversi, implantasi, disinformasi, dan infiltrasi) peradaban manusia baik dari langit maupun bawah tanah.

                     Dalam kaitannya dengan subyek File ini, yaitu invasi ras alien dari langit dan bawah tanah melalui teknik kontrol dan manipulasi pikiran, diambil kutipan dari buku karya Brad Steiger “The UFO Abductors” (1988) :

                    Pada 1969, saya beserta seorang rekan-rekan periset… Loring G. Williams dan Glenn McWane, menerima hujan telepon dan surat dari lusinan orang yang mengaku telah ditanami suatu chip di bagian belakang kepalanya, biasanya di belakang telinga kiri. Orang-orang ini berasal dari bermacam-macam profesi dan pekerjaan, latar belakang kultur, dan kelompok umur.

                    Kita menyewa detektif swasta dan dokter medis… sebagai usaha untuk mempelajari pola perilaku yang ditanamkan ke dalam alam bawah sadar orang-orang ini. Kami tak pernah menemukan implantasi chip yang dapat dideteksi dengan sinar X, tapi kemudian sesi-sesi hipnotis dilakukan dan terungkap banyak informasi aneh mengenai pangkalan-pangkalan UFO bawah tanah, hibrid alien yang berada di antara kita, dan ribuan manusia yang berubah menjadi robot berjalan karena implantasi yang merubah pola gelombang otak.

                    Dr. Clifford Wilson MA, BD, Ph.D, dalam bukunya “UFOs And Their Mission Impossible” memberikan kontribusi intelijennya mengenai infiltrasi peradaban manusia oleh para alien :

“… tidak hanya banyak saksi yang melihat UFO, namun ada kecenderungan bertambahnya jumlah mereka yang mengaku pernah terlibat kontak langsung dengan para alien ini. Perkiraan koservatif menunjuk angka 50.000 orang yang memiliki pengalaman demikian di AS saja.

Mungkin ada puluhan ribu orang yang punya informasi akan hal ini, namun tak siap untuk mengungkapkannya karena ancaman-ancaman yang mereka terima. Atau banyak yang tidak tahu mereka memiliki informasi itu karena ada di alam bawah sadar mereka.

                    Korban hipnotisme menunggu sinyal – Negara besar sekalipun dapat ditaklukkan dengan infiltrasi agen-agen ras alien itu ke dalam posisi-posisi puncak di pemerintahan, dan sangat mengerikan membayangkan umat manusia bisa dikuasai atau dimusnahkan oleh pria dan wanita yang secara tak sadar diprogram untuk melakukan itu pada jabatan yang masing-masing mereka duduki. Jika konfrontasi akhir benar-benar terjadi, sekelompok massa sudah disiapkan. Mereka dapat melakukan sesuatu tanpa sadar yang mereka sendiri tidak antisipasikan, namun tam mempunyai pilihan lain untuk menurut karena mereka sudah dikondisikan untuk menurut dengan teknik hipnotik atau implantasi chip pengontrol pikiran.”

                    Kemungkinan mengerikan ini juga dikemukan seorang periset lain, yaitu John Keel :

“Kita sama sekali tak tahu berapa banyak orang di seluruh dunia ini yang telah diprogram seperti ini, karena mereka tidak menyadari hal itu, sehingga kita sama sekali tak dapat menentukan siapa di antara kita yang telah ditanami suatu program tersembunyi di sudut gelap pikiran kita.

                    Bayangkan bila ada suatu rencana untuk memprogram jutaan orang lalu kemudian mengaktivasi seluruh program pikiran itu pada suatu hari tertentu di masa depan. Bukankah kita akan menghadapi kekacauan dan panik publik yang tiba-tiba dengan taruhan korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia?

                    Jika puncak akhir konflik antara ras manusia dan ras alien ini terjadi macam perang Armaggedon, maka skenario ‘pencucian otak’ ini sangatlah mungkin terjadi. Ada laporan bahwa pesan-pesan macam ‘Armageddon’ atau pesan ‘akhir zaman’ lainnya ditanamkan di benak korban-korban penculikan oleh alien ini. Apakah memang persiapan akhir untuk skenario invasi pengambilalihan peradaban manusia ini sedang dilakukan? Sugesti post-hipnotik, yang ditanamkan di alam bawah sadar beserta perintah khusus yang akan dipicu secara bersamaan pada suatu waktu tertentu di masa depan, adalah skenario yang sangat cocok dengan pola-pola yang tampak pada tiap kekacauan massal yang terjadi di dunia ini sepanjang sejarah.

                    Prospek terjadinya hal ini sangat suram dan menakutkan. Teknik sugesti post-hipnotik ini dapat membuat seluruh umat manusia menjadi budak yang takluk pada ras alien ini dan digunakan untuk kepentingan agenda mereka.

                    Ada indikasi bahwa anak-anak kecil pun sering dimanfaatkan untuk mengimplementasi rencana-rencana dari kekuatan jahat ini. Salah satu insiden ini menggambarkan hal tersebut :

Pada 12 Desember 1967, Ny. Rita Malley sedang mengemudi untuk pulang ke rumahnya di Ithaca, New York bersama putranya Dana yang berumur lima tahun duduk di kursi belakang. Sekitar jam 7 malam, Ny. Malley menyadari ada cahaya merah yang membuntuti mobilnya, dan saat ia mengendara dengan kecepatan tinggi, ia merasa dipepet oleh cahaya aneh itu. Ia melihat lewat jendela dan ternyata itu bukan mobil polisi namun suatu benda terbang aneh, bergerak mengikuti kabel listrik di sebelah kiri mobilnya.

                    Lalu dengan terkejut ia menyadari bahwa ia tak lagi memegang kendali atas mobilnya, dan berseru pada putranya untuk berpegangan erat-erat. Namun anak itu diam saja seperti sedang dihipnotis. Cahaya putih menyilaukan menyorot dari kendaraan lain di depannya, lalu ia mendengar suara-suara yang aneh, dan putus-putus. Ia berteriak histeris, namun putranya seolah tidak mendengar apapun. Radio mobil tidak sedang menyala, namun ia mendengar suara yang berkata bahwa temannya mengalami kecelakaan mengerikan dalam jarak beberapa mil. Keesokan harinya ia menemukan bahwa hal itu benar adanya.

                    Adalah mungkin bahwa anak-anak yang masih lemah dan penurut ini digunakan oleh para makhluk ini untuk mempengaruhi pria dan wanita dewasa mengikuti rencana yang tidak diungkapkan sama sekali.

                    Bukti lain diungkapkan oleh Brad Steiger dalam bukunya yang telah disinggung di atas :

Dagmar dan Carl R. adalah pasangan muda yang memiliki peternakan di timur laut Iowa, sekitar 40 mil dari sungai Mississipi. Suatu malam pada bulan Agustus 1982, Carl melihat ada cahaya aneh berpendar di atas dirinya saat ia ia bekerja hingga larut malam di ladangnya. Walaupun ia coba mengacuhkan cahaya itu, namun cahaya itu terus membuntutinya, bahkan saat ia berjalan bolak-balik di ladang jagungnya. Ia menjadi gugup dan takut, lalu kembali ke rumah dan memanggil Dagmar untuk menyaksikan cahaya aneh itu.

                    Dagmar dapat melihat juga cahaya itu, yang lalu beberapa menit kemudian melesat ke arah barat dengan kecepatan tinggi. Esoknya sekitar jam tiga pagi, Carl terbangun oleh suara gaduh ternaknya. Ketika ia bangun dari tempat tidur dan melihat melalui jendela kamarnya, ia melihat pering terbang sedang melayang di atas lumbung dengan cahaya kehijauan.

                    Selanjutnya, pasangan ini dibuat lumpuh oleh semacam cahaya dan lalu mereka diculik oleh para alien dari piring terbang itu. Setelah kejadian, Dagmar merasa bahwa bagian kecil dari kulitnya telah diambil saat mereka diperiksa di dalam piring terbang itu. Dan walaupun ia bukan ahli di bidang ini, ia bertanya-tanya apakah bagian tubuh itu cukup untuk membuat proses cloning atau bayi tabung. Dagmar menggambarkan bahwa pada saat ‘pemeriksaan’ itu, suatu benda mirip jarum ditusukkan ke perutnya (banyak ahli menduga ini adalah cara para alien untuk mengekstraksi sel telur untuk keperluan pembuahan).

                    Mereka juga menduga sperma Carl diambil untuk kepentingan pembuahan. Mereka berdua merasa bahwa mereka diperalat untuk sesuatu yang di luar keinginan mereka. Dagmar lebih jauh lagi berspekulasi bahwa bila para alien ini dapat membuat cloning atau bayi tabung, mereka dapat membuat sepasukan manusia hibrid yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan mereka untuk digunakan sebagai alat menjalankan agenda mereka menguasai bumi.

                    Berikut adalah kutipan dari artikel yang dimuat dalam suatu publikasi tentang UFO. Kita tidak tahu siapa penulisnya. Artikel tersebut mengungkapkan hal-hal berikut ini :

                    Lear menarik perhatian saya pada sebuah peta besar negara bagian Nevada, yang menandai wilayah-wilayah di mana area untuk penduduk sipil perlahan-lahan habis oleh keperluan militer. Tepat di tengahnya adalah lokasi yang disebut Area 51. Ini adalah kompleks yang sangat rahasia. Ada 1.900 orang di dalamnya, dan perlu ijin akses presidensial untuk masuk dan bekerja di dalamnya. Para pekerja ini diantar jemput oleh pesawat pada pagi hari dan pulang jam lima sore. Mereka tidak ada kaitannya dengan piring terbang dan alien.

                    Para pekerja yang terkait dengan para alien mulai bekerja sore hari dan pulang sekitar tengah malam. Kompleks fasilitas penelitian piring terbang ini diberi nama S-4. Kompleks S-4 ini ada di barat daya Area 51. Rupanya komples fasilitas ini, beserta kompleks serupa di wilayah Dulce, New Mexico sekarang tekah berada dalam kekuasaan pihak-pihak yang tidak loyal baik pada pemerintah AS, maupun pada umat manusia. Cukup mengerikan untuk berpikir bahwa para ilmuwan yang bekerja di kompleks-kompleks itu sebenarnya ada di bawah kontrol ras alien.

                    Di sini Lear menggambarkan pendaratan armada alien di pangkalan udara Holloman pada 24 April 1964 – ‘kontak diplomatik’ yang pertama, dengan para pendatang. Menurut Lear dan sumber-sumber lain, film dokumenter Robert Emenegger pada 1973 berjudul “UFOs : Past, Present, And Future” menggambarkan secara fiksional mengenai kejadian ini. Rekaman peristiwa yang sebenarnya bahkan dimasukkan ke dalam film dokumenter itu, yang kemudian ditarik dan ‘dibredel’ pada saat akan dipublikasikan karena alasan yang tidak jelas.

                    Pakta perjanjian dibuat pada akhir 1960-an. Teknologi canggih para alien akan diberikan dengan syarat barter keberadaan mereka beserta semua aktivitasnya dirahasiakan dari publik. Perjanjian ini, yang dilakukan oleh faksi dari pemerintahan AS yang paling rahasia, yang bahkan Presiden AS pun bisa saja tidak tahu, ternyata memuat juga syarat untuk aktivitas penculikan manusia dan hewan oleh para alien untuk kepentingan ‘pemantauan’ perkembangan umat manusia. Penculikan ini akan didasarkan pada daftar yang telah disusun sebelumnya yang harus diinformasikan pada pemerintah.

                    Pada tahun 1973, perjanjian itu dilanggar. Ratusan, bahkan ribuan manusia yang tak tercantum dalam daftar itu telah pula diculik. Pada 1978-79, ada konflik frontal antara manusia dan ras alien ini, yang mana telah menimbulkan korban jiwa 44 orang prajurit dan ilmuwan yang mencoba mengupayakan pembebasan para korban penculikan itu. Saya tidak yakin di mana konflik ini berlangsung – mungkin saja di Dulce karena banyak isu mengenai ‘perang Dulce’ beredar di kalangan komunitas intelijen. Atau mungkin juga terjadi di kompleks Groom Lake (yang juga merupakan pangkalan alien).

                    Konflik ini, menurut Lear, menghilangkan kontrol pemerintah atas pangkalan militernya sendiri, dan sejak itu usaha-usaha untuk mengimbangi kekuatan para alien ini pun dilakukan. Proyek persenjataan Strategic Defense Initiative (SDI), atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Star Wars’ adalah hasil dari usaha-usaha itu. Terlepas dari disinformasi yang bertemakan perang dingin melawan Uni Soviet, tujuan sebenarnya dari proyek SDI ini adalah untuk merancang senjata untuk merontokkan piring terbang yang masuk atmosfir bumi.

                    Kesalahan mendasar dari proyek ini adalah para perancangnya berpikir bahwa para alien ini datang dari luar angkasa – padahal sebenarnya sebagian dari mereka sudah ada di sini sejak masa purbakala. Mereka berkeliaran dalam sistem lorong-lorong bawah tanah di seluruh dunia. Para alien ini sudah membuat ‘sarang’ di perut bumi tanpa sepengetahuan manusia, dan menjalankan eksperimen-eksperimen rekayasa genetik atas hewan dan manusia, untuk menciptakan suatu ras super yang merupakan spesies hibrid yang sepenuhnya merupakan bagian dari mereka dan di bawah kontrol mutlak mereka.

                    Jadi musuh yang sebenarnya tidak saja datang dari angkasa luar, tetapi juga ada di kolong planet bumi ini, menunggu saat yang tepat untuk keluar dan menginvasi peradaban manusia.  Tampaknya bumi sedang dalam kondisi seperti skenario fiksi ilmiah H.G. Wells “War of The Worlds”, di mana 90 persen dari populasinya tidak menyadari kenyataan ini dan hidup dalam angan-angan keseharian mereka, sementara sekelompok ras alien dan hibrid ciptaannya sedang mengincar dan mengancam mereka dari bawah tanah…

 

FILE NO. 07

Publik Perlu Tahu

                     Pada musim semi 1989, UFO Universe mempublikasikan artikel Robert W. Boyajian berjudul “Conquest Earth? – A Shocking Look Inside The Government – Alien Exchange Program” berikut wawancara dengan Sersan Clifford Stone dari Angkatan Bersenjata AS, yang pernah ditugaskan di Roswell, New Mexico. Berikut kutipan artikel tersebut :

UFO Universe (UU) : Dengan referensi dari isu mengenai Area 51 di Nevada, apa opini Anda mengenai hal ini?

Clifford Stone (CS) : Saya percaya publik Amerika berhak tahu apa yang sedang terjadi.

UU               : Apakah benar ada perang yang sedang terjadi dengan beberapa tipe alien ini?

CS                : Ya memang benar. Apa yang dinamakan Grays adalah satu jenis spesies yang membuat perjanjian dengan pemerintah AS, dan mereka bukanlah ‘pihak yang baik’.

UU               : Apakah Anda merasa para grays ini jahat?

CS                : Ehmm… ada beberapa hal yang lebih baik tak saya bicarakan. Namun saya beritahu Anda bahwa penculikan-penculikan itu nyata adanya. Orang-orang diculik dan dipaksa menjalani berbagai eksperimen para alien itu dengan maksud yang tidak diketahui.

UU               : Apa lagi yang Anda ketahui mengenai pangkalan bawah tanah ini?

CS                : Pernah terjadi, pihak militer mencoba masuk untuk menduduki pangkalan itu. 66 prajurit tewas. Para alien menguasai pangkalan itu.

UU               : Jadi pangkalan-pangkalan seperti ini banyak jumlahnya?

CS                : Paling tidak ada 12 yang diketahui. Para greys sendiri memiliki sarang-sarang bawah tanah.

UU               : Apa posisi Anda dalam Angkatan Bersenjata saat ini? Dan sudah berapa lama Anda bertugas?

CS                : Saya sedang dalam penugasan ROTC. Saya sudah 20 tahun di Angkatan Bersenjata AS.

UU               : Apa yang memberi Anda pemikiran bahwa pemerintah membuat perjanjian dengan para alien ini?

CS                : Dokumen Snowbird. Ini berisi referensi mengenai kontak primitif dengan ras alien pada tahun 1959. Pada 25 April 1964 pemerintah berhasil mengatur pendaratan mereka di pangkalan udara Holloman. Perjanjian dibuat dan mencakup pertukaran antara teknologi dan kerahasiaan mengenai keberadaan mereka.

UU               : Bagaimana dengan tipe bersahabat yang tidak mau ikut campur dalam masalah ini?

CS                : Mereka adalah tipe ‘Blondes/Nordic’ yang bersifat nomadis, memiliki pandangan tinggi tentang kehidupan, ‘kekuatan baik’, dan tidak ingin berinteraksi dengan kita, hanya mengamati perkembangan kita saja. Non-intervensi adalah aturan universal. Para Blondes/Nordic ini menuruti aturan itu, sedangkan para grays melanggarnya.

UU               : Anda menyebutkan ada paling tidak 3 tipe alien berbahaya yang berasal dari galaksi Zeta Reticuli. Bisa Anda jelaskan?

CS                : Saat ini pemerintah sudah mengidentifikasi 7 tipe. Kita memilah-milahnya menjadi tipe EBE 1,2,3 hingga 7 yang sudah dikenali.

UU               : Dapatkah Anda memberi detail lebih tentang para grays ini, dan tindakan antisipatif menghadapinya?

CS                : Pertama, mereka tidak suka pada aktivitas religius. Sebagai contoh, ada kasus di mana mereka mencoba menculik seorang petani. Lalu ia mulai berdoa, dan para alien tak dapat membawanya masuk pesawat. Ia terus berdoa dan akhirnya para alien ini pun pergi.

UU               : Mentalitas macam apa yang mendasari perjanjian itu dibuat?

CS                : Mari kita mundur ke belakang dan melihat perang Vietnam, dan konflik Iran. Ini menunjukkan situasi di mana ada elemen-elemen rahasia di pemerintahan yang membuat tindakan sendiri tanpa persetujuan dan batasan dari Kongres, yang akhirnya berdampak negatif pada seluruh dunia. Hingga tahun 1985 saya masih belum percaya akan semua ini. Setelah saya membaca dokumen Snowbird, saya tak punya pilihan lain kecuali percaya bahwa perjanjian dengan alien ini sudah dibuat – benar atau salah. Saya percaya bahwa pada akhirnya mereka akan memunculkan diri dan menjalankan rencana mereka menghancurkan peradaban manusia…

UU               : Apa manfaatnya mengungkap informasi ini sekarang?

CS                : Saya pikir ini perlu untuk mempersiapkan publik AS dan dunia menghadapi kenyataan keberadaan ras alien ini dan kemunculan yang tiba-tiba dan sudah direncanakan dari para alien ini di masa depan.

UU               : Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari hal ini?

CS                : Saran saya adalah untuk berhadapan langsung dengan para alien. Buat mereka tahu bahwa ini adalah negara kebebasan. Dan bahwa kita tak akan membiarkan siapapun – bahkan dari luar angkasa atau bawah tanah – untuk memanipulasi dan menguasai publik AS.

UU               : Apakah pernah ada intervensi dari tipe yang bersahabat dalam hal ini?

CS                : Kami tahu beberapa insiden mereka terlibat perang intergalaktik – dogfight dengan ras alien yang jahat ini.

UU               : Bagaimana kondisi perang itu saat ini?

CS                : Saat ini para grays sedang menguatirkan sesuatu yang membuat pesawat mereka berjatuhan dan mereka anggap sebagai sistem senjata… yaitu radar pelacak yang berkekuatan tinggi. Mereka telah kehilangan banyak pesawat karena radar itu. Namun mereka pun cerdik dan menyesuaikan pesawat mereka hingga radar berkekuatan tinggi itu tak akan berpengaruh pada pesawat mereka.

UU               : Apakah ada informasi sehubungan dengan operasi gabungan pemerintah-alien di pangkalan-pangkalan bawah tanah?

CS                : Yang pasti, banyak aktivitas rekayasa genetika di sana. Beberapa orang menyatakan telah diculik ke bawah tanah dan melihat berbagai tabung besar berisi manusia utuh atau organ-organ tubuh dalam sejenis cairan. Cukup banyak orang yang mengaku diculik dan disekap berhari-hari di situ hingga banyak yang mereka lihat.

UU               : Lalu mengapa orang-orang itu dilepas kembali, padahal mereka mengetahui fakta yang terjadi di pangkalan bawah tanah itu?

CS                : Mayoritas publik dan orang-orang tidak akan percaya pada cerita mereka.

UU               : Lembaga pemerintah mana yang memiliki yurisdiksi terhadap kasus alien ini?

CS                : Kemungkinan besar National Security Agency (NSA), dan mereka bertanggung jawab langsung pada National Security Council (NSC).

UU               : Apa benar Anda akan dipindahtugaskan ke Jerman?

CS                : Benar, saya akan ditugaskan dua tahun di sana dan terpisah dari keluarga saya. Ini karena saya melakukan penyelidikan tentang alien ini, dan mereka tidak ingin saya melakukannya.

UU               : Apa saran Anda untuk menghadapi ini semua?

CS                : Publik perlu diberi tahu dan semua faktanya dibuka, bahwa ras alien itu benar-benar ada. Mereka nyata, ada di sini, dan melakukan hal-hal berbahaya bagi kemanusiaan. Pemerintah AS berpendapat bahwa tidak ada pertahanan yang sanggup melawan para alien ini dan bahwa mereka sudah sedemikian tinggi tingkat teknologinya. Namun ada sebagian orang yang benar-benar yakin bahwa ada pertahanan melawan ras alien ini, dan bahwa kita sanggup untuk menghadapi mereka. Dalam persatuan terdapat kekuatan. Kekuatan ini timbul dari pengetahuan. Pengetahuan timbul dari kebenaran, dan dengan kebenaran ini kita akan dapat melawan ras alien ini…

                    Berikut adalah artikel lain yang ditulis Rev. Anthony G. Pike, koresponden dari Inggris Raya. Artikel ini terbit pada musim gugur 1991 dalam satu edisi “UFO Journal” :

                    Belakangan ini saya mendapat informasi dari ‘orang dalam’ pemerintahan Inggris mengenai indikasi bahwa Inggris adalah markas besar dunia yang digunakan sebagai sarang oleh ras alien tertentu. Saat ini ada sekitar 300 alien di berbagai wilayah Inggris, dan sekitar 25 yang dalam kondisi dibekukan secara kryogenik. Sementara di bagian dunia lain, hanya terdapat sekitar 60 alien termasuk di AS.

                    Saya lalu bertanya mengapa begitu banyak alien yang ‘bersarang’ di Inggris. Jawabannya adalah lebih mudah di Inggris untuk merahasiakan hal ini. Kita tahu, Inggris mungkin negara paling banyak menyimpan rahasia negara dibanding negara lainnya, dan memiliki banyak undang-undang untuk mencegah publik mendapat akses untuk mendapat informasi-informasi sensitif seperti ini. Media massa juga sangat dibatasi, Inggris hanya memiliki empat stasiun TV utama yang mudah dikontrol. Ada cabang dari badan intelijen M15 dalam tubuh media massa yang kerjanya mencegah informasi sensitif dan rahasia keluar ke publik.

                    Saya juga diberitahu mengenai jenis-jenis alien yang berkeliaran di bumi ini, dan bekerja sama dengan pemerintahan rahasia yang dikontrol kelompok Illuminati untuk menjalankan agenda satu pemerintahan dunia New World Order’. Juga informasi tentang galaksi kita yang dikuasai oleh suatu kekuatan yang disebut ‘Angelis Command Corps’ yang ada di rasi Pleiades dan Sirius. Koresponden saya mengaku telah melihat hampir 50 tubuh alien disimpan di Inggris. Lalu pada suratkabar Times tahun lalu dimuat beberapa artikel mengenai pendaratan spesies alien raksasa di beberapa lokasi di Estonia, Lithuania, dan Hungaria. Di Hungaria, sepasukan tentara berhadapan secara langsung dengan ras alien ini.

                    Selanjutnya saya diberi tahu bahwa runtuhnya sistem yang sekarang akan diikuti oleh runtuhnya sistem moneter, IMF, dan World Bank. Makhluk-makhluk angkasa ini sendiri, tidak mengenal batas wilayah, memiliki paspor atau menggunakan uang. Juga mengenai energi dan transportasi sekarang yang akan digantikan teknologi motor linear dan elektromagnetisme. Saya juga tahu mengenai jenis bahan bakar baru dan revolusioner yang dimiliki para alien ini, yang berbahan dasar air, dan bahwa semua penyakit (termasuk kanker, AIDS, flu, dan kerusakan gigi) dapat disembuhkan dengan mudah oleh unsur H2O2.

                    Informasi lebih lanjut mengenai hal-hal di atas dapat diperoleh dengan mengontak Rev. Anthony G. Pike, 141 Austen Road, South Harrow HA2 OUU Middex, UK.

                    Berikut adalah daftar ‘jenis entitas’ yang diperoleh dari seorang agen intelijen anonim dan bernama samaran ‘Commander X’, yang ia peroleh dari John Lear dan sumber-sumber lainnya :

TIGA TIPE EBE (GRAYS) : GRAY 1 – tinggi 3,5 kaki. Kepala dan mata besar. Memuja teknologi. Tak berperikemanusiaan. GRAY 2 – bentuk fisik sama, dengan susunan wajah dan jari yang sedikit berbeda. Lebih canggih dari Gray 1. GRAY 3 – karakteristik fisik sama, bibir lebih tipis. Tunduk dan menghamba pada dua tipe Grays yang lain.

BLONDES, SWEDES, NORDIC : Bentuk fisik menyerupai manusia. Rambut pirang, mata biru,. Tidak akan melanggar hukum universal ‘non-intervensi’ dan bersedia membantu manusia.

INTER-DIMENSIONAL/INFERNAL : Entitas yang dapat beralih wujud dan mengambil bentuk apa saja. Dapat beralih dimensi dan identik dengan fenomena astral atau hantu pada beragam kepercayaan.

HAIRY-DWARFS : Tinggi 4 kaki, penuh bulu, dan sangat kuat.

TALL-RACE : Mirip manusia dengan tinggi 7 – 8 kaki. Bergabung dengan kaum Blondes.

RAS MIRIP BLONDES YANG TERLIHAT BERSAMA GRAYS : Memiliki mental kekanakan, dan merupakan tawanan dari kaum Blondes atau hasil rekayasa genetik dari kaum Blondes ini yang dilakukan oleh para Grays.

MEN IN BLACK (MIB) : Menggunakan setelan hitam dan kacamata hitam. Kulit sangat pucat. Perilakunya aneh dan tidak sesuai kebiasaan normal. Sangat sensitif terhadap cahaya.

SERPENT RACE/DRACONIAN/REPTILOID/MOTHMEN : Merupakan pimpinan dari para Grays. Beroperasi di level-level paling bawah di pangkalan bawah tanah. Paling berbahaya, memiliki sifat buas, dan sangat membenci manusia. Mereka memiliki agenda untuk menyingkirkan atau memperbudak manusia di bumi ini, dan memanfaatkan para Grays untuk menjalankan agenda itu. Identik dengan gambaran Setan atau Iblis pada beragam kepercayaan. Berbentuk fisik reptilia dengan ekor, kadang terlihat bertanduk dan memiliki sayap.

                     Pada majalah Sun edisi 13 Maret 1990, dimuat tulisan reporter Lou Tarragon berjudul “UFO Underground City Found In Brazil” :

                    Suatu tim arkeologis yang dipimpin Dr. Jorge Tejero dan 20 mahasiswanya telah menemukan kota bawah tanah di pegunungan sekitar Sau Paulo yang dihuni ras alien 6.000 tahun lalu ! Tejero dan timnya menemukan di kedalaman 20 kaki artefak-artefak dan kerangka makhluk setinggi 4 kaki.

                    “Kami menyangka kami menemukan puing-puing dari peradaban kuno,” ujar Tejero ,”hingga kami menyadari bahwa kerangka itu bukan kerangka manusia ataupun binatang. Mereka memiliki dua jari pada tiap tangan dan tiga jari kaki, serta telinga panjang yang mencuat dari kepala mereka. Tengkorak mereka berukuran sangat besar, dan posisi mata mereka lebih berdekatan daripada mata manusia.”

                    Terkejut oleh penemuan mereka, tim melanjutkan penyelidikannya dan menemukan alat komunikasi canggih. Tes karbon yang dilakukan pada struktur dan material yang ditemukan menunjukkan usia sekitar 6.000 tahun lalu. Makhluk-makhluk ini bukanlah manusia atupun nenek moyang manusia. Anatomi tubuh mereka sangat berbeda, dan tingkat intelijensi dan teknologi yang sangat jauh di atas manusia. Ini adalah bukti nyata dan konklusif dari keberadaan ras alien sejak masa purbakala.

                    Informasi berikut dikirimkan seorang periset berkaitan dengan kasus penculikan seorang anak berusia 9 tahun (pada waktu itu) di selatan Nevada. Nama, alamat, dan detail lain dirahasiakan demi keamanan sang sumber. Kutipannya sebagai berikut :

1.     Menurut anak itu, para grays tidak berkomunikasi secara verbal namun secara telepatik. Mereka menunjukkan ketidaksenangannya dengan menekuk wajah, melipat bibir, dan mengeluarkan desisan seperti ular.

2.     Anak itu mengaku merasa sedang diawasi kemanapun ia pergi.

3.     Ini bentuk yang dilihat anak itu (sebuah sketsa disisipkan dengan gambaran khas alien tipe ‘gray’).

4.     Ia menjelaskan bahwa ia dibawa ke suatu ‘kapal besar’, mirip pulau yang terapung. Di dalamnya banyak terdapat manusia hibrid.

5.     Ia melihat hibrid-hibrid itu duduk melingkar dan berpegangan tangan, dan ada lilin kecil dengan api yang besar terang benderang. Ketika ditanya, apakah hanya jenis grays yang ia lihat, ia lalu menggambar suatu wujud reptiloid, beserta seragam yang mereka kenakan. Ia berkata para grays yang menculiknya, namun di bawah perintah para reptilian ini. Ia menyebutnya kadal. Ia juga mengaku melihat tubuh-tubuh manusia, tergantung di dinding – MASIH HIDUP – dengan mata dan mulut hilang.

Tolong beritahu kami bagaimana menolong anak ini. Kami tahu apa yang terjadi di sini dan kami bersedia melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Hormat kami, (nama dihapus).

                    Surat yang berikut tertanggal 13 Mei 1992 dikirim pada periset Val Valerian. Bunyinya sebagai berikut :

                    Orang asing dekat rumah dengan alat pemantau misteriusnya tampak marah ketika saya menempatkan magnet dekat alat pemantau itu. Saya menaruh magnet itu tepat di sampingnya… dan dalam waktu 24 jam ada perasaan lega, bebas, dan udara segar di sekeliling saya. Pikiran saya menjadi terang dan dapat berpikir cepat. Ketegangan menurun drastis di manapun saya berada.

                    Pada 7 Mei sekitar jam 9:30, saya sedang di tempat parkir membaca buku sambil menunggu Sheila (istri saya) pulang kantor. Tiba-tiba rasa kantuk hebat datang dan saya tertidur, lalu bermimpi saya sedang di tempat parkir membaca buku ketika ‘pendatang’ itu membuka pintu, menaruh alat pemantau di kursi belakang dan menutup pintu mobil dengan keras hingga saya terbangun! Aneh. Tidur dan mimpi itu berlangsung tak lebih dari 10 menit, namun suatu jenis mimpi yang khas dan sulit dilupakan. Saya dalam mimpi melihat dengan jelas pendatang itu beserta alatnya.       Dua hari kemudian sistem rem kanan mobil saya tidak berfungsi. Dan udara sesak yang menekan kembali terasa. Saya akan tempatkan magnet kembali di kursi belakang mobil…

                    Orang ini mendeskripsikan sang ‘pendatang’ itu sebagai berikut : Mata nampak berkeriput dan mirip mata ular, gelap dengan pupil vertikal. Bola mata bulat. Hidung kecil dengan lubang hidung vertikal. Telinga sangat kecil dan rata dengan kepala. Ada simbol di dada sebelah kiri baju yang dikenakannya. Bajunya mirip seragam abu-abu konfederasi. Kulit coklat pucat. Wajah ekspresif dan menakutkan. Alat pemantau berbentuk kotak dan bulat seperti terbuat dari metal.

                    Agen intelijen terkenal dengan nama samaran Commander X, mempublikasi detail insiden yang dialami seorang yang identitasnya dirahasiakan sebagai berikut :

                    Satu pagi bulan September, saya sedang bekerja rutin ketika seorang anak muda, seorang mekanik, datang dan hendak langsung bekerja mengelas saat itu juga. Ia membawa gambar rencana dan menunjukkannya pada saya. Kami berdua berjongkok melihat gambar itu, ketika saya tak sengaja melihat wajahnya. Tampak wajahnya tiba-tiba seperti ditutupi lapisan film semi transparan. Ujudnya berubah menjadi sesuatu dengan mata menonjol, tanpa rambut, dan kulit bersisik. Saya berdiri ternganga dan menatapnya selama 20 detik. Apapun itu, ia berdiri menatap balik saya tanpa bergerak. Lalu wajah aneh itu pelan-pelan lenyap, dan kembali berubah bentuk menjadi wajah anak muda tadi. Ia sepertinya tidak sadar apa yang terjadi dan terus bicara mengenai pekerjaan mengelasnya seolah tak terjadi apapun.

                    Ini memang sulit dipercaya, jangankan oleh Anda, bahkan saya yang mengalaminya pun tak percaya. Perlu beberapa hari bagi saya untuk menerima apa yang saya lihat itu sebagai kenyataan, bukan ilusi atau gejala awal kegilaan. Hari-hari berganti sebelum fenomena serupa kembali saya alami. Saya membeli beberapa barang dan mendatangi petugas penjaga serta menyerahkan slip untuk mengambil barang-barang saya. Hanya ada satu penjaga. Saya menyerahkan slip dan ia memeriksa barang-barang saya. Saya menunggu, lalu saya melihat wajahnya. Kembali wajah suatu makhluk aneh muncul selama sekitar 20 detik, lalu setelah itu wajah penjaga tersebut normal kembali. Ia lalu menyerahkan barang-barang saya dan saya pergi tanpa berkata satu patah katapun…

                    Pada bulan Juni 1992, periset Val Valerian menerbitkan artikel berikut dalam buletinnya :

“ALIEN INFILTRATION OF THE MEDICAL SYSTEM : MADIGAN HOSPITAL IN WASHINGTON”.  Sekitar satu tahun lalu, kami bertemu dengan orang-orang yang menyatakan mereka mendengar bahwa alien reptilian humanoid sedang bekerja di rumah sakit Angkatan Bersenjata dekat Fort Lewis, Washington. Pada saat itu, kami menganggap isu itu hanya gosip belaka. Memang akhir-akhir ini kami melihat surat kabar di Italia memuat artikel dan foto-foto dari reptilian ini yang digambarkan walaupun berpostur manusia, namun sangat mirip kadal, bahkan berekor.

                    Secara kebetulan, waktu saya minum kopi di suatu bar espresso, saya bertemu seorang wanita berusia 50-an. Ia mengaku telah menjadi perawat selama 20 tahun, dan selama 16 tahun terakhir bekerja sebagai perawat untuk Angkatan Bersenjata. Ia tampaknya seorang perawat sangat profesional dan tahu seluk beluk bidangnya.

                    Lalu percakapan berbalik arah ketika ia mulai bercerita tentang suatu ‘tempat aneh’, yaitu Rumah Sakit Militer Madigan, yang terletak di Route 5 di selatan Seattle, Washington. Ia pernah ditugaskan di situ, dan rumah sakit macam ini belum pernah ia lihat sebelumnya. Madigan adalah fasilitas rumah sakit yang baru dibangun dengan dana USD 150 juta,- sekitar setahun lalu. Ia lalu bercerita tentang adanya robot-robot kecil macam R2D2 di film Star Wars yang membawa obat-obatan di seluruh lantai. Peralatannya juga luar biasa canggih, seperti lase sinar X dan peralatan lain. Bukan ini saja yang menarik perhatian saya, tapi komentar berikutnya dari perawat ini.

                    Ia meneliti bahwa para karyawan di rumah sakit sangat terobsesi dengan pekerjaan mereka. Dan saat ia berpikir bahwa beberapa peralatan di situ mirip peralatan ‘alien’, dua orang yang berpostur dan berwajah serupa seperti kembar, berbalik dan menatap ke arahnya seolah dapat membaca pikirannya saat itu. Ia lalu melanjutkan bahwa selama masa kunjungannya, orang yang mengantar dia berkata bahwa lanai paling atas dan dua lantai ruang bawah tanah adalah ruang riset dan pengembangan ‘Top Secret’ dan terlarang bagi baik pekerja militer maupun sipil. Cerita ini mulai makin menarik bagi saya.

                    Saya memintanya untuk melanjutkan cerita ini dengan lebih mendetail. Ia setuju dan menggambarkan bahwa pintu masuk rumah sakit ada di jalan Interstate 5 melewati Olympia, Washington. Jalan keluarnya ada di Camp Murray Exit. Semua bangunan dicat putih. Kompleks tiga lantai rumah sakit itu terhubung dengan menara delapan lantai yang disebut ‘menara perawat’. Di menara ini ada satu lantai terlarang dan tak dapat dimasuki.

                    Ia menuju lobby, dan penjaga memintanya ke ruang SDM. Petugas militer di situ sangat lamban dan santai (berlawanan dengan pengalamannya di RS militer lain). Ia telah bekerja di bidang ini hampir 25 tahun dan mengenal semua alat medis, bahkan yang terbaru sekalipun. Namun peralatan yang ia lihat di rumah sakit ini sama sekali di luar pengetahuannya. Sebelum memasuki ruangan ia dipindai oleh suatu cahaya, dan diberitahu bahwa pola panas tubuhnya sedang direkam sebagai akses untuk masuk ke ruang itu.

                    Di ruang lain ia melihat seorang pasien sedang naik ke tempat tidur untuk menjalani suatu prosedur medis yang membutuhkan pembiusan total. Ia melihat bagaimana seorang dokter menghampiri pasien itu, menempelkan dua jari di keningnya, dan tiba-tiba pasien itu tak sadarkan diri seperti telah dibius, lalu prosedur medis itu pun dilakukan. Dokter macam apa yang membius pasien dengan cara menyentuh keningnya?

                    Ia juga memperhatikan semua penjaga di rumah sakit itu memiliki postur tubuh, tinggi badan, warna kulit, dan perawakan yang serupa, serta bergerak dalam gerakan seirama. Ia juga pernah mendengar dari seorang teman yang kakaknya pernah bercerita tentang ‘para alien yang bekerja di Madigan’. Semua orang yang ia temui di situ bergerak sangat pelan dan lamban. Ia lalu kembali ke situ sebulan kemudian bersama seorang temannya, atas keingintahuan apakah temannya melihat dan merasakan hal yang sama dengannya. Temannya ini seorang yang sangat sensitif terhadap perubahan gelombang elektromagnetik, dan tak lama setelah memasuki rumah sakit, ia merasa sakit kepala dan mual. Perasaan serupa yang mereka berdua dapatkan sewaktu dalam gedung rumah sakit itu adalah terkurasnya tenaga, sakit kepala, dan mual-mual. Gejala itu baru hilang setelah mereka pergi dan berada sejauh beberapa mil dari rumah sakit.

                    Mereka juga memperhatikan eksterior rumah sakit itu, dan melihat ada dua antena aneh di atas rumah sakit. Mereka mengaku banyak ruang yang terlarang dengan tanda ‘Dilarang Masuk’ dalam rumah sakit itu. Ada juga kompleks yang sama sekali tidak memiliki pintu masuk ataupun jendela.

                    Dari berbagai penuturan di atas, tampaknya ras alien ini mulai beroperasi ke permukaan dan mulai menggencarkan penampakannya untuk mengkondisikan manusia untuk terbiasa akan fenomena-fenomena seperti ini. Namun publik masih belum tahu dan belum sadar, bahwa bukan masalah keberadaan dan penampakan ras alien ini yang penting. Melainkan agenda yang mereka bawa ke permukaan bumi dan membahayakan kelangsungan peradaban manusia. Mungkin sudah tiba saatnya bagi publik untuk tahu.

 

FILE NO. 08

Kolektivitas Draconian & FEMA

                     File ini berisi karya Courtney M. Brown Ph. D dalam bukunya “Cosmic Voyage” yang mengungkapkan penelitiannya dalam bidang pengindraan jarak jauh (remote viewing / RV), bersama dengan instrukturnya Ed Dames, seorang instruktur RV untuk suatu cabang dari badan intelijen AS (psi corps). Penelitian ini mencakup teknik-teknik ‘proyeksi astral’ untuk menteleportasikan indra seseorang mencapai jarak yang jauh untuk tujuan pengintaian dan intelijen.

                    Salah satu ‘target’ pengindraan jarak jauh yang dilakukan Brown dan Dames ini adalah pikiran kolektif para Greys, dan lebih spesifik untuk mencari pusat yang mengontrol pikiran dari kolektivitas Greys ini. Segera sesudah sesi eksperimen dimulai, Brown mendapatkan dirinya berada dalam ruangan di mana beberapa Greys sedang bekerja, meskipun ia tidak tahu di mana tepatnya lokasi itu berada.

                    Ia lalu mengikuti jalur gelombang pikiran dari para Greys ini dan mendapat kesan bahwa alam pikiran mereka sangat luas, padat, seolah tak berbatas dan memenuhi alam semesta. Namun ia mendeteksi adanya suatu ‘pusat’, jantung dari matriks pikiran kolektif ini, di mana alur-alur informasi keluar dan masuk secara konstan.

                    Ia memperhatikan ada suatu makhluk ‘subspace’ atau bersifat para-fisik yang mengontrol semua aktivitas para Greys ini, dan mengetahui bahwa tubuh para Greys ini juga diinkarnasi oleh para makhluk para-fisik ini yang menggunakan tubuh jasmani para Greys ini untuk memanipulasi alam realita fisik.

                    Brown kemudian diinstruksikan untuk melacak lokasi makhluk-makhluk para-fisik ini dan menemukan tempat di mana beberapa makhluk para-fisik ini berada. Ia berlanjut menuju titik pusat dari kolektivitas pikiran atau ‘mind-hive’  ini. Semakin ia mendekati pusat, makin banyak entitas para-fisik yang ia jumpai, dan makin terasa atmosfir dan suasana militer di dalamnya,  sampai akhirnya ia sampai ke suatu tempat, yang rupanya pusat kontrol dengan banyak aktivitas, di mana para entitas ini sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

                    Ia secara intuitif merasakan bahwa pemimpin dari komunitas kolektif entitas parafisik ini terdiri dari 10 entitas yang mengepalai semua operasi. Tingkat penjagaan di area ini sangat ketat. Lalu ia menangkap sinyal pikiran kuat dari sang ‘Pemimpin Utama’ yang mengepalai 10 pemimpin entitas para-fisik ini. Dan di titik ini Brown tersentak dan kembali ke tubuh fisiknya. Ia merasa bahwa pemimpin utama ini dapat merasakan kehadirannya dari proyeksi astral yang ia lakukan, dan lalu melacak balik sumber dari mana proyeksi ini berasal. Brown dan instrukturnya Dames merasakan ‘hawa gelap’ memasuki ruangan mereka dan diam di sana sekitar setengah menit memantau keadaan. Entitas itu lalu pergi setelah melihat sumber proyeksi astral datang dari dua orang yang ia anggap tak membahayakan dan hanya membuang-buang waktunya jika mengurusi mereka.

                    Sebelum Brown terlempar keluar dan kembali ke tubuh fisiknya, ia sempat merasakan untuk waktu singkat bagaimana sebenarnya sifat dari entitas pemimpin ini. Tampaknya entitas ini sedang terlibat konflik panjang dengan ‘Kekuatan’ lain yang ia anggap sebagai musuh. Brown merasakan bahwa makhluk ini memiliki masalah self-esteem, dan di luar fakta kekuasaannya yang besar, ia merasakan kebutuhan yang amat sangat untuk dipuja dan disembah. Brown merasa heran mengetahui semua aktivitas merusak yang dilakukan oleh para entitas para-fisik, dan juga para Reptilian/Greys ini dikontrol dan atas perintah mutlak dari entitas pemimpin ini. Tampaknya sang pemimpin menggunakan prinsip imbalan dan hukuman untuk membuat suatu struktur hirarki perintah dalam ‘kerajaan’nya – juga atas seluruh entitas para-fisik – dan pada gilirannya atas seluruh komunitas kolektif atau ‘hive’ dari para Greys dan Reptilian, yang rupanya sudah mereka infiltrasi dan kuasai seluruhnya.

                    Brown juga mendapat kesan mental bahwa dua unsur, yaitu KETAKUTAN dan KESOMBONGAN-lah yang membuat entitas ini haus kekuasaan, merasakan kebutuhan untuk disembah, dan menolak untuk bernegosiasi dengan musuh bebuyutannya. Dan bahwa makhluk ini sedang berjuang dalam keputusasaan dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup dan eksistensinya, dan memilih cara pemberontakan dan terorisme sebagai cara terakhir untuk mengambil kontrol atas situasi ini. Brown mendapat impresi bahwa makhluk ini sumber utama dan biang dari terorisme universal! Karena ego-nya yang begitu tinggi, makhluk ini tidak akan bersedia tunduk pada musuh bebuyutannya, dan demikian juga halnya yang terjadi dengan semua anggota komunitas kolektif ini.

                    Makhluk-makhluk ini, sejak awal masa telah ‘meledak’ ke dalam dirinya sendiri, menjadi ‘lubang hitam spiritual’ yang mengkonsumsi segalanya, parasit-parasit astral pemangsa jiwa, dan telah kehilangan ‘cahaya’ dalam diri mereka, sehingga otomatis tak dapat memancarkan ‘cahaya’ dan tidak dapat dibawa kepada ‘cahaya’, mereka telah berubah karakter sepenuhnya, dan menelan semua bentuk kehidupan yang dapat mereka telan. Sang pemimpin ini ibarat bintang hitam bergravitasi kuat yang menarik dan menyedot bintang-bintang hitam lain yang lebih kecil ke dalam dirinya.

                    Baik para Reptilian maupun Greys pun adalah ‘korban-korban’ tipu daya entitas-entitas para-fisik ini hingga akhirnya menyerahkan seluruh kebebasannya dan menjadi budak dari para entitas yang disebut Draconian ini.

                    Saya percaya banyak orang setuju bahwa fenomena UFO dan alien adalah perwujudan dari realitas dunia fisik sekaligus dunia spiritual, dan kita tak dapat mengerti fenomena ini bila menerima aspek yang satu tanpa menerima aspek yang lain.

                    Semua inilah dasar filosofis dan spiritual mengenai keberadaan para alien ini berikut agendanya yang berusaha ‘menelan’ juga bumi ini beserta seluruh umat manusia yang ada di dalamnya. Jadi dapat dibayangkan betapa mengerikannya bila sampai pemerintah AS telah membuat perjanjian dengan komunitas kolektif Draconian ini. Itu sama saja dengan ‘menggadaikan’ seluruh umat manusia pada makhluk-makhluk pemangsa jiwa ini. Bila skenario ini terus berlangsung dan berhasil, maka nasib umat manusia tidak akan lebih baik dari ras Reptilian dan Grey tersebut, dan menjadi budak kolektivitas Draconian yang akan terus ‘melalap’ peradaban-peradaban lain di alam semesta ini.

                    Tanpa harus ditanya lagi, saya jelas-jelas menentang agenda tersebut dan konsepnya tentang satu pemerintahan kolektivis dunia, yang tak mentolerir kebebasan individu dalam apapun bentuknya. Perampasan kedaulatan banyak negara sedang dirancang dalam agenda ini, dengan ulah lembaga moneter dan perbankan international yang membanjiri negara-negara yang lebih kecil dengan utang, yang mereka sudah tahu tidak akan terbayar, dan membuka ‘jalan’ bagi para perampok internasional itu untuk menekan dan memaksa negara-negara itu untuk menyerahkan sumber dayanya, baik alam, mineral, properti, ekonomi, hingga akhirnya kedaulatannya.

                    Selanjutnya, ras alien manapun, baik yang berasal dari langit maupun bawah tanah,  tidak berhak untuk ikut campur atau bahkan menginfiltrasi dan menginvasi peradaban manusia dengan berbagai macam cara. Ini adalah hukum universal. Komunitas alien kolektivitas Draconian ini tidak menghiraukan dan melanggar hukum universal ini.

Karena itu saya mengusulkan invasi balik dan perlawanan skala besar dengan dukungan Kongres AS untuk mengambil alih kembali dan menguasai pangkalan-pangkalan militer baik di permukaan maupun di bawah tanah yang sekarang diduduki dan dikuasai kekuatan alien ini. Lagipula, bukankah pembangunan pangkalan-pangkalan itu didanai oleh pajak yang dibayar oleh seluruh rakyat Amerika Serikat? Jadi dengan kata lain, kita sedang mendanai ajal dan keruntuhan negara kita sendiri, dan mungkin seluruh peradaban umat manusia. Maka dari itu, kita harus menyatakan perang terhadap para teroris universal ini dan tindakan harus segera  dilakukan untuk menghentikan hal ini secara tuntas.

 Peran FEMA Dalam Konspirasi Satu Pemerintahan Dunia

                    Majalah “Monitoring Times” edisi Januari 1995 memuat artikel bagus tentang fungsi badan yang disebut Federal Emergency Management Agency (FEMA). Badan ini dibentuk atas inisiatif Order Eksekutif Presiden AS (yang diangkat setelah Kennedy dan kampanyenya didanai Rockefeller serta membuat kebijakan-kebijakan rahasia tanpa persetujuan Kongres). Demikian kutipan dari artikel tersebut :

FEMA adalah badan yang diberi ‘wewenang’ sejak lebih dari 20 tahun lalu atas Order Eksekutif Presiden untuk MENYITA semua harta kepemilikan warga AS, memisahkan keluarga-keluarga ke dalam 43 kamp penampungan (yang sudah dibuat dan operasional, 5 di antaranya ada di wilayah Georgia), penempatan pada kamp kerja paksa, menyatakan kondisi darurat, dan pembekuan serta pengambil-alihan secara total Konstitusi Amerika Serikat.

Daftar Order Eksekutif Presiden yang terkait dan mengatur hal-hal ini ada pada akhir artikel ini. Dua dari penjara di Georgia saat ini kosong, dan disiapkan untuk agenda politik ini. Order Eksekutif untuk pembangunan 43 kamp-kamp penampungan (konsentrasi?) utama yang masing-masing dapat memuat minimum 35 – 45.000 tawanan, serta sejumlah fasilitas kamp pendukung lainnya, telah ditandatangani Presiden Bush, Sr. pada 1989. Beberapa dari fasilitas ini dapat menampung 100.000 tahanan. Pembangunan sudah selesai dilaksanakan dan bangunan kamp siap dioperasikan. Di bagian selatan Georgia ada beberapa penjara yang hanya berisi beberapa penjaga, dan isinya dikosongkan.

Di bawah kontrol FEMA, Order Eksekutif Presiden dapat dijalankan, termasuk untuk pembekuan dan penghapusan Konstitusi Amerika Serikat (undang-undang dasar), yang menjadi dasar dari filosofi hak dan kebebasan AS hingga saat ini.

Order-order Eksekutif berikut ini, yang tersedia di Federal Register di Washington DC bagi siapapun yang memerlukan salinannya, memerintahkan pencabutan semua hak-hak dan kebebasan sipil secara total, dan wewenang untuk mengambil tindakan apapun yang diperlukan, dalam kasus ‘semua situasi darurat yang membahayakan keamanan nasional’. Ketika FEMA beroperasi, semua Order Eksekutif di bawah ini akan segera dijalankan :

1.     EO 12148 – kondisi darurat FEMA : bencana nasional, huru-hara, pemberontakan, atau krisis ekonomi dan keuangan nasional.

2.     EO 10995 – “… memberlakukan penyitaan atas semua media massa dan komunikasi di AS.”

3.     EO 10997 – “… memberlakukan penyitaan atas semua energi listrik, minyak bumi, gas, bahan bakar, dan mineral, baik milik pemerintah maupun swasta.”

4.     EO 10998 – “… memberlakukan penyitaan atas seluruh cadangan dan sumber daya pangan milik pemerintah dan swasta, serta semua peternakan, tanah, dan alat pertanian.”

5.     EO 10999 – “… memberlakukan penyitaan atas seluruh sarana transportasi, termasuk mobil pribadi, truk, dan semua kendaraan, serta KONTROL TOTAL atas semua jalan raya, pelabuhan, dan jalur transportasi air.”

6.     EO 11000 – “… memberlakukan penyitaan atas seluruh SUMBER DAYA MANUSIA dan warga AS untuk bekerja di bawah supervisi federal, termasuk MEMISAHKAN ANGGOTA KELUARGA bila memang diperlukan.

7.     EO 11001 – “… memberlakukan penyitaan atas seluruh sarana dan prasarana kesehatan, medis, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.

8.     EO 11002 – “… membuat pos-pos pendataan dan REGISTRASI atas seluruh warga Amerika Serikat.”

9.     EO 11003 – “… memberlakukan penyitaan terhadap semua lapangan udara, pesawat pemerintah, swasta, maupun pribadi.”

10.   EO 11004 – “… memberi wewenang pada Otoritas Perumahan untuk merelokasi komunitas, mengosongkan wilayah, dan membangun lokasi baru untuk populasi.”

11.   EO 11005 – “… memberlakukan penyitaan atas seluruh sarana perkereta-apian, jalur transportasi kereta, dan fasilitas pergudangan.

12.   EO 11051 – “… kantor Perencanaan Darurat telah melengkapi semua otoritas dan kewenangan untuk menjalankan semua perintah di atas pada saat terjadi peningkatan tensi politik internasional atau krisis ekonomi dan finansial.”

 Pertanyaannya, bagaimana jika kondisi darurat yang dimaksud seperti terorisme internasional, perang, atau krisis ekonomi dan finansial itu direkayasa dan dibuat oleh pemerintah sendiri? Atau oleh faksi rahasia di pemerintahan yang bersekutu dengan ras alien dan yang loyal terhadap agenda satu pemerintahan dunia? Tentu kedaulatan negara adidaya Amerika Serikat akan runtuh hanya dalam waktu sehari semalam saja. Dan bila kehancuran negara raksasa seperti Amerika Serikat bisa direkayasa, berarti tinggal masalah waktu saja bagi tiap negara di dunia ini untuk kehilangan kedaulatannya dan agenda satu pemerintahan dunia pun lengkaplah sudah.

Semua Order-Order Eksekutif di atas dirancang dan dirangkum oleh Presiden RICHARD NIXON (ingat skandal Watergate?) ke dalam Order Eksekutif 11490. yang mengefektifkan semuanya jika keadaan darurat diberlakukan oleh Presiden.

Dalam Order Eksekutif 12919 yang ditandatangani Presiden Bill Clinton pada 3 Juni 1994 tentang ‘Persiapan Nasional Sumber Daya Industri Pertahanan’, memberikan delegasi kekuasaan, otoritas, dan kewenangan bagi FEMA untuk menyita semua hak milik warga Amerika Serikat, dan relokasi serta penugasan mereka dalam kamp kerja paksa. Order-Order Eksekutif ini adalah PERNYATAAN PERANG terhadap warga AS sendiri oleh pemerintahan rahasia dengan didukung oleh PBB.

                    Dengan satu telepon dari Presiden, maka operasi ini dapat diimplementasikan. Surat penangkapan segera dibuat untuk menangkap satu milyar warga Amerika yang patriotis dan mencoba melawan agenda New World Order’ ini. UU Publik 100-690 memerintahkan penghentian semua aktivitas dan kumpulan religius, wewenang penggeledahan dari rumah ke rumah, dengan atau tanpa surat ijin penggeledahan sekalipun. Crime Bill tahun 1994 memerintahkan pelarangan mutlak atas semua persenjataan yang dapat digunakan untuk menyusun milisia, penyitaan atas semua senjata yang dimiliki warga sipil, penghapusan Amandemen Ke-1, dan dengan kata lain membuat semua warga AS disamaratakan dengan kriminil dan pelanggar hukum.

                    Apakah ada indikasi bahwa kondisi darurat ini akan direkayasa dan sengaja dibuat?  Kita tahu bahwa Presiden Bush seolah membiarkan defisit kembar neraca perdagangan dan anggaran AS terus membengkak, dengan kemungkinan besar memiliki maksud untuk menciptakan krisis moneter dan finansial yang akhirnya bisa dijadikan alasan untuk pengumuman dan pemberlakukan ‘keadaan darurat’ yang disyaratkan untuk pelaksanaan Order-Order Eksekutif  FEMA.

Banyak yang belum tahu jika AS telah mampu membuat alat pencipta gempa bumi buatan. Seorang ahli geologi yang mengamati gempa melihat beberapa kejanggalan pada beberapa kasus gempa besar. Gempa di Kobe, Jepang tidak menunjukkan pola gelombang yang biasa terjadi pada gempa alami. Demikian juga pada gempa di San Fransico tahun 1989. Alat ini diciptakan dalam Proyek Tesla.

                    Proyek-proyek yang didanai secara rahasia selain alat pencipta gempa buatan ini, juga termasuk proyek senjata kimia dan biologis. Sebuah dokumen rahasia yang dibocorkan menyatakan bahwa virus HIV/AIDS dibuat oleh National Ordnance Laboratory di Chicago, Illinois pada 1972 (dan disebarkan melalui fasilitas biogenetik di Fort Derick, Maryland lewat suntikan vaksin cacar dan vaksin Hepatitis-2, menurut Dr. William Campbell Douglas, Dr. Alan Cantwell, Jr. dan Dr. Robert Strecker). Virus ini adalah senjata biologis yang digunakan untuk warga AS sendiri.

Ini diketahui dari dokumentasi rahasia Office of Strategic Services (OSS) yang masih beroperasi hingga hari ini, melalui CDC di Atlanta. Virus ini dibuat dari campuran ekskresi kelenjar manusia, hewan, dan alien humanoid (menurut para dokter di atas, dengan membelah virus Bovine Leukemia dan virus Sheep Visna dan membiakkannya dalam kultur organ tubuh manusia yang terkena kanker).

Bila pemerintahan rahasia AS beserta sekutu aliennya sudah dapat membuat gempa,  bencana buatan, dan virus mematikan secara artifisial, maka sangat mudah bagi mereka untuk merekayasa dan menciptakan ‘kondisi darurat’ yang mereka perlukan untuk implementasi Order-Order Eksekutif FEMA di atas dan mengambil alih kedaulatan negara Amerika Serikat yang sejati.

  

FILE NO. 09

UFO Di  Indonesia

                    Berikut beberapa insiden yang terjadi dalam kaitannya dengan kasus-kasus penampakan UFO di Indonesia yang disarikan dari situs web Mystical Universe :

Dilaporkan oleh : F. Dahono – Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tanggal                           : 2 Mei 2000, jam 5:22 am

Subyek                            : Penampakan UFO

Lokasi                             : Laut Banda dan sekitarnya

Bentuk dan jumlah obyek : Cahaya, jumlah 20 – 30.

Rincian kejadian             :

                    Sebenarnya, ini adalah pengalaman sepupu saya. Saya menyuruh dia untuk menghubungi orang untuk mencari keterangan mengenai hal ini namun ia tak mau dan tak berani. Jadi akhirnya saya menuliskannya.

                    Ia adalah awak kapal kargo yang berlayar antara Surabaya, Ujung Pandang (Makassar), dan kota-kota di Irian Jaya (Sorong, Manokwari, Nabire). Pada subuh tanggal 15 Januari 2000, ia memberitahu saya bahwa ia dan rekan-rekan awak kapalnya telah melihat beberapa obyek bercahaya terang dari dalam laut. Pada mulanya hanya dua cahaya yang terlihat tepat di depan kapal. Lalu tiba-tiba dua cahaya ini bergerak dengan cepat menuju kapal dan berhenti di sisi lambung kapal. Masing-masing satu di tiap sisi.

                    Begitu mereka berhenti, muncul banyak lagi cahaya-cahaya macam itu seolah lampu sedang dinyalakan dari dasar laut. Mereka tidak memiliki bentuk jelas. Cahaya-cahaya ini tersebar di area seluas diameter 1,8 kilometer. Wilayah terluar yang mereka tempati membentuk oval. Tidak ada suara terdengar. Cahaya-cahaya itu diam di situ tak bergerak seperti cahaya lampu neon.

                    Sepupu saya mengaku tidak pernah melihat hal aneh macam itu sebelumnya, namun temannya mengaku pernah sekali melihat kejadian serupa di sekitar tempat itu juga, dalam perjalanannya ke Manokwari. Ia melihat cahaya-cahaya itu, hanya dalam bentuk formasi yang berbeda. Waktu itu mereka membentuk formasi garis lurus di depan kapal. Ketika kapal dibelokkan karena kuatir menabrak mereka, tiba-tiba cahaya-cahaya itu berpindah menyusun formasi yang sama di belakang kapal. Kapal terangkat sedikit ketika menghantam benda ini. Kapal lalu berbelok ke kanan dan melarikan diri dari formasi cahaya itu.

                    Penampakan terakhir terjadi ketika kapal KM Lintas Samudera (kapal penumpang) mengalami kecelakaan di Laut Banda sekitar Moluccas pada Januari 2000. Korban yang selamat melaporkan bahwa sebelum kapal tenggelam, mereka melihat dua cahaya dari dalam laut bergerak ke arah kapal dan menghantam kapal hingga tenggelam. Bangkai kapal kemudian ditemukan di pantai suatu pulau berjarak dekat.

                    Saya sangat penasaran untuk mencari penjelasan mengenai fenomena ini. Saya dan sepupu saya menduga mungkin cahaya itu datang dari sejenis ikan yang mengeluarkan cahaya, atau mungkin gurita. Namun jika itu makhluk laut, mengapa mereka tidak bergerak? Dan bagaimana mereka menghidup matikan cahaya tersebut? Saya tahu ada beberapa makhluk laut yang memancarkan cahaya, namun cahaya itu selalu hidup, tidak mati dan hidup seperti fenomena ini.

                    Dugaan kedua adalah kapal selam nuklir. Mungkin saja ada suatu operasi rahasia di lautan ini. Tampaknya dugaan ini terlalu mengkhayal. Lagipula bila itu adalah kapal selam, jenis kapal selam apa yang berdiameter 1,8 km? Dan bagaimana itu bisa berubah bentuk?

                    Catatan : Sepupu saya adalah mekanik ke-3 dari KM Sidu Arsi, kapal kargo milik PT. Pelni yang melayari rute Surabaya – Makassar – Irian.

                    Berikut kutipan artikel dari surat kabar Jawa Pos mengenai tenggelamnya KM Lintas Samudera yang disinggung dalam cerita di atas :

Jawa Pos, 26 Januari 2000.

                    Tim SAR telah menemukan bangkai kapal KM Lintas Samudera yang ditemukan tenggelam di wilayah Tanjung Taipa, Sulawesi Tenggara, pada subuh hari Minggu, dan tak ada penumpang yang terjebak di dalamnya. Kapal dengan tonase 15 GT ditemukan di pantai Taipa dan saat ini sudah ditarik ke Desa Metui. Keterangan ini diperoleh dari Kepala Kantor Departemen Transportasi Wilayah Sulawesi Tenggara, dan koordinator tim SAR, Ir. Mawardi Yusuf di Kendari sore ini.

                    KM Lintas Samudera tenggelam dalam perjalanannya menuju Molore di perbatasan propinsi Sultra-Sulteng, disebabkan gelombang laut yang tinggi. Dalam kecelakaan ini, 7 meninggal, dan 42 selamat, dan beberapa belum ditemukan.

                    Menurut Mawardi, tim gabungan SAR dan nelayan setempat sedang mencari beberapa penumpang yang hilang itu dengan menjelajah garis pantai dan pulau-pulau kecil di mana mereka kemungkinan terdampar. Kecil kemungkinannya korban hilang itu dapat ditemukan dalam kondisi hidup mengingat peristiwa sudah terjadi 3 X 24 jam, dan kapal tak dilengkapi dengan jaket pelampung.

                    Kami tidak tahu jumlah korban yang hilang, bahkan kami tidak tahu berapa jumlah keseluruhan penumpang kapal itu, karena kapten kapal tidak memiliki daftar penumpang, ujar Mawardi. Namun untuk saat ini, informasi diperoleh dari para korban yang selamat yang melaporkan enam anggota keluarganya yang juga berada di kapal tak dapat mereka temukan.

                    Di antara enam penumpang yang hilang adalah ayah, ibu, dan kakak dari seorang gadis kecil bernama Yana (6 tahun). Sang Ayah bernama Awan (35), ibu Siti (30), dan kakak Lilis (10), semua dari wilayah Pondidaha, Kabupaten Kendari. Anak yang malang itu kini dirawat di tempat penampungan anak milik Kantor Wilayah Departemen Sosial. Banyak warga Sultra terenyuh oleh kejadian ini dan berminat untuk memelihara anak itu, salah satunya adalah Komandan Angkatan Laut Kendari, Kol. (P) R. Budi Hardjo.

                    Para korban yang selamat, kebanyakan adalah transmigran, dari UPT III dan IV di Hialu, Desa Asera, Kabupaten Kendari menerangkan bahwa selain karena gelombang yang besar, kapal juga MENGHANTAM SUATU MAKHLUK ANEH. Saya melihatnya sendiri, kapal menghantam sesuatu seperti PERAHU DENGAN TIGA CAHAYA TERANG. Orang-orang berkata mungkin itu gurita raksasa, yang konon, banyak terdapat di lautan Tanjung Taipa, ujar Sukaryo, salah satu korban yang selamat. Ini adalah kecelakaan kedua pada bulan pertama tahun 2000. Yang pertama menimpa KM Mutiara di Laut Muna, yang menyebabkan 7 dari 41 penumpangnya tewas.

Orang Indonesia Diculik Alien?

Sumber : Beta-UFO Indonesia

 Kuranglah adil rasanya andai UFO yang diceritakan cumalah UFO made in luar negeri. Di negeri kita sendiri tidak sedikit terjadi perjumpaan antara manusia dengan makhluk-makhluk langit tersebut. Di antara yang rada-rada bisa dipercaya ialah kesaksian seniman rupa Sudjana Kerton yang mengaku diculik UFO di Dago Pakar. Sebelum berangkat ke luar negeri, Kerton yang pelukis tidak pernah tahu apa itu UFO, lebih-lebih lagi untuk mempercayainya. Namun, setelah ia bermukim di negerinya Paman Sam, ia telah mengalami pemandangan aneh yang seumur hidup tidak akan dilupakannya. Tatkala itu ia tengah berada di Denver. Bumi rata Denver romantis tersepuh cahaya bulan penuh! Kerton tengah memandang langit dari sebuah park. Tatkala tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah fenomena aneh berada tinggi dari cakrawala. Ternyata "benda" yang dilihatnya itu berbentuk cerutu besar yang tengah melayang diam di atas langit, yang tubuhnya berubah-ubah warna hijau - kuning. Dan setelah cukup lama diperhatikannya, dari seputar benda (pesawat tak dikenal) itu menyorot lampu-lampu yang tak terhitung banyaknya. Itu terjadi pada bulan Agustus 1953.

Setelah kejadian di Denver malam itu, Kerton mulai tertarik membaca buku-buku laporan mengenai UFO yang ditulis oleh berbagai penulis kawakan di seluruh pelosok dunia. Dan dari beberapa referensi yang dibacanya, ia menemukan kesimpulan sementara bahwa mungkin saja yang dilihatnya di Denver malam itu adalah pesawat induk (mothership) dari angkasa luar yang juga pernah dipergoki dan dipotret oleh George Adamski di Desert Centre.

Setelah mengalami pengelihatan berkesan itu, kerap muncul firasat yang menggoda seakan-akan "berbisik" sebuah perintah bahwa ia berserta keluarga mesti cepat-cepat pulang ke Indonesia guna membangun sebuah rumah di atas perbukitan. Entah bagaimana, ternyata firasat yang berupa "perintah" tersebut tanpa pikir panjang diturut oleh sang seniman yang menjadi tukang melamun itu. Maka pulanglah ia ke Bandung dengan memboyong istri bule yang berkebangsaan Amerika beserta putrinya yang blaster. Setelah itu segeralah ia membangun rumah di perbukitan Pakar yang strategis, yang bentuknya koq cukup aneh yang mirip piring terbang. Dalam ceramah khusus di hadapan Rotary Club, yang juga saya sendiri hadir di sana, Sudjana Kerton banyak menuturkan pengalaman khusus setelah mendiami "sangkar bundarnya" yang terpencil. Ternyata UFO tidak saja betah di Denver atau New York, tetapi bukit Pakar yang tak kesohorpun dikunjunginya berkali-kali, seakan-akan para pilot UFO telah tahu bahwa Kerton pulang ke tanah leluhurnya.

Dalam pengakuannya, seniman yang telah memiliki reputasi internasional itu, sering sekali menyaksikan piring terbang yang menyorotkan sinar-sinar aneh di atas rumahnya, yang isterinya sendiri tidak melihatnya. Oleh kenyataan itu, sering sang isteri yang bule menuduh crazy kepada Kerton yang digilai piring terbang. Namun, pengalaman yang paling berkesan kepadanya ialah tatkala ia "didatangi" piring terbang di larut malam tahun 1979 yang sunyi tatkala ia sambil setengah ngantuk membaca buku sendirian. Pesawat asing berwujud cakram yang kerap disaksikannya itu menyorotkan cahaya ke perbukitan Dago Pakar di malam hari seakan-akan mencari sesuatu, kali ini meluncur mendekat ke arah sanggar Kerton. Ya, mendekat dan terus mendekat, sehingga kilaunya memantul ke pucuk pepohonan di sanggar sang seniman.

Ia tersentak terkejut bukan main karena wahana yang menyilaukan itu semakin dekat saja seakan ingin melahapnya. Tiba-tiba menyorotlah sinar aneh ke sekujur tubuhnya, yang seakan-akan menghipnotis kesadarannya. Jiwanya berontak ingin lari menjauh, namun apa daya tangan tak sampai, tubuh serasa kaku, lemas, bersama kesadaran asing yang menyelimutinya. Dalam "setengah mimpinya" itu, tiba-tiba Kerton merasa dijemput dua makhluk asing mirip robot setinggi kira-kira 95 cm. Dan oleh kedua makhluk yang jalannya "kaku" itu, Kerton dituntun tanpa mampu menolak, melewati pekarangan rumahnya, lantas diboyong ke pesawat yang mengambang di atas tanah, lewat berkas cahaya yang menyilaukan seakan sebuah tangga elektromagnetik yang amat halus.

Dalam "setengah mimpi", Kerton merasa dibawa ke sebuah tempat yang amat asing yang warnanya serba putih, sambil ia sendiri bertanya-tanya dalam hati: masihkah ia berada dalam pesawat, ataukah telah diboyong ke sebuah planet yang jauh? Dalam setengah sadar, di tempat yang sarwa putih itu, Sudjana Kerton berjumpa dengan empat orang "makhluk asing" yang juga sarwa putih dengan tinggi kira-kira lebih dari 3 meter. Kerton masih ingat bahwa makhluk-makhluk besar jangkung itu mirip-mirip orang mongol, dengan mata yang sipit yang ujung-ujungnya mencuat sedikit ke atas, mulut mereka tampak sekadar garis tipis yang melintang, hidung tajam, disertai kepala yang pada botak tanpa rambut.

Masih dalam suasana setengah sadar, Kerton tak ingat persis apa yang telah dilakukan "makhluk-makhluk asing" itu terhadapnya tatkala ia berada di tempat yang putih itu. Maka barulah ia sadar, setelah tiba-tiba kembali di tempat semula (di beranda rumahnya), tempat ia diculik dua manusia robot. O ya, ternyata tersisa sekilas ingat tatkala ia pertama tiba di dalam pesawat asing itu, menyaksikan gambar yang rumit yang terukir di dinding (mungkin peta bintang). Tatkala pulih kesadarannya, UFO itu lenyaplah sudah. Sekilas merinding setelah ia ingat mimpi buruk telah terjadi. Memang mula-mula peristiwa yang tak ada duanya itu dianggap cuma mimpi. Namun, ooohhhh..., kakinya ternyata penuh lumpur!

Di dalam kebingungan yang semakin menyelubungi, sang mentari semakin menyiangkan alam, akhirnya Kerton sadar bahwa "pengalaman itu" tidaklah sekedar mimpi, lebih-lebih lagi setelah disaksikannya dengan gamblang bekas kaki-kakinya sendiri serta bekas kaki-kaki makhluk-makhluk asing itu terlukis jelas di tanah pekarangannya, yang basah dan gembur.

Setiap bangun pagi-pagi, biasanya Kerton melepas ayam-ayam peliharaannya untuk diawur (diberi gabah). Namun, aneh pada pagi setelah kejadian itu, ayam-ayamnya ternyata pada muyung (sakit), tak mau keluar kandang selama tiga hari, seakan-akan merasakan ketakutan yang luar biasa. Mungkinkah disebabkan karena pengaruh "elektromagnetik" yang dipancarkan piring terbang itu?

Guna mengukuhkan bukti-bukti yang otentik dalam peristiwa yang luar biasa itu, Sudjana Kerton tak lupa membikin cetakan coran gips dari bekas kaki sang penculik yang andai diperhatikan cukup teliti tampak jelas jemari kaki-kaki itu berwujud runcing canggih seakan panjang pendeknya bisa distel, disesuaikan dengan situasi kemiringan tanah yang diinjaknya. Mungkin makhluk-makhluk pendek yang menuntut Kerton itu cuma robot yang dikemudikan langsung dari kokpit piring terbang.

 Catatan: Sudjana Kerton telah meninggal dunia pada bulan April 1994.

 UFO Melintasi Angkasa Kota Bandung?

Sumber : Media Indonesia Online - Rabu, 16 April 1997

 BANDUNG (Media): Benda asing tak dikenal atau disebut dengan istilah UFO (Unidentified Flying Object) melintas di angkasa Kota Bandung. Demikian laporan yang diterima Media Senin malam kemarin dari beberapa warga yang mengaku melihatnya.

Observatorium Boscha di Lembang dan pos informasi di Radio Mara FM Bandung juga memperoleh belasan laporan serupa melalui telepon. "Ada lima warga kota yang melaporkan melihat benda bercahaya di angkasa Bandung yang kami terima," kata Irfan, asisten pengamat Observatorium Boscha yang dihubungi Media sebelum pukul 23.00 Senin lalu.

Penampakan benda tak dikenal itu menurut para saksi mata terjadi sekitar pukul 21.00 hingga pukul 21.30. "Sekarang masih ada, Mas, seperti sinar laser memanjang berwarna hijau" kata Abdul, pemuda yang berdomisili di kawasan Jalan Setiabudi (daerah Bandung sebelah utara) yang melaporkan kepada Media melalui telepon umum pada pukul 21.20 WIB. "Posisinya sekitar sudut 45 derajat," tambahnya. "Kami menerima laporan dari seorang pendengar di kawasan Karang Tineung Bandung Utara yang mengatakan ia dan keluarganya melihat benda bercahaya hijau kebiruan, bentuknya panjang seperti benang di langit di atas awan. Benda itu berkedip seperti bintang," kata Tri Irwanda, staf Radio Mara FM seraya menambahkan ia sendiri dan beberapa kru radio tidak berhasil melihat benda tersebut. "Mungkin dari tempat kami benda itu tertutup awal tebal. Bulan juga tidak tampak dari kantor kami di kawasan Buah Batu yang terletak di sebelah selatan Bandung," katanya.

Media yang menghubungi Bandara Husein Sastranegara dan Lanud Sulaiman tidak berhasil memperoleh konfirmasi malam itu. "Piket di tower tidak ada Pak," kata operator telepon di kedua tempat itu. Kepala Observatorium Prof. Dr. Bambang Hidayat yang dihubungi Media tidak berada di tempat. "Sedang ke luar negeri. Dan benar ada belasan laporan kami terima hingga pagi ini," kata seorang staf Observatorium. "Komet yang sekarang ini bisa terlihat dari bumi hanya komet Hole-Bopp, dan itu posisinya sangat rendah di arah barat daya. Tidak seperti benda asing yang dilihat warga" kata Irfan. (DH/N-1)

 Penampakan UFO Sebelum Tsunami?

                     Artikel ini diambil dari suratkabar “India Daily” edisi 31 Desember 2004, mengenai insiden penampakan UFO sebelum terjadinya gempa bumi dan tsunami di beberapa wilayah Asia Tenggara dan Selatan :

“Sejumlah penampakan UFO sebelum Tsunami dan gempa di Asia Tenggara dan Selatan – Apakah mereka mencoba memberikan peringatan?”

                    Apakah ini suatu kebetulan? Banyak orang dari wilayah yang terkena gempa bumi dan Tsunami melaporkan penampakan benda aneh atau UFO beberapa hari sebelum bencana itu melanda. Warga India di Tamil Nadu, Andaman, dan kepulauan Nicobar, serta sejumlah warga Indonesia melaporkan munculnya benda terbang aneh di angkasa.

                    Media setempat di wilayah-wilayah ini tidak tahu apa yang harus dilakukan atas laporan-laporan penampakan ini. Namun dari laporan-laporan itu, tampaknya banyak UFO di angkasa, dan sepertinya hendak mengkomunikasikan sesuatu.

                    Beberapa sumber bahkan berspekulasi bahwa gempa dan Tsunami ini adalah hasil dari suatu eksperimen rahasia. Di Port Blair, ibukota kepulauan Andaman, India, beberapa turis pada minggu lalu mengaku melihat benda terbang tanpa suara di langit. Di Sumatra, di wilayah-wilayah terpencil, fenomena serupa juga terjadi beberapa waktu lalu.

                    Menurut beberapa ahli dan pengamat UFO, penampakan UFO ini selalu terjadi di pusat di mana terjadi bencana alam besar. Mereka seolah tahu bencana akan datang. Beberapa percaya mereka mencoba berkomunikasi dan memberi peringatan. Beberapa yang lain percaya bahwa justru UFO-UFO itulah yang menjadi penyebab bencana alam itu.

                    India terutama di Himalaya, China, Indonesia, dihujani penampakan UFO akhir-akhir ini. Wilayah terpencil Bangladesh, Myanmar, kepulauan Andaman, dan Srilangka juga melaporkan penampakan yang serupa. Pemerintah India dan pihak militer tidak memberikan komentar sama sekali mengenai banyaknya penampakan UFO ini. Beberapa pihak percaya India akhir-akhir ini juga sudah melakukan kontak dengan UFO ini, seperti Amerika Serikat pada pertengahan abad lalu.

                    Frekuensi kemunculan UFO yang meningkat di berbagai belahan bumi belakangan ini meramalkan datangnya bencana yang lebih serius. Orang-orang percaya, kita sedang menghadapi masa-masa sulit dalam kaitannya dengan bencana alam. Sejajarnya matahari, bumi, bulan, Venus, dan Jupiter dianggap berbahaya. Ini bagi sebagian orang dianggap sebagai tanda bahwa gempa bumi akan memporakporandakan bumi. Sebagai fakta, India beberapa bulan ini mengalami banyak gempa bumi, padahal di India jarang terjadi gempa bumi, dibandingkan misalnya dengan Jepang.

                    Ada kemungkinan UFO-UFO ini mencoba berkomunikasi dan memperingatkan kita mengenai efek posisi planet-planet ini terhadap pergeseran lempeng dan kerak bumi. Pada masa lalu, bangsa Maya dan Mesir Kuno selalu kuatir tiap kali planet-planet berada dalam posisi sejajar. Lalu bagaimana caranya mereka bisa tahu bahwa gempa bumi akan terjadi? Bisa jadi mereka berkomunikasi dengan para ekstraterestrial ini dan mempelajari teori momentum sudut planet-planet, yang kita baru pelajari minggu ini !

DAFTAR PENAMPAKAN UFO DI INDONESIA

Sumber : Beta-UFO Indonesia

Sebelum tahun 1900

·         Gunung Krakatau, 1883

1900-1959

·         Kebumen Selatan, 1932

·         Laut Timor, 26 Februari 1942

·         Palembang, 10 Agustus 1944

·         Plaju, Sumatera Selatan, waktu Perang Dunia II

·         Yogyakarta, 19 Mei 1952

·         Medan, 28 Januari 1953

·         Bandung, 9 Pebruari 1953

·         Magelang, 9-10 Pebruari 1953

·         Semarang dan Malang, 13 Pebruari 1953

·         Sungguminasa, Ujung Pandang, 14 Pebruari 1953

·         Banjarmasin, 15 Pebruari 1953

·         Ujung Pandang, 18 Pebruari 1953

·         Tanjung Balai, Asahan, 25 Pebruari 1953

·         Palembang, 7 April 1953

·         Kalimantan, 23 Juli 1953

·         Papua, 23 Agustus 1953

·         Cilincing, Timur Tanjung Priok, Pebruari 1954

·         Jawa Timur & Jawa Tengah, 18 Maret 1954

·         Penerbang AURI melihat UFO, Mei 1954

·         Madiun, 1954

·         Bondowoso, Jawa Timur, 25 Juli 1954

·         Bondowoso, Oktober 1954

·         Jatinegara, 4 Desember 1956

·         Jenoponto, Sulawesi, 22 Juni 1955

·         Medan, 26 Juni 1955

·         Danau Semayang, Kaltim, 1956

·         Bagan Siapi-api, 6 Nopember 1957

·         Pantai Tarakan, 11 Nopember 1957

·         Irian Jaya, Agustus 1959

·         Curug, Tangerang, 20 September 1959

·         Kep. Alor, 1959

1960-1979

·         Jakarta, 1962

·         Bangkalan, Juni 1963

·         Surabaya, 1964

·         Yogyakarta, 1964

·         Ngliyep, 1964

·         Jawa Timur, 1967

·         Palembang, Juli 1967

·         Tasik Poso, Sulawesi, Mei 1968

·         Medan, Minggu pertama Nopember 1968

·         Manado, 1969

·         Mojogedang, Solo, 1969

·         Pantai Selatan Jawa Timur 1970

·         Gunung Agung, Bali, 1973

·         Jl. Tamansari, Bandung, 1974

·         Flores, 1974

·         Jakarta, Lia Aminuddin, 1974

·         Lepas Pantai Cilamaya, Jabar 1975

·         Ruang udara Indonesia, Juli 1975

·         Porong, 27 Juni 1977

·         Semarang, 1977

·         Jayapura, 14 September 1977

·         Bogor, 15 Nopember 1978

·         Pantai Ayah, Desember 1978

·         Ujung Pandang, 13 Desember 1978

·         Tulungagung, 1979

·         Ciamis, 27 Januari 1979

·         Jakarta, 27 Mei, 26 Juni & 12 Juli 1979

·         Bandung, 14 Juli 1979

·         Jakarta, 27 Agustus 1979

·         Lembang, Oktober 1979

·         Surabaya, 1979

·         Dago Pakar, Bandung 1979 (diculik alien)

1980-1989

·         Bandung, 1980

·         Yogyakarta, 1980

·         Pangkalpinang, Pulau Bangka, 1980

·         Yogyakarta, 2 Januari 1981

·         Jakarta, 23 Mei 1981 (Guruh Sukarnoputra)

·         Bali, 1982

·         Gunung Galunggung, 22 Juli 1982

·         Riau, Mei 1983

·         Desa Antan, Kalbar, 1984

·         Tarakan, Kalimantan Timur, 1984 / 1985

·         Palembang, 1985

·         Solok, 1986

·         Jakarta, Agustus 1986

·         Jakarta, 1986

·         Cilandak, Jakarta Selatan, 23 Maret 1987

·         Bandung 1989/90

1990-1995

·         Jakarta, 1990

·         Padang, 1990

·         Bali, 1991

·         Sintang, 1991

·         UFO di Malang Tahun 1991

·         Cileduk, Jakarta, April 1991

·         Bali, 16 Juli 1992

·         Surabaya, 1992

·         Bandara Ngurah Rai, Bali, 27 Agustus 1992

·         Sambas, Kalimantan Barat 1993

·         Bandung, 1993/94

·         Malang, Januari 1994

·         Probolinggo, 1994

·         Ambeno, Timor, 1994

·         Singkawang, Sambas, 1995

·         Tebet Barat, Jaksel, Juni 1995

·         Salatiga, Juli 1995

1996-1997

·         Pengandonan, Feb 1996

·         Teluk Nampu, April 1996

·         Sukabumi, April 1996

·         Bandung, Agustus 1996

·         Bodok, Sambas, 1996

·         Pontianak, Desember 1996

·         Palangkaraya, 1996 dan Muara Teweh, 1996 & 97

·         Madiun, 5 Nopember 1997

·         Salatiga, September 1997

·         Bandung, 12 April 1997

·         Bandung, 14 April 1997

·         Serukam, Sambas, 13 Juni 1997

·         Bandung, 28 Oktober 1997

·         Surabaya, 2 Desember 1997

·         Jakarta, 1997

1998-1999

·         Banyuwangi, Nopember 1998

·         Gunung Salak, 16 April 1998

·         Pantai Bayah, Rangkasbitung, 28 April 1998

·         Yogyakarta, Juli 1999

·         Lovina, Bali, 17 September 1999

·         Kelian, Kaltim, 20 Nopember 1999

2000

·         Denpasar, 3 Februari 2000

·         Sulawesi Utara, 26 Desember 2000

2001

·         Yogyakarta, 25 Maret 2001

 

FILE NO. 10

Orgone Sebagai Penangkal

                    File ini disarikan dari hasil riset dan tulisan Sherry Shriner dalam “The Watcher Files” mengenai penemuan suatu instrumen yang diberi nama ‘ORGONE’ sebagai penangkal pengaruh negatif ras alien, baik dalam kontak langsung, maupun dalam kasus pengaruh tak langsung dari berbagai perangkat alien seperti chem-trails, senjata microwave, Extreme Low Frequency (ELF), dan alat pengontrol pikiran lainnya. Demikian kutipannya :

                    Chem-trails (sebaran zat kimia oleh pesawat udara), senjata microwave, Extreme Low Frequency, chip pengontrol pikiran, dan lainnya adalah serangan langsung ras alien terhadap umat manusia. Penelitian intensif membawa saya pada suatu instrumen bernama ‘Orgone’ yang dapat digunakan sebagai penangkal efek negatif dari perangkat-perangkat alien tersebut.

                    Apakah orgone itu? Orgone adalah pembersih alami, penyembuh, dan sumber energi positif. Orgone adalah nama yang diberikan ilmuwan Wilhelm Reich untuk energi vital yang terdapat di bumi ini. Energi ini bisa bersifat netral (OR), positif (POR), atau negatif (DOR). Energi ini seringkali disebut ‘Chi’ atau ‘fifth element’ (elemen kelima). Wilhelm Reich banyak melakukan riset mengenai orgone ini pada tahun 50-an. Ia tewas di penjara, setelah laboratorium dan karya penelitiannya diporakporandakan agen-agen pemerintah karena mereka takut kebenaran fakta tentang orgone ini diketahui dan tersebar ke publik.

                    Perangkat-perangkat alien yang disebutkan di atas adalah contoh dari penghasil energi negatif (DOR). Tanpa orgone negatif, perangkat ini tak akan bekerja. Tanpa energi negatif, agenda New World Order  tak akan berhasil ! Dengan menggunakan peralatan dari orgonite, perangkat-perangkat itu dapat dilumpuhkan, alien dapat diusir pergi, dan mengganggu rencana yang disusunnya.

Apakah ini mungkin? Apakah solusinya begitu mudah? Ya, Orgonite adalah teknologi yang relatif baru, dan kita tak tahu pasti bagaimana cara kerjanya. Yang penting itu bisa bekerja baik. Orgone menyerap energi negatif, merubahnya menjadi energi positif, dan melepasnya kembali ke atmosfir. Cara pembuatannya juga amat mudah.

Energi dari Orgone juga terserap oleh atmosfir dan menghilangkan racun kimiawi dari chem-trails, sekaligus melindungi Anda darinya. Karena para alien ini berniat untuk menguasai bumi, orgone akan menjadi penangkal dan penghalang bagi mereka untuk masuk ke kota, lingkungan, dan rumah Anda. Saya menyarankan untuk menaruh Orgonite ini tidak hanya pada rumah Anda, tapi juga di lingkungan, dan kota Anda juga. Menaruh Orgonite di selokan, hutan, semak-semak, dan menanamnya di berbagai tempat akan membuat energi positif terserap ke atmosfir dan menjaga daerah itu.

 Apa yang bermanfaat dari Orgone?

 -       Menetralisir racun dan radiasi dari udara.

-       Melumpuhkan chem-trails dan menjaga udara tetap bersih.

-       Memperbaiki pernapasan, dan membantu penderita asma.

-       Meningkatkan daya tahan tubuh.

-       Menyembuhkan sakit kepala dan migrain, meningkatkan kesehatan.

-       Melindungi dari halilintar dan angin puyuh yang melanda daerah Anda.

-       Menyesakkan para alien, mereka tak dapat bernapas dan merasa terbakar.

-       Menjaga lingkungan dan rumah Anda dari entitas makhluk halus.

-       Menetralisir efek dari alat-alat pengontrol pikiran yang dibuat para alien.

-       Menghentikan serangan Extreme Low Frequency (ELF).

-       Membantu Anda tidur lebih nyenyak.

-       Menghindari penculikan para alien.

-       Mengeluarkan energi positif yang tidak disukai para alien.

Lindungi rumah, lingkungan, dan keluarga ini dari hal-hal jahat dan energi negatif yang ditebarkan oleh para alien. Bersikap aktiflah dan melakukan sesuatu untuk mencegah invasi ini terjadi.

Cara Pembuatan Orgonite

Bahan-bahan :

Kristal Quartz bening – ukuran 1-2 inci amat baik untuk ditempatkan dalam kumparan. Saya biasanya menaruh beberapa yang kecil sekelilingnya juga. Makin banyak kristal, makin besar kekuatannya. Jika Anda memiliki kristal-kristal kecil, taruh dua dalam kumparan, dan masing-masing satu di sisinya.

Potongan-Potongan Metal – potongan-potongan aluminium dan tembaga, atau potongan-potongan titanium dan tembaga. Komposisi 2/3 aluminium atau titanium dan 1/3 tembaga. Saya menggunakan uang logam tembaga untuk tambahan tembaga. Anda dapat memperoleh cacahan metal dari toko yang menjualnya, atau bisa menggunakan serabut metal untuk cuci piring dari supermarket. Potong-potong dengan ukuran setengah inci.

Kawat Tembaga – Anda dapat memperoleh gulungan kawat tembaga di toko perkakas. Ukuran 18 gauge atau lebih kecil. Saya biasa menggunakan ukuran 18 gauge. Potong sekitar 6-8 inci dan gulung dengan dua jari Anda searah jarum jam menjadi sebuah kumparan. Lalu taruh di tengah-tengah wadah atau loyang yang sudah disediakan.

Resin – Saya menggunakan resin autobond. Dapat dibeli di toko besi, perangkat mobil, atau toko serba ada. Pengerasnya sudah tersedia. Jangan campur resin dengan pengerasnya sebelum Anda siap menuangkannya. Itu akan mengeras dengan cepat bila tidak segera digunakan. Jangan menuang resin ke wadah plastik, karena akan lebih panas dan lebih cepat mengeras. Gunakan saja kaleng aluminium bekas.

Wadah, loyang, atau cup muffin – usahakan jangan yang terbuat dari plastik.

 Cara Pembuatan :

-       Oleskan minyak masak pada bagian dalam wadah atau cup. Masukkan kumparan berisi kristal itu di tengah-tengah wadah, lalu penuhi dengan potongan metal tadi di sekelilingnya.

-       Jika Anda menggunakan uang tembaga, taruh itu di dasar wadah, beri sedikit potongan metal, taruh kumparan kristal itu di atasnya, dan penuhi lagi dengan potongan metal.

-       Gulung kawat tembaga sepanjang 6-8 inci dengan dua jari searah jarum jam membentuk kumparan. Kumparan yang longgar dan jarang lebih memberikan kekuatan daripada kumparan yang digulung ketat. Taruh 1-2 kristal quartz di dalam kumparan itu.

-       Setelah semua bahan dimasukkan dalam wadah hingga sepertiga dari tinggi wadah, buat campuran resin dan pengeras. Aduk rata, dan tuangkan ke wadah. Tunggu atau jemur hingga mengeras (biasanya 1 jam).

Beritahu juga orang lain tentang cara pembuatan orgonite ini !

 

PENUTUP

                     Semua bagian dari buku ini bukanlah opini dari penulis, melainkan rangkuman dan kompilasi dari karya-karya, penemuan, dan pendapat secara teoritis maupun investigatif oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Materi dan data yang disajikan, telah dikumpulkan oleh penulis sejak tahun 1997 hingga saat ini hingga dapat terkompilasi menjadi buku ini.

                    Interpretasi dari informasi yang disajikan dalam buku ini tidaklah bersifat mutlak dan tentu penelitian oleh para ahli akan berlangsung terus dan bisa saja mengubah interpretasi dari apa yang mereka hipotesiskan ini.

                    Penulis merangkum dan mengkompilasi semua informasi dan penemuan tersebut menjadi buku ini dengan tujuan sebagai wacana yang dapat memperluas dan memperkaya wawasan serta memberi nuansa dengan sudut pandang baru dan alternatif terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di bumi ini sejak awal peradaban manusia.

                    Akhir kata, apapun implikasi yang tersirat dari informasi-informasi tersebut tidak merubah fakta bahwa semua informasi tersebut hanyalah merupakan sekumpulan hipotesis dan kemungkinan-kemungkinan yang masih memerlukan pengujian dan pembuktian lebih lanjut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Buku – buku :

E.O. James, The Ancient Gods

Francis Legge, Forerunners and the Rivals of Christianity

S. Angus, The Mystery-Religions
Salomon Reinach, Orpheus
Homer Smith, Man and His Gods

S.H. Hooke, The Siege Perilous

Franz Cumont, The Mysteries of Mithra
Wolfgang Lederer, The Fear of Women
Franz Cumont, Oriental Religions in Roman Paganism
John Holland Smith, The Death of Classical Paganism

Situs-situs Web :

http://www.rense.com
http://www.prisonplanet.com/index.html
http://www.tetrahedron.org/articles.html
http://www.guerrillanews.com/index.html
http://www.whatreallyhappened.com
http://www.apfn.org/apfn/camps.htm
http://www.tenc.net
http://www.hermes-press.com/
http://www.givemeliberty.org/
http://www.remnantsaints.com/AlternativeUtilities/index.html
http://www.propagandamatrix.com/
http://www.conspiracyplanet.com
http://www.skolnicksreport.com
http://www.davidicke.com/
http://www.m2soap.com/mindcontrol.htm
http://www.guntruths.com
http://www.house.gov/paul/
http://www.deliberatedumbingdown.com
http://www.raven1.net/uncom.htm#INTRO

http://www.texemarrs.com

http://www.metatech.org

http://www.stargods.org

http://www.uforanks.com

Dan sumber-sumber lain yang tak dapat diungkapkan di sini.

 LAMPIRAN

THE ORIGINAL ‘DULCE PAPERS’

 

 

 

title

Click to add text, images, and other content

title

Click to add text, images, and other content